Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kata-Kata Kenzo Yang Lembut Tapi Sadis



Episode Kenzo Sandreas


"Hallo Abang Kenzo. Kau sangat tampan, pantas saja kakak Zhafira mau meninggalkan calon tunangannya dan bertunangan dengan mu.


"Dan kau tidak sebaik dan secantik Zhafira sehingga bisa merebut calon tunangannya. Tapi karena hal itu, entah harus berterima kasih atau tidak. Tapi karena tindakkan mu itu membuat ku bisa memiliki dia di sisi ku." Jawab Kenzo yang tersenyum licik.


"Kenzo." Ucap Zhafira yang melotot kepada Kenzo.


"Apa yang sudah di katakan oleh Kakak kepada Abang Kenzo sehingga berfikir seperti itu. Ibu, Ayah aku tidak pernah merebut Damico dari kakak Zhafira. Tapi Damico lah yang mengejar aku." Jawab Ceysi dengan langsung berakting berwajah sedih dan ingin menangis.


"Iya ibu percaya." Jawab Cai yang memeluk Ceysi yang menyandarkan dirinya ke bahu Cai.


"ehm ehm." Ucap Gion yang seperti batuk.


"Ini tidak ada hubungannya dengan Zhafira. Aku mengetahui ya dari informan ku. Semua tentang Zhafira aku mengetahui ya dengan sangat detail. Jadi tidak perlu harus tau dari Zhafira." Jawab Kenzo.


"Kenzo sudahlah. Ceysi, ibu, ayah jangan dengarkan apa yang di katakan oleh Kenzo. Dia sebenarnya adalah orang yang baik namun kata-kata lembut ya terkadang adalah kata-kata sadis." Jawab Zhafira.


"Iya sudah, sudah. Kenzo duduk lah kita bicara dengan tenang. Kalian juga duduk lah." Jawab Gion yang memerintah mereka.


Zhafira cepat melepaskan tangan Kenzo yang memeluk dirinya dan memerintah Kenzo untuk duduk. Mereka berjalan menuju sofa yang berada di samping mereka. Zhafira dan Kenzo duduk di sofa berdua. Gion, Cai dan Ceysi yang duduk di bersama di satu sofa.


"Aku sebagai ayah dari Zhafira ingin bertanya?" ucap Gion.


"Silahkan." Jawab Kenzo dengan merapikan Jas ya dan menggerakkan badannya tegap.


"Kenapa kalian bertunangan secara diam-diam tanpa sepengetahuan kami?" tanya Gion.


"Karena aku menyukainya dan aku mengetahui dia telah putus dengan Damico karena anak mu. Jadi aku langsung melamarnya dan ia setuju. Lagian keputusan ini adalah tentang hidupnya sepenuhnya bukan harus atas izin dari kalian." Ucap Kenzo dengan santai.


"Apa yang kau katakan?" bisik Zhafira dan di balas senyuman tipis dari Kenzo.


"Jadi maksud mu kami tidak berhak untuk mengetahui ya. Dan ia tidak perlu persetujuan dari kami?" tanya Gion dengan nada emosi.


"Tentu. Bisa aku mengajukan untuk balik bertanya?" tanya Kenzo dengan tatapan sinis.


"Ha." Jawab Gion.


"Kapan terakhir kali kalian menganggap Zhafira adalah bagian dari keluarga ini?" tanya Kenzo yang terus bertanya terus kepada mereka tanpa henti sehingga mereka tidak mampu bertanya.


"Sejak Ibu Shen meninggal, Zhafira pindah sekolah dan di asrama kan. Bahkan hingga Zhafira kuliah kalian tidak membiayai dirinya karena dia mendapatkan beasiswa penuh atas prestasinya."


"Kapan dia terakhir kali ada di rumah ini?"


"Selama ini apakah kalian pernah bertanya apa yang dia mau?"


"Tiba-tiba kalian menjodohkannya dan tiba-tiba kalian membatalkan perjodohan itu?"


"Apakah pernah berfikir tentang perasaannya?"


"Oh ya, terkhusus kan Anda tuan Gion?" tanya Kenzo kemudian menyandarkan dirinya di sofa sambil tersenyum.


"Kau!" jerit Gion karena sudah tidak tahan lagi.


"Tenang sayang. Zhafira apa yang sudah kau katakan tentang kami kepada Kenzo?" tanya Cai yang menenangkan Gion untuk tidak emosi atas apa yang di katakan oleh Kenzo.


"Sudah aku katakan, aku mengetahui dari informan ku bukan dari mulut Zhafira. Bahkan dia baru mengetahui hal ini pertama kali ya." Jawab Kenzo.


"Tuan semua barang-barang sudah aku bawakan." Jawab Riki.


"Siapkan mobil!"Jawab Kenzo.


"Siapkan mobil?" tanya Riki yang tiba-tiba bingung kenapa Kenzo mengatakan hal itu.


"Oh, siap tuan muda." Jawab Riki yang pergi.


"Benar, aku baru mengetahui hal ini. Aku tidak mengerti kenapa kalian menyalahkan aku? Aku bahkan tidak ada bercerita apapun kepada Kenzo."


"Aku hanya pernah bertemu dengannya sekali ketika waktu kuliah. Dan pertemuan kedua kami sepakat untuk bertunangan. Aku tidak pernah menjelaskan siapa aku dan keluarga ku." Jawab Zhafira.


"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?" tanya Ceysi.


"Sudah aku katakan, wanita milik ku. Aku akan mengetahui semuanya. Kalian lupa siapa aku?" tanya Kenzo.


"Benar apa yang dikatakan oleh ya." Ucap Gion dalam hati.


"Sangat mudah baginya mencari informasi tentang seseorang." Jawab Cai dalam hati.


"Ini kah kekuatan dari Sandreas?" tanya Ceysi dalam hati.


Mereka tidak berani menjawab apa yang di tanyakan oleh Kenzo. Sedangkan Zhafira terus berbisik kepada Kenzo.


"Apa yang kau katakan ini?" tanya Zhafira.


"Tentu saja mempercepat kau membalas apa yang mereka lakukan." Jawab Kenzo.


"Sudah aku katakan biar aku yang menyelesaikannya. Tapi kau?" Ucap Zhafira yang ingin sekali memukul Kenzo tapi tidak berani.


"Tapi..." Ucap Kenzo yang memberhentikan ucapannya dan di lihat oleh Gion, Cai dan Ceysi.


"Jangan merusak rencana ku." Ucap Zhafira.


"Tapi aku berterima kasih telah membesarkan Zhafira hingga sekarang walaupun kenyataannya hanya nama di atas kertas." Jawab Kenzo.


"Karena hal itu, aku tetap mengaggap kalian adalah orang yang mengenal Zhafira. Jadi sudah sepantasnya aku membawa semua ini untuk kalian." Jawab Kenzo yang memberikan semua parsel ini kepada mereka yang sudah memenuhi meja di hadapan mereka.


Mereka semua melotot begitu juga dengan Zhafira.


"Oh satu lagi. Karena Zhafira sudah menjadi tunangan ku. Jadi dia tidak perlu lagi di rumah ini. Dia akan ikut bersama ku, semoga kalian tidak keberatan. Dan sebagai ucapan terima kasih. Ini adalah uang senilai 20 Miliyar untuk membayar segala masa lalu Zhafira." Jawab Kenzo yang memberikan sebuah cek kepada mereka di atas kotak-kotak parsel.


"Apa yang kau lakukan Ken?" tanya Zhafira yang melihat Kenzo dan berbisik kepadanya?


"Apa yang sedang kau fikirkan? Apakah kami menjual putri kami kepada mu?" tanya Gion.


"Iya. Kami tidak membutuhkan itu. Lagian kami mengundang kakak untuk datang untuk membahas pertunangan ku Minggu depan dengan Damico." Jawab Ceysi.


"Iya. Uang ini tidak pantas untuk kami terima. Zhafira adalah bagian dari keluarga ini jadi tidak sepantasnya kami menerimanya." Jawab Cai.


"Hahahah." Kenzo yang tertawa dan membuat dirinya berdiri dari sofa.


"Kalian terlalu pandai dalam berakting. Tapi maaf, aku hanya ingin kebebasan wanita ku. Putuskan segala hubungan kalian padanya. Aku tidak ingin kejadian di masa lalu akan terjadi lagi. Aku juga mengetahui bahwa kau membutuhkan ini untuk perusahaan mu dalam mengelola dan proyek yang telah kalian korupsi." Jawab Kenzo.


"Anggap saja ini adalah permintaan ku sebagai calon suami Zhafira untuk membayar kebebasannya. Aku tidak ingin melihatnya menderita lagi." Jawab Kenzo yang mengeluarkan aura membunuh yang membuat orang lain takut menatapnya.