
Di dalam ruangan kerja, Kenzo dan Zhafira hampir selesai menikmati makan siangnya. Zhafira yang sedang memperhatikan Kenzo sejak awal ia memasukkan makanan ke dalam mulut hingga sampai makanannya habis di dalam mangkok.
Zhafira menikmati daya tarik Kenzo di saat makan siang. Tangan kekarnya yang sedang memegang sumpit dan mengambil makanan dari mangkok yang sudah disediakan oleh Zhafira. Makanan yang dimasukkan ke bibir kecil dan seksi berwarna merah jambu menjadi ciri khas Kenzo. Alis tebal yang menjadi perpaduan dua bola mata yang sangat tajam dan indah karena memiliki retina berwarna coklat keemasan.
Hidung yang sangat mancung dan kulit wajah yang berwarna kuning langsat. Rambut kepala yang sedikit memanjang di bagian depan menutupi kening wajah. Semua perpaduan itu dilengkapi dengan wajah yang oval dan sangat tampan. Wajah Kenzo yang tidak ada habisnya untuk dinikmati dari mata seorang wanita karena ketampanannya.
Zhafira sedikit demi sedikit mencuri pandangan untuk menikmati waktu makan siang melihat wajah Kenzo. Kenzo yang merasakan sejak tadi Zhafira sedang memperhatikan dirinya sehingga sesekali menatap Zhafira dan Zhafira mengalikan pandangannya. Zhafira yang malu-malu karena ketahuan oleh Kenzo sedang memperhatikan wajahnya. Kenzo berpura-pura untuk bersikap biasa saja dan mengabaikan apa yang telah dilakukan oleh Zhafira.
"Apa yang kau lihat sejak tadi dari wajahku?" tanya Kenzo yang sudah menghabiskan makanannya.
"Tidak ada." Jawab Zhafira kembali menggerakkan sumpitnya dan mengambil makanan
"Apakah ada kotoran di wajahku sehingga kau dari tadi memperhatikan wajahku?" tanya Kenzo kepada Zhafira.
"Tidak ada kok." Jawab Zhafira dengan menggelengkan kepalanya dan mempercepat menghabiskan makanannya.
"Oh, ya sudah habiskan makananmu setelah itu kembalilah untuk bekerja." Jawab Kenzo setelah minum dan berdiri untuk berjalan ke arah meja bekerjanya dan menyelesaikan satu berkas yang tadi ditunda olehnya.
Zhafira yang segera menghabiskan makanannya dan merapikan semua ke atas meja dorong yang dibawa olehnya. Zhafira yang sudah membereskan makan siang itu segera mendorong meja makanannya untuk keluar dari ruangan Kenzo.
Setelah Zhafira keluar dari ruangan Kenzo, Kenzo tersenyum tipis atas apa yang dilakukan oleh Zhafira sejak tadi. Kenzo hanya tinggal memeriksa satu berkas lagi lalu tangannya dan segera memanggil Riki untuk segera pergi dari hotel menuju perusahaan pusat Sandreas.
Sedangkan Zhafira menuju ruang dapur dan mencuci piring yang kotor dari makan siangnya tadi. Sambil bekerja Zhafira melamunkan apa yang terjadi tadi itu sangat memalukan. Untung saja Kenzo tidak terlalu menyudutkan Zhafira yang sedang memperhatikan wajahnya. Zhafira yang mengingat kejadian tadi dikagetkan oleh atasannya dan beberapa rekannya yang baru saja dikenal olehnya.
"Hey anak baru." Ucap rekannya.
" Zhafira namanya." Jawab bos di dalam dapur itu.
"Iya chef ketua.' Jawab Zhafira membungkuk kepada ketua chef itu dan juga teman-temannya yang sesama koki.
"Bagaimana bisa mengenal tuan muda Kenzo?"
"Iya, kami semua menginginkan cerita detailnya darimu."
"Kenapa?" tanya Zhafira yang kaget dengan pertanyaan mereka.
"Karena setahu kami tuan muda Kenzo tidak pernah mengenal perempuan dalam hidupnya kecuali ibunya dan juga adiknya sesuai dengan rumor yang beredar."
"Didalam kehidupan yang mungkin hanya ada pekerjaan saja."
"Iya, bahkan kami tidak pernah melihat ia bersama dengan keluarganya."
"Tapi menurut keterangan dari tuan Riki, bahwa adik perempuannya dan juga ibunya sangat cantik. Mungkin saja tidak ada wanita di dunia ini yang bisa menaklukan hatinya."
"Jadi wajar saja jika kami ingin mengetahui tentang dirimu."
"Apa hubungannya denganku?" tanya Zhafira yang belum loading.
"Tentu saja karena kau adalah wanita pertama dan wanita satu-satunya yang diperhatikan oleh tuan Kenzo. Atau kau adalah adik perempuannya itu?"
"Tidak, aku bukan Bella." Jawab Zhafira.
"Lalu jika kau bukan adik perempuannya, apakah kau adalah tunangannya?"
"Bukan-bukan. Aku hanya teman Bella yang dibantu oleh tuan Kenzo untuk mendapatkan pekerjaan."
"Jadi maksudmu adalah kau teman dari adik tuan Kenzo."
"Iya." Jawab Zhafira.
"Tapi kami benar-benar heran tentang dirimu yang bisa diperhatikan oleh tuan Kenzo. Jika hanya sekedar dari teman adik perempuannya mengapa kau begitu lama mengantarkan makan siang tuan Kenzo."
"Aku hanya diperintahkan untuk menemaninya makan lalu aku makan bersama dengannya." Jawab Zhafira dengan sangat polos.
"Apa?" tanya Mereka kembali bersamaan.
"Kau benar-benar hebat Zhafira." Jawab ketua chef.
"Kenapa?" tanya Zhafira yang masih bingung karena semua orang mengelilingi dirinya untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ajukan oleh mereka kepadanya.
"Kau benar-benar tidak tahu?"
Zhafira menggelengkan kepalanya.
"Pertama, tuan Kenzo adalah orang yang sangat pembersih dan tidak pernah menyuruh seseorang untuk membuatkan makanannya. Bahkan ketika dia sedang berada di hotel ini dan ingin memakan sesuatu, dia akan membuatnya sendiri tanpa menyuruh kami."
"Menurut rumor juga dia sangat jarang makan di luar atau makan di tempat umum. Dia hanya akan makan yang dibuat oleh dirinya sendiri atau bundanya."
"Hanya beberapa makanan yang menurutnya pas di lidah di beberapa tempat umum. Dan dia hanya akan mencicipinya tanpa menghabiskannya ketika bersama dengan klien untuk menghargai ia bersama klien nya."
"Bahkan dia mengetahui semua kekurangan dari masakan yang kami hidangkan di sini. Dia bukan hanya sebagai bos di hotel ini tetapi juga bisa melakukan hampir semua pekerjaan dan salah satunya adalah menjadi koki di dapur ini."
"Kedua, tuan Kenzo tidak pernah menyuruh seseorang untuk membuat makanan untuk dirinya dan kau adalah orang pertama yang kami ketahui diperintahkan untuk membuat makanan untuk dirinya."
"Ketiga, menurut rumor tuan Kenzo hanya memikirkan pekerjaan dan keluarganya tanpa memikirkan masa depan percintaannya. Maksudnya adalah tuan Kenzo tidak pernah dikabarkan dekat oleh seorang wanita manapun dan tertarik kepada wanita manapun dari sekian banyaknya wanita yang tertarik oleh dirinya"
"Kau adalah wanita pertama yang kami ketahui yang bisa dekat dengannya. Dibuktikan dengan kau makan siang bersama dengannya."
"Keempat, tuan Kenzo adalah seorang yang sangat dingin kepada siapapun. Dia tegas dan bijaksana sebagai pemimpin. Tapi dia tidak pernah sombong di hadapan kami semua walaupun dia sangat cerdas. Tapi sifat dingin dan cuek nya itu yang membuat dirinya terlihat tidak peduli padahal sangat peduli."
"Apakah sampai seperti itu pesona yang dipancarkan oleh tuan muda Kenzo?" tanya Zhafira yang baru saja paham dan terpesona dari cerita mereka.
"Jadi sudah diputuskan bahwa tuan Kenzo adalah seorang lelaki yang begitu sempurna dari penilaian kami." ucap ketua chef yang diikutin anggukan dari semua anggotanya.
"Jika saja putri ku sudah besar dan menjadi seorang gadis pasti akan aku jodohkan kepadanya." Ucap ketua chef itu sambil tertawa.
"Jadi kami semua memutuskan bahwa kau memang benar-benar adalah wanitanya dan kami sangat mendukung."
"Aku." Jawab Zhafira.
"Tentu saja."