
Son dan Selly sudah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk perpindahan Jack dan juga Caca ke rumah baru mereka. Setelah semua musibah yang telah menimpa keluarga mereka akhirnya perpindahan yang tadinya di tunda, sudah bisa di laksanakan.
Selly dan Son sudah terlebih dahulu berada di rumah baru itu dan sedang menyusun dan juga mempersiapkan rumah yang akan ditinggali oleh tuan besar mereka. Jack dan Caca memutuskan untuk tidak ikut di rumah kediaman Kenzo tetapi mereka lebih memilih untuk pindah di rumah Jack dulu ketika masih muda.
"Dengar-dengar ini adalah rumah tuan Jack di saat ia umur 15 tahun?" tanya Selly kepada Son.
"Benar. Rumah ini dulunya adalah rumah peninggalan dari almarhum tuan James. Bisa di bilang ini adalah rumah warisan dari kakek buyut tuan Jack." Jawab Son.
"Oh. Pantas saja rumah ini lebih persis seperti sebuah museum peninggalan sejarah Tiongkok." Jawab Selly.
"Begitulah. Bahkan ini banyak orang yang menyukai seni Tiongkok untuk membeli rumah ini dengan harga yang tinggi tetapi tuhan Jack selalu menolak walaupun rumah ini jarang sekali untuk di tempati." Jawab Son.
"Tuan Jack mana mungkin kekurangan uang." Jawab Selly.
"Tentu saja." Jawab Son.
"Jadi rumah ini kira-kira sudah berapa lama tidak di tempati?" tanya Selly.
"Ehmm, mungkin sekitar 30-an tahun." Jawab Son yang befikir.
"Benarkah?" tanya Selly.
" Begitulah, 2 tahun sebelum bertemu denganmu, di saat itulah aku mengetahui tempat ini. Namun, seperti yang kamu ketahui bahwa tidak banyak orang yang tahu tentang keberadaan rumah ini bahkan nyonya Caca dan juga keluarga besarnya." Jawab Son.
"Jadi tuan Billy, Jimmy, Deni dan Max juga tidak mengetahui tentang keberadaan rumah ini?" tanya Selly.
"Tidak." Jawab Son.
"Apakah rumah ini terlalu penting?" tanya Selly.
"Mungkin saja ini adalah sebuah kenangan tentang ibu dan juga keluarga pribadi dari Jack yang tidak ingin dia ungkit lagi. Namun, bagaimanapun kejadian di masa lalu tidak akan pernah mengubah bahwa Tuhan Jack pasti merindukan sosok seorang ibu dan juga sosok keluarga yang sempurna." Jawab Son.
"Mungkin saja." Jawab Selly yang ikut membenarkan pernyataan Son.
"Sudah menyiapkan hidangan makan malam?" tanya Son.
"Aku lupa, sebentar aku memerintah mereka untuk segera belanja bahan-bahan masakan." Jawab Selly.
"Kita sudah semakin tua." Ucap Son yang merasa saat ini mereka mudah lelah dan juga melupakan hal-hal kecil.
"Hahahha. Tapi kita sendiri yang menolak kebaikan dari tuan Jack dan juga nyonya Caca untuk tidak lagi bekerja." Jawab Selly.
"Kau benar, tapi apa kita tidak bisa membenarkan apa yang di katakan Shinta?" tanya Son.
"Sebenarnya apa yang dikatakan olehnya itu adalah kebenaran yang seharusnya kita nikmatin di masa tua ini. Kita berdua sudah menganggapnya seperti anak kandung kita karena kita dari awal tidak memiliki seorang anak. Apakah kita harus membicarakan hal ini lagi kepada tuan Jack?" tanya Selly.
"Sepertinya begitu." Jawab Son.
Mereka berdua yang sejak tadi ngobrol di dalam kamar pribadi yang akan ditempati oleh Jack dan juga Caca. Mereka berdua sedang menyusun pakaian di lemari pakaian yang ada di dalam kamar tersebut. Dan mereka membicarakan tentang keputusan untuk tetap mengabdi kepada cek atau lebih baik untuk mengikuti saran dari Shinta.
Shinta memberikan saran kepada mereka untuk tinggal bersama dengannya dan menikmati masa tua dengan anak dan cucu mereka tanpa harus bekerja lagi bersama dengan Jack dan juga Caca. Padahal Jack dan Caca sudah memberikan kebebasan kepada mereka berdua namun mereka tetap ingin mengabdi kepada Caca dan juga Jack. Semua itu dilakukan karena kebaikan Jack dan juga almarhum James.
Sementara di 🏝️ pulau, Caca dan Jack sedang bersiap-siap untuk berangkat menuju kota A untuk perpindahan mereka di kota. Mereka berdua ingin mencari suasana baru dengan identitas baru seperti orang biasa di kota A. Hidup dengan kesederhanaan di lingkungan yang maju.
"Aku akan menuruti semua permintaanmu untuk menjadi orang biasa saja di lingkungan kota." Jawab Jack yang sedang mengeringkan rambut Caca di depan kaca rias.
"Apakah orang-orang tidak akan mengetahui identitas asli mu?" tanya Caca.
"Selama itu bukan orang-orang penting yang memiliki kekuasaan yang kuat dan juga orang-orang yang berada di dunia hitam yang memiliki kekuatan yang kuat." Jawab Jack.
"Benarkah?" tanya Caca.
"Iya, karena selama ini aku menutupi identitas buku dengan sangat baik dan hanya beberapa orang saja yang mengetahui tentang diriku selebihnya mereka hanya mengetahui bahwa Billy sebagai ketua di dunia gelap dan Jimmy sebagai ketua di dunia luar." Jawab Jack.
"Apakah itu tidak akan membahayakan keluarga Jimmy dan juga Billy saat ini?" tanya Caca.
"Mungkin. Tapi mereka sudah menerima segala konsekuensi yang akan terjadi di masa depan ketika mereka melakukan hal itu untuk ku." Jawab Jack.
"Sebenarnya apa yang sudah kau berikan kepada mereka berdua sehingga mereka bisa berkorban begitu banyak kepadamu?" Jawab Caca.
"Seperti cerita yang selama ini sudah aku katakan kepadamu di mana pertemuan kami pertama baik itu Max, Jimmy, Deni dan Billy. Simplenya, aku telah memberikan kehidupan untuk mereka." Jawab Jack.
"Apakah itu yang kau inginkan?" tanya Caca.
"Tidak, awalnya James dan juga aku menolong mereka semua hanya untuk demi rasa kemanusiaan. Tetapi orang-orang yang kami beri pertolongan memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Mungkin saja itu takdir." Jawab Jack.
"Baiklah. Jadi apakah aku sudah cantik?" tanya Caca kepada Jack.
"Sudah mylotus." Jawab Jack yang kemudian mencium Caca.
"Jadi kita berangkat sekarang?" tanya Caca.
"Tentu saja." Jawab Jack yang menggendong Caca.
"Jack lepaskan. Kita bukan lagi pengantin baru yang harus melakukan hal-hal muda seperti ini. aku bisa berjalan sendiri." Jawab Caca yang meminta Jack untuk menurunkannya.
"Kenapa? Lagian di Pulau ini tidak ada orang." Jawab Jack ya sudah memerintahkan beberapa orang untuk tidak memasuki arena perumahan dan menepi ke sisi pulau.
"Walaupun seperti ini aku malu Jack." Jawab Caca.
"Baiklah."Jawab Jack yang menurunkan dan merangkul tangan Caca untuk berjalan ke arah lapangan untuk menaiki mobil secara pribadi.
Mereka berdua menaiki mobil ke arah dermaga Pulau pribadi mereka dan melanjutkan perjalanannya menggunakan kapal pribadi menuju kota A.
Beberapa saat berlalu mereka sudah tiba di dermaga kota A. Riki sudah menunggu mereka berdua di sana.
"Dimana Kenzo?" tanya Jack.
"Dia sedang ngambek karena kalian tidak jadi ke mansion utama." Jawab Riki.
"Hahah, kelakuannya tetap sama seperti dulu " Jawab Jack.
"Suruh dia segera ke rumah kami, jika tidak ia akan tau akibatnya."Jawab Caca yang tertawa.
"Tentu saja Nyoya. Tuan muda Kenzo tidak akan mungkin menolak permintaan bunda Caca." Jawab Riki yang membuka pintu mobil untuk Jack dan Caca.