
Episode Krissta Sandreas
Semua orang benar-benar heran tentang apa yang dilakukan oleh Kriss di detik-detik terakhir. Namun Kriss hanya mengerem sepeda motornya ketika sampai di garis finish. Membuka kaca helm ya dan menoleh ke belakang melihat peserta lainnya yang berada di belakangnya. Kriss tersenyum namun tidak terlihat karena masih menggunakan helm. hanya matanya dan separuh hidungnya yang terlihat oleh orang lain.
"Tuan ini hasil mu." Ucap seseorang yang memberikan kepada Kriss.
"Ini, Aku hanya mengambil uang yang aku berikan pada mu di awal tadi. Selebihnya aku tidak membutuhkan. Terima kasih telah memperbolehkan ku." Jawab Kriss yang mengambil uang yang senilai dengan uang yang pernah di berikan oleh di awal.
"Kenapa?" tanyanya namun Kriss sudah menghidupkan sepeda motor ya lalu meninggalkan tempat itu dengan cepat.
"Dasar aneh, siapa dia sebenarnya?" tanya orang itu yang sedang terbengong dengan memegang uang dan melihat Kriss yang sudah menjauh.
Penonton yang hadir melihat semua itu sedang bertanya-tanya kepadanya, siapa pria berhelm hitam itu. Bukan hanya penonton tapi peserta lainnya juga bertanya tentang identitas lelaki itu. Semua orang tidak dapat menjawab pertanyaan siapa Kriss, namun seseorang lelaki yang juga salah satu pembalap yang ikut serta dalam pertandingan tadi angkat bicara setelah sejak tadi hanya diam dan memperhatikan situasi.
"Seperti ya aku tau siapa dia?" ucapnya.
"Siapa?" tanya semua orang yang menjadi diam dan memperhatikan lelaki itu. Wajah mereka semua mengharapkan jawaban.
"Aku pernah mendengar sebuah desas-desus pembalap yang di sebut dengan kuda hitam."
"Kuda hitam?"
"Ia, seorang pembalap yang tidak di ketahui identitasnya. Sebutan itu di berikan kepadanya karena apa yang di lakukan ya sama seperti ini. Tiba-tiba datang dan ikut serta dalam pertandingan balap. Dan setelah memenangkan ya dia akan pergi begitu saja. Karena selalu menggunakan warna hitam dan karena kecepatannya itu dia di sebut sebagai kuda hitam."
"Ia aku juga pernah dengar tentang pria berkuda hitam. Dia menjadi pembicaraan hangat setahun ini."
"Iya aku juga baru ingat. Bahwa ada yang membicarakan hal seperti ini."
"Jadi orang yang datang tadi adalah si kuda hitam?"
"Iya, tidak salah lagi. Tadi dia hanya mengambil uang yang di berikan kepada mu di awal. Dan tidak mengambil uang yang lebih atau kurang dari tangan mu walaupun dia sudah memenangkan hal ini."
"Iya."
"Sudah di pastikan itu adalah dia. Dia memang seperti itu, seperti yang telah di rumor kan."
"Aku jadi ingin mengetahui seperti apa wajah ya di balik helm hitam itu. Dan siapa sebenarnya dia."
"Aku juga."
Mereka semua yang ada di sana penasaran dengan Kriss.
*Flashback off*
Setalah Kriss menikmati suasana malam dengan mengingat kembali apa yang di lakukan ya sebelum di sekolah JS. Kriss kembali menghembuskan napas melihat air sungai yang begitu tenang.
"Ingin mencari di mana hal seperti itu di sini?" tanya Kriss yang sedang berfikir.
"Mau mencari tahu juga takutnya akan ketahuan oleh Daddy atau Abang Kenzo." Ucap Kriss yang berbicara sendiri.
Kriss berjalan ke arah sepeda motor yang berada sepuluh langkah dari ia berdiri. Mengambil helm hitam dan menggunakannya. Menghidupkan sepeda motor, memasukkan gigi dan menggerakkan gas melaju berjalan ke arah perbukitan.
Hingga akhirnya, Kriss sudah menjauh dari suasana kota menuju sebuah perbukitan menuju jalan hutan yang bisa menembus ke daerah pedesaan lalu perbatasan kota A ke Kota B.
Perbatasan kota A ke kota B adalah dengan bukit tinggi ini dan bukit kedua dengan jarak beberapa km dari pedesaan yang ada di tengah perbukitan itu. Kriss berjalan melaju ke jalan yang sepi. Di temani malam yang sunyi dengan angin yang cukup dingin menusuk kulit. Tapi di penuhi dengan keindahan malam yang indah . Bulan purnama dan bintang-bintang yang bisa di lihat dari bukit itu karena menjauh dari cahaya kota.
Kriss dengan pelan membawa sepeda motor ya dan menikmati perjalanannya melihat sekeliling yang di lewatinya. Walaupun hanya ada hutan belantara yaitu pohon-pohon yang berjajar dari kanan dan kiri jalan. Dan beberapa jurang yang dekat dengan jalanan. Kriss tetap tersenyum menikmati ini.
"Aku rindu dengan aroma hutan. Berisik ya suara binatang malam dan juga menikmati malamnya bulan purnama di hutan seperti ini." Ucap Kriss dalam hati.
Tiba-tiba ada 4 mobil yang mendahului Kriss dengan kecepatan yang berantakan dan hampir saja menabrak Kriss.
"Cepat bos, kita sudah dekat dengannya."
"Ia, ini juga tempat yang bagus. Tidak ada orang yang akan melewati jalan ini di jam seperti ini."
"Kita harus hentikan dia segera."
"Jangan membuatnya lolos."
"Iya. Ayo segera susul dia dan beraksi."
Di sisi lain mobil silver.
"Tuan Zen, kita sepertinya memang di ikuti dua mobil hitam itu sejak tadi tuan. Dan mereka sepertinya sudah mulai berakhir."
"Tidak apa-apa. Kita percepat aja untuk melaju." Jawab Zen.
"Baik tuan." Jawabnya
Mereka berlomba-lomba dalam melaju di perjalanan sehingga tidak ada keteraturan dalam berkendara. Kriss menyaksikan hal itu dan belum peduli untuk maju mengikuti. Kriss hanya terus memperhatikan dari kejauhan.
"Tuan bagaimana? Kita tidak bisa lolos dari mereka."
"Entah siapa mereka dan apa mau mereka. Sebisa mungkin kita harus lolos dari mereka."l Aku punya firasat mereka bukanlah orang baik-baik." Jawab Zen.
"Baik tuan."
10 meter di depan Kriss melihat sebuah mobil yang di ikuti dengan 3 mobil dengan jalan yang tidak teratur yang sudah melewatinya tadi. Semua orang bisa melihat dan menyimpulkan bahwa mobil silver itu sedang di kejar oleh 3 mobil hitam. Mobil-mobil itu berkendara tidak beraturan di jalan. Ke kanan dan ke kiri dengan kecepatan yang juga tidak teratur.
"Mobil itu?" tanya Kriss yang melihat dengan jelas.
Satu mobil hitam yang mengejar mobil Silver berhasil berada di depan. Posisi mobil silver tidak lagi berada di paling depan melainkan berada di posisi tengah antara mobil hitam yang ada di depan dan di belakang mereka. Mobil silver tetap melaju untuk meloloskan diri. Namun mobil hitam yang ada di depan selalu menghalanginya.
Jika mobil Silver mengambil arah ke kanan, mobil hitam yang di depan juga ke kanan untuk ngeblock jalan. Jika mobil silver mengambil arah ke arah kiri, mobil hitam yang di depan juga ke kira untuk ngeblock jalannya. Jadi mobil silver yang di bawa supir Zen tidak dapat lolos dari mereka.