
Episode Kriss Sandreas
"Tapi aku berharap kau segera memberikan jawaban yang ingin aku dengarkan dan memberikan kepastian atas perasaan yang sudah aku beri tahu kepada mu." Jawab Gibrel lagi.
"Aku tidak tahan lagi jika kau terus menerus seperti ini. Kau terus saja menghindari ku sejak aku mengatakan perasaan ku." Jawab Gibrel lagi yang terus berbicara dengan mudahnya. Ini semua karena pengaruh minuman yang membuatnya jujur untuk mengatakan semua yang ingin ia katakan kepada Ella.
"Jawaban ku tetap sama. Maaf aku tidak menyukai mu." Jawab Ella yang sebenarnya sudah menjawab Gibrel sejak pertama kali Gibrel mengatakan cinta kepadanya.
"Aku tidak ingin jawaban tidak."Ucap Gibrel dengan mendorong Ella ke dinding belakon restoran.
"Apa kau gila Gibrel. Lepaskan." Ucap Ella dengan memberontak untuk melepaskan tangannya dari Gibrel yang sedang memegang Ella di hadapannya.
"Aku tidak suka penolakan." Ucap Gibrel yang ingin mencium Ella. Ella yang pasrah karena takut terjatuh dari belakon dan tidak mendorong Gibrel, ia menutup matanya.
Kyler yang sudah melihat tingkah laku Gibrel yang menarik Ella membuatnya mengikuti mereka. Dan saat dia membuka jendela itu, Kyler melihat adegan itu. Dengan cepat Kyler melayangkan tinju ke arah Gibrel sehingga membuatnya terjatuh ke pinggir. Dan dengan cepat juga Kyler menangkap Ella yang hampir jatuh dari belakon ke bawah.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Kyler yang memeluk Ella saat menolong ya dengan memberikan adegan yang saling menatap satu sama lain dalam kejadian itu.
"Terima kasih." Jawab Ella yang kaget lalu Kyler melepaskan pelukan itu.
"Apa yang kau lakukan pada ku?" tanya Gibrel yang menghapus darah dari sudut bibir kanan.
"Kau berani membuatku berdarah?" tanya Gibrel lagi setelah melihat darah di tangannya dari sudut bibir miliknya.
"Kenapa kau bertindak tidak senonoh kepada Ella?" tanya Kyler yang berada di depan Ella.
"Apa ini urusan mu brengsek?" Ucap Gibrel yang berdiri kemudian langsung melayangkan tinju ke arah Kyler.
Kyler menahannya dengan tangan kanan kepalan tangan Gibrel. Kyler memelintir tangan Gibrel saat di tangkap olehnya kemudian memberikan tinju tangan kiri ke arah perutnya. Membuat Gibrel terjatuh kembali.
"Ayo pergi." Ucap Ella menarik Kyler untuk meninggalkan Gibrel di situ. Mereka berjalan dari pesta menuju pintu keluar. Semua orang yang sedang asyik menikmati lampu kelap kelip dan suara musik DJ yang di putarkan di dalam ruangan.
Ella terus menggandeng tangan Kyler hingga keluar dari restoran dan menuju lorong ruangan VIP restoran. Ella yang tidak sadar dengan dirinya yang terus menarik tangan Kyler hingga keluar dari pintu restoran.
"Lepaskan." Ucap Kyler yang dengan kasar menarik tangannya hingga terlepas dari tangan Ella.
"Maaf." Ucap Ella.
"Iya." Jawab Kyler yang melihat tangannya.
"Apakah aku terlalu kuat menariknya?" tanya Ella.
"Lupakan saja. Bagaimana kau bisa dengan mudahnya di tarik oleh Gibrel ke tempat itu?"Ucap Kyler.
"Apa kau tidak bisa mengeluarkan ilmu beladiri mu itu?" Kyler bertanya lagi sebelum mendapatkan jawaban dari Ella dari pertanyaan pertama.
"Apakah kau sebegitu murahan atau terlalu bodoh hingga mau di ci....?" tanya Kyler dengan terus menjatuhkan Ella namun belum selesai terhenti karena sebuah tamparan yang melayang.
"Aku berterima kasih telah di bantu oleh mu tapi bukan berarti seenaknya saja mengatakan aku murahan." Ucap Ella.
Kyler yang terkejut dengan tamparan itu sebentar saja terdiam dan langsung menjawab ucapan Ella.
"Jika kau tidak seperti itu maka lindungi dirimu sendiri." Ucap Kyler yang memegang pipi kanan bekas tamparan Ella. Kyler yang selesai mengatakan hal itu juga berjalan pergi meninggalkan Ella yang masih berdiri.
Ella yang sebenarnya menyesal telah menampar Kyler. Karena apa yang di katakan Kyler itu benar, dia memiliki teknik bertarung kenapa tadi tidak berfikir untuk melakukan itu malah berfikir adu kekuatan kepada Gibrel. Dan dengan pasrah ya ia hampir saja di cium oleh Gibrel jika Kyler tidak datang menyelamatkan dirinya.
"Aku menampar nya?" tanya Ella melihat tangannya selesai menampar dan mengomel kepada Kyler. Ella melihat ke arah belakang dengan melihat Kyler yang sudah pergi meninggalkan dirinya.
"Dasar wanita tidak tau berterima kasih, dengan enaknya menampar ku. Mami saja tidak pernah menampar ku, ahhh sial sekali baru kali ini di tampar wanita dan ini cukup sakit." Jawab Kyler yang pergi berjalan menuju toilet.
Di sisi lain, Queen yang sejak Kriss bergegas pergi meninggalkan ruangan restoran. Dia terus mengikuti Kriss hingga keluar dari restoran dengan sembunyi-sembunyi. Kriss yang mengetahui hal itu membuat dirinya bersembunyi di sebuah tiang di dekat jalan raya.
Queen yang telah kehilangan jejak Kriss membuat dirinya berlari keluar dari pintu restoran dan melihat ke kanan dan kek kiri. Lalu memilih berjalan ke arah jalan raya melihat Kriss apakah sudah naik taksi atau belum. Dan kembali melihat jalan raya ke kanan dan ke kiri hingga melangkah ke arah zebra cross yang lampu hijau menyala.
Queen berdiri cukup lama di zebra cross karena saat ia datang memang sudah menyala lampu hijau. Queen melihat orang yang berlalu lalang menyebarang dan tidak menyadari bahwa lampu hijau sudah berubah ke merah. Dirinya yang mengarah membelakangi rambu-rambu lalu lintas yang berubah warna lampu.
Kriss yang melihat Queen sedang mencarinya dan melihat Queen yang berdiri di zebra cross. Maat Kriss juga menuju ke arah kanan Queen dengan melihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Dengan cepat Kriss berlari dan menarik hingga memeluk Queen untuk menghindari sebuah mobil melaju hampir menabrak Queen.
"Apa kau gila?" tanya Kriss yang bertanya kepada Queen saat dirinya melepaskan pelukannya tepat setelah itu menarik Queen dan tubuhnya jatuh ke dalam pelukan Kriss.
"Kau..." Ucap Queen yang menunjuk Kriss.
"Jika ingin mengikuti selamatkan dulu diri mu agar bisa mengikuti aku pergi." Ucap Kriss.
"Kata siapa aku mengikuti mu?" tanya Queen yang tidak mengakuinya.
"Oh." Jawab Kriss yang dengan cueknya pergi berjalan meninggalkan Queen.
"Sial malu sekali." Jawab Queen dalam hati.
"Kau mau ke mana? Pesta belum berakhir." Ucap Queen sebagai alasan.
"Alasan mu bertanya terlalu basi. Aku mau kemana itu bukan urusan mu, kakak senior." Jawab Kriss yang menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang menjawab pertanyaan Queen.
"Tentu saja urusan ku. Aku adalah ketua OSIS." Jawab Queen dengan menjerit.
"Dan di sini bukan wilayah sekolah." Jawab Kriss dengan memberikan lambaian tangan kanan yang di angkat olehnya tanpa melihat ke belakang.
"Bocah itu, berani-beraninya?" Ucap Queen yang kesal.
"Seharusnya aku berterima kasih kepadanya." Jawab Queen yang baru sadar bahwa dia sudah di selamatkan oleh Kriss.