
“Jadi maksudmu, Jack sudah bisa menebak jika suatu saat ada orang yang akan balas dendam kepadanya?” tanya Siska dan Lauren.
“Begitulah. Dia ingin kita bisa melindungi diri sendiri. Tapi di karenakan selama ini kita sudah tidak lagi masuk kedalam lingkaran hitam dan ingin terbebas, kita menjadi lengah pada sekitar. Ibu Katie dan Ayah Andrew adalah sasaran balas dendam yang mudah untuk di jadikan sebagai target.”
“Mau bagaimanapun kita tinggalkan lingkaran itu akan tetap membekas untuk kita di masa depan.” Ucap Siska.
“Karena pada akhirnya kita tidak akan pernah bisa keluar dari rasa dendam manusia yang telah kita sakiti. Kita juga tidak bisa jika
hanya berdiam diri, kita harus melindungi diri dengan cara membalas.” Jawab Siska.
“Mami?” panggil Kyler dan Farel yang melihat wajah ibu mereka berubah.
“Aku sudah mengetahui sejarah tentang daddy mu dan juga seluruh Sandreas.” Ucap Siska yang tersenyum kepada Farel.
“Kenapa Mami tersenyum kepadaku?” tanya Farel.
“Karena selama ini alasan kami tidak ingin melibatkan anak-anak menjadi seperti kami. Nak, kau sudah mengetahui semua apa yang perlu kamu ketahui. Sekarang keputusan jalan hidupmu adalah milikmu. Kami tidak akan pernah melarang apapun yang menjadi keputusan mu. Tapi satu hal yang harus kau
ketahui, kami tidak ingin kehilanganmu.” Jawab Siska yang memeluk Farel dalam pelukannya.
“Aku sudah mengetahui sejarah tentang daddy mu dan juga seluruh Sandreas karena aku juga berasal dari dunia yang sama seperti mereka.”
Jawab Lauren.
“Maksud Mami?” tanya Kyler.
“…….” Lauren menceritakan latar belakang sejarah dirinya hingga membuat Kyler mengerti.
Sedangkan Farel, Siska dan Jimmy yang sudah selesai menceritakan dan memberikan hak keputusan kepada Farel tentang hidupnya setelah mengetahui asal usul keluarganya. Setelah mengetahui semua cerita itu, Farel
sudah mengerti dan akan memikirkannya. Siska dan Jimmy keluar dari kamar Farel
dan memerintahkan Farel untuk istirahat dikarena besok ia harus berangkat
kesekolah.
“Jadi aku memiliki daddy dan mami dengan latar belakang yang sama?” tanya Kyler.
“Iya.” Jawab Lauren dan Billy.
“Daddy, mami. Aku sekarang sudah tidak perlu lagi untuk berfikir. Aku akan memutuskan untuk menjadi pelindung keluarga Sandreas walaupun nyawa menjadi taruhannya.” Jawab Kyler dengan keputusan yang sudah bulat.
“Semua keputusan adalah milikmu, kami tidak akan ikut campur dan memaksanya. Tapi ingat bahwa kami tidak ingin kehilanganmu, jika itu
menjadi pilihanmu maka menjadi kuatlah dan jangan biarkan orang lain bisa melukaimu. Lindungi oang-orang yang kau cintai.” Jawab Billy.
“Kenzo, Bella dan Kriss merupakan orang-orang penting yang harus kau lindungi selain dari mami dan daddy.” Jawab Siska.
“Iya aku mengerti,” Jawab Kyler.
“Sudah terlalu malam, istirahatlah. Mami dan Daddy akan kembali ke kamar kami.” Jawab Lauren.
“Iya. Aku tidak akan mengecewakan kalian.” Jawab Kyler sebelum Lauren dan Billy pergi dari kamarnya.
“Kau adalah hal penting yang akan aku lindungi, kau adalah cahaya untuk kami berdua.” Jawab Billy yang menepukkan tangannya ke bahu Kyler.
“Iya, kami tidak ingin membahayakanmu seperti masa lalu kami. Tapi semua keputusan ada padamu. Kami hanya akan menjadi penyemangat dan pelindung untukmu sayang.” Jawab Lauren.
“Iya mami, daddy. Aku akn melindungi diriku sendiri.” Jawab Kyler dengan tersenyum dan menutup pintu kamarnya.
Di dalam kamar Kriss dan Kenzo, mereka berdua sedang membaringkan badannya di atas kasur dengan posisi kedua tangan mereka berdua di atas kepala dan melihat atap kamar.
“Kriss,” panggil Kenzo.
“Iya Bang.” Jawab Kriss.
“Sejauh apapun Daddy ingin melindungi bunda dan kita dari hal-hal buruk manusia, pada akhirnya kita harus percaya pada diri sendiri untuk melindungi diri sendiri.” Jawab Kenzo.
“Iya, sudah waktunya kita yang melindungi mereka berdua. Sudah cukup pengorbanan daddy untuk melindungi keluarganya dan tidak ingin kehilangan siapa pun lagi.” Jawab Kriss.
“Apakah kau tidak takut akan kehilangan nyawamu sendiri dan merasa terbebani selama ini?” tanya Kenzo.
“Apa yang sudah diberikan oleh bunda dan juga daddy adalah suatu anugerah dan kebanggaan tersendiri yang aku miliki. Aku tidak pernah
takut untuk melawan dengan tujuan melindungi orang-orang yang aku cintai dan juga aku tidak merasa terbebani selama ini. Karena kalian aku mendapatkan semua yang orang lain mungkin tidak dapatkan.” Jawab Kriss.
“Kasih sayang seorang ibu, ayah, kakak, abang, nenek, kakek, dan keluarga lainnya. Semua cinta yang kalian berikan kepadaku adalah sebuah kekuatan yang terus membuatku untuk melindungi kalian selamanya walaupun nyawa
sebagai taruhannya.” Jawab Kriss lagi.
“Apa yang kau katakan adalah kebenaran. Walaupun aku bukan dari darah daging daddy dan bunda, tapi mereka adalah dua cahaya yang tidak akan pernah redup walaupun di dalam kegelapan dunia. Aku akan melindungi
orang-orang yang aku cintai walaupun nyawa sebagai taruhannya.” Jawab Kenzo.
“Kenapa abang selalu berbicara seperti itu. Sudah aku katakan jangan mengatakan hal itu lagi, Abang adalah abang aku selamanya. Kakak laki-laki yang aku punya walaupun terkadang kita sering bertengkar dengan
hal-hal sepele bahkan jarang sekali sependapat bahkan terkadang aku cemburu dengan kasih sayang yang diberikan oleh daddy dan bunda kepadamu. Bahkan atas segala pencapaian yang sudah kau dapatkan. Tapi semua itu adalah bentuk motivasi untuk diriku dan juga rasa kasih sayang aku kepadamu.” Jawab Kriss.
“Benarkah kau cemburu dan juga iri?” tanya Kenzo dengan membalikkan badan untuk melihat Kriss yang ada di sebelahnya.
“Tentu saja, kau selalu melakukan sesuatu dengan sempurna tanpa ada kesalahan. Daddy dan Bunda selalu saja membanggakan kalian berdua walaupun tidak pernah membandingkan dengan aku. Tetap saja aku cemburu dan iri
jika kau menjadi bahan cerita mereka berdua.” Jawab Kriss dengan melirik matanya ke arah Kenzo.
“Oh, benarkah?” tanya Kenzo dengan bangkit dari posisi tertidur menjadi duduk.
“Tentu saja.” Jawab Kriss.
“Hahahahhahaa, kau benar-benar susah di tebak adikku sayang.” Jawab Kenzo yang mengelus kepala Kriss.
“Issss, kenapa kau beginikan aku. Jijik tau,” ucap Kriss yang menepaskan tangan Kenzo.
“Oh jadi kau mengajak bergelut?” tanya Kenzo.
“Ayo siapa takut.” Jawab Kriss.
Mereka berdua selalu seperti itu ketika sedang bersama ketika tidak ada orang di sekitar mereka berdua. Kamar yang berantakan dengan semua barang-barang berjatuhan di lantai akibat mereka berdua.
“Ah sudah berhenti,” jawab Kriss yang menjatuhkan dirinya kembali tertidur.
“Hhahaha, kau tau Kriss. Aku percaya kau akan bisa mengkalahkan aku jika kau benar-benar bersungguh-sungguh.” Jawab Kenzo.
“Dari mana rasa percaya dirimu begitu abangku yang suka menebak.” Jawab Kriss tertawa.
“Karena kekuatan dan kecerdasanmu itu melebihi aku. Selama ini kau selalu mempermainkan aku untuk tidak terlihat menonjol di depan semua orang dan lebih menyukai kebebasan. Jangan menyatakan ini salah, berhentilah untuk berpura-pura di hadapanku dan juga daddy.” Jawab Kenzo.