Junior Sandreas

Junior Sandreas
Ujian Teori Part 1



Episode Krissta Sandreas


"Cukup. Kalian semua kembali mengerjakan ujian kalian. Sementara kau Kriss kemari. Bawa soal dan lembar jawabanmu. Aku akan memeriksa tubuh mu dan kursi mu. Aku tidak ingin murid ku melakukan kesalahan." Jawab Gerry.


"Baiklah." Jawab Kriss membawa lembar kertas jawaban dan soal ya ke depan dan mengangkat tangannya untuk di periksa oleh Gerry.


Gerry memeriksanya tubuh Kriss di depan kelas agar terlihat oleh seluruh murid. Tidak ada hal yang mencurigakan dan memerintah Gerry untuk mengecek kursi Kriss yang di bantu oleh Ella.


"Ella, Gibrel kalian bantu saya memeriksa kursinya." Jawab Gerry.


"Baik pak." Jawab Gibrel dan Ella yang memeriksa kursi dan meja Kriss.


"Gibrel kau kemari, bantu aku untuk memeriksa tubuh Kriss apakah ada yang mencurigakan." Jawab Gerry.


Gibrel berjalan menuju meja guru dalam pemikiran yang sudah memiliki kesimpulan atas tebakan-tebakan.


"Kita lihat apakah kau akan tetap sombong ketika aku mendapatkan bukti kecurangan mu." Ucap Gibrel dalam hatinya.


Kriss hanya diam dengan wajah dan ekspresi yang malas tidak peduli apa yang terjadi. Kriss mengangkat kedua tangan ya dengan berdiri tegak di depan kelas.


"Cepatlah memeriksanya agar aku bisa kembali tidur." Jawab Kriss.


Gibrel memulai pemeriksaannya dari kantong seragam baju Kriss dan celana. Dari ujung atas hingga bawah Gibrel memeriksanya dengan sangat teliti namun tidak mendapatkan hal yang ada di dalam fikirannya. Semua tindakan itu dilihat secara langsung oleh Gerry dan semua teman kelasnya.


Begitu juga dengan Ella. Ella memeriksa kursi dan meja Kriss dengan sangat teliti. Namun, tidak menemukan satupun hal yang mencurigakan yang berkaitan dengan tindakan mencontek.


"Tidak ada pak." Ucap Ella.


"Tidak ada?" tanya Gibrel lagi.


"Iya Pak. Bersih." Jawab Ella.


"Bagaimana dengan mu Gibrel?" tanya Gerry.


"Tidak ada " Jawab Gibrel dengan wajah yang sebal karena tidak menemukan hal yang ada dalam pemikirannya. Dugaan-dugaan yang sudah terpikirkan oleh Gibrel terhadap keris tidak terbukti sama sekali.


"Kali ini dia selamat." Jawab Gibrel dalam hatinya.


"Sudah?" tanya Kriss.


"Memang kami tidak menemukan hal yang mencurigakan pada dirimu ketika ujian ini. Tapi aku tidak menginginkan jika siswa ku tidur di dalam kelas ketika ujian atau belajar." Jawab Gibrel.


"Kenapa hanya aku yang di peringati, sementara banyak juga siswa lainnya yang tidur ketika di jam pelajaran." Jawab Kriss.


"Jangan tidak sopan selalu membantah kalimat ku Kriss." Jawab Gerry.


"Baiklah Pak. Maaf jika tidak sopan." Jawab Kriss dengan menunduk dan meminta maaf.


"Iya. Sekarang keluar untuk merenungkan kesalahan mu dengan berdiri kaki di angkat satu. Jika jam kedua sudah mulai, kembali untuk mengerjakan ujian kedua mu." Ucap Gerry.


"Iya." Jawab Kriss.


"Dasar anak nakal." Ucap Gerry dalam hatinya.


"Semua ya kembali mengerjakan soal kalian karena waktu terus berjalan. Dan sisa waktu tinggal 40 menit lagi." Jawab Gerry.


"Iya Pak." Jawab mereka semua.


Mereka semua bergegas untuk mengerjakan soal ujian matematika yang belum selesai dijawab oleh mereka. Wajah mereka sangat kebingungan, frustasi untuk beberapa orang dan beberapa lainnya sangat serius mengerjakan soal itu.


Sedangkan di sisi lain, Gibrel yang berdiri dan melirik gambar jawaban milik Kriss yang sudah penuh terisi tanpa ada satu urutan nomor yang kosong.


"Kami berkeluarga tapi tidak terlalu dekat kecuali dengan Kenzo." Jawab Gerry dalam hati ya kemudian berjalan menelusuri semua sela sudut kelas untuk mengawasi.


Waktu berjalan dengan cepat sehingga waktu untuk menyelesaikan mata pelajaran pertama telah selesai. Dan waktu ujian kedua langsung dimulai setelah pengumpulan lembar soal pada pelajaran pertama selesai.


"Seperti biasa, cukup kumpulkan lembar jawaban dari soal yang telah kalian kerjakan ke depan. Dan lembar soal bisa kalian bawa untuk dipelajari kembali." Ucap Gerry.


Semua orang maju satu persatu untuk mengumpulkan lembar jawaban dari soal yang mereka kerjakan.


"Setelah ini kita akan melanjutkan pelajaran kedua. Selamat mengerjakan." Jawab Gerry yang berjalan menyebarkan semua soal yang berbeda.


Ada 5 paket kelompok pada setiap lembaran soal yang dibagikan oleh seluruh siswa. Oleh karena itu, antara sisi depan, belakang, samping kanan dan kiri tidak akan mendapatkan soal yang sama. Peraturan yang ketat dan juga sangat terperinci menjadi salah satu hal yang membedakan dari sekolah lainnya.


Sekolah JS memiliki peraturan yang unik dan berbeda dari lainnya. Hal ini adalah hal yang wajar karena identitas dan latar belakang dari sekolah JS.


"Baik pak." Jawab semua ya setelah menerima lembaran soal dan lembar jawaban yang kosong yang telah dibagikan oleh Gerry.


"Masuklah Kriss." Jawab Gerry.


Kriss yang berada di luar segera masuk tanpa menjawab perkataan Gerry. Lembar soal dan jawab kosong sudah diletakkan di meja Kriss. Dan para siswa sudah mulai mengerjakan soal.


Kriss duduk di kursinya dan mulai membaca lembaran soal miliknya. Tanpa ada suara dan ekspresi yang berubah dari wajahnya. Kriss hanya memandangi lembaran soal itu dengan waktu yang cukup lama, sekitar dua puluh menit.


"Apa kau akan tetap memandangi ya?" tanya Ella menyadari bahwa Kriss sejak tadi hanya memandangi lembar soal milik ya tanpa mengisi lembar jawaban soal milik Kriss.


"Baru selesai." Jawab Kriss.


"Selesai?"tanya Ella.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Ella, Kriss meletakkan lembar soal miliknya dan mengambil pulpen yang terletak di sebelah kanan lembar jawaban. Kriss mulai menulis jawaban ke dalam lembar jawaban yang masih kosong dan bersih miliknya. Tanpa melihat kembali urutan nomor yang ada di lembar soal.


Ella yang melihat Kriss dengan cepat menulis jawaban pada lembar kertas itu.


"Apa dia sudah mengingat jawaban dari setiap urutan lembar soal miliknya?" tanya Ella dalam hati.


"Ah sudah lah. Aku juga belum menyelesaikan kan soal milikku dan malah terkecoh dengan apa yang dilakukan ya." Ucap Ella dalam hati untuk berhenti memperhatikan Kris yang sedang menulis jawaban.


Dalam beberapa menit yang telah terlewati, Kriss menyelesaikan seluruh jawaban yang terdapat di lembar soal ujian itu. Seluruh orang masih sibuk dengan membaca soal kemudian menjawabnya jika diketahui. Sementara Kriss sudah menyelesaikannya.


Kriss mengangkat tangannya kemudian bertanya kepada Gerry.


"Ada apa?" tanya Gerry.


"Aku sudah menyelesaikan ujiannya, apakah aku bisa keluar pak?" tanya Kriss.


"Apa?" tanya Gerry.


"Tinggal 30 menit lagi. Jadi apakah boleh aku mengumpulkan ya lebih dulu?" tanya Kriss.


"Apakah kau tidak bisa berpura-pura dulu?" tanya Gerry dalam hati ya.


"Periksa kembali jawaban mu sebelum di kumpul." Jawab Gerry.


"Baiklah." Jawab Kriss yang mengetahui bahwa Gerry tidak menyetujui diri untuk cepat menyelesaikan soal.