
Episode Kenzo Sandreas
Kenzo membaringkan ke atas kasur dan hampir saja mencium Zhafira karena tangannya di tarik oleh Zhafira begitu saja. Kenzo langsung menahan dengan tangan kanan karena tangan Kiri yang di tarik oleh Zhafira.
"Kau sedang menggoda ku? Apakah ini hanya taktik mu dalam berpura-pura tidur?" tanya Kenzo yang melihat wajah Zhafira di depannya.
"Jangan, jangan pergi. Jangan tinggalkan aku ibu. Mereka semua jahat. hiks...hiks...." Ucap Zhafira yang memeluk tangan kiri Kenzo dan mengigau seperti itu.
"Dia mengigau?" tanya Kenzo dalam hati.
"Ibu...." panggil Zhafira lagi.
Beberapa menit Kenzo duduk di samping Zhafira, tangannya yang masih di peluk oleh Zhafira dan tidak terlepas. Kenzo yang merasa tidak tega duduk di samping Zhafira dan memperhatikannya.
"Seorang wanita yang seharusnya penuh dengan kasih sayang dan juga kemanjaan harus mengalami hal yang tidak bisa di bayangkan oleh setiap wanita lainnya. Kau wanita tangguh yang hingga saat ini masih bisa bertahan. Tidak pernah mengeluh bahkan memasang wajah masam di hadapan orang lain. Yang ada hanyalah sebuah senyuman dan keceriaan yang tergambar dari wajah mu sehari-hari." Jawab Kenzo dalam hati sambil mengelus kepala Zhafira dengan lembut lalu menghapus air mata Zhafira yang keluar dari kedua matanya yang tertutup dalam keadaan tidur.
Setelah melakukan perlakuan itu, Zhafira berhenti dengan sendirinya. Dan tertidur seperti biasanya. Melepaskan tangan Kenzo yang di peluknya dan menggeser kan tubuhnya ke arah kanan dan memeluk bantal guling yang memang ada d kasur itu sejak tadi.
Kenzo yang terlepas dari pelukkan Zhafira, ia berdiri dan membantu Zhafira untuk membenarkan bantal guling yang di peluknya dan menarik selimut ke atas tubuh Zhafira. Kenzo menyelimuti Zhafira dengan baik. Kemudian itu pergi meninggalkan Zhafira di dalam kamar setelah mematikan lampu kamar.
Kenzo kembali ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil berfikir.
"Apa yang membuat Zhafira merubah fikiran ya untuk tidak membalaskan dendam ya kepada keluarga Shen. Kenapa dia harus berpura-pura dengan mereka? Apakah dia benar-benar polos atau memang ada rencana lain?"
"Tapi saat aku mendengar semua yang mereka bincang kan di saat aku tidak ada, wanita ini benar-benar baik. Setelah di sakiti seperti itu tetap saja lembut memperlakukan musuhnya." Jawab Kenzo yang terus berfikir.
"Tapi kenapa hati ku merasa sakit ketika dia di tindas oleh mereka? apakah ini benar-benar rasa suka atau hanya rasa iba?" tanya Kenzo.
Memikirkan segala hal yang terjadi, Kenzo terus berfikir dan ingin mendapatkan kesimpulan namun fikiran dan hati tidak sejalan. Kenzo yang lelah memejamkan matanya.
"Matikan." Ucap Kenzo untuk mematikan lampu di dalam kamarnya. Dan ia pun tertidur dengan cepat.
******
Pagi hari, suara ketukan pintu di kamar Zhafira. Ternyata seorang pelayan wanita yang mengetuk pintu Zhafira dan membangunkannya.
"Nona bangun." Ucap pelayan yang membangunkan Zhafira kemudian Zhafira membuka pintu. Dengan wajah yang baru saja bangun tidur dan melihat wajah yang tidak di kenali olehnya.
"Non, saya pelayan yang di utus oleh tuan muda Kenzo untuk mengurus Anda." Jawabnnya.
"Tidak perlu. Aku bisa mengurus diri sendiri." Jawab Zhafira yang berfikir bahwa pelayan ini akan memandikan dirinya. Dan mengurusnya seperti anak kecil. Bayangan itu tergambar dari pemikiran Zhafira.
"Tidak seperti itu Nona, saya akan menyiapkan air hangat untuk anda mandi." Ucapnya masuk begitu saja menuju toilet untuk menyiapkan air hangat di bathtub. Zhafira yang mengikuti da melihat pelayan ini melayani dirinya.
"Silahkan Anda mandi, saya akan pergi menyiapkan pakaian Anda." Ucap ya dengan memberikan hormat dan mempersilahkan Zhafira masuk ke dalam toilet.
"Nona segeralah mandi, tuan muda Kenzo sebentar lagi akan menunggu Anda di meja makan." Jawabnya.
"Iya iya." Jawab Zhafira terburu-buru.
"Pelayan itu sudah pergi?" tanya Zhafira dalam hati.
Zhafira segera berhias dan menggunakan pakaiannya. Lalu suara dari balik pintu terdengar sehingga Zhafira dengan cepat merapikan dirinya di depan kaca.
"Tuan Muda sudah menunggu di meja makan." Ucap pelayan.
"Iya sebentar lagi siap." Ucap Zhafira kemudian keluar dari kamar dan berjalan bersama dnegan pelayan menuju ruang makan.
Kenzo sudah berada di meja makan dengan pakaian rapinya. Ia melirik Zhafira yang tiba di dekatnya. Dan pelayan memberikan tempat duduk Zhafira di dekat Kenzo dengan menarik kursi yang berada di samping kanan Kenzo.
"Silahkan nona!" ucap pelayan ketika menarik kursi.
"Terima kasih." Jawab Zhafira.
"Sarapan lah." Ucap Kenzo dengan dingin dan di jawab dengan Zhafira anggukan saja.
Suasana hening terjadi hingga mereka berdua selesai makan. Zhafira juga bingung harus berkata apa karena Kenzo hanya diam menikmati makanan di depannya. Dan setelah makan Kenzo mengambil sapu tangan dan mengelap mulutnya.
"Jelaskan pada ku prilaku mu di rumah Shen?" tanya Kenzo.
"Penjelasan apa?" tanya Zhafira.
"Kau mengatakan pada ku untuk membela akan dendam kepada mereka semua tentang apa yang telah kau alami. Namun kenyataannya kau tidak berani melakukan hal itu?" tanya Kenzo.
"Lalu menurut mu memberikan mereka uang yang cukup besar untuk menyingkirkan mereka?" tanya Zhafira.
"Tidak. Biasanya aku menyelesaikan masalah seperti itu dengan membunuh mereka atau menyiksa mereka di ruang introgasi." Jawab Kenzo dengan enteng ya.
"Maksudnya kau psikopat?" tanya Zhafira.
"Tidak semua manusi bisa di perlakukan seperti manusia. Terkadang mereka lebih mengerikan dari cerita iblis. Manusia itu adalah makhluk yang mengerikan. Jika kau tidak membunuh maka kau yang akan di bunuh. Begitulah sistem rimba yang terjadi di lingkungan ini." Jawab Kenzo yang membuat Zhafira berfikir untuk memikirkan ya.
"Aku bukan tidak ingin membalaskan dendam mereka. Tapi semua bukti telah kau hilangkan." Jawab Zhafira.
"maksud ya?" tanya Kenzo.
"Mereka sudah di bunuh oleh mu saat menyelamatkan ku. Dan juga, aku tidak memiliki bukti tentang kejahatan lainnya dari mereka." Jawab Zhafira.
"Yang akan menjadi milik ku akan tetap menjadi milik ku." Jawab Zhafira dengan wajah yang serius.
"Tapi aku berterima kasih kepada mu karena kemarin malam datang tepat waktu untuk membantu ku. Anggap saja kemarin adalah Zhafira yang dulu. Aku harus membalas Budi kepada mereka untuk hal-hal kecil yang aku dapatkan di masa lalu." Jawab Bella lagi dengan melihat Kenzo dengan melipat tangannya.
"Lalu apa rencana mu selanjutnya?" tanya Kenzo untuk mengetahui kepercayaan diri Zhafira ini sampai mana dengan nada yang tetap dingin dan membalas tatapan Zhafira yang tertuju pada dirinya.
Jangan lupa di like dulu😂 sebelum ke episode selanjutnya ya. atas dukungannya terimakasih ❤️🙏