Junior Sandreas

Junior Sandreas
Rose Drinda



Nama: Rose Drinda


Umur: 24 tahun


Status: Artis Yang Menyukai Dailon sekaligus teman Bella.


Episode Bella Sandreas


Melly yang keluar dari dalam tenda bertemu dengan Dailon.


"Bella ada di dalam?" tanya Dailon.


"Iya. Nona di dalam sedang membaca draf." Ucap Melly.


"Oke makasih." Jawab Dailon yang melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam tenda menemui Bella.


"Bibi Melly bisa ambilkan aku air mineral." Ucap Bella yang sedang melihat skrip draf naskah.


Dailon yang mendengar hal itu langsung mengambil botol air mineral dan membuka tutupnya kemudian memberikan kepada Bella.


"Nih...." ucap Dailon saat memberikan botol mineral.


"Terima kasih." Jawab Bella dengan menerima botol mineral yang berada di depannya kemudian meminumnya. Setelah menikmati air mineral Bella baru tersadar bahwa itu adalah suara laki-laki, Bella langsung melihat siapa yang berdiri di hadapannya.


"Dailon?" tanya Bella.


"Baru sadar?" tanya Dailon yang kemudian duduk di tempat tidur Velbed.


"Kenapa kau ada di sini?" tanya Bella yang kaget lalu meletakkan botol air mineral di sampingnya.


"Tentu saja karena sutradara memerintahkan ku untuk bertemu dengan mu." Jawab Dailon.


"Untuk?" tanya Bella.


"Bagaimana jika kita mencoba ya di sini?" tanya Dailon yang menunjukkan draf naskah yang sedang di pegang olehnya juga.


"Oh jadi karena ingin mencari feel sebelum akting di mulai?" tanya Bella.


"Iya. Aku juga baru beberapa kali di dunia akting seperti ini." Jawab Dailon yang sebenarnya debutnya adalah seorang penyanyi.


"Baiklah. Aku akan membantu mu. Lagian aku juga membutuhkan percobaan." Jawab Bella.


"Baiklah." Ucap Dailon.


Mereka berdua beradu akting sesuai dengan dialog yang berada di dalam skrip naskah. Tapi di sisi akhir ada sebuah adegan akting untuk mereka berciuman. Karena di posisi mereka yang menjadi peran utama dalam film ber-genre romantis ini. Dailon yang sedang ragu-ragu untuk melakukan adegan terakhir namun harus di lakukan olehnya.


Dailon yang memegang pipi Bella dan mendekatkan wajahnya ke wajah Bella. Wajah Dailon yang semakin dekat beberapa inchi dari wajah Bella, dengan menelan ludah Dailon melihat Bella dengan intens.


"Tidak perlu melakukan itu. Begini saja." Ucap Bella yang mendekatkan wajahnya dia dan melingkarkan kedua tangannya ke leher Dailon. Namun mereka tidak sedang berciuman. Itu hanya permainan sudut pandang kamera yang bisa melihat mereka seperti sedang berciuman.


"Oh." Jawab Dailon yang langsung melepaskan diri dari depan Bella dengan gagap. Wajah yang memerah karena tersipu dan menahan diri.


"Kau demam? kenapa wajah mu memerah seperti itu?" tanya Bella yang memegang kepala Dailon dengan tangannya.


"Aku tidak apa-apa. Aku permisi dulu." Ucap Dailon yang cepat-cepat menghindar dengan wajah yang memerah meninggalkan Bella di dalam tenda.


"..." Bella yang heran dengan ekspresi yang di tampilkan oleh Dailon saat ini sedang berfikir.


"Apa jangan-jangan dia malu?" tanya Bella yang tersenyum.


"Hahahahha, dasar anak kecil." Ucap Bella yang tertawa memprediksi Dailon yang sedang tersipu malu.


Bella melanjutkan membaca draf dan mempelajarinya. Sementara Dailon yang keluar dari tenda itu dengan terburu-buru hingga menabrak Rose.


"Auuuuu" Ucap Rose yang terjatuh ke tanah karena tertabrak Dailon.


"Ah maaf." Ucap Dailon yang kaget juga.


"Rose?" Ucap Dailon yang jongkok dan mengambil naskah yang terjatuh di dekat Rose.


"Dailon?" tanya Rose yang juga kaget ternyata yang menabraknya adalah seseorang yang di sukai ya.


"Kau tidak apa-apa? Sini aku bantu." Jawab Dailon yang mengulurkan tangannya untuk membantu Rose berdiri.


Rose menerima uluran tangan Dailon dan berdiri. Dailon dengan lembut membantu Rose berdiri dan melihat keadaan Rose yang memiliki sedikit luka gores pada lutut kakinya sekitar 3inch saja.


"Kau terluka? Ikut aku." Jawab Dailon yang menarik tangan Rose begitu saja setelah melihat keadaan Rose.


"Aku tidak apa-apa." Jawab Rose yang berjalan di bawa oleh Dailon.


"Tidak, kau terluka karena aku. Jadi biarkan Akau mengobati luka mu." Jawab Dailon yang menggandeng tangan Rose berjalan menuju mobilnya untuk mengambil obat yang ada di P3K mobil.


Rose yang mendapatkan perlakuan itu sangat bahagia dengan memancarkan wajah yang tersenyum sepanjang jalan. Dailon membuka bagasi mobil belakangnya yang setengah dari bagasi itu kosong. Rose duduk di sana.


"Aku ambil obat luka dulu. Duduk di sini!" Ucap Dailon yang membuat Rose duduk dan ia pergi mengambil obat.


Dailon mengambil kotak obat di dalam mobil. Dailon yang mengambil kapas dan meletakkan sedikit alkohol lalu meletakkan pelan-pelan ke luka Rose kemudian memberikan obat luka.


"Maaf sudah membuat mu seperti ini." Ucap Dailon yang dengan tulus meminta maaf.


"Tidak apa-apa, lagian ini hanya luka kecil. Lihat ini tidak terlihat dari kejauhan." Ucap Rose.


"Tidak, wanita tidak boleh terluka." Jawab Dailon yang mengambil handsaplast dan menempelkannya ke lutut kaki Rose.


"Terima kasih sudah mengobati." Ucap Rose yang tersenyum.


"Aku yang seharusnya berterima kasih karena kamu tidak menyalahkan ku." Jawab Dailon.


"Itu tidak sengaja." Jawab Rose yang memberikan senyuman kepada Dailon.


"Maaf sekali lagi. Seperti rumor yang beredar ternyata Rose benar-benar wanita yang ramah dan lemah lembut." Jawab Dailon.


"Benarkah?" tanya Rose.


"Tentu. Kamu dan Bella sama-sama artis yang baik." Ucap Dailon.


"Jadi tadi kenapa terburu-buru hingga tidak melihat jalan?" tanya Rose.


"Tidak ada." Jawab Dailon dengan ragu-ragu sambil memegang lehernya dan merunduk.


"Oh, lain kali lihatlah jalan." Jawab Rose.


"Tentu. Oh ya, Anda baru saja tiba di lokasi ini dan juga baru pertama bergabung dengan drama ini pada hari ini kan?" tanya Dailon.


"Iya. Karena beberapa hari yang lalu sibuk dengan urusan yang lain dan baru bisa bergabung hari ini." Jawab Rose.


"Mohon bantuannya." Jawab Dailon.


"Hahah, tenang saja. Bukankah saya hanya pemeran pembantu protagonis." Jawab Rose.


"Tapi Anda juga senior saya. Sama seperti Bella." Jawab Dailon.


"Tidak pelu formal. Saya juga mengenal mu karena kita satu agensi. Mungkin kau saja yang tidak ingat bahwa kita pernah bertemu." Jawab Rose.


"Benarkah?" tanya Dailon yang mengingat kembali sambil melihat wajah Rose.


"Aku ingat, jadi Anda adalah si pipi cabi?" tanya Dailon yang mengingat masa lalu bahwa ia pernah bertemu dengan Rose saat Rose masih dalam keadaan badan yang sedikit gemuk dari yang sekarang. Saat itu, Rose juga masih awal-awal debut dan menurunkan berat badan.


"Iya, akulah orang yang selalu kau beri jajan di dalam ruang latihan dimana aku sering diam-diam makan di ruangan musik latihan kalian." Jawab Rose.


"Hahahha, ternyata itu adalah kamu. Aku tidak menyangka bahwa kau akan lebih cantik dari saat gemuk dulu." Jawab Dailon dengan tertawa.