
Beberapa penjaga yang ada di baratnya telah dikalahkan oleh pasukan Gibrel dan Wilson. Gibrel dan Wilson yang merasa bahwa kemenangan sudah ada di depan mata mereka ternyata salah.
Pasukan Dien dan Daniel keluar dari pintu rahasia. Ada 20 petarung liar ya memang sudah dilatih oleh Dien dan Daniel di petarung bebas. Gibrel, Wilson bahkan Dien tidak mengetahui hal ini.
"Dari mana mereka muncul?" tanya Gibrel yang terkejut
"Kakak? Siapa mereka?" Bisik Dien.
"Tenang saja, mereka ada di pihak kita." Jawab Daniel.
"Kenapa? Kalian takut?" tanya Daniel yang menantang pasukan dari Gibrel dan Wilson.
"Tidak. Kami memiliki 50 orang petarung." Jawab Gibrel.
"Hahahhah, kita lihat saja." Jawab Daniel.
Daniel menekan tombol berwarna merah yang menunjukkan seluruh gedung barking tertutup dengan besi. Gedung itu menjadi seperti gedung yang tertutup.
"Ada apa ini?" tanya Kyler.
"Aku sudah menduganya, kalian tenang saja. Aku sudah memasang beberapa kamera tersembunyi di bar itu." Jawab Kriss.
"Sejak kapan?" tanya Farel.
"Saat aku pergi bersama dengan Nico." Jawab Kriss dengan entengnya.
"Jadi itulah alasanmu memerintahkanku untuk membawa tablet?" tanya Kyler.
"Tentu."Jawab Kriss.
" Lalu apalagi rencanamu yang tidak kami ketahui?" tanya Kyler.
"Lihat saja nanti sesuai kondisi dan situasi setelah kita menonton pertarungan mereka." Jawab Kriss menerima tablet yang di berikan Kyler.
Mereka bertiga menyaksikan bagaimana kekacauan antara persaudaraan itu. Mereka bagaikan sedang menonton bioskop dari tablet atau live streaming pertarungan.
Pasukan Gibrel dan Wilson di kalahkan oleh pasukan Daniel. Sekarang yang tersisa hanyalah 15 orang petarung dari Daniel dan 5 orang lagi mengalami luka-luka dan pingsan. Dan untuk pasukan Gibrel semuanya sudah di kalahkan, yang tersisa hanya Wilson dan Gibrel.
"Kenapa kau melakukan ini?" tanya Gibrel yang sudah babak belur akibat pukulan demi pukulan.
"Kau masih bertanya mengapa kami melakukan semua ini? Maka tanya saja pada ibumu yang meninggal itu dan juga Ayah brengsek itu. Mereka berdua telah bekerjasama untuk membunuh ibu kami setelah mendapatkan harta yang dimiliki ibu kami." Jawab Daniel.
"Walaupun dia telah membesarkan Dien tetapi dia tidak pernah melihat Dien sebagai anaknya. Aku sengaja menyamar menjadi bawahannya untuk mendapatkan tempat ini." Jawab Daniel.
"Kakak apa yang harus kita lakukan?" tanya Dien.
"Tentu saja menjadikan dia sebagai tawanan kita untuk membalaskan dendam kepada Kayasi." Jawab Daniel.
"Kalian sudah dengar?" tanya Dien memerintahkan pasukannya untuk mengikat Gibrel dan Wilson.
"Untuk dia sepertinya gunakan cara membuatnya seperti kecelakaan biasa. Kalian mengerti?" tanya Daniel yang memberikan perintah kepada pasukan untuk membunuh Wilson.
"Kakak apa yang kau berikan kepadanya?" tanya Dien melihat Daniel memasukkan sebuah obat ke dalam mulut Wilson.
"Mereka berada di lingkaran narkoba maka dari itu hal itu juga yang akan membawa kematian mereka." Jawab Daniel.
"Dari mana kau mengetahui itu?" tanya Gibrel.
"Semua tentang mu dan ayah mu itu aku mengetahuinya." Jawab Daniel
"Tapi dia juga ayah mu." Jawab Gibrel.
"Ayah? Seekor singa juga tidak akan tega membunuh anaknya. Sedangkan dia, dengan teganya mencampakkan ku dan ibu bersama-sama." Jawab Daniel.
"Kau memang iblis!" Jawab Gibrel.
"Hahaha, bawa dia ke markas kita." Jawab Daniel.
"Selebihnya bereskan tempat ini. Dan pulihkan tenaga kalian." Jawab Daniel.
"Baik tuan." Jawab mereka semua.
"Kau tidak apa-apa Dien?" tanya Daniel.
"Masih banyak kesempatan untuk melakukan itu." Jawab Daniel.
"Tapi Kak, kenapa dia tiba-tiba bisa datang kemari dan membawa pasukannya? Apakah Kriss telah menghianati kita?" tanya Dien.
"Hahahha, aku mengetahui semua ini dari Kriss." Jawab Gibrel sebelum di bawa pergi.
"Bawa aku segera." Jawab Kriss kepada Robert. Kriss turun dari dataran tinggi yang bisa melihat bar King itu untuk di depan bar King.
Kriss memerintahkan Kyler dan Farel untuk mengikat dia di dalam bagasi mobil. Sambil memberikan sedikit bau obat bius. Mereka meletakkan Kriss di dalam bagasi mobil Gibrel.
"Kita harus mencari Kriss untuk membereskannya." Jawab Dien.
"Ayo! Aku ingin mengetahui yang sebenarnya." Jawab Daniel.
Pintu besi yang menutup semua ruangan di buka kembali. Mereka semua keluar dari bar King kecuali beberapa yang masih di dalam dan menutup kembali bar King.
"Suara apa itu?" tanya Daniel.
"Seperti nya dari mobil Gibrel Kak." Jawab Dien.
Mereka berdua berjalan menuju tempat itu dan membuka bagasi mobil Gibrel dengan secara paksa dengan linggis yang di ambil dari mobil Dien.
"Arghhhhhh." Ucap Kriss yang berada di dalam.
"Kriss?" Daniel dan Dien kaget melihat Kriss yang berada di dalam mobil Gibrel.
Mereka membuka tali Kriss lalu membuka perban yang berada di mulutnya.
"Untung kalian datang jika tidak aku sudah mati di dalam itu. Sebenarnya apa terjadi denganku mengapa aku bisa berada di dalam bagasi itu?" tanya Kriss langsung kepada Daniel dan Dien.
"Kau tidak ingat apa yang terjadi denganmu?" tanya Dien.
"Tidak, terakhir yang kuingat adalah saat mendapatkan pesan darimu aku bergegas pulang ke apartemen untuk bersiap-siap. Namun dalam perjalanan tiba-tiba dia menghukumku dengan kayu dan membiusku. Setelah itu aku tidak ingat." Jawab Kriss dengan memegang kepalanya berpura-pura sedang sedikit pusing.
Daniel yang memeriksa bagasi itu mendapatkan sebuah saputangan yang berisi bekas bius.
"Kau tidak mobil siapa ini?" tanya Daniel.
"Mobil?" tanya Kriss yang menoleh ke belakang dan memperhatikan mobil itu.
"Bukan kah ini mobil Gibrel?" tanya Kriss
"Iya benar." Jawab Dien.
"Apa yang dia lakukan?" tanya Kriss.
"Tuan, aku mendapatkan ponsel ini jatuh di saku Gibrel." Ucap seseorang memberikan sebuah ponsel kepada Daniel.
"Itu, itu ponsel ku." Jawab Kriss yang merebutnya langsung.
"Ponsel mu?" tanya Daniel.
"Iya. Apa jangan-jangan ia memeriksa ponselku dan melihat percakapan kita?" tanya Kriss yang langsung memberikan hipotesis kepada mereka agar mereka mempercayainya.
"Coba lihat." Ucap Daniel.
"Dia tidak menghapus percakapan kami beberapa hari ini. Jadi benar bawa dia bukan menghianati kami namun dia di tangkap oleh Gibrel?" tanya Daniel.
"Pak Wilson?" tanya Kriss yang pura-pura kaget.
"Daniel, berikan penawaran kepadaku Aku tidak ingin mati dulu." Jawab Wilson yang tidak menghiraukan sekitarnya namun lebih fokus pada keselamatan nyawanya.
"Katakan pada ku mengapa kalian menangkap Kriss?" tanya Daniel.
"Karena dia menyinggung tuan muda Gibrel dan semua itu adalah suruhan kalian. Selamat aku, aku sudah memberi tahu, ampuni nyawa ku." Jawab Wilson.
"Sudahlah bawa mereka sesuai yang aku katakan." Jawab Daniel.
"Baik bos."
"Kriss kami sudah salah sangka bahwa kau mengkhianati kami. Kami tidak menyangka bahwa Gibrel akan mencoba menyakitimu. Maaf aku tidak bisa menjaga mu sesuai dengan janji ku." Jawab Daniel.