Junior Sandreas

Junior Sandreas
Zhafira Mulai Belajar



Episode Kenzo dan Zhafira


Zhafira melihat satu tumpuk file dengan tinggi setengah meter dan satu tumpuk buku berada di samping file.


"Apakah ini yang harus aku pelajari semua?" tanya Zhafira yang terkejut dengan tumpukan buku dan file.


"Tentu. Tidak sanggup? Masih bisa mengundurkan diri." Ucap Kenzo yang menawarkan untuk mengundurkan diri ya.


"Tidak. Aku sanggup." Jawab Zhafira berdiri dan mengambil beberapa tumpuk file.


"Duduk dulu." Jawab Kenzo melihat Zhafira yang semangat.


"Ha.." Jawab Zhafira yang bingung.


"Duduk." Ucap Kenzo.


"Iya." Jawab Zhafira yang kembali duduk di kursinya.


"Sekali lagi aku bertanya kepadamu apakah kau yakin dengan keputusannya ini?" tanya Kenzo kembali untuk mempertanyakan pilihan yang dipilih oleh Zhafira.


"Iya. Aku sangat yakin dengan keputusan ku." Jawab Zhafira.


"Baiklah. Jika kau tidak paham dengan semua tumpukan ini bisa mencari Riki untuk bertanya." Jawab Kenzo.


"Oke." Jawab Zhafira sambil menganggukkan kepalanya.


"Aku akan mengantarmu ke ruanganmu." Jawab Kenzo yang berdiri dan berjalan keluar dari ruangannya. Zhafira mengikuti Kenzo di belakang ya.


Riki yang masih berdiri di balik pintu menunggu perintah Kenzo selanjutnya.


"Tidak perlu, biar aku yang mengantarkannya." Jawab Kenzo yang mendapatkan kode dari Riki.


"Baiklah tuan muda." Jawab Riki.


Kenzo berjalan menuju ruangan yang berada di samping ruangan miliknya. Ruang milik Zhafira berada di samping ruangan Kenzo dengan pembatas kaca yang hanya bisa dilihat dari sisi ruangan Kenzo ke ruangan Zhafira. Sementara, jika di lihat dari ruangan Zhafira tidak bisa melihat isi ruangan Kenzo.


Kenzo sengaja melakukan itu untuk mengawasi gerak-gerik Zhafira. Dan selalu bisa memantau pekerjaan yang akan di lakukan oleh Zhafira. Hanya terlihat meja kerja Zhafira dan juga dapur. Dan di dalam ruang kerja Zhafira, Kenzo juga membuat satu ruang khusus yaitu tempat tidur beserta kamar mandi. Jika suatu waktu Zhafira harus lembur, ia tidak perlu kembali ke rumah. Cukup bermalam saja di perusahaan.


"Bagaimana?" tanya Kenzo ketika membuka pintu ruang kerja yang akan menjadi tempat Zhafira.


"Ini ruangan ku?" tanya Zhafira.


"Iya. Ini adalah meja kerjamu dan di samping nya adalah dapur yang sengaja aku sediakan untukmu agar bisa menyediakan makanan untukku. Baik sarapan, makan siang atau makan malam." Jawab Kenzo.


"Terima kasih." Jawab Zhafira yang tersenyum bahagia melihat ada dapur di samping tempat kerjanya.


Dengan adanya dapur tidak akan membuat Zhafira bosan atau keluar dari kill dirinya. Yaitu tetap melakukan hobi dan kemampuan memasak ya. Kenzo sengaja membuat itu agar melepaskan kencanggungan Zhafira yang belum terbiasa bekerja di kantoran.


"Kemarilah." Ucap Kenzo yang berjalan menuju sebuah pintu ruangan di mana posisinya berada di belakang meja kerja Zhafira.


Zhafira mendatangi Kenzo dan Kenzo membuka pintu ruangan itu. Terlihat jelas ada satu buah kasur mewah dengan kamar mandi di dalam, lemari baju yang sudah terisi, TV dan lemari aksesoris lainnya.


"Apa ini Kenzo?" tanya Zhafira yang kaget.


"Ini perusahaan tempat kerja apa hotel mewah sekaligus toko baju dan aksesoris wanita?" tanya Zhafira dalam hati.


"Tentu saja ini fasilitas untuk sekertaris ku sekaligus pacar ku jika bisa bertahan selama sebulan." Jawab Kenzo.


"Apakah ini tidak terlalu berlebihan?" tanya Zhafira.


" Ini belum seberapa. Ini hanyalah beberapa hal yang penting untuk kenyamanan dan juga fashion dirimu sebagai sekretaris ku." Jawab Kenzo.


"Tapi...." Jawab Zhafira.


"Tidak ada alasan penolakkan. Lakukan yang terbaik untuk menjadi wanita ku dan juga sekertaris ku. Bukan kah ini adalah hal yang sudah biasa kau temui ketika bersama dengan keluarga lama mu?" tanya Kenzo.


"Anggap saja sebagai hadiah penyambutan pertama kerja." Jawab Kenzo.


"Semewah ini?" tanya Zhafira lagi.


"Aku tidak akan miskin jika memberikan mu seperti ini setiap hari ya." Jawab Kenzo.


"Baiklah. Aku paham. Aku akan melakukan yang terbaik dengan berpenampilan seprofesional mungkin dengan apa yang telah kau berikan hari ini." Jawab Zhafira.


"Bagus lah. Aku tunggu penampilanmu untuk bertahan dalam keseharian mengikuti pekerjaan ku." Jawab Kenzo.


"Lelaki sombong, dingin tapi sepertinya dia peduli." Jawab Zhafira dalam hatinya melihat kelakuan Kenzo dengan tertawa kecil dalam hati ya.


"Oh, kamar ini untuk kau bisa istirahat jika pekerjaan mu selesai atau ketika kau lembur. Jadi tidak perlu untuk kembali ke rumah." Jawab Kenzo.


"Terima kasih atas semua fasilitas ini." Jawab Zhafira tersenyum.


"Soal makanan apa yang harus kau buat. Semua sudah ada di dalam buku itu." Jawab Kenzo.


"iya." Jawab Zhafira.


"Semua sudah aku jelaskan. Riki akan membawa file dan buku yang harus kau pelajari. Jadi tetaplah di sini tanpa harus ikut aku lagi ke ruangan ku." Jawab Kenzo.


"Iya." Jawab Zhafira.


Kenzo keluar dan meninggalkan Zhafira.


"Sekarang?" tanya Riki yang mengetahui Kenzo sudah keluar dari ruangan Zhafira.


"Iya." Jawab Kenzo.


Riki memindahkan semua tumpukan file dan buku itu ke ruangan Zhafira. Setelah meletakkan, Riki menjelaskan kepada Zhafira apa yang harus dia lakukan untuk Kenzo hari ini.


"Nona, " Panggil Riki.


"Iya uncle Riki." Jawab Zhafira.


" Untuk hari ini anda baca saja buku tentang tuan muda Kenzo. Agar lebih memahami Tuan muda gimana. Untuk siang ini anda hanya perlu memasak untuk tuan muda Kenzo sesuai dengan jadwal menu makanan yang ada di buku itu. Begitu juga dengan makan malam. Mungkin hanya itu saja untuk hari ini karena anda baru saja bekerja. Tapi tidak untuk besok." Jawab Riki.


"Baiklah. Apakah aku boleh bertanya jika tidak mengetahui beberapa hal ini?" tunjuk Zhafira pada file dan buku di meja kerja ya.


"Tentu. Oh ya, ingat anda harus mempelajari jadwal besok untuk tuan muda Kenzo. Dari memberikan ia minum kopi, pakaian, sepatu, makanan dan jadwal kepergiannya." Jawab Riki.


"Terima kasih bimbingannya uncle Riki." Jawab Zhafira.


"Tentu." Jawab Riki sambil tertawa kecil.


"Kenapa uncle Riki tertawa?" tanya Zhafira.


"Tidak apa-apa nona, saya undur diri. Jika ada hal yang di butuhkan silahkan datang ke ruangan saya." Jawab Riki.


"Iya." Jawab Zhafira.


"Tentu saja aku senang. Dengan ada ya nona, aku tidak perlu repot-repot menyiapkan makanan, baju, kopi dan kebutuhan lainnya. Akhirnya terbebas dari tugas seorang istri tuan muda." Jawab Riki dalam hati ketika meninggalkan ruangan Zhafira yang di lihat oleh Kenzo.


"Sebegitu senang ya uncle Riki yang tidak akan melayani ku lagi seperti tugas seorang istri?" tanya Kenzo.


"Hahaha, tentu saja tuan muda. Saya tidak perlu repot-repot lagi melakukan hal yang bukan ranah saya." Jawab Riki yang selalu jujur tanpa takut kepada Kenzo.


"Berterima kasih lah uncle dengan ya. Dia telah menggantikan posisi uncle." Jawab Kenzo yang menepuk pundak Riki.


"Siap tuan muda." Jawab Riki tertawa.