
Episode Krissta Sandreas
"Apa yang kalian dapat?" tanya Kriss.
"Aku, hanya ada 3 orang yang memakai komputer itu." Jawab Kyler.
"Kalau aku hanya ada satu orang yang menggunakan komputer itu." Jawab Farel yang belum selesai makan.
"Kalau pada durasi yang aku tonton ada 5 orang yang menggunakan komputer itu." Jawab Kriss.
"Berarti total ada 9 orang yang menggunakan komputer itu dalam satu hari?" tanya Kyler.
"Tidak, ada 10 orang." Jawab Kriss.
"Maksud mu?" tanya Kyler
"Bukanya tadi kau mengatakan bahwa hanya ada 5 orang?" tanya Farel.
"Satu orang terakhir adalah pak Daniel. Dan dia menggunakannya di akhir laboratorium tutup. Apa menurut kalian ini tidak mencurigai?" tanya Kriss.
"Bukannya itu adalah hal yang wajar?" tanya Kyler.
"Menggunakan laboratorium komputer sebagai pengecekan yang di lakukan olehnya setiap hari?" tanya Farel.
"Aku memiliki firasat dialah yang mengirim itu. Tapi aku belum bisa memastikan hipotesis ini karena belum mendapatkan bukti yang akurat." Jawab Kriss.
"Ha." Tanya Kyler dan Farel yang terkejut dengan hipotesis yang di berikan oleh Kriss.
"Jika kalian sudah selesai makannya. Coba data dan cari informasi latar belakang siswa yang menggunakan komputer itu. Aku ingin mengetahui apapun itu. Dan kalian juga harus cek jam pengiriman email anonim itu untuk di samakan dengan waktu mereka menggunakan komputer." Jawab Kriss
"Kami mengerti." Jawab Kyler dan Farel.
Mereka kembali beranjak dari meja makan menuju ke laptop yang terletak di kasur Kriss. Mereka menuruti apa yang di katakan oleh Kriss. Mengumpulkan informasi pribadi orang-orang yang telah menggunakan komputer hari itu. Kriss juga melakukan hal yang sama. Namun dia lebih fokus ke informasi guru Daniel.
"Tidak ada data bahkan sosial media milik ya " Jawab Kriss dalam hati.
Kriss kembali mengambil ponselnya dan menelpon Robert.
"Paman, perintahkan detektif kita untuk mencari informasi tentang seseorang. Datanya akan aku kirimkan. Cari tau dengan jelas, semakin detail semakin bagus. Dan aku mau ada yang mengikuti dia saat ini hingga aku perintahkan untuk tidak lagi." Ucap Kriss.
"Baik tuan muda." Jawab Robert dalam menerima panggilan Kriss.
"Semakin cepat semakin bagus." Jawab Kriss.
"Iya tuan muda." Jawab Robert.
"Aku akan kirimkan setelah menutup panggilan ini. Aku tunggu hasilnya." Jawab Kriss mematikan panggilannya kepada Robert.
Kriss kembali mematikan ponselnya, lalu memeriksa 5 orang siswa lainnya setelah mengurus mencari informasi dengan memberikannya kepada Kyler.
"Sudah aku kirim, cari informasinya." Jawab Kriss kepada Kyler.
"Oke. Sedang dalam proses." Jawab Kyler
Kyler yang sedang menikmati hacking database sekolah untuk mencari informasi orang-orang yang sudah mereka data dalam hasil rangkuman CCTV. Sedangkan Farel yang telah mendata orang-orang dalam rekamannya kembali ke dapur dan mengambil cemilan pizza dan lainnya di bawa ke kamar Kriss
"Jangan kau buat kotor kamar ku." Jawab Kriss.
" Iya tuan pembersih, tenang saja aku akan menjaga kebersihan pada mu." Jawab Farel
"Awas saja." Jawab Kriss yang mengancam kembali.
Kriss kembali fokus ke Kyler yang sedang mengotak-atik keyboard dalam merentas database sekolah. Menunggu beberapa menit dalam beberapa ketikkan bahasa pemrograman dan tangan Kyler yang cepat akhirnya database dapat di buka.
"Berhasil." Jawab Kyler dengan mengehentikan kedua tangannya di atas keyboard dan mouse.
"Kau memang hebat." Jawab Farel dengan suara yang sedang mengunyah makanan dalam mulutnya.
"Tidak seperti mu yang hanya bisa makan saja." Jawab Kyler.
"Kenikmatan lelaki sixpack yang tak bisa gemuk seperti ku walaupun makan banyak tidak akan membuat gemuk." Jawab Farel yang membela dirinya.
"Selesaikan makan mu cepat dan rangkum semua data orang-orang ini." Jawab Kriss.
"Sudah." Jawab Farel berlari ke arah mereka berdua. Kyler berdiri dari kursi dan di gantikan oleh Farel.
Kyler dan Kriss meninggalkan Farel yang sedang sibuk merangkum data informasinya. Mereka berdua gantian menikmati makanan dan melihat Farel bekerja.
"Jangan di habiskan." Jawab Farel.
"Akan kami sisakan yang banyak pada mu." Jawab Kyler.
Farel yang mulai serius untuk menyelesaikan pekerjaannya karena takut tidak akan bagian untuknya yang tersisa.
"Seperti biasa, dia akan seperti ini." Jawab Kyler kepada Kriss.
"Lihat saja, sebentar lagi akan selesai." Jawab Kriss dengan mengambil botol mineral dan meminumnya.
Setelah beberapa saat, Farel menyelesaikan pekerjaannya dan semua data di print out bolehnya dan di berikan kepada Kriss, Kyler dan satu rangkap untuknya.
"Yah." Jawab Farel.
"Kau memang paling terbaik." Jawab Kyler.
"Tentu, bukan hanya kau saja yang bisa melakukan pekerjaan mu dengan cepat.
"Sudah, kalian berdua yang terbaik. Nikmati makan mu segera sebelum di habiskan oleh Kyler." Ucap Kriss.
"Kau memang yang terbaik." Jawab Farel kepada Kriss dan duduk kembali menyantap makannya.
"Di lihat dari jam saja mereka semua sudah di blacklist. Namun di lihat dari histori yang di buka mereka ada 4 orang yang membuka email." Jawab Kriss.
"Benarkah?" tanya Kyler.
"Iya." Jawab Kriss.
"Kalian lihat ini." Ucap Kriss yang memegang pulpen ya bertinta merah. Mereka mengikuti lembaran yang di tunjuk oleh Kriss dan melihatnya.
Mereka satu persatu memeriksa dari hal-hal kecil di lihat dari waktu, histori, dan juga informasi pribadi. Menandai semua hal yang yang menurut mereka itu penting. Dan setelah beberapa saat mereka kembali mendiskusikan siapa-siapa saja yang harus mereka perhatikan mulai sekarang.
"Kalian sudah selesai?" tanya Kriss.
"Sudah." Jawab Kyler.
"Oke kita lanjut untuk black list apa yang harus kita lakukan." Jawab Kriss.
"Iya."
Satu persatu nama siswa di bacakan dan mereka diskusikan. Dari seluruhnya yang telah mereka diskusi hanya tinggal 3 orang yang tersisa untuk di perlihatkan oleh mereka akan di perhitungkan.
"Sudah 3 ini saja?" tanya Kriss.
"Iya. Sama dengan guru Daniel." Jawab Kyler
"Jadi mulai sekarang kita berbagi tugas untuk memantau mereka?" tanya Farel.
"Iya. Mereka adalah orang-orang yang harus kita perjelas lagi secara perlahan untuk mendapatkan bukti yang lebih baik lagi." Jawab Kyler.
"Kalian satu siswa satu siswa sedang aku biar guru Daniel saja." Ucap Kriss.
"Oke." Jawab Mereka.
"Akhirnya selesai juga untuk mendapatkan bukti petunjuk sedikit ini." Jawab Farel.
"Akhirnya bisa tidur kembali." Jawab Kriss.
"Haduh. Kalian berdua. Sepertinya aku ingin ke tempat paman Robert berlatih." Jawab Kyler.
"Pergilah." Jawab Kriss.
"Aku ikut." Jawab Farel.
"Oke." Jawab Farel.
Kriss yang di tinggal mereka berdua pergi ke tempat Robert. Dia lebih memilih tidur daripada ikut bersama dengan mereka berdua. Seperti biasanya Kriss selalu di katai pangeran tidur.