Junior Sandreas

Junior Sandreas
Membunuh Dev: Bella Sandreas



"Tapi jika kau bertanya aku apakah akan tetap di sisi mu? Aku akan selalu menemanimu hingga akhir hayat, karena sejak dulu aku punya prinsip bahwa mencintai seorang lelaki selain ayah dan saudara laki-laki hanya cukup sekali seumur hidup." Jawab Bella.


"Terima kasih telah menerimaku dalam segala hal yang ada pada diriku. Aku sangat bersyukur." Ucap Feng dengan memeluk Bella.


"Oh ya, rahasia apa yang ingin kubicarakan kepadaku?" tanya Feng.


Saat Bella ingin mengungkapkannya tiba-tiba, Rom datang dengan napas yang terengah-engah.


"Bos, ternyata kau disini?" tanya Rom dengan melakukan posisi tubuh seperti sedang rujuk. Rom mengatur napasnya.


"Ada apa?" tanya Feng kemudian Rom memberi kode.


"Tidak apa-apa, dia sudah mengetahui hal ini." Jawab Feng.


"Semua bahan mentah untuk perusahaan Dev berhasil kita hancurkan seminggu yang lalu dan saat ini ia sedang bekerja sama dengan seseorang dari kota B. Sehingga dia meluncurkan produknya lagi ke pasar. Jika sampai produk ini di tangan konsumen akan benar-benar gawat." Jawab Rom.


"Kenapa baru mengatakan hal ini? Princess sepertinya pembicaraan kita sampai di sini saja. Ayo kita kembali!" Ucap Feng dengan memegang tangan Bella untuk berdiri dan turun dari bebatuan menuju ke rumah.


"Beritahu aku selengkapnya nanti." Jawab Feng.


"Baik bos. Aku menyiapkan mobil," jawab Rom.


Feng dan Rom pergi dengan alasan ada pasien yang sedang gawat darurat membutuhkan Feng.Yang mengetahui alasan sebenarnya hanya Bella. Feng sudah mengatakan kepada anda untuk merahasiakan hal ini.


"Hati-hati dan jangan sampai terluka." bisik Bella sebelum Feng masuk ke dalam mobil dan Feng hanya tersenyum sambil mengelus kepala Bella.


"Tenang saja, kami akan menjaga cucu menantu disini


" Jawab Yen.


Setelah kepergian Feng dan Rom malam itu, Bella tinggal dengan Yen, Xi dan Priscilla. Dan malam itu juga Melly tiba.


"Ceritakan dengan detail apa yang terjadi." Jawab Feng saat di dalam mobil.


"Aku baru saja dapatkan berita dari orang kita bahwa Dev diam-diam memiliki plan B sehingga malam ini dia akan mengirimkan beberapa obat-obatan di beberapa titik klinik dan apotik terdekat. Sebagai orang-orang kita sedang mengawasi beberapa mobil yang ada di pabriknya dan sebagiannya lagi sedang menyelidiki siapa pemasok bahan mentah itu di kota B."


"Baiklah, kita hentikan dulu obat-obatan itu agar tidak dikonsumsi oleh orang lain. Dia memang bandar narkotika yang handal. Padahal perkebunan dan gedung yang sudah kita runtuh kan dengan tanah agar ia tidak melakukan tindakan itu lagi. Dia mempermalukan bidang farmasi." Jawab Feng.


"Iya bos, yang lebih parah dari informasi yang kita dapat adalah obat lambung yang saat ini memang benar-benar banyak dicari orang orang di masukan narkotika olehnya." Jawab Rom.


"Dia memang brengsek. Aku yakin ada orang dibalik semua ini yang menjadi penyokongnya selama ini. Karena sudah bolak balik kita melakukan hal ini, tetap saja dia bisa berdiri lagi." Jawab Feng


"Apakah tidak sebaiknya kita membunuhnya saja?" tanya Rom.


"Aku tidak ingin membunuhnya dengan begitu mudah. Aku ingin dia merasakan kehidupan orang yang ingin mati namun tidak bisa." Jawab Feng.


"Tuan, ada satu hal lagi yang aku lupakan untuk melaporkan kepadamu." Jawab Rom.


"Apa itu?" tanya Feng.


"Apa kau bilang?" tanya Feng.


"Iya tuan. Saat ini formula itu sedang di buat oleh mereka, belum di kemas. Sehingga orang suruhan kita masih memantaunya. Dan lokasi itu berbeda dengan pabrik pembuatan Dev yang baru." Jawab Rom.


"Kirimkan aku lokasi pembuatan itu." Jawab Feng.


"Baik bos."Jawab Rom.


Mereka tiba di depan pabrik baru Dev, Feng dan para anggotanya sudah berkumpul di tempat itu dan telah menyiapkan segala senjata untuk siap menyerang. Pabrik itu terdapat di tengah perkebunan karet.


"Lakukan yang terbaik. Dan jangan lupa keselamatan kalian yang lebih penting." Jawab Feng.


"Baik bos.


Mereka menggunakan tangan kosong dan juga beberapa botol yang berisi asap bius. Dalam waktu setengah jam mereka telah mengalahkan penjaga di depan pabrik. Dan karena ketahuan oleh seseorang penjaga yang berada di ketinggian pohon, anggota Feng harus menggunakan pistol.


Suara tembakan memicu musuh mereka mengetahui ada bahaya. Mereka menyerang kembali pasukan Feng. Dan Pasukan Feng melanjutkan pertarungan dengan menggunakan senjata.


Pertarungan semakin sengit. Feng di lindungi mereka untuk masuk ke dalam pabrik hingga akhirnya, Feng berhadapan dengan Dev. Orang yang mengawal Feng dan Dev sama-sama mengangkat tangannya dengan menodongkan pistol ke pada masing-masing musuh.


"Siapa kalian yang berani-beraninya melakukan hal ini kepada perusahaan kami? atau jangan-jangan kalianlah yang telah merusak beberapa pabrik di masa lalu?" tanya Dev.


"Pabrik mu menang Sudah selayaknya Untuk dihancurkan oleh kami sebelum dihancurkan oleh orang lain maupun hukum yang ada di negara ini." Jawab Feng.


"Tunggu, apa aku telah menyinggung kalian?" tanya Dev.


"Masih ingat bagaimana kamu merencanakan kecelakaan aku dan istri mu? Semua itu kau lakukan untuk mendapatkan an-nas Al waris yang akan diberikan oleh anakmu, Priscilla?" tanya Feng.


"Kau?" tanya Dev.


"Kau sudah lupa dengan ku?" tanya Feng lagi dengan memberikan wajah yang dendam.


"Tatapan itu, kau Feng?" tanya Dev.


"Sekarang kau baru ingat. Sudah tiada lagi kata-kata yang harus aku ucapkan selain mengambil semua yang kau punya." Jawab Feng dengan menembak dada kanan Dev. Di susul dengan Rom dan pasukannya cepat menarik pelatuk dan menembakkan pengawal Dev. Mereka yang kalah cepat terluka akibat tembakan.


Sebelum membalas hal itu anggota Feng langsung menembak kembali untuk membunuh pengawal Dev. Pistol yang di pegang oleh Dev terjatuh, tangannya memegang dadanya yang tertembak. Darah segar keluar dari dari yang tertembak dan rasa sakit akibat peluru yang masuk. Feng tidak memberi jeda pada Dev dengan memberikan tembakan kedua di arah kaki sebelah kanan.


"Dasar psikopat." Teriak Dev dengan kesakitan.


"Siapa yang membuatku seperti ini jika bukan kau?" Jawab Feng mendekati Dev.


"Sekarang kau sudah tua, dan lihatlah seluruh pengawal mu sudah aku kalahkan Dan terimalah kekalahan ini. Aku akan membuatmu menderita seumur hidup." Jawab Feng.


"Hahahah, aku masih ingat bagaimana ibumu memohon kepadaku untuk tidak membunuh. Saat itu ibu mu sudah aku paksa hingga ia bisa menikah denganku....." Jawab Dev membuat Feng mengubah prinsipnya. Feng yang begitu emosi dengan cerita dari Dev membuatnya menembakkan beberapa kali ke arah perut Dev hingga menyaksikannya pada hembusan napas terakhir.