Junior Sandreas

Junior Sandreas
Diskusi Racun Darah: Feng dan Max



Jangan Lupa Like Bab Yang Tertinggal, jangan sampai ke asyikan baca lupa ngelike wkwkkw😂😂😂🙏🙏🙏🙏🙏


"Kakek, ada yang ingin aku tanyakan kepada mu." Ucap Feng yang mengeluarkan sebuah sampel racun darah dari saku kantong jas miliknya.


Feng meletakkan sampel itu di atas meja di hadapan mereka berdua.


"Apa itu?" tanya Max yang baru melihat sebuah alat kecil seperti kapsul tapi tidak seperti kapsul.


"Ada seseorang yang merakit sebuah bom yang berisi kapsul racun darah." Ucap Feng.


"Racun darah?" tanya Max dan dokter Mugu bersamaan.


Suasana menjadi tegang di mana Max dan dokter Mugu saling bertatapan dan membuat Feng bingung dengan ekspresi terkejutnya mereka berdua.


"Iya racun darah. Kakek pernah memberi tahu ku tentang resep racun darah yang tidak pernah diperbolehkan untuk di racik lagi. Dan hanya 5 orang yang mengetahui itu selain diri mu. Aku, dokter Max, dan 3 orang dokter tentara itu." Ucap Feng yang melanjutkan ceritanya namun tetap melihat wajah Max dan juga dokter Mugu yang saling menatap dirinya


"Ada apa dengan raut wajah kalian berdua? Apakah aku ada salah berkata?" tanya Feng.


"Dari mana kau mendapatkan ini?" tanya Mereka berdua dengan kompak dan kembali membuat mereka berdua saling menatap karena mengajukan pertanyaan yang sama. Hal ini juga membuat bank yang menatap arah Max kemudian ke arah Kakeknya. Max heran dengan pertanyaan mereka berdua.


"Kenapa kalian bisa bertanya hal yang sama?" tanya Feng.


"Jawab saja." Jawab mereka berdua lagi bersamaan.


"Kenapa kalian ingin tau?" tanya Feng dengan wajah yang heran namun di balas dengan ekspresi Max dan dokter Mugu menerima jawaban dari Feng.


"Baiklah aku cerita. Hentikan ekspresi kalian." Jawab Feng lalu di balas dengan anggukan kepala oleh Max dan Dokter Mugu.


"Beberapa waktu yang lalu aku menangkap seseorang yang telah mengikuti pacarku. Aku mengintrogasi orang itu dan...." Feng menceritakan kejadian saat dia menemukan bom kapsul di temukan olehnya pada orang itu.


Namun, Feng tidak ada menceritakan tentang identitas Bella. Dia hanya menceritakan Bella dengan nama pengganti my princess atau pacarku. Max dan dokter Mugu juga tidak terlalu fokus pada Bella, mereka lebih fokus pada racun darah itu.


"Jadi karena kau menemukan hal ini membuat mu segera kemari?" tanya Max.


"Bukan Uncle. Penemuan racun darah ini sudah lama namun yang membuatku datang kemari adalah saat aku mengetahui orang yang aku tangkap itu dibunuh oleh seseorang yang tidak di ketahui identitas ya. Dan dia membunuhnya dengan racun darah ini." Ucap Feng.


"Maksudnya?" tanya Max.


"Seperti yang sudah aku ceritakan tentang penangkapan seseorang itu yang telah aku introgasi. Dia adalah orang suruhan untuk mencelakai my princess. Dengan melukai my princess, dia akan diterima oleh anggota tersebut. Karena dia telah mengatakan segalanya dengan jujur kepadaku dan aku ingin mengetahui siapa dalang dari semua ini sehingga ia aku bebaskan. Tanpa sepengetahuan dirinya, aku memerintah anggota untuk menjadi mata-mata pada dirinya." Jawab Feng.


"Jadi, kau melepaskannya dan mencari dalang dari semua ini darinya?" tanya Max.


"Iya. Aku berjanji akan mengampuni nyawanya dan mengantarkannya ke sebuah tempat yang mungkin tidak diketahui orang lain. Namun yang terjadi malah sebaliknya." Jawab Feng.


"Jadi mereka pergi ke tempat kejadian untuk memastikan bahwa lelaki itu sudah mati namun tidak menemukan ya. Bahkan jika lelaki itu masih hidup pasti gprs menunjukkan keberadaannya. Tapi ini tidak ada dan membuat mereka curiga?" tanya Dokter Mugu.


"Iya kakek. Lelaki itu bekerja kembali di perusahan terdekat di tempat tinggal barunya sebagai office boy. Tapi baru seminggu ia bekerja, dia meninggal di rumah kontrakannya dan setelah sampel darah yang aku teliti, dia terkena racun darah itu juga." Jawab Feng.


"Jadi itulah alasan mu datang kemari dengan segera untuk mencari tahu tentang racun darah." Jawab Max.


"Iya. Karena aku ingat bahwa hanya kakek dan beberapa orang yang mengetahui tentang racun darah ini. Aku ingin mengetahui siapa mereka sebenarnya termasuk kau uncle Max." Jawab Feng.


"Kau mencurigai ku?" tanya Max


"Tentu, tapi entah mengapa hati ku berkata tidak. Tapi pemikiran ku tetap saja mencurigai orang-orang terdekat." Jawab Feng.


Keadaan menjadi serius dan hening. Feng mulai serius dan memberikan tatapan tajam kepada Max.


"Max datang juga karena racun darah ini. Kalian berdua datang karena racun darah ini." Jawab dokter Mugu yang mengambil sampel di atas meja dan memeriksa nya dengan melihat jelas bungkus sampel plastik itu.


"Apa?" tanya Feng yang terkejut.


"Iya." Jawab Max dengan menganggukkan kepalanya.


"Kasus ku hampir sama dengan mu. Kau kenal dengan Jack Sandreas? Seseorang yang kau takuti waktu kecil di mana pertemuan kedua kita aku bersama dengannya?" tanya Max.


"Iya, aku masih ingat sekali aura membunuh yang di pancarkan olehnya." Jawab Feng.


"Anak bayi yang di bawa oleh kami berdua waktu itu sudah tumbuh menjadi lelaki remaja. Anak Jack juga mengalami hal yang sama seperti pacar mu alami. Dia di ikuti oleh seorang pembunuh bayaran yang membunuh dirinya sendiri dengan memakan racun darah ini sebelum habis di introgasi." Jawab Max.


"Apa? Bagaimana cerita detailnya?' ucap Feng yang bertanya lagi.


"Sebenarnya Jack memiliki 3 orang anak, 2 orang putra dan 1 orang putri. 2 di antarannya adalah anak dari abang kandung ya, John. Tapi karena kematian John dengan istrinya yang begitu cepat membuat Jack harus mengurus kedua anak itu dan menjadikan sebagai anaknya sendiri hingga akhirnya dia menikah dengan Caca dan mendapatkan 1 orang putra. " Jawab Max menjelaskan awalnya dulu.


"Kedua putra Jack ini menemukan racun darah yang ada kaitannya dengan putera kandung Jack dan tidak sengaja di temukan oleh salah satunya juga dalam suatu kejadian................ Begitulah singkat cerita nya racun darah ini adalah sebuah petunjuk yang harus kami ketahui lebih jauh." Jawab Max yang menjelaskannya dengan singkat tanpa terlalu detail tentang siapa Kenzo dan juga Kriss.


Max hanya menceritakan kejadian singkat atas penemuan racun darah ini. Feng mendengarkan dengan baik cerita yang dijelaskan oleh Max.


"Jadi apakah kita memiliki musuh yang sama?" tanya Feng.


"Entahlah. Sama seperti mu, uncle hanya ingin melindungi keluarga Sandreas. Sedangkan kau ingin melindungi pacar mu." Jawab Max.


"Lalu apa saja petunjuk yang sudah Uncle temukan?" tanya Feng.


"Kau sudah tidak curiga lagi kepada ku sepenuhnya?" tanya Max memastikan pemikiran Feng.