
Lupa membuat aturan rilis jam ya 🤣🤣🤣🤣. Maaf-maaf di ubah dulu semoga cepat rilis ini ya reader biar bisa cepat d baca wkwkwkwk.
Kriss berjalan keluar dari pintu rumah sakit dan menerima telepon dari Gerry.
"Iya Abang Gerry ada apa?" tanya Kriss.
"Bagaimana keadaan Ella?" tanya Gerry.
"Tidak apa-apa. Hanya sembelit." Tanya Kriss.
"Hahah. Jadi penyakit lama ya kumat kembali." Jawab Gerry tertawa ketika mendengarkan jawaban dari Kriss.
"Jadi ini adalah penyakit dia?" tanya Kriss.
"Begitulah. Tapi mungkin ini juga sebuah faktor psikologis yang tidak bisa di katakan." Jawab Gerry.
"Benarkah. Bagaimana jika kita bertemu di luar sekolah untuk membicarakan hal ini." Jawab Kriss.
"Baiklah. Tunggu di hotel milik kalian. Aku akan ke sana. Dengan begitu tidak ada yang mengetahui pertemuan kita ini." Jawab Gerty.
"Oke." Jawab Kriss.
Gerry berjalan menuju ruangan yang telah diberitahukan kepada resepsionis tentang Kris yang sudah menunggunya di dalam ruangan 1B VIP. Gerry menggunakan penyamaran kacamata dan juga topi dan masker hitam untuk keluar dari sekolah dan bertemu oleh Kriss.
"Kau sudah sejak tadi sampai?" tanya Gerry.
"Makanlah dulu Abang Gerry." Jawab Kriss.
"Tidak. Tadi aku sudah makan siang." Jawab Gerry.
"Ada beberapa hal tentang kesehatan Ella tanpa diketahui oleh banyak orang. Pertama sakit yang baru saja kau ketahui saat ini dan itu pasti sangat memalukan bagi dirinya jika diketahui oleh orang lain." Jawab Gerry.
"Karena hal itu aku meninggalkannya di rumah sakit setelah ia mendapatkan perawatan oleh dokter." Jawab Kriss.
"Lelaki baik." Jawab Gerry tertawa kepada Kriss.
"Lalu?" tanya Gerry.
"Ella memiliki beberapa ketakutan terhadap binatang dan juga Guntur." Jawab Gerry.
"Apa itu?" tanya Kriss.
"Sejenis ular dan ulat. Ella juga alergi terhadap serbuk bunga lili." Jawab Gerry.
"Benarkah dia seperti itu? Bukanya aku lihat dari penampilan ya selama ini dan aku amati bahwa dirinya tidak memiliki ketakutan apapun terhadap hewan maupun Guntur." Tanya Kriss.
"Dia hanya berusaha untuk terlihat kuat agar banyak musuh tidak akan mengetahui kelemahannya atau bisa di katakan sebagai pertahanan dirinya. Padahal setelah ia mengalami itu dia akan mengurungkan dirinya sendiri di kamar selama seharian full karena ketakutan." Jawab Gerry.
" Kenapa itu bisa terjadi?" tanya Kriss.
" Mungkin sebuah trauma yang tidak bisa di hilangkan dari dirinya. Sejak kami menemukan dia, itulah yang kami amati dari dirinya. Kami sudah coba ke psiketer untuk mencoba mengetahui apa penyebab dari hal itu. Tapi sama saja, ada pertahanan diri dari dirinya yang tidak menginginkan hal itu. Seperti sebuah ingatan yang sengaja di lupakan." Jawab Gerry.
"Sekarang aku sudah paham." Jawab Kriss.
"Jadi itulah yang perlu aku katakan kepada mu tentang Ella yang sebenarnya. Dan seperti yang sudah kau ketahui bahwa Ella hidup sendiri bersama dengan para pengawal karena dia tidak ingin ikut bersama keluarga kami. Dia cukup keras kepala dan susah untuk berteman dengan orang-orang di sekitarnya." Jawab Gerry.
"Tapi dari kami bertiga, dia sangat menyayangi ibu ku. Dia sedikit lebih terbuka dengan ibu dari pada aku ataupun Daddy ku." Jawab Gerry.
"Begitulah, sama seperti mu yang lebih menyayangi bunda Caca di bandingkan Daddy Jack." Jawab Gerry.
"Sebenernya sama porsinya antara Bunda dan Daddy hanya saja Bunda yang lebih memahami sifat anaknya di bandingkan dengan daddy.' Jawab Kriss.
"Hahah baiklah. Jadi itulah yang ingin aku katakan dan satu hal lagi yaitu tentang ujian bulan ini. Apakah kau sudah mempersiapkan semua ya dengan baik?" tanya Gerry.
"Apa yang perlu aku ketahui dan yang belum aku ketahui dari buku panduan sekolah itu?" tanya Kriss kepada Gerry.
"Peraturan pertandingan itu sama seperti di buku. Tapi seperti yang sudah kau ketahui bahwa pertama kali kau datang, kau sudah memiliki musuh seorang guru yang berada di bidang bela diri." Jawab Gerry.
"Lalu?" tanya Kriss
"Aku hanya memperingati mu untuk berhati-hati. Aku ingin kau melihat dengan jelas dan mendengar dengan jelas apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Aku juga menjamin keselamatan kalian kepada orangtua kalian." Jawab Gerry.
"Aku paham Abang. Abang tenang saja, kami bukan anak remaja yang manja dan merepotkan orang lain saja. Kami bisa menjaga diri kami sendiri." Jawab Kriss.
"Aku mengetahui hal itu. Tapi tidak bisa di pungkiri bahwa kita bukan hanya mengandalkan kekuatan bertarung namun juga kecerdasan dalam taktik." Jawab Gerry.
"Maksud ya akan ada orang yang bermain curang untuk mencelakai kami?" tanya Kriss.
"Iya. Itu sudah menjadi hal biasa bagi kehidupan ini. Dan ingat, besok adalah hari terakhir persiapan. Aku mau kau, Kyler dan Farel tetap berada di sekolah hingga hari ujian tiba. Jangan keluar dari wilayah sekolah, kemungkinan sudah ada beberapa orang yang mengincar kalian " Jawab Gerry.
"Kau tau peraturan yang tidak bisa mengikuti ujian bulanan karena apa saja?" tanya Gerry.
"Pertengkaran di luar sekolah atau di dalam sekolah. Di tangkap polisi dalam bentuk hal apapun. Kondisi yang tidak memungkinkan untuk bertanding." Jawab Kriss.
"Bagus jika kau mengetahui hal itu. Itu yang harus kau jaga dengan baik, jangan sampai pihak sekolah mengetahui jika kalian terlibat di antara alasan itu. Jika suatu saat kalian mengalami hal yang mengharuskan kalian bertahan." Jawab Gerry.
"Aku mengerti maksud Abang. Jadi kami harus menahan diri besok untuk di sekolah dan jangan terlibat pada hal apapun yang berkaitan dengan alasan itu. Dan tempat paling aman adalah di dalam sekolah." Jawab Kriss.
"Iya. Tapi tetap waspada. Karena tidak semua sisi sekolah memiliki CCTV. Dan seperti pepatah mengatakan bahwa tempat teraman terkadang menjadi tempat berbahaya." Ucap Gerry.
"Mungkin saja mereka akan mencelakai ku dan yang lain?" tanya Kriss.
"Iya. Kau tau bagaimana Auren mempengaruhi Ella untuk bertarung dengan ya?" tanya Gerry.
"Jadi itu adalah strategi dia untuk membuat Ella celaka dengan cara membuat hal yang terlihat normal dari latihan dan berada di dalam lingkungan sekolah?" tanya Kriss.
"Iya, itulah contoh yang aku katakan. Aku baru saja menyadari itu. Karena butuh waktu untuk memahami lingkungan sekolah ini. Dan aku juga baru menyadari beberapa waktu tadi." Jawab Gerry.
"Aku melihat beberapa ingatan di masa lalu bahwa Auren sering mengajak Ella untuk bertanding ketika masa ujian semakin dekat. Bukan hanya sekedar untuk membuat Ella cidera namun juga mungkin untuk melihat taktik pergerakan yang akan di gunakan oleh lawan ya dalam pertandingan ujian nantinya." Jawab Gerry.
"Jadi selama ini Ella selalu menerima tantang Auren?" tanya Kriss.
"Iya. Tapi baru kali ini Ella yang kalah." Jawab Gerry.
"Aku mengerti." Jawab Kriss.
"Baiklah. itu saja perbincangan kita hari ini. Lakukan yang terbaik." Jawab Gerry.
"Baiklah." Jawab Kriss.
"Beritahukan hal ini kepada Kyler dan Farel agar mereka juga berhati-hati." Jawab Gerry.
"Oke." Jawab Kriss.