Junior Sandreas

Junior Sandreas
Menggalahkan Dendam Ho



Setelah mengulang kembali strategi yang diberikan oleh Jack kepada orang-orangnya.


"Seperti aku kan mengubah strategi lagi. Di lihat dari dendam yang dimiliki oleh Ho pasti dia ingin mengumpulkan orang-orang yang telah membunuh Akira. Jadi Nico, Robert, Steven, dan Riki kalian yang memimpin pasukan dari setiap titik yang sudah aku beritahukan kepada kalian." Ucap Jack.


"Dan ingat, bunuh pasukan mereka dengan secepatnya." Ucap Jack kembali.


"Kami mengerti." Jawab mereka.


"Baik, kita berpisah di sini dan kalian masuk hutan bambu sesuai dengan rute yang sudah aku berikan agar sampai pada titik yang sudah aku tandai.


"Max, Billy, Deni, Jimmy dan Abang Brian, kalian ikut denganku menuju pintu depan dan beberapa pengawal sekitar 10 orang saja." Jawab Jack.


"Baik." Jawab Mereka.


Mereka semua bergegas menuju ke rute rencana yang sudah dibahas oleh mereka.


Seorang penjaga pintu markas berlari menuju ke arah Ho.


"Bos, mereka sudah di depan pintu." Jawab Mereka.


"Aku mengerti, kalian siapkan bom asap racun darah yang sudah dikembangkan itu untuk menyambut mereka." Jawab Ho.


"Baik bos."


"Kalian berdua lihat, orang tua kalian dan para ketua brengsek itu sudah tiba kemarin dan mereka akan mengalami hal yang sama dengan kalian hanya saja mereka akan mendapatkan reaksi racun itu sekitar setengah jam setelah menghirup udara dan akan memberikan waktu kepada mereka dalam 1 hari. Tenang saja Aku tidak akan membunuh orang tua kalian dengan begitu mudah." Jawab Ho kepada Kenzo dan Farel.


" Jangan lakukan itu kepada Daddy dan keluarga ku atau kau akan mati dengan sengsara." Jawab Kenzo.


"Apa kau bilang? Kau mengancamku dengan kata-kata itu sementara kau untuk melepaskan diri saja sudah tidak bisa Lalu bagaimana kau akan membunuhku?" tanya Ho.


"Aku benar-benar menyesal telah menjadikanmu teman terdekat ku jatuh di Panti Asuhan hingga saat ini. Ternyata kau adalah musuh dalam selimut." Jawab Kenzo berteriak.


"Bagus, teruslah memberontak sehingga kau akan dengan cepat mati karena digerogoti oleh racun darah." Jawab Ho.


"Abang tenanglah." Jawab Farel.


"Selamat menikmati waktu kalian sebelum mati. Sambil menunggu hal itu lebih baik kalian menyaksikanku yang akan membunuh orang tua kalian dengan cara yang sama seperti ayah ku." Jawab Ho m yang berjalan keluar menuju pintu utama markas.


"Jaga baik-baik mereka berdua sebelum aku tiba disini." Jawab Ho.


"Baik bos." Jawab Kriss dan 5 orang penjaga lainnya yang berada di depan pintu.


"Daddy dan yang lainnya pasti sudah berada di sana sekarang waktunya aku menyelamatkan Abang Kenzo dan Farel." Jawab Kriss dalam hati.


Kriss mengalahkan mereka berlima dengan cepat tanpa bersuara dan mengeluarkan senjata. Setelah itu Kriss langsung masuk ruangan untuk melepaskan Kenzo dan Farel.


"Abang, Farel kalian baik-baik saja? aku akan menyelamatkan kalian." Jawab Kriss


"Kriss, Daddy?" tanya Kenzo


"Iya, Daddy dan yang lainnya datang kemari untuk menyelamatkan kalian Jadi kalian tenang saja kita akan pergi dari sini." Jawab Kriss.


"Kalian masih bisa berjalan?" tanya Kriss.


"Masih." Jawab Kenzo dan Farel


Saat mereka tiba di sana, mereka bertemu dengan Riki. Saat ini pasukan Riki sudah mengalahkan kurang lebih 70 orang pasukan Ho.


"Tuan muda?" panggil Riki.


"Paman lebih baik bawa Farel dan Abang Kenzo ke rumah sakit sekarang. Sisanya serahkan pada ku." Jawab Kriss


"Baik tuan muda Kriss." Jawab Riki.


Steven sudah mengalahkan hampir 100 orang pasukan Ho. Robert sudah mengalahkan hampir 120 orang pasukan Ho. Sementara di depan gerbang. Tiba-tiba Jack dan yang lainnya diberikan sebuah bom asap racun darah.


"Asap ini? Tutup hidung kalian." Jawab Max yang sudah menghirup asap dihidupmu dan mengetahui bahwa ada yang tidak beres dengan bom asap menang sehingga Max memerintahkan semua orang untuk tidak menghirup udara dari asap ini.


"Apa-apaan ini?" tanya Deni.


"Apa ini?" tanya Brian.


"Ini, asap ini kepada berwarna merah?" tanya Jimmy.


"Bukankah kau mencari kami lalu untuk apa ma memberikan kami asap. Apakah kau sudah tidak memiliki kemampuan untuk mengalahkan kami?" tanya Billy


"Keluarlah jangan bersembunyi. Jika berani hadapi kami sekarang." Jawab Jack.


Mereka semua yang menghirup asap sedan terbatuk-batuk.


"Haha, ternyata para pembunuh sedang berkumpul. Tapi tunggu, di mana Lauren? Kenapa kalian tidak bersama dengannya? Tapi tidak apa-apa, setelah membunuh kalian aku juga akan memberimu seluruh keluarga kalian dengan tanganku." Jawab Ho dengan tertawa.


"Berani-beraninya kau." Jawab Jack ya langsung mengarahkan pistolnya ke arah Ho.


"Kau ingin menggunakan senjata untuk melawan ku maka bersiaplah menerima mayat Kenzo." Jawab Ho mengancam.


"Jack tahan emosi. Kita ikuti saja mau dia." Jawab Max.


Ho mengancam mereka untuk tidak menggunakan senjata dengan mempertaruhkan nyawa Kenzo dan juga Farel. Jack dan lainnya mengikuti permintaan dari Ho. Ho memanggil beberapa petarung andalannya dengan badan yang kekar dan juga tenaga yang kuat. Mereka juga adalah prajurit yang memiliki kekuatan yang besar namun memiliki cacat kriminal sehingga mereka dipecat menjadi seorang prajurit dan menjadi pengikut Ho.


"Lawan mereka!" Jawab Ho kepada pasukannya sehingga Jack dan lainnya bersiap untuk melawan orang-orang yang telah disiapkan oleh Ho.


Jack dan lainnya merasa heran karena kekuatan mereka tiba-tiba drastis berkurang padahal lawan Mereka tidaklah begitu hebat seperti lawan-lawan sebelumnya. Itu semua terjadi karena mereka setelah terkena racun darah.


"Kalian heran? Tentu saja aku sudah memberikan kalian racun sehingga kemampuan bertarung kalian berkurang dan akulah yang akan menjadi pemenangnya.


Saat Ho merasa dirinya sudah memenangkan hal ini, tiba-tiba dari belakang suara tembakan meluncur ke dada Ho dan kepalanya dengan sangat cepat. Tembakan itu berasal dari Kriss. Ho terjatuh begitu saja, dan para pasukan yang melawan Jack, Billy, Max, Jimmy, Deni dan Brian berhenti bertarung untuk melihat suara tembakan itu ke arah mana.


"Aku mati begini saja tanpa melepaskan dendam?" ucapan terakhir Ho sebelum menghembuskan napaa terakhir.


Belum saja melihat orang yang menembakkan tembakan jitu itu kepada bos mereka, Kriss dengan cepat sudah memberikan tembakan kepada semua pasukan yang melawan pasukan Jack.


"Kriss!" panggil semua orang yang terjatuh ke tanah karena tenaga mereka terkuras akibat bertarung dengan petarung Ho.


"Kalian? Kalian tidak apa-apa? Apa yang terjadi?" Kriss yang menumpang tubuh Jack ingin terjatuh.


Nico, Steven dan Robert datang tepat waktu sehingga dapat membantu mereka semua untuk meninggalkan tempat itu. Mereka meraih kemenangan menggagalkan dendam Ho.