Junior Sandreas

Junior Sandreas
Pertandingan Nico: Krissta Sandreas



Yang terjadi dalam beberapa pertandingan yang sudah diamati oleh Kris sejak mereka datang hingga saat ini adalah banyak pihak lawan yang kalah mengalami luka yang serius bahkan beberapa dari mereka mati di tempat.


Saat mereka tiba di itu hingga saat ini sudah ada 25 pertandingan yang telah diamati. Diantara nya ada 10 orang yang telah meninggal di tempat dan lainnya mengalami luka yang serius. Pertandingan ini benar-benar sebuah pertandingan yang tidak berprikemanusiaan.


Maka itu, di sebut dengan pertandingan hidup dan mati. Banyak yang berminat karena mengincar uang kemenangan dalam sekali pertandingan yaitu 100juta. Dan banyak yang mengambil pertandingan ini adalah orang-orang yang membutuhkan dana cepat. Dan kebanyakan dari berbagai membela diri bebas maupun preman lokal tempat saya ingin melihat kemampuan masing-masing.


Saat ini, Kriss dan Nico keluar dari ruang VIP karena telah dipanggil oleh seseorang untuk bersiap-siap dalam bertanding. Nico dan Kriss mengikuti orang itu untuk ke bawah dengan persiapan yang sudah menggunakan pakaian bertarung.


"Jaga dirimu baik-baik." Jawab Kriss berbisik.


Nico hanya memberikan senyuman kepada Kriss dan mengatakan dalam hatinya untuk tidak khawatir.


Nico mengikuti seseorang yang menjemput mereka sedangkan Kris sudah berada di di meja taruhan bersama dengan beberapa juri yang sedang menilai skor dalam tiga ronde yang akan terjadi dalam setiap pertarungan. Dan siapa yang mendapatkan poin yang paling banyak dari seluruh ronde akan menjadi pemenangnya. Atau seseorang yang di antara mereka akan lebih dulu meninggal maka yang bertahan akan menjadi pemenangnya.


"Apa yang akan kau lakukan Kak Nico?" tanya Kriss dalam hati saat di tinggal oleh Nico yang berjalan ke arah Ring sebelum di panggil host.


Sambil mengawatirkan keadaan Nico Kriss melihat sekitar. Ada hal yang dia lihat di sekitar dengan jelas.


Pertama, Kriss terhenti melihat tato prisma yang ada di leher Paman kasir yang tadi Iya oleh Nico. Saat tadi tidak melihat tato itu karena tidak terlalu memperhatikan keberadaan yang ada di belakang leher.


Setelah itu, ada seorang pengawal yang datang kepada Paman itu dan membisikkan kepada Paman tersebut lalu Kris melihat pengawal itu juga memiliki tato yang sama yang berada di lehernya.


Sehingga Kriss melihat Juri, host, paman yang sebagai kasir, pengawal dan beberapa orang yang menjadi bawahan bar itu hampir seluruhnya memiliki tato prisma berbentuk c. Namun, tato itu itu berada di berbagai tempat di tubuh mereka. Ada yang di belakang leher mereka dan ada juga yang di jari tengah mereka. Kebayakan adalah di belakang leher mereka.


"Apa mungkin ini adalah markasnya?" tanya Kriss dalam hati.


"Hy asisten Nico." Ucap Paman Kasir yang memanggil Kriss namun saat itu Kriss sedang berfikir tentang apa yang ia dapatkan.


"Ha, iya paman." Jawab Kriss yang baru tersadar dalam hipotesis yang dikumpulkan dari apa yang dia lihat.


"Bisakah kau mengatur pertemuan antara Nico dan Tuan Kayasi?" tanya paman itu.


"Tentu, setelah pertandingan ini aku akan memberi tahu tuan Nico." Jawab Kriss.


"Oke baiklah. Setelah pertandingan ini, kalian akan aku jemput sendiri untuk datang ke tempat tuan Kayasi." Jawab paman itu.


"Tapi jika tuan ku kalah...." Kriss berpura-pura namun langsung dipotong oleh Paman itu.


"Tenang saja, Tuan mu tidak akan kalah. Toh dia hanya membutuhkan 2 Ronde untuk mengalahkan musuhnya." Jawab Paman itu


"Apakah kabar pertama kali datang ke tempat seperti ini atau jangan-jangan kau baru pertama kalinya mengikuti tuan mu?" tanya Paman itu


"Iya. Baru saja mengikutinya. Baru saja seminggu." Jawab Kriss


"Pantas saja. Tenang saja. Dia akan menang." Jawab Paman itu.


"Kenapa bisa percaya diri itu?" tanya Kriss memainkan perannya.


"Karena dia adalah Nico. Legendaris yang selalu menang dan hanya sekali kalah, setelah itu menghilang ditelan bumi tidak pernah menerima kabarnya lagi dan saat ini untuk pertama kalinya ia kembali dari kejadian di masa lampau. Lebih detail kau tanyakan saja kepada tuan mu itu." Jawab paman itu.


"Jadi ini yang dimaksud oleh Nico. Bahwa Kayasi akan langsung mencari kami bukan kami yang mencarinya." Ucap Kriss dalam hati.


Pertandingan selesai dengan pertandingan yang sebelumnya bahwa pihak lawan meninggal dunia. Dan saat ini host langsung membacakan pertandingan berikutnya. Lalu wasit memberikan kan instruksi kepada ada dua belah pihak yang maju di atas ring.


Pihak itu adalah Nico dan seseorang yang tubuhnya lebih besar dibandingkan dengannya. Jika dilihat sekilas orang-orang akan menilainya bahwa Nico akan kalah dengan cepat. Karena melihat perbedaan ukuran antara mereka berdua.


Juri memberi aba-aba dengan menghidupkan mobil untuk memberitahukan kepada wasit agar pertandingan dimulai. Wasit langsung memberi aba-aba memulai pertandingan Rode pertama.


Lelaki itu langsung menyerang Nico, namun karena badan Nico lebih kecil dibandingkan badannya membuat dirinya susah untuk mengenai Nico. Nico dengan gesit selalu menghindari pukulan yang dilontarkan ke arah dirinya.


Dan saat mendapat kesempatan Nico langsung memberikan kesempatan pada dirinya untuk melayangkan tinjunya ke arah tangan kanan sekitar ketiak lawannya yang banyak otot itu. Lalu memberikan layangan itu lagi ke tangan sebelah lawan.


Nico langsung mendapatkan 2 point unggul. Lawannya menjadi sangat marah karena tangannya benar-benar kesakitan karena pukulan itu. Nico tersenyum melihat emosi lawannya.


Lawannya yang tadinya memberikan pukulan yang teratur menjadi tidak karena emosi. dengan melakukan hal ini, Nico mengambil kesempatan lagi dengan langsung memberikan serangan ke tempat pertama tadi, lalu ke perut, lalu ke dagu lawannya sehingga membuat kawannya langsung terjatuh.


Poin ronde pertama di menangkan Nico. Wasit memberikan aba-aba berhenti 5 untuk memulihkan tenaga.Setelah itu mereka kembali lagi bertarung.


Kali ini Nico tidak menunggu kesempatan melainkan menciptakan kesempatan. Lawan nya yang akan memukul dirinya lebih dulu startnya di ambil Nico. Nico melayangkan tendangan miliknya ke betis lawan. pertama di kaki kanan kemudian kaki kiri sehingga membuat lawan terjatuh. Nico langsung memberikan hantaman ke punggung lawan dengan melompat lalu berbalik dan meninju wajah lawan beberapa kali.


Hal itu membuat lawan tidak sadarkan diri. Nico langsung mendapatkan kemenangan dari pertandingan ini. Wasit langsung mengangkat tangan Nico untuk mengumumkan kepada orang-orang bahwa Nico lah pemenangnya.


"Sudah aku katakan, dia akan menang." Jawab Paman itu kepada Kriss dengan menyerahkan semua ATM yang sudah berisi saldo sesuai dengan kemenangan mereka.


"Terima kasih." Jawab Kriss tersenyum lalu menerima Kartu ATM itu.


"Jadi yang kau maksud tenang saja? Memenangkan pertandingan dengan cara membuat pihak lawan tidak sadarkan diri dengan memukul beberapa titik vitalnya. Namun tidak membunuhnya. Hanya saja melumpuhkannya secara cepat agar menyelesaikan pertandingan." Jawab Kriss dalam hati.