Junior Sandreas

Junior Sandreas
Racun Darah Yang Sama



Salam Bahagia β˜ΊοΈπŸ™


Salam RinduπŸ€—β€οΈ


Bagaimana kabarnya readers? Semoga dalam keadaan sehat dan juga selalu bahagia. Author hanya akan memberikan kabar bahagia, Author tidak janji akan up tiap hari 2 Episode. Tapi author usahakan.


Mohon doanya dan dukungannya selalu, walaupun author lagi sibuk belajar untuk ikutan CPNS. Tapi author berharap tidak mengecewakan readers untuk memberikan yang terbaik.


Jangan lupa like, komentar, vote, point' dan doanya semuanya para readers Wichan. tanpa kalian akubtidak bisa apa-apa πŸ˜‚πŸ™πŸ™πŸ™


selamat menikmati episode bonusnya ❣️


.


.


.


.


Jadi sebenarnya, bom itu tidak membahayakannya tapi itu hanya sebagai pengalihan yang sebenarnya adalah racun darah itu sendiri."


"Pantas saja aku merasa apa yang aku lakukan sudah benar, tapi ternyata kita telah merendahkan pemikiran licik ya ini." Jawab Max yang sedang berdiri dan memegang buku.


"Jadi dia sudah menderita terlalu lama?" tanya Kenzo yang mengepalkan tangan kanannya di mana tangan kirinya masih memegang dua lembar kertas itu.


"Tapi kenapa hasilnya ada dua lembar? Apakah Anda mengulangi hasil pemeriksaannya sekali lagi?" tanya Riki.


"Aku baru ingat jika tidak kau yang mengatakannya Riki." Jawab Max.


"Kenapa?" tanya Kenzo dan Riki bersamaan.


"Sebenarnya itu adalah dua sampel yang berbeda dari asal usulnya." Jawab Max.


"Maksudnya?" tanya Kenzo dan Riki bersamaan lagi.


"Semalam aku baru mendapatkan paket sampel itu dari Kriss. Mungkin sudah beberapa hari yang lalu di kirimkan olehnya, dan baru saat pagi aku langsung memeriksanya tapi mendapatkan telpon dari mu. Aku sudah memeriksanya dan meletakkan hasil di meja saja dan buru-buru datang ke markas." Jawab Max menjelaskan.


"Jadi tadi saat aku mendapatkan hasil dari sampel Erik, aku juga berfikir untuk membuka hasil yang aku dapatkan tadi pagi. Tidak menyangka hasilnya sama dengan milik mu " Ucap Max dengan penjelasan dia lagi.


"Jadi maksud Uncle, Kriss juga mengirimkan sampel racun darah ini?" tanya Kenzo.


"Iya." Jawab Max.


"Apa yang di katakan oleh Kriss di dalam map itu?" tanya Kenzo.


"Tidak ada hanya sebuah kalimat meminta pertolongan kepada ku untuk memeriksa sampel darah ini kepada ku dan mengirimkan hasil ya segera." Jawab Max.


"Kenapa ini bisa sama? Apakah ini ada hubungannya?" tanya Kenzo.


"Aku juga menduganya seperti itu." Jawab Max, Max yang mengambil ponselnya dan menelpon Jack.


"Ada apa?" tanya Jack dimana Max menekan tombol speaker di ponselnya.


"...." Max menjelaskan dengan detail kejadian hari ini yaitu hasil yang di dapat oleh ya.


"Bagaimana mungkin ada racun darah?" tanya Jack.


"Aku juga berfikir seperti itu. Racun ini hanya ada di kalangan tentara atau organisasi pembunuh. Dan aku juga mengingat bahwa guru ku sudah lama meninggal. Tidak ada yang bisa membuatnya lagi sesuai dengan dosis yang di berikan oleh guru. Bisa di katakan tidak ada orang yang berani untuk meneliti ini karena bisa mengakibatkan dirinya sendiri terbunuh kecuali guru." Jawab Max.


"Racun ini juga sudah lama tidak di gunakan lagi di mana pun, kenapa sekarang bisa muncul lagi? Ini sudah 25 tahun yang lalu?" tanya Jack.


"Apakah begitu bahaya?" tanya Kenzo.


"Max, sepertinya kau harus ke tempat itu kembali dan mencari informasi apa yang sebenarnya terjadi. Bagaimana resep itu bisa di gunakan oleh orang lain bahkan sudah bisa di modifikasi menjadi racun yang perlahan-lahan mematikan?" Ucap Jack.


"Kau benar, seperti aku harus pergi sendiri menyelidiki hal ini." Jawab Max.


"Aku mengandalkan mu." Jawab Jack.


"Apakah begitu serius?" tanya Riki lagi.


"Riki, cari dimana pun informasi tentang Ho. Aku ingin semua orang-orang kita di seluruh penjuru negeri ini untuk melacaknya. Jangan buang-buang waktu lagi. Aku ingin mengetahui siapa dia sebenarnya. Apa maksud dia mengirimkan hal ini kepada Kriss dan juga Kenzo." Jawab Jack.


"Jadi apakah ini akan membahayakan Kriss?" tanya Kenzo.


"Kau tenang saja Ken, adik mu tidak selemah yang kau kira. Apakah kau lupa bahwa dia memiliki tubuh yang spesial?" tanya Jack.


"Benar juga, tapi aku khawatir." Jawab Kenzo.


"Aku mengerti, beri tahu dia saja situasi ini. Dia akan mengerti dan lebih berhati-hati lagi. Tapi yang harus di ingat, rahasiakan hal ini dulu dari wanita-wanita kita." Jawab Jack.


"Aku mau kalian memperketat pengawasan untuk keluarga kita. Aku memiliki firasat yang buruk tentang penemuan kalian hari ini." Jawab Kenzo.


"Baik tuan, aku akan memberikan beberapa orang lain lagi untuk memantau keluarga Sandreas dari bayangan selama 24 jam." Jawab Riki yang akan memerintahkan anggota mereka bergantian menjadi pelindung bayangan keluarga Sandreas.


"Aku juga ingin kalian memperhatikan hal-hal yang terkait dengan kesetiannya. Aku punya firasat sepertinya ada pengkhianat lainnya yang berkerja sama dengan Ho itu. Tapi entah apa yang menjadi sebabnya baru ini mereka bertindak." Jawab Jack.


"Daddy mengatakan semua dalang ini adalah Ho?" tanya Jack.


"Mungkin hanya sebuah firasat dari logika kejadian yang terjadi kepada kalian." Jawab Jack.


"Baiklah, Besok aku akan segera berangkat ke tempat itu." Jawab Max.


"Iya. Ken, fokuslah pada masalah perusahaan. Aku tidak ingin ada hal apa pun yang terjadi di perusahaan. Bisa saja itu menjadi target mereka untuk menghancurkan awalannya." Jawab Jack.


"Aku mengerti Daddy." Jawab Kenzo.


"Baguslah. Walaupun perusahaan Sandreas hancur, tapi apa yang kita miliki akan bisa membangun lagi dari titik nol. Tapi semuanya tidak akan berarti. Dan yang terpenting adalah keselamatan kita semua." Jawab Jack.


"Oke Daddy." Jawab Kenzo.


"Oh ya, bagaimana dengan penyelidikan kematian Nenek dan Kakek? Aku lupa bertanya kepada mu tadi malam." tanya Jack


"Hanya masih pada ...." Jawab Kenzo yang menceritakan tentang penemuan email perintah dari IP yang berasal dari sekolah JS.


"Jadi begitu, entah mengapa aku yakin orang di balik ini adalah orang yang sudah mengamati kita cukup lama." Jawab Jack.


"Daddy, kenapa firasat mu kembali seperti dulu yang curiga pada orang sekitar." Jawab Kenzo.


"Entahlah, aku hanya mengatakan apa yang ada di fikiran ini. Ya sudah, kalian beri tahu aku perkembangannya.Ingat, temukan dulu Ho itu. Aku ingin mengetahui apa maksud dia dengan semua ini? Apakah dia adalah dalang sebenarnya atau masih ada lagi yang menjadi pendukungnya." Jawab Jack.


"Baik tuan besar." Jawab Riki.


"Ya sudah, bye." Jawab Jack mematikan ponselnya.


"Uncle akan bersiap-siap untuk berpergian besok. Kalian kembalilah ke perusahaan atau lebih baik kalian mampir dulu." Jawab Max


"Tidak perlu uncle. Aku ingin segera menelpon Kriss untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi padanya beberapa hari ini." Jawab Kenzo.


"Ais, kau selalu seperti itu. Baiklah, terserah kalian saja." Jawab Max.


"Aku pamit Uncle." Jawab Kenzo.


Kenzo meninggalkan laboratorium dan pergi meninggalkan rumah sakit.