
Melihat tongkat bisbol yang di tangan pria itu, Kriss mengambilnya dan mengarahkan ke semua anak buah pembunuh itu karena mereka sudah mendekat. Kriss membabi buat melayangkan pukulan bisbol itu ke arah mereka sehingga kepala mereka bocor. Tangannya patah, kakinya patah bahkan lehernya patah dan tembus ke perut mereka.
Kriss tidak memperdulikan nyawa orang atau membuat orang hanya pingsan. Yang di pedulikannya adalah menyelamatkan kedua orang yang sudah babak belur itu. Sudah tak bisa lagi melawan dan tak bisa lagi berdiri tegak. Walaupun Kriss kuat tapi tidak semudah itu mengalahkan mereka bertujuh karena bos mereka sudah dahulu di kalahkan oleh Kriss.
Serangan yang dilakukan ke tujuh orang itu mengkeroyok Kriss dengan profesional. Pukulan bisbol yang di gunakan Kriss untuk memukul mereka berhasil di terlepas dari tangannya dan terlempar jauh darinya membuatnya kewalahan.
Kriss kembali menggunakan tangan kosong untuk mengalahkan 6 orang yang tersisa. Karena pelatihan mereka yang sungguh profesional membuat Kriss kewalahan juga, satu pukulan melayang ke arah Kriss dan membuat Kriss terjatuh ke bawah. Kriss yang masih menggunakan Helm membuatnya membuka helm itu.
Helm Kriss di buka begitu saja, menggunakan Helm untuk menghajar mereka kembali. Mereka yang berasil menangkap Kriss dengan dua orang yang menahan Kriss untuk tidak bergerak dan selebihnya menyerang Kriss. Tapi semua tidak terjadi, Kriss berhasil terlepas dari mereka dengan kekuatan dan kecepatan yang di miliki Kriss.
Walaupun Kriss lebih kecil dari mereka semua tapi perbandingan kekuatannya adalah 1 : 3. Jadi 3 orang kekuatan mereka di satukan setara dengan kekuatan Kriss. Sehingga Kriss bisa meloloskan diri dari kedua orang yang sedang menahan dirinya. Kriss menendang orang yang di depannya dan membuat tubuhnya berputar ke belakang dan terlepas dari kedua ya.
Kriss kembali melayangkan tinjunya ke arah belakang kedua orang yang telah menahannya tadi. Dengan Cepat Kriss mengarahkannya ke leher kedua lelaki itu sehingga membuat kedua lelaki itu pingsan. Sementara masih ada 4 orang lagi yang di lumpuhkan oleh Kriss.
"Wajah pria yang muda tapi bisa mengalahkan kita?"
"Siapa dia?"
Tanya mereka 8 yang telah menyaksikan bagaiman Kriss membereskan mereka.
"Jangan kasih ampun, bunuh. Jangan membuat malu kelompok kita." Jawab Bos mereka yang sudah tidak bisa bangkit juga karena kakinya yang patah dan dadanya sudah terkena ban sepeda Kriss. Dia baru saja sadar dari pingsan yang hanya sebentar.
"Baik bos. Bos tidak apa-apa?"
"Jangan perduli kan aku. Bereskan dia segera." Ucapnya
Mereka berempat sudah mulai menggunakan senjata tajam yaitu pisau yang memang sudah ada pada mereka. Kriss yang tidak ada persiapan membawa pistol yang biasa di bawa olehnya ke mana-mana. Tapi Kriss membuka jaket kulitnya lalu membuat kepalan di tangan kanannya menggunakan jaket itu.
"Sudah lama aku tidak merasakan hal seperti ini." Jawab Kriss dalam hati melihat keahlian yang mereka perlihatkan.
Mereka berempat kembali mengeroyok Kriss dan juga menggunakan senjata tajam ke arah Kriss. Dengan perlahan Kriss terus menghindar. Kriss berhasil lolos terus menerus setiap senjata tajam yang melayang ke arahnya. Pisau itu tidak bisa menjangkaunya. Yang ada ke empat orang itu di buat kewalahan oleh Kriss.
Kriss mulai serius, ia memberikan tinjunya ke arah kaki mereka dan perut mereka. Memberikan tendangan ke wajah mereka dan memberikan tendangan untuk menyingkirkan pisau yang ada di tangan mereka. Kriss juga berhasil merebut salah satu pisau yang di gunakan oleh mereka.
"Sudah waktunya tidak perlu bermain-main." Jawab Kriss dalam hati.
Kriss langsung menggunakan pisau itu untuk melanjutkan serangannya kepada mereka semua. Dengan cepat Kriss menyelesaikan mereka. Kriss membunuh mereka dengan keterampilannya menggunakan pisau. Ada yang tergores lehernya, perut, tangan dan dada. Kriss menyelesaikannya dengan cepat.
Zen yang melihat seorang yang telah terjepit dengan sepeda motor itu mengeluarkan pistol dan mengarahkan ke arah Kriss.
"Awas." Ucap Zen di mana masih melihat bos itu mengarahkan ke arah Kriss pistol yang di ambilnya dari pinggang.
"Dor." suara tembakan yang di hasilkan dari pistol.
Kriss dengan cepat dan tepat mengganti posisi di belakangi oleh penjahat yang telah di tusuknya itu. Peluru itu tertancap pada tubuh rekannya sendiri. Kriss terselamatkan dengan tepat waktu. Kriss yang mendapatkan hal itu membuatnya menarik kembali pisau yang tertancap di perut lelaki penjahat yang menjadi temengnya.
"Syukurlah tidak kena." Ucap Zen sedangkan supirnya melihat hal itu membuatnya sudah pingsan karena banyak darah yang keluar dari dirinya.
Pisau itu di ambil Kriss kemudian mengarahkannya ke arah bos itu. Kriss melayangkan pisau tepat pada mata kanan bis itu hingga membuat pisau tertusuk ke matanya. Bos penjahat yang tidak bisa menghindar membuatnya pasrah dan mengalami hal brutal seperti itu.
Kriss tersenyum melihat pisaunya itu yang sudah tepat sasaran membuat lelaki yang di anggap sebagai bos penjahat itu mati dengan sekali layangan pisau. Kriss berjalan dengan wajah yang begitu licik dan aura yang membunuh.
"Kenapa anak muda ini sangat menyeramkan. Seperti yang di katakan oleh lelaki itu, dia seperti monster." Ucap Zen dalam hati.
"Dia itu musuh atau penyelamat?" tanya Zen dalam hati sambil menelan darah yang tersisa dari mulutnya.
"Seharusnya aku tadi membunuh mu?" ucap Kriss yang tiba di depan bos itu dan jongkok. Kriss mencabut pisau yang tertancap di mata hingga tembus ke kepala. Seperti sedang menarik pisau dari buah semangka. Darah segar membanjiri wajah Kriss karena mencabut pisau itu. Dan Kriss dengan mengambil sapu tangan dari kantong celananya membersihkan wajahnya.
"Berani-beraninya menodongkan pistol ke arah ku?" tanya Kriss setelah mencabut pisau kemudian mengambil pistol dari tangan lelaki yang sudah tidak bernyawa itu.
"Ini?" tanya Kriss dalam hati ketika melihat tangan lelaki itu.
Tangan lelaki itu ada sebuah tato prisma kemudian di tengahnya ada gambar binatang kalajengking namun sangat kecil. Kriss dengan seksama membuat dirinya memperhatikan tato itu. Kriss mengambil ponselnya dan memfoto ya. Kriss juga memeriksa seluruh anggota tubuh lelaki itu. Kriss menemukan tato yang sama di pergelangan tangan dan di belakang leher mereka.
Kriss menekan tombol panggilan ke Robert.
"Iya tuan? Apakah ada masalah?" tanya Robert yang terkejut.
"Cepat utus beberapa orang untuk membereskan kekacauan ini dan juga sekap orang-orang yang masih hidup. Segera datang ke daerah pengunungan perbatasan kota A dan Kota B." Ucap Kriss lalu mematikan begitu saja.
Kriss menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memeriksa keadaan.Semua orang sudah tidak sadarkan diri kecuali Zen. Zen masih melihat semuanya tapi dia tidak mendengar apa yang di ucapkan Kriss dalam telepon itu.