
Setelah mengantarkan Zhafira dan keluarganya di bandara, Kenzo mendapatkan telepon dari Riki.
"Tuan muda, kita mendapatkan masalah bahwa ada satu proyek yang sedang kita kerjakan bersama dengan designer teman anda itu." Jawab Riki.
"Masalah apa?" tanya Kenzo.
"Bahan-bahan yang digunakan dalam proyek ini tidak sesuai dengan standar kualifikasi sehingga membuat pekerja kita mengalami kecelakaan kemarin. Dan setelah di selidiki ternyata kecelakaan ini sengaja dibuat oleh manajer penanggung jawab project ini. Dan saat ini, orang itu tidak di temukan hingga a
hari ini di kabarkan telah mengalami kecelakaan kecelakaan."
"Saat ini banyak keluarga korban yang sedang unjuk rasa meminta keadilan. Mereka menyalahkan kita. Anda harus segera datang." Jawab Riki
"Baiklah, aku segera ke sana." Jawab Kenzo dengan berjalan terburu-buru menuju ke tempat kejadian.
Saat Kenzo tiba di tempat kejadian ia memberikan beberapa pidato dan beberapa uang ganti rugi yang dijanjikan olehnya untuk kepada seluruh korban kecelakaan kerja. Setelah mengatakan itu para keluarga korban menjadi diam dan mengikuti instruksi dari Kenzo.
Riki membuat beberapa cek yang di akan diberikan oleh para seluruh keluarga korban. Dan Kenzo hendak masuk ke dalam mobil untuk menunggu Riki, tapi tiba-tiba ada tembakan obat bius yang sangat kuat di arahkan di tubuh Kenzo. Dalam hitungan 30 detik obat itu bereaksi.
"Riki ada orang yang menembak dari gendung arah timur." Teriak Kenzo kepada Riki sehingga membuat Riki mengehentikan kegiatannya yang sedang membagikan ganti rugi kepada keluarga korban. Riki melihat Kenzo yang tertembak jarum bius dan melihat orang yang menembaknya sehingga mengahlikan pandangannya dengan cepat. Saat itu juga sebuah mobil berhenti dan beberapa orang keluar untuk membawa Kenzo masuk ke dalam.
Kenzo yang sudah tidak memiliki tenaga tidak bisa melawan mereka. Kenzo menutup matanya dan pingsan.
"Tuan muda!" teriak Riki melihat Kenzo yang di bawa ke dalam mobil. Riki yang dialami oleh para korban sehingga tidak bisa bergerak cepat mengejar mobil itu.
Riki dengan dengan cepat memberikan kan cek itu kepada para korban sambil menelepon beberapa orang untuk mengejar mobil itu dan juga mencari tahu penembak jitu yang telah menembak Kenzo.
Setelah menyelesaikan persoalan kecelakaan kerja, Riki langsung menjemput mobil yang sedang mengikuti mobil yang membawa Kenzo. Riki langsung melaporkan hal ini ke Jack untu meminta bantuan pihak yang berwajib untuk membantunya melacak mobil dengan plat yang sudah di berikan oleh Riki.
Jack langsung bergegas meminta bantuan pihak berwajib untuk segera membantunya memblokir seluruh jalan dan mencari CCTV jalan pada seluruh kota. Riki dan orang suruhannya kehilangan jejak mobil yang membawa Kenzo.
Saat mereka menemukannya mobil dengan plat itu, ternyata sudah di masukkan ke dalam jurang. Dan saat di lihat tidak ada satupun korban di dalam mobil itu.
"Sudah aku pastikan mereka menukar mobilnya lagi." Jawab Jack.
"Coba cari Rute mobil ini sejak dari bangunan proyek Kenzo di culik." Jawab Jack memerintah seorang petugas CCTV di keamanan jalan.
"Baik tuan." Jawabnya.
Saat mereka mencari tahu kembali, mereka menemukan bahwa saat itu Kenzo dimasukin ke dalam mobil lain dengan plat yang tidak bisa di lihat dari CCTV. Mereka kehilangan jejak sehingga membuatnya kehilangan akal. Jack terus berfikir apa yang bisa menjadi petunjuk untuknya menemukan Kenzo. Sudah 5 jam berlalu hanya itu yang mereka dapatkan.
Disisi lain, Kenzo yang terbangun tiba-tiba sudah berada di dalam sebuah ruangan yang gelap dengan posisi diikat kaki dan tangannya. Seorang bertopeng di hadapan Kenzo. Tubuh Kenzo juga sudah basah kuyup karena siraman air dari seseorang yang memakai topeng.
"Siapa kau? Kenapa kau melakukan ini? Jika kau ingin melawanku maka lawanlah aku dengan cara yang gentleman." Jawab Kenzo yang berusaha untuk melepaskan ikatan tangan dan kakinya.
"Aku? Aku hanyalah seorang anak yang bernasib buruk kehilangan orang tua karena orangtua dan seluruh keluarga brengsek mu." Jawab lelaki bertopeng itu.
"Jangan bertele-tele, apa yang kau maksud dan siapa kau?" tanya Kenzo.
"Kau lihat semua lukisan yang ada di setiap dinding ruangan ini? Kau pasti bisa melihat setiap ilustrasi yang tergambarkan dalam lukisan ini." Jawab lelaki bertopeng itu dengan menunjuk lukisan.
Kenzo melihat lukisan yang menggambarkan wajah Jack, Jimmy, Deni, Billy, Max, Brian dan Lauren.
"Kenapa? Kau pasti mengenal mereka semua bukan? Lihat bagaimana mereka membunuh ayahku dengan sangat kejam." Jawabnya dengan menekan rahang wajah Kenzo.
"Dan anak kecil dalam lemari itu adalah kau? Kau menyaksikan semua itu?" tanya Kenzo.
"Hahah, ternyata kau benar-benar genius seperti biasanya."
"Suara laki-laki ini tidak asing terdengar oleh ku.Dan di lihat sikapnya dia adalah orang yang mengenal ku dengan baik. Lebih baik aku terus berbicara dengannya untuk mencari tahu siapa dia dan untuk apa dia menculik ku." Jawab Kenzo dalam hati.
"Aku akan membuat mereka semua merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Pertama-tama kehilangan orang-orang yang mereka sayangi."
"Di awali dengan membunuh Kakek Andrew dan Nenek Katie?" tanya Kenzo.
"Tidak, soal itu awalnya aku tidak ingin membunuh mereka tapi mereka sudah mengetahui siapa diriku. Padahal targetku hanyalah Kau dan Bella. Jika aku menemukan kalian pasti aku akan menemukan yang lain." Jawabnya.
"Maksud mu? Hahha, bukankah aku sudah membunuh adik mu yang berada di perut ibu mu 16 tahun yang lalu?"
"Apa? Jadi kaulah dalang semua itu? Kau meracuni Kriss?" tanya Kenzo.
"Tentu saja aku. Tapi karena tindakan itu membuatku kehilangan jejak kalian beberapa tahun. Tapi aku menemukan kau dan Bella di panti asuhan Sun. Hahahha Tuhan berpihak dengan ku untuk mempertemukan kalian kembali. Tapi sayangnya, aku tidak pernah menemukan orang-orang ini walaupun sudah bertahun-tahun aku mengikuti kalian." Jawab ya menunjuk lukisan.
"Lalu saat bertemu uncle Max kau membunuh Kakek Andrew dan Nenek Katie?" tanya Kenzo.
"Iya, Aku tidak menyangka bahwa Max memiliki sebuah rumah sakit di kota A. Semua itu juga karena mu. Kau yang membawa ku ke sana. Dan tanpa sengaja orangtua itu mendengar percakapan ku dengan bawahan ku sehingga aku membunuh mereka untuk tidak menggagalkan rencana ku."
"Jika kau berani, tunjukan diri mu!" ucap Kenzo yang sudah kehilangan kesabaran dan sudah memprediksi siapa orang di balik topeng dengan mengenali suaranya.
"Kau ingin mengetahui siapa aku?" Tenang saja akan aku beri tahu setelah kau memakan pil ini!" dia memasukkan sebuah pil ke dalam mulut Kenzo dengan secara paksa. Kenzo menelannya karena paksaan.
"Aku tidak akan membunuh mu dengan mudah, tapi akan membunuh mu secara perlahan agar mereka bisa melihatnya. Lagi pula racun darah ini sudah aku kembangkan menjadi 12 jam jangka kematian setelah meminumnya."