Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kejujuran Gibrel Kepada Ella



***Hey Readers Jangan Lupa Like sebelum membaca.


Jangan lupa juga follow akun Author @Wichan606. Nanti author followback pastinya***


Suasana dalam ruangan yang telah menonton pertandingan antara Gibrel dan juga Queen dalam permainan bola biliar dengan suara tepuk tangan dan sorakan atas nama Queen yang memenangkan pertandingan tersebut.


Semua orang kembali bersorak untuk mengingatkan mereka bahwa saat sebelum bertanding mereka telah bersepakat atas sebuah perjanjian bahwa yang kalah harus meminum satu botol bir sekaligus.


Dan di waktu yang tepat seorang pelayan masuk dengan membawa beberapa botol bir yang ada di meja dorong yang dibawa olehnya yang bersamaan juga dengan Kriss yang tiba di dalam ruangan selang beberapa menit setelah pelayan itu masuk.


Mereka semua sangking fokusnya terhadap app Gibrel yang akan kan meminum satu botol bir yang sudah dibawa oleh Dien di saat pelayan itu datang membawa biar Dan beberapa makanan.


"Sesuai dengan perjanjian." Ucap Dien yang memberikan satu botol bir kepada Gibrel.


"Minum."


"Minum."


"Minum." Sorak semua orang yang hadir di dalam ruangan itu lalu tanpa mereka sadari Kriss masuk ke dalam ruangan dan langsung duduk di dekat Kyler dan Farel.


"Kau dari mana saja Kriss?" tanya Kyler.


"Tidur. Apa yang terjadi?" tanya Kriss melihat suasana ini


"Oh ini......." Ucap Farel yang menjelaskan seluruh situasi yang telah terjadi pada saat ini di ruangan mereka kepada Kris di mana ia baru saja tiba dan tidak mengetahui apa yang terjadi sejak tadi.


"Hebat juga dia." Ucap Kriss dalam hati.


"Baiklah aku sebagai lelaki sejati akan menepati janji ku." Jawab Gibrel mengambil botol bir yang ada ditangan Dien lalu membuka tutupnya dan mengangkat botol ke atas.


"Ayo bersulang." Jawab Gibrel yang mengangkat botol ke atas kemudian meminumnya dengan cepat isi botol itu masuk ke dalam mulut Gibrel dan mengalir ke dalam perutnya.


"Selesai." Jawab Gibrel yang meletakkan botol kosong di atas meja biliar.


Semua orang yang sejak Gibrel menenggak bir yang perlahan-lahan dihabiskan olehnya sudah berteriak untuk memberikan semangat agar cepat menghabiskan isi dalam botol bir tersebut. Dan setelah Gibrel menghabiskan isi botol bir tersebut mereka dengan berteriak dalam sorakan dan memberikan tepuk tangan.


"Hebat juga." Ucap Queen yang juga sudah memegang satu buah botol bir di tangannya.


Semua terdiam saat Queen mulai berbicara dan melihat Apa yang sedang dilakukan Queen dengan botol bir yang sedang di pegangnya. Ia juga membuka tutup botol itu dan tersenyum melihat semua orang.


"Selamat atas bergantungan kalian semua dan nikmatilah malam ini." Jawab Queen lalu meminum botol bir itu dengan cepat hingga kosong isinya.


"Wah hebat." Jawab semua orang dalam hati maupun tidak melihat Queen yang dengan mudahnya meminum itu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Mawar yang berjalan ke arah Queen.


"Kalian semua jangan melihat saja, nikmati saja makanan yang ada." Jawab Queen tersenyum dengan keadaan yang masih sadar.


"Kau masih sadar?" tanya Mawar.


"Tentu." Jawab Queen yang tersenyum sedang memegang botol kosong itu.


"Baguslah." Jawab Mawar yang melihat kondisi Queen masih dalam keadaan sadar.


"Sudah-sudah. Sekarang nikmati saja makanan kalian yang sudah tersedia di atas meja." Jawab Mawar yang sedang mempersilahkan semua orang yang hadir untuk segera menikmati makanan.


"Selamat untuk senior Queen." Jawab Kelvin.


"Terima kasih kepada para senior." Ucap Farel yang mengambil botol bir.


"Bersulang." Ucap beberapa orang yang satu persatu mengikuti untuk mengangkat botol minum mereka.


Beberapa orang mengambil bir dan meletakkannya ke gelas namun beberapa orang hanya meminum jus yang sudah tersedia. Ella yang tidak berdiri dan mengambil gelasnya kemudian diambilkan jus jeruk oleh Gibrel.


"Minumlah." Jawab Gibrel.


Ella yang melihat Kris hanya duduk tanpa mengambil gelas dan tidak memperdulikan dirinya membuat dirinya kesal dan menerima tawaran dari Gibrel.


Melihat semua itu membuat Kriss risih sehingga dirinya mengasingkan diri dari mereka semua. Kriss berjalan keluar meninggalkan ruang pesta yang di lihat oleh Queen dan Ella.


"Kau mau kemana?" tanya Kyler.


"Aku gerah." Jawab Kriss.


"Tapi ber AC." Jawab Farel yang polos.


"Pergilah," Jawab Kyler yang paham.


"Oke." Jawab Kriss.


"Jangan."Ucap Farel tapi Kyler menahannya.


"Biarkan dia." Jawab Kyler.


"Kenapa?" tanya Farel.


"Apak kau tidak paham?" tanya Kyler dengan mencengkram leher Farel.


"Paham-paham." Jawab Farel yang meminta Kyler untuk melepaskan tangannya dari leher dirinya.


Kriss yang keluar dari ruangan di ikuti oleh Queen kemudian Ella. Queen yang ingin mengikuti Kris ditahan oleh Mawar namun berhasil terlepas. Sedangkan Ella ditahan oleh Gibrel yang ingin pergi dari pesta.


"Kau mau kemana?" tanya Mawar.


"Aku lelah, sepertinya aku akan pulang duluan." Jawab Queen.


" Aku antar." Ucap Mawar.


"Tidak perlu, aku naik taksi saja. Kau bawa saja mobil ku besok ke sekolah." Jawab Queen.


"Kau yakin?" tanya Mawar.


"Iya." Jawab Queen yang bisa terlepas dari Mawar dan berjalan keluar untuk menyusul Kriss yang sudah keluar dari pintu ruangan.


Diposisi lainnya....


"Kau mau kemana?" tanya Gibrel.


"Aku ingin pulang." Jawab Ella.


"Pestanya belum selesai. Tetaplah di sini." Jawab Gibrel yang memegang tangan Ella dengan dirinya yang sudah terpengaruhi oleh bir itu.


"Tapi ini sudah malam, aku harus segera pulang." Jawab Ella yang memberikan alasan yang tepat karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


"Tapi besok masih libur." Jawab Gibrel.


"Lepaskan tangan ku." Jawab Ella yang melepaskan tangan Gibrel.


"Maaf, tapi bisakah aku berbicara dengan mu sebentar saja." Jawab Gibrel.


"Bicara apa?" tanya Ella.


Mereka berbicara dengan telinga yang di dekatkan karena seluruh ruangan masih berisik dengan musik. Gibrel menarik tangan Ella untuk keluar dari pesta dan membawanya di sebuah belakon di jendela ruangan lalu menutupnya.


"Ada apa?" tanya Ella.


"Ella, bisakah kau bersikap seperti biasanya kepada ku? Jika kau tidak bisa mencintai ku tapi aku harap kau tidak akan terus menerus menghindari ku." Jawab Gibrel.


"Tapi aku berharap kau segera memberikan jawaban yang ingin aku dengarkan dan memberikan kepastian atas perasaan yang sudah aku beri tahu kepada mu." Jawab Gibrel lagi.


"Aku tidak tahan lagi jika kau terus menerus seperti ini. Kau terus saja menghindari ku sejak aku mengatakan perasaan ku." Jawab Gibrel lagi yang terus berbicara dengan mudahnya. Ini semua karena pengaruh minuman yang membuatnya jujur untuk mengatakan semua yang ingin ia katakan kepada Ella.