
Kenzo, Leo dan Zhafira pergi meninggalkan pesta pertunangan Ceysi. Saat ini situasi pertunangan yang seharusnya adalah sebuah kebahagiaan namun menjadi sebuah yang menggemparkan. Cai dan Gion ditangkap oleh polisi karena ulah mereka sendiri. Ceysi dan Damico tidak memiliki citra yang baik lagi depan para tamu karena tindakan mereka. Mereka berdua sama-sama lari dari pertunangan sendiri. Pesta itu bubar begitu saja.
"Aku benar-benar sudah melakukannya?" tanya Zhafira di dalam mobil dengan bertanya kepada Leo dan Kenzo.
"Kau sudah melakukan yang terbaik." Jawab Kenzo.
"Adik ku memang hebat." Jawab Leo.
"Kenzo, semua ini tidak akan pernah terjadi jika bukan karena bantuanmu." Jawab Zhafira.
"Semua keputusan ada di tanganmu bukan aku. Aku hanyalah sebuah perantaraan yang membantumu untuk melaksanakan keputusan yang kau ambil." Jawab Kenzo.
"Terima kasih telah melindungi selama ini Ken." Jawab Leo.
Zhafira yang selesai melepaskan segala dendam yang ada di dalam hatinya membuatnya lega. Dan dalam perjalan menuju rumah ia tertidur. Bahu Kenzo menjadi sandaran Zhafira tertidur dan Leo membiarkan hal itu saja.
Tiba di rumah, Kenzo menggendong Zhafira yang masih tertidur dan tidak ingin membangunkannya. Bersama dengan Leo, Kenzo meletakkan Zhafira di dalam kamarnya. Kemudian mereka berdua keluar.
"Bagaimana dengan acaranya?" tanya Caca dan Jasmine yang kepo.
Kenzo dan Leo mengajak masing-masing Ibu mereka di ruang tamu dan menceritakan segalanya kepada mereka. Sementara Jack dan Richard memang sudah ada di ruang tamu dan mengobrol.
"Aku ingin ada seseorang yang akan memantau gerak-gerik Ceysi dan Damico. Aku tidak ingin ada masalah di kemudian hari." Jawab Richard.
"Kau benar Richard, aku juga berpikir hal yang sama sepertimu." Jawab Jack.
"Baik ayah, aku akan mengutus seseorang." Jawab Leo.
"Tidak perlu, karena ini adalah wilayah kami maka biarkan orang kami akan melakukan pekerjaan itu." Jawab Kenzo.
"Baiklah jika memang seperti itu." Jawab Leo.
"Kenzo, sebenarnya kami ingin mengatakan sesuatu kepadamu." Jawab Jasmine.
"Apa itu Bu? Katakan saja." Jawab Kenzo.
"Aku dan Richard sudah memutuskan untuk membawa Zhafira bersama dengan kami besok pagi. Tapi tetap meminta persetujuan dari Zhafira sendiri. Sebelum dia menikah denganmu, kamu ingin mengenal dia lebih dekat lagi dan juga ingin memberikan kasih sayang sama hilang darinya. Jadi ku mohon kau bisa membujuknya untuk ikut dengan kami." Jawab Jasmine.
"Bu tenang saja, percayalah kepadaku bahwa sebenarnya Zhafira lebih menginginkan momen ini dibandingkan kalian. Tidak perlu aku membujuknya untuk membuat dia ikut bersama dengan kalian, karena anak kalian itu yang memiliki pendirian yang kuat atas segala keputusan yang diambil." Jawab Kenzo dengan tersenyum.
"Benarkah?" tanya Jasmine.
"Iya Bu. Zhafira sering membayangkan Jika ia memiliki keluarga yang utuh maka dia akan merasakan bahagia. Saat pertama kali Zhafira aku bawa kemari, dia mengatakan bahwa jika saja dia memiliki keluarga yang utuh maka dia juga akan sama bahagianya seperti diriku." Jawab Kenzo.
"Baguslah. Kau tidak apa-apa jika Zhafira ikut dengan kami?" tanya Richard.
"Tentu saja tidak, Aku tidak akan menghalangi kebahagiaan dia. Lagian aku di sini memiliki banyak kegiatan yang akan menyibukkan ku." Jawab Kenzo.
"Kau tidak akan rindu dengan adik ku?" tanya Leo dengan menggoda Kenzo.
"Aku malah berpikir bahwa dia yang akan merindukanku lebih dulu dibandingkan aku. Lagi pula zaman sudah modern bisa menggunakan VC atau aku langsung bisa datang ke sana untuk mengunjungi dia. Bukankah Bu dan Ayah akan menyambut menantu kalian ini?" tanya Kenzo dengan tegas
"Hahaha tentu saja. Lihat lah Bos, anak mu memiliki temperamen yang sama sepertimu." Jawab Richard.
"Tentu saja, dia anak ku. Tapi ingat, kalian harus memberikan yang terbaik untuk Zhafira karena ia sudah menderita selama ini." Jawab Jack.
"Kami akan melakukan yang terbaik." Jawab Jasmine dan Richard bersamaan.
"Aku dengar juga Bu dan Ayah ingin mengadakan resepsi di kerajaan kalian?" tanya Kenzo.
"Iya. Apakah kau bersedia?" tanya Jasmine.
"Aku akan mengikuti kemauan dari Zhafira dan juga kalian lagi pula yang terpenting adalah makna dari pernikahan itu sendiri." Jawab Kenzo.
"Baguslah jika seperti itu. Aku akan minta bantuan dari Caca untuk menyiapkan semua ini." Jawab Jasmine.
"Aku akan senang membantu." Jawab Caca.
" Terima kasih yang tidak bisa diucapkan dari kami kepada kalian sekeluarga karena telah menjaga dan melindungi Zhafira selama ini." Jawab Richard.
"Tidak perlu sungkan. Ya sudah. Sampai disini pembicaraan kita, kalian istirahatlah karena ini sudah malam dan besok kalian harus berangkat." Jawab Jack.
"Baiklah " Jawab mereka semua.
Di pagi hari, Jasmine sudah bertanya kepada Zhafira tentang niatnya membawa Zhafira kekerajaan. Jasmine sudah mendapatkan persetujuan dari Zhafira dan saat ini Zhafira sedang menyusun beberapa barang yang harus dibawa olehnya.
"Tidak perlu membawa semuanya. Bawa saja barang-barang yang memang penting untuk dibawa ke sana, lagian kamu juga akan memberikan yang terbaik untukmu ketika di sana." Jawab Jasmine saat di dalam kamar Zhafira.
"Baiklah Bu, aku hanya akan membawa photo ibu, peninggalan ibu dan juga beberapa dokumen diri sendiri." Jawab Zhafira tersenyum.
"Baiklah, ibu menunggu mu di ruang tamu. Ibu juga akan bersiap-siap." Jawab Jasmine.
"Baik Bu." Jawab Zhafira.
Saat Jasmine baru saja keluar dari kamar Zhafira pintunya tidak tertutup. Dan saat itu, Kenzo lewat dari depan pintu Zhafira, Zhafira mengejarnya dan memeluk Kenzo dari belakang.
"Ada apa ini?" Tanya Kenzo.
Zhafira melepaskan pelukannya lalu menarik Kenzo masuk ke dalam kamarnya dan memeluknya kembali.
"Biarkan aku melakukan ini sebentar saja." Jawab Zhafira.
"Selalu cengeng. Tenang saja, jika kau merindukanku saat di sana silakan hubungi aku saja. Dan jika di sini tidak memiliki banyak pekerjaan aku akan berkunjung ke sana sesekali." Jawab Kenzo dengan memeluk Zhafira kembali.
"Benarkah?" tanya Zhafira.
"Tentu, sekarang nikmatilah mimpimu yang dulu ingin mendapatkan keluarga yang lengkap. " Jawab Kenzo dengan melepaskan pelukannya dan mengusap-usap kepala Zhafira.
"Baiklah. Tapi janji aku boleh menghubungimu kapan saja ketika aku merindukanmu?" tanya Zhafira.
"Iya. Sekarang bersiaplah. Aku ingin ke kamar mengambil ponsel." Jawab Kenzo yang lewat dari ruang tamu tadi ingin mengambil ponselnya ke kamar.
Kenzo keluar, Zhafira bersiap-siap dan keluar menuju ruang tamu di mana semua orang sudah menunggunya.
Zhafira berpamitan dengan Caca dan Jack untuk pergi. Mereka di antarkan oleh Kenzo ke bandara. Saat di bandara kembali berpamitan dengan Kenzo dan memeluknya.
"Tenang saja aku akan menjaga adik ku dengan baik." Jawab Leo yang suka menggoda Kenzo.