Junior Sandreas

Junior Sandreas
Penghianat Bisnis



Kenzo yang baru saja turun dari helikopter disambut oleh Riki dari atas gedung perusahaan pusat Sandreas. Kenzo yang menggunakan jas hitam dengan dalaman baju kemeja putih dan menggunakan kacamata hitam berjalan mendekati Riki yang juga berjalan mendekatinya.


Riki yang mendekati Kenzo dan berbisik. Ekspresi yang ditunjukkan pada wajah Kenzo menunjukkan ekspresi tidak menyenangkan. Kenzo jalan menuju pintu dan diikuti oleh Riki hingga sampai ke ruangan kantornya yang berada di paling atas gedung pusat perusahaan Sandreas.


"Jelaskan!" perintah Kenzo.


"Kami menemukan hal yang mencurigakan beberapa minggu yang lalu. Tetapi karena aku tidak memiliki bukti yang kuat maka dari itu aku tidak memberitahukan kepadamu hingga pada akhirnya kemarin aku menemukan bukti yang kuat."


"Semua bukti itu sudah ada di dalam laptop Anda tuan muda. Rekan bisnis kita pada bisnis stok supermarket di kota C yang di tangani oleh direktur Erik. Direktur Erik bekerja sama dengan rekan bisnis Ho yang sudah bekerja sama dengan kita selama setahun belakangan ini." Ucap Riki yang menghidupkan laptop Kenzo dan menunjukkan video yang harus ditonton oleh Kenzo sebagai barang bukti atas kejahatan rekan bisnis dan juga direktur di kota C.


Kenzo dengan diam dan menikmati tontonan video yang diberikan oleh Riki dihadapannya. Dengan wajah yang penuh emosi namun terlihat tenang, tapi tidak bisa di disembunyikan bahwa saat ini Kenzo sedang mengepalkan tangan kanannya menahan emosi atas segala penghianatan.


Keluarga Sandreas memang lama benci hal-hal yang berkaitan dengan penghianatan. Oleh karena itu, saat ini ada rasa emosi dan juga sedih yang dirasakan oleh Kenzo. Emosi mara atas penghianatan orang yang dipercaya oleh nya adalah hal yang wajar. Tetapi bersamaan dengan itu, Kenzo merasa sedih karena tidak berhasil untuk memberi pelatihan tentang kesetiaan kepada para bawahannya.


Hal itu diketahui oleh Riki yang selama ini sudah membantu Kenzo dalam beberapa tahun ini. Riki yang sudah mengetahui reaksi apa yang akan diberikan oleh Kenzo kepada Erik kedepannya.


"Tuan muda," panggil Riki untuk menyadarkan Kenzo kembali yang sejak tadi hanya melamun dengan menatap layar laptop padahal video bukti itu sudah selesai ditonton.


"Jadi kau menemukan mereka sedang bertemu di suatu tempat dan terlihat dari video tersebut bahwa mereka sedang barter sesuatu?" tanya Kenzo.


"Iya tuan muda. Aku juga belum memiliki banyak bukti tentang apa saja yang mereka lakukan belakangan ini. Tetapi beberapa orang orang kita melihat mereka saling bertemu sekitar sudah 13 kali bertemu dengan sembunyi-sembunyi."


"Sebulan yang lalu saat ada yang melaporkan hal seperti itu aku langsung mencari bukti yang kuat untuk membuktikan dari ucapan mereka. Dan itulah bukti yang saat ini aku miliki Dan aku bertanya kepada tuan muda apa yang harus kita lakukan kepada Erik?" tanya Riki memastikan.


"Kau sudah menyelidiki mengapa dia bekerjasama dengan Ho?" tanya Kenzo.


"Saya belum menemukan hal itu. Tapi untuk yang kedua kalinya saya melihat sendiri bahwa mereka sedang melakukan transaksi ilegal." Jawab Riki.


"Jadi video tadi kau sendiri yang merekamnya ketika kau melihat hal yang tidak wajar dari mereka berdua? tanya Kenzo.


"Iya tuan muda. Pengintaian pertama saya melihat bawah Erik memberikan 2 ton seluruh jenis supermarket yang seharusnya diedar di beberapa tempat di wilayah kota C. Hal itu diberikan kepada Ho."


"Yang kedua aku melihat Erik bertemu dengan Ho di sebuah bar. Dan mereka menandatangani sebuah kontrak penjualan anggur dari tempat kita." Jawab Erik yang kembali menjelaskan video dan juga beberapa foto yang telah di tunjukkan olehnya kepada Kenzo.


"Aku tidak menyangka akan mendapatkan sebuah penghianatan dari orang-orang yang aku pilih dan aku percayai." Jawab Kenzo dia menatap Riki dengan wajah yang sedih.


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Riki.


"Selidiki lebih dulu mengapa Erik berkhianat kepada kita. Dan selidiki semua hal tentang Ho yang selama ini kita tidak mengetahui atau sedang ditutupi olehnya." Ucap Kenzo.


"Tidak apa-apa. Sebuah kepercayaan akan ada waktunya menjadi sebuah penghianatan. Dan pertemanan maupun kepercayaan terhadap seseorang akan ada tiba waktunya mereka yang tidak tahan akan sebuah godaan akan menghianati mu." Jawab Kenzo.


"Tapi aku akan membereskan nya ketika aku sudah mengetahui alasan Erik melakukan hal itu." Jawab Kenzo.


"Sesuai dugaan ku, dia lebih memiliki hati seorang manusia dari pada saat kejayaan tuan Jack saat itu." Jawab Riki dalam hatinya.


Riki mengetahui bahwa Kenzo di didik oleh kasih sayang Caca dan juga Jack dengan sangat baik sedangkan Jack di didik pada lingkungan yang menuntutnya untuk menjadi kuat.


"Baik tuan muda." Jawab Riki.


"Oh ya, bisa panggilkan Zhafira untuk membuatkan makan siang nanti untuk ku." Jawab Kenzo.


"Baik tuan muda." Jawab Riki yang terkejut tentang apa yang diminta oleh Kenzo kepada dirinya saat ini.


"Tuan muda sudah dewasa." Jawab Riki dalam hatinya sambil melamun dan melihat Kenzo.


Kenzo yang duduk di kursi pribadinya itu dengan berhadapan pada beberapa berkas yang sudah menumpuk di meja kerjanya. Kenzo sedang menatap seluruh ruangan yang sudah beberapa hari ini tidak masuk hingga tatapannya itu berhenti pada Riki. Riki yang masih menatap ke Kenzo sambil tersenyum membuat Kenzo bertanya-tanya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu paman?" tanya Kenzo.


"Tidak apa-apa tuan muda," jawab Riki yang tersadar dari lamunannya.


"Oh ini beberapa berkas yang harus diperiksa kemudian di tanda tanganin untuk besok. Sore ini kita ada pertemuan kalau klien di hotel." Jawab Riki yang mengalihkan pembicaraan dengan berjalan mengajukan berkas yang tertumpuk di meja kerja Kenzo dan juga memberitahukan tentang jadwal kegiatan hari ini.


"Baiklah." Jawab Kenzo yang mengembuskan napasnya melihat beberapa berkas yang sudah tertumpuk di hadapannya.


"Saya permisi tuan muda."Jawab Riki yang buru-buru keluar dari ruangan Kenzo untuk menghindari hal yang tadi.


Riki bergegas keluar dan membuka ponselnya untuk menelpon Zhafira. Riki pemberitahuan zhafira untuk segera membuat masakan untuk hidangan makan siang Kenzo.


Riki juga memerintahkan Zhafira untuk memasukkannya ke dalam bekal dan nanti ada seorang yang akan menjemputnya dari hotel menuju ke perusahaan pusat Sandreas.


Sedangkan Kenzo di dalam ruangan kerjanya sedang melakukan pemeriksaan beberapa berkas yang harus di tandatanganinya. Kenzo menghabiskan waktu untuk memeriksa berkas berkas itu setelah beberapa hari ini tidak masuk kerja.


"Huh, ternyata banyak juga yang harus diperiksa sebelum ditandatangani." Jawab Kenzo yang menghembuskan napas kemudian merenggangkan kedua tangannya ke atas dan memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.