
Episode Krissta Sandreas
"Dan Bu Mita?" tanya Samuel.
"Kebetulan lembar jawaban milik Kriss saya sendiri yang telah memeriksanya. Ada beberapa soal yang dikerjakan dengan jalan yang berbeda dari yang saya ajarkan tetapi di hasil jawabannya benar." Jawab Mita.
"Lalu?" tanya Samuel.
"Jika rumus yang digunakan sama namun cara pengerjaan berbeda tapi hasil benar. Bukan kah itu tidak masalah?" tanya Daniel.
"Tapi tidak benar jika menggunakan jalan yang berbeda. Bukan kah itu seperti sedang menjatuhkan cara kita mengajar?" tanya Wilson.
"Iya benar aku juga berfikir seperti itu." Jawab Mita.
"Aku masih ragu jika berkata seperti itu." Jawab Celly.
"Aku juga." Jawab Gerry.
Mereka semua memberikan pendapatnya untuk memutuskan hal ini.
"Jadi apakah keputusan ini harus di anggap salah? apakah jawaban benar Kriss tidak menjadi pertimbangan?" tanya Daniel.
"Iya, tapi.." jawab Mita belum menyelesaikan ucapan ya sudah di potong Samuel.
"Lalu menurut Bu Mita bahwa jawaban Kriss itu tidak benar?" tanya Samuel memotong.
"Bukan begitu Pak, tapi saya merasa bahwa saya tidak pernah mengajarkan siswa saya dalam mengerjakan soal dengan jalan yang seperti ini." Jawab Bu Mita.
"Boleh aku melihat ya?" tanya Samuel.
Bu Mita berjalan ke depan meja Samuel untuk memberikan kertas jawaban milik Kriss. Samuel melihat jawaban dari Kriss dan memperhatikannya.
"Aku tidak begitu paham dengan matematika, tapi aku memiliki seorang teman yang ahli dalam hal ini. Untuk memutuskan keputusan dari apa yang akan aku ambil." Ucap Samuel kepada semua orang.
"Siapa?" tanya Bu Mita.
"Apakah kalian pernah mendengar nama Prof. Coper?" tanya Samuel.
"Profesor nomor satu yang terkenal di seluruh dunia itu? Yang saat ini bekerja di sebuah universitas terkemuka di dunia?" tanya Mita.
"Ya, dia adalah teman ku. Sebentar aku akan mengambil gambar kertas jawaban dan mengirimkan ya ke dia." Ucap Samuel yang mengambil ponsel ya.
Seluruh guru sedang berbisik karena mereka tidak menyangka untuk mengambil keputusan tentang Kriss harus menghubungi profesor terkenal itu.
Beberapa menit berlalu setelah Samuel mengirimkan jawaban Kris ke profesor Coper. Tidak menunggu terlalu lama, profesor Coper langsung menghubungi Samuel dengan sambungan video call yang diawali dengan pesan singkat kepada Samuel.
"Sambungkan aku lima menit lagi. Aku akan menyelesaikan perkuliahan ini dengan segara." Pesan singkat prof. Coper.
"Bantu aku menyiapkan tampilan layar dalam sambungan video prof.Coper." ucap Samuel.
"Begitu cepat?" tanya Gerry yang terkejut dengan respon yang diberikan oleh Coper.
Bukan hanya Gerry yang merasa heran tetapi juga seluruh guru merasa respon ini terlalu cepat. Karena dilihat dengan statusnya yang terkenal dan juga pasti sangat sibuk.
"Siapakah yang mengerjakan soal itu?" tanya Coper dalam video call itu.
"Seorang siswa di sekolah JS. Kau langsung bertanya tentang gambar itu ketimbang bertanya dengan kabar ku?" tanya Samuel.
"Hahaha, maaf-maaf. Tapi aku terlalu penasaran dengan jawaban yang di tulis itu." Jawab ya.
"Kenapa dengan jawaban ya?" tanya Samuel.
"1 banding 1000 orang yang mampu memiliki kecerdasan seperti itu. Dan seumur hidup ku, aku baru menemukan satu orang yang seperti itu. Dan jika siswa mu itu benar sesuai dengan dugaan ku, maka dia orang kedua yang aku temukan." Jawab Coper.
Semua orang yang mendengar jawaban dari Coper terkejut.
"Jadi tidak masalah dengan cara itu untuk menjawab pertanyaan soal?" tanya Samuel.
"Tentu saja tidak. Itu jauh lebih cepat di bandingkan cara biasanya." Jawab Coper.
"Oh baiklah. Bagaimana jika kita membicarakan hal ini lebih banyak lagi setelah aku selesai rapat? Karena saat ini aku sedang bersama dengan para guru untuk mencari keputusan terhadap anak itu." Jawab Samuel.
"Jadi maksud mu kau hanya memanfaatkan ku untuk mengambil keputusan atas masalah mu ?" tanya Coper.
"Bagaimana?" tanya Samuel kepada mereka.
"Bukan kah jawaban ya sudah bisa di tentukan?" tanya Daniel.
"Boleh aku meminta sebuah permintaan?" tanya Mita.
"Apa itu?" tanya Samuel.
"Aku ingin memohon kepada anda untuk mendatangkan Profesor Coper ke sini untuk menguji Kriss." Jawab Mita.
"Baiklah. Aku usahakan." Jawab Samuel.
Rapat mereka selesai dengan hasil musyawarah bawah mendapatkan nilai sempurna dari 3 mata pelajaran yang saat ini baru saja diselesaikan.
***
3 hari pelaksanaan ujian semua mata pelajaran teori telah selesai di laksanakan. Besok waktunya ujian bela diri di mulai. Seluruh siswa sibuk mempersiapkan pertandingan untuk ujian beladiri esok hari. Sementara para guru sibuk memeriksa ujian terakhir pada hari ini. Dan rapat di mulai kembali untuk menyelesaikan semua rekap nilai seluruh ujian teori.
"Siapa yang menjadi tertinggi?" tanya Samuel.
"Sepertinya harus di ganti dengan siapa yang mendapatkan nilai sempurna." Jawab Gerry.
"Maksud ya?" tanya Samuel dan para guru lainnya.
"Adalah diantara siswa kalian mendapatkan nilai sempurna pada seluruh mata pelajaran?" tanya Gerry.
"Tidak ada." Jawab beberapa guru dan yang lainnya menggelengkan kepala menandakan bahwa tidak ada yang mendapatkan nilai sempurna yang dimaksud dengan pertanyaan Gerry.
"Kriss." Jawab Gerry.
"Dia memang mendapatkan nilai seratus dari ku." Ucap serentak para guru mata pelajaran teori seluruh ya.
"Apa?" tanya Samuel, Wilson yang terkejut.
"Iya. Aku jadi berfikir untuk melaksanakan ujian khusus pada Kriss seperti kebiasaan sekolah JS di masa lalu yang sudah turun-temurun." Jawab Gerry.
"Ujian untuk melihat seberapa cerdas dirinya?" tanya Samuel.
"Iya." Jawab Gerry.
"Aku setuju." Jawab Celly.
"Aku juga." Jawab Daniel.
"Kami juga." Ucap yang lainnya dan hanya Wilson yang diam.
"Baiklah, ayo kita lakukan setelah ujian beladiri beberapa hari kedepan." Jawab Samuel.
"Baik Pak." Jawab mereka semua.
Ujian khusus yang dimaksud adalah ujian untuk menilai seberapa besar IQ yang dimiliki oleh Kriss. Seperti biasanya bahwa sekolah JS akan memberikan hak khusus jika mendapat seorang siswa yang jenius.
Seperti yang telah diketahui bahwa sekolah JS adalah sekolah khusus untuk para anak-anak yang memiliki latar belakang yang kuat dari keluarganya dan juga anak-anak yang memiliki kecerdasan dari kecerdasan normal lainnya. Namun untuk golongan kecerdasan tidak banyak yang mendapatkan nilai sempurna dari sekolah JS.
Soal-soal yang diberikan oleh sekolah JS bukankah soal seperti tingkatan mereka melainkan soal-soal dengan tingkat kesulitan ya seperti jenjang perkuliahan. Oleh karena itu, para siswa di latih untuk mendapatkan pelajaran yang lebih tinggi dari sekolah pada umumnya. Dan mendapatkan ilmu bela diri untuk melindungi diri sendiri.
Dalam sejarah puluhan tahun yang lalu sejak Sekolah JS dibangun hingga sekarang, hanya ada beberapa orang yang mendapatkan katagori jenius menurut pandangan sekolah JS. Hak khusus yang dimaksud ketika mendapatkan kategori jenius adalah:
Mendapatkan hak sebagai siswa yang akan cepat tamat sesuai kemampuan.
Mendapatkan hak fasilitas sekolah JS dengan gratis seumur hidup.
Mendapatkan beasiswa ke jenjang lebih tinggi sesuai keinginan.
Mendapatkan 1 permintaan bebas dari sang jenius dan akan di usahakan di kabulkan.