
Zhafira yang melihat bunga lotus sedang banyak bermekaran di danau yang sedang mengeliling jalan yang sedang ia lalui. Di tambah dengan suasana sore hari, cahaya matahari yang akan terbenam menyinari bunga lotus itu. Zhafira benar-benar terpana dengan apa yang ia lihat sejak di taman belakang mansion Kenzo.
“Sudah seperti di drama zaman kerajaan yang menikmati pemandangan seperti ini.” Ucap Zhafira yang sedang melihat lotus di sekitarnya dengan tersenyum bahagia.
Menikmati beberapa menit pemandangan itu, lama-kelamaan cahaya matahari menghilang dan hari menjadi gelap. Zhafira yang merasa ada sesuatu yang sedang ia lupakan karena menikmati perjalanannya yang sejak tadi terpana dengan apa yang belum pernah ia temui selama ini. Awan hitam yang tiba-tiba berkumpul di langit menjadi keadaan lebih gelap dengan cepat.
“Hari sudah gelap? Awan-awan hitam itu seperti akan turun hujan?” tanya Zhafira sendiri dalam hati melihat ke langit
“Aku di mana?” tanya Zhafira yang baru saja tersadar melihat ke kanan dan kiri.
Zhafira mengingat apa yang sedang ia lakukan di tempat ini. Mengingat awal ia yang hanya bosan di kamar saja dan berkeliling di dalam mansion dan berakhir di tempat ini sekarang. Ia tidak sadar sudah berjalan cukup jauh karena menikmati dekorasi mansion yang cantik dan juga pemandangan di belakang mansion yang sangat indah.
“Zhafira kebiasan mu ini membuat mu sering tersesat tanpa arah.” Jawab Zhafira dalam hati yang berdiri di jembatan yang ada di kolam lotus.
“Tadi aku ke arah?” tunjuk Zhafira yang mengingat dirinya tadi dari mana.
Zhafira memang memiliki ingatan yang buruk terhadap mengingat arah jalan. Sejak kecil Zhafira memang sering tersesat. Banyak kenangan yang terjadi di masa lalu dimana Zhafira sering menghilang dari ibunya karena lupa arah pulang.
“Lebih baik aku pilih……” Zhafira yang sedang memperhatikan sekitar dan melhat sebuah pintu.
“Aku pilih itu saja.” Jawab Zhafira yang mengarah ke pintu menuju hutan.
Zhafira yang berjalan menuju pintu hutan. Keadaan yang semakin gelap membuat Zhafira sulit melihat jalan yang sedang ia lalui. Dia hanya mengingat samar-samar bahwa ia tadi
melewati jalan tangga kayu sebelum sampai ke sini. Namun sebenarnya jalan yang dipilihnya adalah salah.
Jalan yang saat ini di pilih olehnya adalah jalan menuju hutan. Hutan ini memang milik keluarga Sandreas. Hutan venus yang sengaja di jadikan sebagai tempat hewan-hewan peliharaan keluarga Sandreas bebas di alam liar. Dan hutan ini juga salah satu hutan yang di jadikan sebagai markas. Hanya saja jika dari pintu belakang mansion hanya akan menemukan rumah pohon yang di arahkan dengan anak tangga kayu untuk menuju ke sana. Dan jembatan kayu yang kokoh mengelilingi pohon venus.
Pintu itu terbuka, tidak seperti biasanya karena memang tadi pagi Kenzo baru saja dari rumah pohon mengambil sesuatu. Dan daerah belakang mansion ini juga tidak ada yang menjaga karena semua orang mengetahui bahwa ini adalah area terlarang untuk di dekati. Hanya Kenzo dan keluarga Sandreas yang memiliki akses di tempat ini. Bahkan pembantu tidak di perbolehkan kecuali atas izin Kenzo.
Zhafira melangkah dari satu anak tangga ke anak tangga lainnya. Melihat suasana terus gelap dan suara-suara jangkrik mulai terdengar. Suara hewan-hewan liar yang juga terdengar membuat bulu kuduk Zhafira merinding.
“Suara apa itu tadi?” tanya Zhafira yang berhenti melangkah melihat ke kanan dan kiri yang tidak melihat apa-apa.
Di tambah beberapa detik setelah itu, suara guntur terdengar.
“Sepertinya mau hujan, aku harus cepat-cepat kembali.” Jawab Zhafira dalam hati dan berjalan melangkah kembali dengan hati-hati namun bergerak sedikit cepat.
Dan secara tiba-tiba lampu tumbler yang mengelilingi jembatan dan tangga hidup membuat Zhafira dapat sedikit melihat sekitar. Dan bertapa terkejutnya Zhafira yang melihat dirinya sudah di atas jembatan. Zhafira melihat pohon venus sebagai penghubung jembatan.
“Aku di mana? Apa aku benar-benar tersesat?” tanya Zhafira yang makin panik.
“Kenzo!” teriak Zhafira.
“Kenapa aku memanggil Kenzo, bukannya sudah pasti dia juga tidak mungkin di sini.” Jawab Zhafira sendiri yang mengingat bahwa Kenzo saat ini pasti masih bekerja.
“Hallo! Hy! Apakah ada orang yang mendengarkan ku?” tanya Zhafira dengan bersuara keras.
Tidak mendapatkan jawaban hanya mendengarkan suara-suara seram di saat itu. Air hujan mulai turun perlahan-lahan membuat Zhafira semakin panik melihat ke kanan dan kiri. Ia melihat sebuah rumah kayu dan berniat untuk meneduh di sana dengan menangis.
“Terkunci?” tanya Zhafira yang mencoba membuka pintu namun tidak bisa.
Zhafira yang sudah pasrah dengan keadaan terduduk di depan pintu dengan memeluk kedua kakinya sambil menangis.
“Bagaimana jika aku mati di makan hewan buas di hutan ini?” tanya Zhafira pada dirinya sendiri sambil menangis.
Sedangkan di sini lain, Kenzo yang baru saja tiba di dalam mansion langsung mengecek keadaan Zhafira yang berada di dalam kamar.
“Di mana dia Bi?” tanya
Kenzo.
“Nona Zhafira masih di dalam kamarnya.” Jawab salah satu pembantunya.
Saat Kenzo melihat ke dalam kamar namun tidak menemukan Zhafira. Kenzo langsung mengumpulkan semua penjaga dan pembantu yang berada di mansion. Kenzo bertanya kepada mereka apakah ada melihat Zhafira meninggalkan mansion. Namun semua orang mengatakan tidak ada.
“Bagaimana tidak ada? Jadi dia kemana?” tanya Kenzo.
“Kami tidak mengetahuinya tuan.” Jawab mereka semua dengan serentak.
“Lalu dia kemana? Bagaimana kalian tidak mengetahui hal ini?” ucap Kenzo dengan membentak semua orang.
“Temukan dia!!!” Jawab Kenzo lagi
“Baik tuan.” Jawab mereka semua dengan ketakutan dan pergi untuk mencari keberadaan Zhafira.
“Tuan Kenzo lebih baik kita melihat monitor CCTV.” Jawab Riki yang langsung mengusulkan ide.
“Ayo kita ke ruang monitor.” Jawab Kenzo.
“Maaf tuan, kami sejak tadi bergantian memperhatikan monitor seperti biasanya namun tidak ada melihat nona Zhafira muncul di monitor kecuali melihat nona Zhafira keluar dari kamar sekitar jam 3 sore.” Jawab penjaga monitor CCTV.
“Ke arah mana?” tanya Kenzo.
“Ke arah kanan dari kamar Anda tuan.” Jawab mereka berdua.
“Jangan-jangan…” Jawab Kenzo langsung masuk ke dalam ruang kerjanya dan membuka laptop miliknya.
Kenzo melihat monitor CCTV yang di miliki olehnya dari kamar, taman belakang dan juga hutan.
“Dugaan ku benar.” Jawab Kenzo langsung menutup laptop setelah melihat rekaman CCTV.
“Ada apa tuan muda?” tanya Riki.
“Dia berada di hutang belakang, rumah pohon.” Jawab Kenzo yang langsung berlari ke sana.
“Wanita itu benar-benar bisa membuat tuan Kenzo panik seperti itu?” tanya Riki dalam hati melihat Kenzo berlari.