
"Kakek, Nenek sudahlah jangan mengatakan hal itu lagi karena membuatku malu dan lihatlah wajah Bella yang memerah akibat pujian dari kalian." Jawab Feng.
"Hahaha, baiklah. Kalian pasti lelah dan belum makan kan?" tanya Yen.
"Nenek ini brownies yang dibuat oleh bundaku dan aku sendiri. Aku dengar nenek suka brownies mangga." Jawab Bella yang membawakan brownies dari rumah Caca kemarin lalu dibawakannya ke rumah nenek Feng.
"Wah, terima kasih banyak. Nenek sangat menyukai ya." Jawab Yen yang menerima bungkus brownies itu. Mereka semua masuk ke dalam rumah menuju meja makan.
Mereka makan siang bersama walaupun baru pukul 10.00 pagi. Setelah makan, mereka kembali banyak bercerita.
"Bagaimana jika mengajak mu berkeliling menikmati suasana desa?" tanya Feng.
"Iya, pergilah jalan-jalan Kak Bella." Jawab Priscilla.
"Iya Bella. Pergilah jalan-jalan bersama dengan Feng." Jawab Yen.
"Jaga dia baik-baik." Jawab Xi.
"Tentu." Jawab Feng.
Mereka akhirnya pergi menikmati hamparan laut yang terbentang luas di sekitar pedesaan itu. Saat Bella dan Feng jalan bersama banyak masyarakat yang melihat dengan wajah yang serius. Mereka mengenali wajah Bella sebagai seorang artis papan atas yang datang ke kampung mereka sehingga mereka berdatangan ingin berfoto dengan Bella.
Tidak hanya itu, ketika mereka kembali ke rumah sudah banyak warga yang datang ke Paviliun keluar Zou mereka sangat heboh karena mengetahui bahwa Bella adalah calon menantu keluarga Zou.
"Nenek ini ada apa?" tanya Feng.
"Mereka ingin bertemu dengan cucu menantu kita." Jawab Yen dan Xi.
"Maaf sudah membuat Kak tidak nyaman." Ucap Priscilla.
"Bagaimana jika kita buat acara malam ini BBQ?" tanya Bella.
"Apa?" tanya mereka kaget.
"Bolehkah Nenek? Kakek? Lagian jika bukan karena fans ku aku tidak akan berada di sini." Jawab Bella.
"Anak ini memang rendah hati. Sejak awal mengenalnya tanpa matahari statusnya Aku sudah mengetahui bahwa ia adalah anak yang baik." Jawab Xi dalam hati.
"Aku makin jatuh cinta." Jawab Feng dalam hati.
"Kakak Bella memang orang yang pantas di katakan sebagai ratu entertainment." Jawab Priscilla.
"Jadi bagaimana?" tanya Bella.
"Bisa. Rom siapkan semua keperluannya." Jawab Feng.
"Baik tuan." Jawab Riki.
Malam hari mereka mengadakan pertemuan fans dengan mengadakan BBQ di tepi pantai. Bella benar-benar bahagia bisa berbagi kebahagiaan dengan orang-orang sekitar. Dan para fans yang berada di desa itu sangat bahagia karena mendapatkan perlakuan ini. Semuanya berjalan dengan lancar.
"Kakak segera lanjutkan rencana mu." Ucap Priscilla.
"Baiklah." Jawab Feng.
Tangan Bella ditarik oleh Feng, mereka berlari menjauh dari acara yang sudah selesai dan pergi untuk menikmati suasana pantai pada malam hari. Cahaya bulan dan para bintang yang bersinar terang pada malam hari itu membuat suasana lebih indah.
"Indah." Ucap Bella.
"Tentu, Will You Merry Me Princess?" Ucap Feng mengeluarkan sebuah cincin berlian dan memohon di bawah Bella.
"Feng?" panggil Bella yang terkejut melihat tingkah laku dan secara tiba-tiba untuk melamar dirinya di bawah sinar bulan dan bintang menjadi saksinya. Bella yang sangat terharu menganggukkan kepalanya kemudian Feng memakaikan cincin di jari manis Bella. Feng berdiri untuk memeluk Bella dan mencium bibirnya.
"Terima kasih telah menerima ku." Jawab Feng memeluk Bella dan menciumnya.
"Begitu juga dengan ku." Jawab Bella.
Mereka saling memandang satu sama lain di bawah bulan dan bintang. Duduk di atas batu menghadap lautan yang bercahaya karena plakton.
"Feng, ada sebuah rahasia yang akan aku beritahukan kepadamu agar tidak menjadi kesalahpahaman di kemudian hari." Jawab Bella.
"Apa itu? Aku juga memiliki sebuah rahasia yang aku berikan kepadamu sebagai bahan pertimbangan. Apakah benar-benar ingin disisiku atau tidak." Jawab Feng.
"Baiklah, aku ingin dengar rahasia mu dulu." Jawab Bella.
"Aku memiliki penyakit astraphobia."
"Petir?" tanya Bella.
"Kau masih ingat dengan kejadian di rumah sakit? Saat itu aku demam dan tidak sadarkan diri karena mendengar petir. Itulah pertama kali princess melihatku lemah." Jawab Feng.
"Saat aku di rawat di rumah sakit? Dan bagaimana itu bisa terjadi pada mu?" tanya Bella.
"Ia, itu terjadi karena kejadian yang pernah menimpa Aku di waktu aku bertemu denganmu pertama kali di kuburan ibu. Sebenarnya, jika kau tidak datang dan menyapa aku mungkin saja aku sudah kehilangan nyawa. Saat itu aku ketakutan karena petir. Semua di awali dengan kematian ibu yang di akibatkan oleh ayah Priscilla, Dev Shatan." Jawab Feng.
"Semua karenanya keluarga kami seperti ini. Aku mengalami kecelakaan bersama dengan ibu. Tapi aku selamat sedangkan ibu meninggal. Dan sebelum aku bertemu dengan mu yang ada dalam tujuan hidupku hanyalah untuk membalaskan dendam kepada Dev. Tapi berbeda saat bertemu denganmu, selain untuk membalaskan dendam ini aku juga ingin bahagia bersama dengan maka dari itu tunggulah aku menyelesaikan dan dendam ini." Jawab Feng.
"Tunggu dulu, dari semua ceritamu ini aku tidak asing dengan nama Dev." Jawab Bella yang sudah mengerti seluruh cerita singkat yang diceritakan oleh Feng tentang hidupnya.
"Iya, kau pernah bertemu dengannya di pesta publik. Aku adalah Mr. Zou yang pernah bertemu dengan mu." Jawab Feng.
"Kau? pantas saja saat itu kau bisa berada di tempat itu dan menjemputku setelah selesai pesta publik. Jadi alasanmu menyamar untuk mendekatinya dan merencanakan pembalasan dendam?" tanya Bella yang langsung mengerti.
"Ternyata bukan hanya aku yang memiliki dua identitas tapi dia juga. Hanya saja berbeda denganku. Aku menyembunyikan identitas asli hanya untuk tidak terjerat dengan keluarga manta Mafia. Sedangkan dia, menyembunyikan semua ini untuk membalaskan dendam kepada orang yang telah membunuh ibunya." Jawab Bella dalam hati sambil melihat Feng.
"Sebenarnya kau siapa Bella? Mengapa bisa cepat mengerti?" tanya Feng dalam hati.
"Iya. Saat pertemuan itu, Aku bekerja sama dengan untuk menjatuhkan perusahaannya Dev. Aku sengaja membuat perusahaannya hancur. Lihatlah." Jawab Feng menunjukkan berita dari ponselnya.
"Lalu?" tanya Bella.
"Kami kehilangan jejaknya. Jadi sepertinya besok aku sudah harus pergi. Tidak apa-apa jika meninggalkan mu di sini kan?" tanya Feng.
"Tentu." Jawab Bella.
"Jadi bagaimana? Apakah kau benar-benar ingin tetap berada di sisi ku yang penuh dengan dendam ini?" tanya Feng.
"Tentang dendam terkadang bukan hal yang salah, hanya saja aplikasinya. Aku hanya tidak ingin kau celaka karena dendam. Jika dendam bisa di ikhlaskan mengapa harus di balas. Tapi kembali pada pilihan mu lagi, karena aku tidak bisa menghentikan mu. Hanya bisa memberikan mu sedikit saran." Jawab Bella.