Junior Sandreas

Junior Sandreas
Feng Menyesal : Bella Sandreas



Hujan yang begitu lebat membuat Feng khawatir tentang keadaan Bella. Ia segera menyusul namun tidak menemukan Bella di jalan maupun ketika sampai di apartemen dan melihat apartemen milik Bella tidak ada orang. Feng sudah mencari namun keberadaan bila tidak ada di dalam apartemen.


"Kemana dia malam-malam seperti ini?" tanya Feng dalam hati ketika mencari ke dalam apartemen Bella namun tidak menemukannya.


Feng kembali mengunci apartemen Bella dan masuk ke dalam apartemen miliknya. Saat Feng mencari ponsel untuk menghubungi Bella ia pun tersadar bahwa ponselnya kemarin telah dihancurkan olehnya.


"Sial, bagaimana aku menghubungi Bella?" tanya Feng dalam hati ketika sedang memeriksa ponsel di saku celana sambil berjalan ke masuk ke apartemen miliknya.


"Aku ingat nomornya, lebih baik menghubungi dia dengan telpon apartemen." Jawab Feng yang masuk ke apartemen langsung mencari telepon rumah untuk menghubungi Bella. Namun tidak ada jawaban dari Bella, Bella tidak menerima panggilan itu. Feng sudah menelponnya hingga puluhan kali hingga ia sudah lelah tidak melakukan hal itu berulang kali.


"Kau menyiksaku gantian My princess?" tanya Feng dalam hati dan meletakkan genggam telepon itu.


Feng berjalan duduk di sofa dan melihat sekitar apartemen miliknya. Feng melihat makanan yang masih tersedia di atas meja makan miliknya. Feng berjalan dan melihat makanan yang ada di atas meja makan.


"Tenyata dia benar-benar menunggu ku semalaman." Jawab Feng dalam hati.


Tidak berpikir panjang lagi Feng mencari laptop miliknya yang berada di ruang kerja. Menghidupkan laptop miliknya kemudian melihat rekaman CCTV yang memang ada di dalam apartemen miliknya itu.


Feng ingin melihat Bella yang masuk kedalam apartemennya dan menunggu dirinya kemarin malam hingga pagi hari. Feng menyaksikan semua hal yang dilakukan oleh Bella dan ia merasa bersalah tentang apa yang telah ia lakukan kepada Bella.


"Aku benar-benar menyesali perbuatanku kepada dirimu." Ucap Feng dengan meletakkan kedua tangannya di kepala dengan ekspresi yang prustasi atas segala penyesalan yang telah ia lakukan terhadap Bella.


"Saat ini kau di mana?" tanya Feng pada dirinya sendiri yang telah membuat dirinya benar-benar frustasi mencari keberadaan Bella yang tidak dapat ia temui.


"Jika terjadi sesuatu padamu Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri." Jawab Feng dalam hati.


Feng berdiri dan melihat keluar jendela bawah hujan benar-benar sangat lebat di luar. Kilat yang sesekali terlihat dan juga Guntur yang sesekali terdengar membuat Feng kembali mencemaskan Bella.


Feng menggunakan laptopnya kembali menghubungi beberapa anggota yang dia miliki untuk mencari keberadaan Bella. Ia melakukan konferensi video call dalam laptop dengan beberapa anggota yang ia percayai untuk mencari keberadaan Bella.


"Temukan Bella Chan di mana pun dia berada segera hubungi telepon apartemen." Jawab Feng.


"Dimana bos?"


"Jalan, Bar, dan seluruh kota ini di setiap sudut. Aku tidak ingin ada tempat yang terlewat. Ia mengendarai mobil sport dengan plat nomor ......" Feng menjelaskan kepada anggotanya tentang bela yang menggunakan mobil hingga pakaian yang terakhir digunakan oleh Bella.


"Tapi saat ini hujan lebat bos."


"Jika kalian masih ingin hidup maka lakukan apa perintahku jika tidak maka bersiaplah untuk menerima akibatnya." Ucap Feng yang langsung mematikan panggilan itu lalu menutup Laptopnya.


"Kenapa kita harus mencari keberadaan Bella Chan?"


"Bukannya dia adalah artis papan atas itu?


"Oh iya aku baru ingat. Kau benar. Apa jangan-jangan itu adalah wanita bos?"


"Benarkah? Aku juga melihat kekhawatiran yang ada pada wajah bos."


"Lebih baik turuti kata bos atau kita akan celaka."


"Bagaimana kita mencarinya? Kota C ini luas."


"Begini saja, tim 1 mencari ke seluruh wilayah Utara, dari bar, jalan, tempat umum dan seluruhnya tanpa terlewati. Tim 2 Mencari ke wilayah Barat, Tim 3 mencari ke wilayah selatan, dan tim 4 mencari ke arah timur."


"Baik kami mengerti."


Anggota inti Feng yang terdiri dari 50 orang segera memecah diri untuk mencari keberadaan Bella di segala penjuru tempat yang sesuai dengan ketetapan yang telah mereka sepakati. Sedangkan Feng yang berada di dalam apartemen sedang merasa menyesal atas apa yang telah dilakukan.


Feng juga telah memerintah 1 orang untuk membawakan ponsel baru yang akan diantar ke dalam apartemennya. Feng yang sudah menunggu setengah jam akhirnya seseorang datang mengantarkan ponsel yang diminta oleh Feng.


Feng kembali menekan angka untuk menghubungi nomor Bella. Sekian lama Feng terus menelpon Bella akhirnya diangkat olehnya.


"Kau di mana?" tanya Feng yang panggilan teleponnya telah diterima oleh Bella.


"Oh ternyata kau. Untuk apalagi bertanya aku dimana?" tanya Bella.


"Di luar sedang hujan lebat, bisakah kembali ke apartemen?" tanya Feng.


"Biarkan aku sendiri dan untukmu renungkanlah apa yang aku katakan itu." Jawab Bella.


"Oke aku salah, jadi bisa sekarang my princess pulang agar aku bisa memohon maaf secara langsung kepadamu?" tanya Feng.


"....." Bella yang tidak menjawab pernyataan yang telah diberikan oleh Feng dan ia hanya mendengarkan yang lalu menutup teleponnya.


Feng yang telah mengetahui bahwa panggilan telah berakhir langsung berlari ke arah laptop dan mencari navigasi GPS yang dimiliki oleh eh ponsel Bella. Namun, hal itu gagal karena bila telah mematikan ponselnya sehingga tidak dapat dilacak oleh Feng.


"Kau benar-benar marah kepadaku hingga seperti itu? Padahal aku sudah berusaha Mama aku padamu dengan membujuk mu." Jawab Feng dalam hati kemudian emosi memukul meja hingga tangannya terluka.


Feng bener-benar menyesal apa yang telah di lakukan oleh ya kepada Bella.


"Jika saja aku tidak terpengaruh oleh komentar-komentar para Fans mungkin aku tidak akan seperti ini." Jawab Feng dalam hati sambil menahan emosinya dengan menahan pukulan yang telah terpukul meja tadi dan wajahnya yang sedang serius menatap ke depan.


Bella yang sedang berada di gedung arena balap yang dimiliki salah satu properti Sandreas. Saat ini Bella menggunakan identitas miliknya untuk masuk karena orang yang telah menjaga itu juga mengenal dirinya.


Bella melampiaskan kekesalannya dengan berbalap di arena MotoGP. Bella yang telah selesai melakukan balap tersebut dan melihat ponsel yang ada pada mobilnya sehingga itu ia dapat menerima panggilan dari Feng.


Bella memberikan kunci motor GP kepada petugas karena itu lalu langsung masuk kembali ke dalam mobilnya pergi meninggalkan gedung itu.


"Apakah ini dia yang menelpon hingga mau ratusan ini?" tanya Bella dalam hati.


"Rasakan apa yang telah kau lakukan kepada ku." Jawab Bella dalam hati kemudian meletakkan ponselnya dan menginjak gas kembali mobilnya untuk pergi.