Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kedatangan Lusi



Episode Bella Sandreas


Nb: Author masih bisa up satu doang karena sedang sibuk. Entar kalau gak sibuk author akan crazy up. doakan beberapa hari ini masih bisa up tiap hari walaupun satu.🙏❤️


Dokter Feng berdiri dan berjalan ke arah gantungan baju yang berada di samping dan belakang kursinya. Dokter Feng melepaskan dan meletakkan jas putihnya ke gantungan baju. Ia meletakkan makanan dan juga meletakkan ponsel miliknya setelah menelpon Bella.


Feng membuka makanan yang sudah dipesan oleh Bella untuk nya itu dan menikmati sarapannya dengan tenang dan hati yang bergembira. Feng yang menikmati sarapannya tiba-tiba terdengar notice ponsel tentang berita Bella.


Berita tentang akan dirilisnya drama romantis yang akan ditayangkan 1 bulan kemudian dengan kegiatan satu minggu yang akan datang akan ada ada di konferensi pers untuk mengumum kan penayangan resminya. Feng yang menikmati sarapannya sambil membaca berita tentang Bella.


Dia merasa bangga pada sosok Bella kangen juga cemburu karena ia melihat poster tampilan pada photo bahwa Bella begitu mesra dengan Dailon. Feng memberhentikan sendok yang berada pada mulutnya kemudian dikeluarkan olehnya Dan meletakkan disamping mangkok bubur itu dan jarinya bergerak untuk memperbesar foto yang ada di ponselnya.


"Berani-beraninya dia menyentuh wanita ku." Ucap Feng dalam hati dan membuat sumpit kayu itu patah akibat pelampiasan emosi yang di rasakan Feng.


Bubur yang masih di makan separuh dari tempat itu di biarkan saja oleh Feng. Ia tidak ingin lagi memakannya dan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Bella.


"Jika aku telpon pasti dia sedang bekerja. Lebih baik aku chat saja." Jawab Feng dalam hati membuka ponselnya.


Feng memutuskan untuk mengirim pesan singkat saja kepada Bella daripada untuk menelepon nya.


"Sedang syuting di mana?" tanya Feng kepada Bella.


Baru saya mengirim pesan itu, suara pintu-pintu hantu yang mengetuk dari luar yaitu suster kemudian Feng menyuruhnya masuk.


"Tuan, semua orang sedang berada di aula untuk rapat." Jawab Suster.


"Iya." Jawab Feng.


Feng terus memegang ponselnya sambil berdiri dan mengambil Jas putih yang tergantung di tempat baju lalu keluar dari ruangannya menuju ke aula untuk ikut bersama dengan yang lainnya menyambut kedatangan dokter baru.


Dokter dan Suster yang berada di rumah sakit itu sudah berada di aula dan duduk pada kursi mereka masing-masing, dan Feng yang terakhir datang dan duduk paling ujung di belakang.


Make yang sudah berada di dalam ruangan dan melihat seluruh staf daftar dan juga Suster telah hadir, ia berjalan ke atas podium dengan wibawanya karena sebagai seorang ketua di rumah sakit itu.


Make memegang mikrofon yang berada di depannya kemudian bersiap untuk berbicara.


"Terima kasih atas kehadiran kalian seluruhnya di aula ini." Ucap Make dalam salam pertama yang di ucapkan olehnya.


"Seperti yang sudah di ketahui banyak orang bahwa hari ini ada seorang dokter baru yang datang ke rumah sakit kita untuk bergabung. Maka dari itu mari kita sambut Dokter Lusi." Ucap Make memanggil Lusi untuk masuk ke dalam aula.


Dengan suara hentakan heels dari kaki Lusi terdengar di dalam aula. Semua orang yang mencari asal-usul suara itu langsung tertuju pada Lusi yang sedang berjalan ke arah podium.


"Wah cantik."


"Jadi itu anak Dokter Make?"


"Jika aku bisa mendapatkannya mungkin aku bisa menjadi pengganti dokter Make selanjutnya."


Semua orang sedang berbincang tentang Lusi yang saat ini berjalan menuju podium di mana Make berdiri. Kecuali, Feng yang sedang sibuk melihat untuk mengecek ponselnya apakah chat-nya sudah dibaca atau belum oleh Bella. Sejak tadi ia risau karena kecemburuan ya yang melihat photo Bella dan Dailon.


"Dia adalah putri pertama dan anak tugas yang aku miliki. Walaupun seperti itu, aku harap kalian semua tidak akan pernah canggung terhadapnya. Perlakukan dia selayaknya teman kerja pada umumnya tanpa melihat latar belakangnya." Jawab Make yang memperkenalkan Lusi yang berdiri di sampingnya dengan wajah yang bahagia.


"Hallo semua, semoga kita bisa bekerjasama dan menjalin hubungan dengan baik." Ucap Lusi dengan membungkukkan sedikit badannya.


"Selamat datang....." Ucap semua orang dan bertepuk tangan atas kedatangan Lusi kecuali Feng yang masih duduk dengan mengangkat satu kakinya dan masih memperhatikan ponselnya.


Dan seorang dokter bagian yang mewakili semua orang untuk memberikan penyamatan kepada Lusi sebagai perkenalan awal atas kedatangannya ke rumah sakit.


"Terima kasih atas penyambutan kalian." Ucap Lusi setelah di berikan kalung bunga kepada salah seorang dokter juga.


Semua kegiatan penyambutan Lusi berjalan dengan baik. Semua orang yang datang memberikan salam kepada Lusi atas kedatangannya. Satu per satu dari mereka berdiri dan mendatangi Lusi untuk bersalaman sebagai penyambutan awal perkenalan.


Semua orang sangat antusias tapi tidak dengan Feng. Dia masih sibuk dengan ponselnya.


"Berdirilah untuk memberikan dia salam." Ucap salah seorang dokter muda yang sebaya dengan Feng.


"Iya." Jawab Feng yang masih memegang ponselnya dan mengikuti rombongan di akhir baris untuk ke sana.


Saat semua orang mencari muka di hadapan Lusi karena kecantikan dan juga latar belakang dirinya. Feng hanya memalingkan wajahnya dengan melihat ponsel dan dirinya dengan cepat menyalami Lusi.


"Profesor." Ucap Lusi di saat Feng dengan cepat melepaskan salamannya namun di tahan oleh Lusi.


Hal ini membuat semua orang terdiam dan tertuju ke arah mereka berdua. Dan mereka mulai bergosip kembali.


"Aku tidak salah dengar. Dia mengenal Dokter Feng."


"Iya, dan dia yang terlalu agresif terhadap Feng. Lihat itu." Ucap salah seorang yang melihat ke arah tangan Feng dan Lusi yang masih berjabat tangan dengan erat.


"Iya. Tapi seperti biasa, Feng itu tetap seperti kulkas di hadapan siapa pun."


"Iya benar, kecuali kepada artis itu." Ucap Mereka kemudian di lirik oleh Lusi


"Saya sangat senang bisa bekerjasama dengan anda di rumah sakit yang sama." Jawab Lusi langsung kepada mereka.


"Lakukanlah tugas mu dengan baik." Jawab Feng dengan melepaskan tangannya yang masih di genggam oleh Lusi secara paksa dan matanya melihat Lusi.


"Iya prof." Jawab Lusi yang tersenyum namun Feng berjalan meninggalkan Lusi begitu saja setelah mengatakan hal itu.


"Kau selalu saja dingin seperti ini. Ini lah yang membuat ku benar-benar menyukai mu." Jawab Lusi dalam hati.


"Baguslah jika mantan dosen bisa menjadi teman kerja Lusi. Mohon bantuannya dokter Feng." Ucap Make.


"Tidak perlu bantuan ku Dok, bukannya sudah dokter Make sebagai atasan dan juga ayah dari Lusi?" tanya Feng dengan dingin.


"Maksud saya sebagai rekan kerja." Jawab Make.


"Mereka juga rekan kerja dengannya begitu pula dengan ku." Jawab Feng dengan dingin kembali.