Junior Sandreas

Junior Sandreas
Sarapan Pagi Feng Dan Bella



Episode Bella dan Feng


Mereka berdua keluar dari lift dan berdiri di depan apartemen mereka berdua. Masih dalam keadaan mesra dengan bergandengan tangan sejak turun dari mobil hingga keluar dari lift. Mereka berdua berdiri di depan pintu apartemen untuk berpisah masuk ke apartemen masing-masing.


"Terima kasih telah menemaniku belanja hari ini." Ucap Feng.


"Sama-sama, oh ya aku lupa. Kita belum membeli bahan untuk di masak." Jawab Bella.


"Tidak apa-apa. Besok masih bisa. Sekarang sudah terlalu malam. Lebih baik masuk sekarang, bersihkan diri lalu istirahat." Jawab Feng dengan membelai kepala Bella dengan lembut sambil tersenyum.


"Hmmmm, maaf gara-gara ingin makan es cream jadi kelupaan membeli isi kulkas." Jawab Bella dengan kepala yang tunduk dan wajah cemberut.


"Tidak apa-apa my princess." Jawab Feng dengan memegang kedua bahu Bella dengan kedua tangannya.


"Kenapa selalu memanggilku dengan princess seperti Daddy saja?" tanya Bella.


"Benarkah?" tanya Feng dengan tersenyum seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


"Iya." Jawab Bella.


"Sudah jangan banyak fikiran. Sekarang masuk dan istirahat."Ucap Feng dengan mendorong Bella berjalan ke depan pintu apartemen untuk masuk.


"Baiklah." Jawab Bella yang membuka pintu apartemennya dengan menekan pasword.


"Selamat malam princess." Jawab Feng dengan tersenyum melihat Bella yang akan menutup pintu apartemennya.


"Selamat malam juga Feng." Jawab Bella dengan menutup pintunya dengan senyuman.


.....


Saat mereka masing-masing sudah berada di atas tempat tidur dengan menyelimuti tubuhnya dengan selimut namun masih belum bisa menutup mata. Feng mengambil ponselnya kemudian mengetikkan sesuatu untuk dikirim ke Bella.


"Sudah tidur?" tanya Feng.


"Belum." Jawab Bella.


"Tidurlah dengan cepat atau besok pagi bangun akan memiliki mata panda." Jawab Feng dengan menambahkan stiker panda.


"Baiklah. Tapi sama-sama tidur." Jawab Bella.


"Aku ke kamar mu?" tanya Feng menggoda.


"Tidak-tidak. Feng tidur di kasur Feng, dan Bella tidur di kasur Bella." Jawab Bella dengan ekspresi malu-malu karena balasan chat dari Feng.


"Bukan karena takut aku mendengar princess mendengkur?" tanya Feng.


"Iss sudahlah aku mau tidur." Jawab Bella dengan menambahkan emoticon cemberut.


"...." Feng mengirimkan emoticon peluk dan cium. Bella hanya membacanya tanpa membalas.


Feng bangun di pagi hari dan langsung mengetuk pintu Bella. Bella yang memang terbiasa sudah terbangun dengan segera membuka pintu apartemennya. Feng masuk ke dalam dan melihat penampilan Bella yang baru saja bangun tidur dengan baju piyamanya. Mata Feng dengan sangat jelas memperhatikan penampilan Bella dari ujung kaki hingga ujung kepala yang membuatnya tersenyum tipis lalu berjalan melewati Bella begitu saja untuk masuk ke apartemennya.


"Bersihkan dirimu segera, biar aku membuatkan sarapan untuk mu." Ucap Feng dengan berjalan ke dapur.


"Feng?" teriaknya dengan menutup rapat bajunya saat melihat dirinya yang masih menggunakan piyama tipis berwarna putih dan rambut acak-acakan.


"Pada akhirnya aku akan melihat seluruh tubuh mu nanti. Jangan kaget seperti itu, lebih baik sekarang pergi ke atas lalu bersihkan dirimu." Jawab Feng dengan santainya menjawab pertanyaan dari Bella yang kaget itu. Feng tidak melihat Bella saat menjawab namun ia melakukan pemeriksaan isi kulkas Bella untuk membuat sarapan mereka.


"Iss. Dasar kulkas 1000 pintu memang cocok di saat berhadapan dengan temannya." Jawab Bella yang sebal melihat Feng dengan tenang saat dirinya kaget melihat kedatangan Feng pagi-pagi dan malah berdiri di depan kulkas tanpa melihat dirinya.


"Kulkas 1000 pintu?" tanya Feng dengan menutup pintu kulkas yang di atas lalu melirik Bella yang sedang berdiri di sebelah kanannya dengan jarak 3 m dari posisinya.


"Sudahlah." Jawab Bella yang berlari ke atas tangga untuk masuk ke kamarnya saat Feng melihat dirinya.


"Hahahah, kau tetap gadis kecil cerewet dan manja yang selalu aku rindukan." Jawab Feng tertawa kecil saat mengingat sesuatu di masa lalunya.


Saat itu, Feng yang tinggal beberapa hari dengan Bella di penginapan dekat dengan pemakaman orangtua mereka. Bella menunjukkan hal yang di maksud dengan Feng. Saat itu Son mendapatkan telpon dari Jack. Dan Jack mempertanyakan keadaan Bella. Di saat itulah Feng mengetahui bahwa panggilan Bella adalah princess. Dari hal itu Feng memutuskan untuk memanggil Bella sama seperti yang di lakukan Daddy Bella.


Bella yang berada di dalam kamar mandi sedang bergumam tentang apa yang terjadi saat pagi ini.


"Dia tiba-tiba datang lalu masuk ke rumah dan seenaknya ke dapur." Ucap Bella kesal saat memakai handuknya dan keluar dari kamar mandi.


"Dan lagi? Dia melihat ku pasti tadi berantakan." Jawab Bella dalam hati sambil mengeringkan rambutnya.


Dan di sisi lain, Feng hanya menemukan roti, susu, telur dan daun selada di dalam kulkas. Ia membuat sandwich sederhana dari bahan itu untuk sarapan mereka berdua.


"Kau sudah selesai? Kemari duduk lah." Jawab Feng dengan menarik kursi yang berada di meja makan itu untuk Bella duduk di situ. Bella menuruti perkataan dari Feng untuk duduk.


"Sarapan lah." Ucap Feng lagi setelah ia berjalan menuju ke kursinya dan duduk lalu menyodorkan sarapan kepada Bella.


"Oke." Jawab Bella dengan mata penuh tanda tanya melihat Feng yang juga ikut sarapan di depannya.


"Kenapa melihatku seperti ingin menerkam saja." Jawab Feng yang merasakan Bella sedang melihatnya dengan serius.


"Terlalu PD." Jawab Bella dengan cepat menelan sarapan nya dan meminum susu hangatnya suruh dibuatkan oleh Feng untuk dirinya.


"Apakah biasanya hanya sarapan seperti ini?" tanya Feng.


"Tidak. Berganti-ganti karena Bibi Melly yang mengurus soal makan dan bersih-bersih rumah." Jawab Bella setelah makan sarapannya.


"Oh. Jam berapa nanti pulang kerja?" tanya Feng.


"Belum mengetahui jadwal karena bibi Melly yang memegang semua itu." Jawab Bella.


"Ya sudah, biar aku yang belanja sendiri." Jawab Feng dengan mengelap bibirnya dengan tisu.


Feng menjadi dingin kembali dengan tidak ada berkata apapun lagi setelah itu. Feng membawa piring kotor lalu mencucinya di wastafel Bella. Merapikan meja makan lalu pergi meninggalkan Bella di dalam apartemen.


"Aku akan pergi ke Rumah Sakit." Ucap Feng dengan melihat jam tangan yang di pakainya kembali setelah mencuci piring.


"Iya." Jawab Bella yang masih duduk di meja makan.


"Dia kenapa menjadi dingin kembali? apa aku salah? bukanya seharusnya aku yang marah?" tanya Bella dalam hati melihat Feng berjalan dengan melewatinya begitu saja dan pergi meninggalkan apartemen.