Junior Sandreas

Junior Sandreas
Saus Di Ujung Bibir Bella



"Ada bekas makanan di bibir mu." Ucap Feng yang langsung mengarahkan jempol tangannya ke sudut bibit kanan Bella dan mengelap bekas saus yang tertinggal.


Feng yang duduknya mengarah ke Bella ketika membersihkan bekas saus yang tertinggal dari ujung bibir Bella. Bella yang mendapatkan perlakuan itu menjadi terbengong dan menatap wajah Feng yang sangat dekat di depannya.


"Seperti anak kecil saja." Ucap Feng yang menunjukkan jari jempol untuk menghapus saus yang tadinya terletak di ujung bibir Bella. Feng menunjukkan itu di hadapan Bella disaat wajahnya ada di depan wajah Bella dengan jarak kak 10 cm.


Bella memberhentikan mulutnya yang sedang mengunyah makanan dan memandang Feng seperti waktu sedang berhenti. Feng yang hanya beberapa detik menunjukkan jempolnya di hadapan Bella lalu duduk kembali di kursinya. Mereka berdua bersama-sama merasakan jantung yang berdetak dengan cepat karena hal itu.


Bella yang menelan makanannya kemudian mengambil botol minum yang ada di sampingnya bersamaan dengan Feng yang ingin mengatur kondisinya dengan mengambil botol minum yang berada di sampingnya. Tangan mereka berdua kembali tersentuh bersamaan mengambil botol minum dan wajah mereka kembali saling menatap.


Feng yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya langsung menarik tangan Bella dan mendaratkan bibirnya ke bibir Bella. Bella yang sangat terkejut membuat dirinya mendorong Feng dengan secara tidak sengaja menolak hal itu.


"Maaf, bukannya tidak ingin namun itu sangat tiba-tiba." Ucap Bella dalam hati.


"Aku baru saja makan lalu dia melakukan itu, itu sangat memalukan." Jawab Bella dalam hatinya dengan wajah yang menunjuk ke bawah untuk menahan malunya.


Sedangkan Feng yang merasa tindakannya ditolak oleh Bella melihat Bella yang sedang menundukkan kepalanya dengan wajah yang menurut Feng sangat imut.


"Bagaimana aku bisa marah jika wajahnya yang malu itu sangat imut." Jawab Feng dalam hatinya melihat Bella.


"Maaf jika aku melakukannya tanpa bilang." Jawab Feng.


"Tidak-tidak semua itu salah ku karena kaget." Jawab Bella yang langsung menjawab.


"Heheh, tidak apa-apa. Lain kali aku akan meminta persetujuan mu terlebih dulu." Jawab Feng yang mengelus kepada Bella dengan tangan kanan ya yang dibarengi dengan senyuman tulus penuh dengan kasih sayang kepada Bella.


Bella yang mendapat perlakuan sangat lembut dari Feng membuat jantungnya lebih berdetak dengan cepat dan merasa sangat bahagia mendapatkan perlakuan seperti ini. Bella hanya bisa menganggukan kepalanya karena dingin ingin menjawab seperti apa.


Beberapa detik Feng mengelus kepala Bella, dan mereka berdua tidak melanjutkan obrolannya seketika suasana menjadi hening untuk beberapa saat. Lalu, Bella yang merasa hal ini tidak benar membuat dirinya maju kembali untuk memecahkan suasana yang hening ini.


"Oh ya, sudah waktunya aku harus kembali." Jawab Bella.


"Iya." Jawab Feng yang kaget. Dan Bella langsung memakai masker nya dan juga topinya lalu keluar dari mobil dengan berjalan cepat meninggalkan Feng. Suasana hati Bella yang sangat kacau antara senang bercampur dengan malu karena telah menolak perlakukan Feng yang tadi.


"Dia pergi begitu saja sampai lupa ingin berpamitan kepadanya." Jawab Feng yang melihat Bella sudah pergi meninggalkannya.


"Hampir saja tidak bisa mengendalikan diri ini." Jawab Feng yang mengepal tangan kanannya dan melihat Bella terus menghilang dari pengelihatannya.


Bella yang berjalan dengan cepat dan sedang membawa nasi kotak yang sudah hampir habis isinya. Melihat tong sampah yang berada di depannya Dan meletakkan nasi kotak itu ke dalam tong sampah.


"Bella kenapa kau seperti ini, padahal ini bukan pertama kalinya Feng mencium mu. Biasanya kau yang agresif terlebih dulu tapi kenapa sekarang kau menolaknya. Bodoh, bodoh." Jawab Bella dalam hati ketika memasukkan nasi kotak itu ke dalam tong sampah.


Bella terus berjalan kearah tendanya lalu masuk dan duduk di depan meja rias. Melihat wajahnya yang memerah karena malu saat masker dan topi yang digunakan olehnya di buka. Bella memandangi wajahnya yang ada di depan cermin dengan tampilan wajah yang merah.


"Nona sudah kembali?" tanya Melly yang datang membawa beberapa stell pakaian yang akan digunakan dalam syuting hari ini.


"Bibi kenapa membawa banyak pakaian?" tanya Bella.


"Nona lupa? Hari ini akan ada syuting dengan iklim hujan." Jawab Melly yang mengingatkan Bella bahwa ada adegan dimana Bella akan terkena air hujan buatan dalam syuting hari ini.


"Oh." Jawab Bella menganggukkan kepalanya.


"Tunggu," ucap Melly yang meletakkan pakaian itu lalu berjalan menuju ke arah Bella. Melly meletakkan telapak tangannya ke atas kening Bella lalu meletakkannya ke atas kening miliknya untuk mengecek suhu Bella.


"Ada tidak demam? Tapi kenapa wajah anda memerah?" tanya Melly yang telah selesai memeriksa suhu badan Bella dengan menggunakan tangannya.


"Aku tidak demam Bi, hanya saja tadi cuaca di luar sangat panas sehingga membuat wajah ku memerah." Jawab Bella.


"Bagaimana mungkin wajahnya memerah karena matahari, bukannya ini sudah sore hari. Panasnya juga tidak terlalu panas hanya ada di temperatur 25 derajat?" tanya Melly dalam hati.


"Oh." Jawab Melly yang baru saja mendapatkan kesimpulan dari pertanyaan yang diajukan olehnya.


"Ini pasti karena bertemu dengan dokter Feng. Tapi sepertinya dia sangat ini sedang malu dan tidak ingin mengatakan yang sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berdua beberapa menit yang lalu saat bersama dengan dokter Feng." Jawab Melly dalam hatinya.


"Jadi aku harus menggunakan pakaian apa untuk syuting selanjutnya?" tanya Bella.


"Coba Anda ulangi dulu dialog yang ada di buku itu sehingga bisa mengingatnya." Jawab Melly.


"Oh iya, berapa menit lagi?" tanya Bella.


"Anda keluar tadi hanya menghabiskan waktu 20 menit sehingga masih ada waktu 20 menit lagi sebelum syuting dimulai kembali." Jawab Melly.


"Bi, bisa ambilkan aku botol air mineral?" tanya Bella.


"Tentu, tunggu nona." Jawab Melly yang pergi keluar dari tenda menuju ke dalam mobil mereka untuk mengambil air minum.


Bella yang sudah melihat Melly keluar dari tenda membuat dirinya menghembuskan nafas karena lega.


"Canggung sekali, hampir saja bibi Melly bertanya yang tidak harus aku jawab." Jawab Bella dalam hatinya.


Bella kembali melihat wajahnya di depan cermin dan membuat dirinya untuk lebih tenang sehingga dapat fokus menghafal kembali dialog yang akan digunakan olehnya dalam syuting hari ini.


"Ayo semangat dan fokus kembali." Jawab Bella bersuara kecil di depan cermin.


Setelah itu, Melly memberikan minum kepada Bella. Dan Bella meminum ya dan kembali fokus terhadap dialog yang akan di baca olehnya nanti.