
Zhafira yang sedang memikirkan sesuatu untuk membuat keputusan, Zhafira sedang berpikir tentang pembalasan dendam yang akan dilakukan atau memilih kebahagiannya sendiri.
"Ayah, Ibu, Daddy, Bunda, Kenzo dan Kak Leo, bisakah kalian mengizinkan ku untuk menghadiri acara pertunangan Damico dan Ceysi. Aku ingin memberikan kado perpisahan kepada mereka di hari terakhir mereka." Jawab Zhafira.
"Siapa mereka?" tanya Jasmine yang tidak mengenal.
"Mereka adalah keluarga yang telah membuat Putri kita menderita jika bukan pertolongan dari Kenzo mungkin kita tidak akan pernah bertemu dengannya." Jawab Richard.
"Jadi itu yang ayah ceritakan kepada kami?" tanya Leo.
"Iya." Jawab Richard
"Lakukan apa yang kau mau, Daddy sudah memberikan hasil penyelidikan tentang kematian ibu asuh yang berkaitan dengan Gion. File itu bisa dijadikan untuk kado istimewa atas pertunangan anak mereka." Jawab Jack Sandreas.
"Aku juga sudah mendapatkan beberapa bukti tentang Cai yang menjual Mu kepada CEO waktu itu." Jawab Kenzo.
"Kalian?" tanya Zhafira yang terharu mendengar pernyataan yang diberikan oleh Jack dan juga Kenzo.
"Aku juga akan ikut bersama mu." Jawab Leo.
"Iya, tidak ada yang bisa menindasmu lagi karena kau adalah putri dari kerajaan Leasse dan juga calon istri Kenzo Sandreas." Jawab Kenzo.
"Kalian, terima kasih." Jawab Zhafira yang meneteskan air mata.
Jasmine langsung memeluk Zhafira yang berada di sampingnya.
"Mereka memang pantas mendapatkan hal itu, biarkan hukum yang menjadi tempat terkahir mereka." Jawab Caca.
"Jika bukan karena bunda mu, mungkin saja aku sudah membunuhnya." Jawab Jack.
"Hubby." Jawab Caca dengan mata yang melotot.
"Iya, iya gak." Jawab Jack manja.
"Ia, jika menggunakan cara kami maka mereka sudah tidak ada di dunia ini. Ini semua karena Kakak ipar yang mengatakan untuk tidak mencampuri hidup dan mati seseorang." Jawab Richard.
"Aku setuju dengan Kakak Caca. Tapi aku ingin mereka tidak ingin hidup. Apa yang mereka lakukan harus menanggung semuanya dengan baik." Jawab Jasmine.
"Tenang saja bibi. Aku sudah menyiapkan media pers, pengacara uncle Jimmy, dan orang-orang kami yang berada di penjara. Aku juga sudah mengurus untuk memasukkan mereka ke dalam daftar hitam di kota ini." Jawab Kenzo.
"Pantas saja di katakan sebagai keluarga mafia terhebat di benua ini. Jadi beginilah cara mereka?" ucap Zhafira dalam hati.
"Baiklah kita berangkat besok pagi. Kalian pergilah untuk persiapan malam ini menghadiri acara itu." Jawab Richard yang mengeluarkan kartu ATM untuk Zhafira.
"Uncle aku masih sanggup untuk membiayai Zhafira." Jawab Kenzo.
"Kenzo, biarkan Richard memberikan itu karena untuk pertama kalinya dapat melakukan hal itu kepada Zhafira." Jawab Caca.
"Baiklah bunda." Jawab Kenzo.
"Kakak ipar memang yang terbaik. Aku mengerti bahwa keluarga Sandreas mampu membiayai anak ku. Tapi sebagai seorang ayah, aku ingin memberikan yang terbaik untuk putriku." Jawab Richard.
"Dan ingin menjadi Kakak terbaik untuk adik ku. Simpan saja ini untuk tabungan mu jika sewaktu-waktu Kenzo menyakitimu. Hari ini Kakak yang mentraktir mu. Benarkan Kenzo?" tanya Leo yang berdiri dan menarik Zhafira untuk pergi.
"Bunda, Daddy dan semuanya kami pergi." Jawab Kenzo yang berdiri.
"Anak itu memang suka jahil dan bermulut pedas." Jawab Richard.
Mereka tertawa bersama dan mulai bercerita kembali masa lalu dan juga beristirahat. Sedangkan Leo, Kenzo dan Zhafira pergi ke butik, salon dan toko perhiasan. Mereka pergi ke mall keluarga Sandreas agar lebih aman dan tidak ribet dari satu tempat ke tempat lainnya.
"Apa rencana mu?" tanya Leo saat mereka berdua sedang menunggu Zhafira berdandan.
"Aku ingin kau menjadi pengawal kami. Untuk berpura-pura, di sana pasti akan beberapa teman bisnis. Pasti aku akan meninggalkan Zhafira dan mengobrol bersama dengan mereka. Saat itu aku ingin kau menjaganya dan menunggu pertunjukan." Jawab Kenzo.
"Oke. Aku akan mengikuti rencana mu.
Semua tamu sudah datang, pertunangan ini di adakan di salah satu hotel terbesar milik keluarga dan Damico. Kenzo dan Zhafira memasuki ruangan dengan berjalan di karpet merah dan Leo di belakang mereka. Semua tamu memandang mereka karena saat itu, bagaikan Zhafira dan Kenzo sebagai peran uta dalam pesta pertunangan mereka.
"Lihat, bukan kah itu adalah Tuan muda Kenzo Sandreas dan itu Zhafira Shen tunangannya."
"Iya aku juga mendengar tentang rumor mereka di majalah dan berita. Jadi itu benar-benar? Habislah harapan ku ingin mendapatkan suami impian seperti Kenzo."
"Jadi benar bahwa Zhafira ada hubungan dengan keluarga ini? Pantas saja Gion bisa sombong."
"Akhirnya kalian datang?" tanya Gion yang langsung menyambut mereka.
"Tentu saja aku datang bersama dengan tunangan ku. Jika bukan karena dia, bukan level ku harus menghadiri acara seperti ini." Jawab Kenzo.
"Aku tidak menyangka bahwa tuan Kenzo bisa menghadirkan acara seperti ini, sudah menjadi kehormatan bagi kami bisa bertemu dengan mu."
"Iya kami juga."
Kenzo yang di kelilingi oleh para pembisnis yang sebenarnya tidak ia kenal itu. Tapi mau tidak mau Kenzo harus berbicara dengan mereka.
"Zhafira ikutlah dengan ku." Jawab Gion dan Cai menarik Zhafira dan berjalan di luar aula.
Kenzo dan Leo saling memberi kode, Leo mengikuti Zhafira.
"Aku kira kau tidak bisa membawa Kenzo ke acara ini, dengan begini kami bisa meminta mu untuk membuat Kenzo berinvestasi di perusahaan kita." Ucap Gion.
"Iya akhir-akhir ini perusahaan sedang butuh biaya dalam menjalankannya. Kau harus mengerti itu sebagai keluarga Shen." Jawab Cai.
"Di saat seperti ini kalian baru mengakui ku sebagai anak kalian? Yang menghabiskan uang itu adalah kalian, mengapa harus aku dan Kenzo yang harus menanggungnya?" tanya Zhafira.
"Kau? Kau anak durhaka?" Ucap Cai yang ingin melayangkan satu tamparan untuk Zhafira namun ditahan oleh Leo.
"Jangan berani-beraninya melukai nona Muda kami." Jawab Leo.
"Siapa kau?" tanya Cai dan Gion.
"Apakah kalian pantas mengetahui siapa aku?" tanya Leo dengan memberikan tatapan menyeramkan.
"Aku kira calon istri ku di culik oleh siapa, ternyata di sini. Apakah kau tidak apa-apa ?" tanya Kenzo yang tiba-tiba datang.
"Kau salah paham tuan muda, kami hanya ingin...." Ucap Gion yang ingin memberikan penjelasan namun di Potong oleh Leo.
"Lebih baik kita kembali ke pesta." Jawab Leo.
"Aku bukan Zhafira penurut yang kalian kenal dulu. Dan bersiaplah mendapatkan hadiah perpisahan dari ku untuk kalian satu keluarga." Jawab Zhafira sebelum pergi dengan Kenzo.
"Ada apa dengannya?" tanya Gion.
"Tatapan itu? Dia memang bukan Zhafira yang kita kenal dulu. Dia berani sekarang karena dukungan dari Kenzo Sandreas. Tapi lihatlah nanti. Aku akan memisahkan mu dengan Kenzo, dengan begitu kau tidak akan sbong." Jawab Cai dalam hati.