Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kematian Lelaki itu : Tato



Episode Bella Sandreas


Feng yang tertidur beberapa jam di dalam ruangannya, terbangun karena suara dering ponsel nya. Layar ponsel yang bertuliskan dengan nama Rom yang sedang menelpon. Feng yang baru terbangun mengambil ponselnya kemudian menerima panggilan itu.


"Hm." Ucap Feng.


"Maaf bos jika aku mengganggu tidur mu. Tapi ini penting jadi aku tidak bisa menunda ya." Jawab Rom.


"Ada apa?" tanya Feng dengan membangunkan badannya terduduk dan mendengarkan dengan serius penjelasan Rom.


"Lelaki itu telah meninggal. Anggota kita yang di perintahkan untuk mengikutinya baru saja melaporkan bahwa dia telah meninggal karena kecelakaan mobil dengan sebuah taksi." Ucap Rom.


"Lalu?" tanya Feng.


"Seminggu yang lalu ia di terima kerja sebagai office boy di sebuah perusahaan. Semenjak itu, anggota kita hanya memperhatikan dari kejauhan dan tidak terlalu mendekati kegiatannya di perusahaan itu. Tapi 3 hari setelah ia bekerja, ia bertemu dengan seseorang dan mengobrol sebentar. Dan tidak ada hal yang di curigai hingga kecelakaan itu terjadi setelah ia baru saja beberapa jam bertemu dengan orang itu." Jelas Rom.


"Kapan dia meninggal?" tanya Feng.


"4 hari yang lalu, namun anggota kita tidak ingin memberi tahu dulu sebelum mereka mendapatkan informasi yang pasti." Jawab Rom.


"Lanjutkan." Ucap Feng.


"Mereka mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka menelusuri keberadaan orang yang di temuinya itu namun tidak menemukan. Yang ada mereka menemukan orang itu membeli tiket pesawat yang ke arah kota kita. Di hari yang sama tetapi di jam yang berdekatan setelah kejadian kecelakaan mobil itu." Jelas Rom lagi.


"Jadi ada kaitannya dengan kejadian itu?" tanya Feng.


"Iya, setelah mayat supir taksi dan mayatnya di autopsi. Di mayat supir taksi terdapat sebuah luka di perut dan isinya sama. Sebuah kapsul racun darah yang sudah meledak. Namun orang-orang rumah sakit tidak mengetahui tentang racun itu. Orang kita hanya memberikan photo bekas luka yang ada di perut itu dan juga bekas kapsul sedikit yang tersisa di dalamnya." Ucap Rom.


"Jadi kalian sudah menemukan lelaki itu di sini?" tanya Feng.


"Belum. Tapi menurut keterangan anggota kita, lelaki itu memiliki sebuah tato jari telunjuknya dengan gambar kalajengking, sedangkan di jari tengahnya sebuah tato naga." Jawab Rom.


"Apa ini ada kaitannya dengan dia?" tanya Feng.


"Karena hal itu aku buru-buru memberitahukan kepada mu." Jawab Rom.


"Baiklah. Aku mengerti. Cari keberadaan orang itu dulu. Rencana selanjutnya aku akan memikirkannya." Jawab Feng.


"Baik bos." Ucap Rom yang mematikan panggilan nya.


"Jika ini ada kaitannya dengan dia, untuk apa dia mengincar Bella?" tanya Feng dalam hati dengan memegang ponselnya di tangan.


"Apa dia mengetahui tentang jati diri ku yang sebenarnya sebagai Mr.Zo? Tapi ini tidak mungkin. Bahkan tidak ada yang mengetahui hal ini kecuali Rom. Dan tidak mungkin Rom menghianati ku, aku percaya padanya." Jawab Feng.


"Ahhh, membuatku pusing saja menganalisis apa hubungannya dengan Bella." Jawab Feng dalam hati dengan memegang besi tempat tidurnya.


"Tunggu dulu, racun darah? Sepertinya aku mengetahui hal ini. Apa aku harus pergi mencari guru untuk mempertanyakan hal ini lebih jelas. Mungkin ada petunjuk untuk hal itu." Jawab Feng dalam hatinya.


"Iya lebih baik aku menemuinya, Sudah 7 tahun aku tidak bertemu dengan ya, entah bagaimana kabarnya sekarang." Jawab Feng dalam hatinya dan melanjutkan dirinya berbaring di tempat tidur dan tertidur.


Matahari telah muncul menerangi bumi, Feng terbangun dan membersihkan dirinya. Feng mengambil satu set pakaian yang berada di lemarinya untuk di gunakan. Ia berpakaian rapi dengan jas dokternya untuk melaksanakan kegiatan profesinya seperti biasanya. Setelah selesai berpakaian, ia mengambil berkas jadwal pasien yang harus di cek olehnya di bangsal-bangsal.


Feng keluar dari ruangannya menuju ke bangsal-bangsal pasien yang di ikuti para suster yang sudah menunggu di luar, tepatnya di ruang administrasi di dekat ruangan Feng. Para suster memberikan salam kepada Feng dan mengikuti. Feng hanya membalas dengan senyum tipis dan berjalan ke arah bangsal-bangsal yang sudah terjadwal di kertasnya.


"Kondisinya sudah mulai membaik, 3 hari lagi sudah bisa keluar rumah sakit jika setiap harinya kondisi membaik. Makan yang teratur dan minum obat yang sesuai dengan jadwal dan anjuran." Ucap Feng.


"Terima kasih dok," Ucap pasien.


Mereka terus memberikan pelayanan pengecekan kepada para pasien dari satu pasien ke pasien yang lain hingga dari bangsal satu ke bangsal lainnya. Selesai memeriksa itu, Feng kembali ke dalam ruangannya dan menyusun kembali berkas hasil pengecekkan pasien.


Baru saja mau memulai pengecekan berkas, seseorang delivery datang mengantarkan sarapan bubur dan juga susu kepada Feng. Suara ketukan pintu terdengar sehingga Feng berjalan membuka pintu.


"Tuan ini pesanan anda." Ucap delivery.


"Pesanan?" tanya Feng yang merasa tidak ada memesan apapun.


"Silahkan di terima, saya akan memfotonya. Jangan lupa beri bintang 5 ya." Ucap Delivery dan di ikuti Feng dengan menerima makanan itu tanpa menjawab.


"Saya permisi dulu." Ucap delivery.


"Uang ya?" tanya Feng.


"Sudah di bayar, silahkan di nikmati." Ucap Delivery yang memberikan makanan itu dengan cepat dan singkat membuat Feng tidak bisa bertanya lagi.


Feng membawa makanan itu masuk ke dalam kantor nya dengan bertanya-tanya siapa yang telah mengirimkan sarapan untuk dirinya. Feng membuka bungkus itu dan melihat bahwa ada 1 mangkuk bubur dan juga 1 kaleng susu yang sudah diantar.


"Bubur? Susu?" tanya Feng dalam hati ketika mengeluarkan satu persatu.


Suara dering ponsel chat masuk ke ponsel Feng.


"Jangan lupa untuk sarapan. Balasan makanan tadi malam."Ucap Bella dalam chat itu.


"Oh dari my princess love. Pantas saja." Jawab Feng dalam hati ketika membaca ponselnya.


Feng yang tidak ingin membalasnya dengan chat langsung menelpon Bella.


"Sudah bangun?" tanya Feng.


"Tentu, ini sedang memakai sepatu untuk berangkat kerja." Ucap Bella.


"Aku tidak membutuhkan balasan dari mu, kenapa harus mengirimkan makanan delivery juga?" tanya Feng yang merasa apa yang dia lakukan untuk Bella segera di balas oleh Bella.


"Jadi seperti itu perasan mu menyimpulkannya?" tanya Bella.


"My princess, aku melakukan hal ini dan itu hanya untuk membuat mu senang. Ingin memberikan yang terbaik sebagai seorang pacar." Jawab Feng


"Jadi tidak senang jika aku juga melakukan hal yang sama?" tanya Bella.


"Tentu saja senang, tapi aku tidak ingin membuat mu terbebani." Ucap Feng.


"Nona ayo segera berangkat atau kita akan terlambat." Ucap Melly yang menjerit.


"Iya Bi, tunggu sebentar." Jawab Bella dengan menjauhkan ponsel dari mulutnya.


"Sudah dulu, semangat kerjanya."Ucap Bella kepada Feng dengan mematikan panggilan itu dan segera datang menemui Melly.