Junior Sandreas

Junior Sandreas
Resep Racun Darah



"Jadi apakah kita memiliki musuh yang sama?" tanya Feng.


"Entahlah. Sama seperti mu, uncle hanya ingin melindungi keluarga Sandreas. Sedangkan kau ingin melindungi pacar mu." Jawab Max.


"Lalu apa saja petunjuk yang sudah Uncle temukan?" tanya Feng.


"Kau sudah tidak curiga lagi kepada ku sepenuhnya?" tanya Max memastikan pemikiran Feng.


"Kalau aku mencurigai Uncle, sudah sejak tadi aku tidak mengizinkan mendengar perbincangan ku dengan Kakek. Walaupun aku baru dua kali bertemu dengan Uncle, tapi aku tahu betul Uncle bukan orang yang seperti itu." Jawab Feng.


"Lagi pula, alasan aku membuat uncle mendengarkan semua ini untuk membantu ku menemukan ketiga orang lainnya yang mengetahui racun darah ini." Jawab Feng lagi.


"Tapi tidak aku sangka, uncle datang kemari juga karena racun darah ini." Jawab Feng yang memberhentikan ucapannya.


"Hahaha, kau tidak berubah dengan sifat mu sejak kecil. Selalu berterus terang kepada ku. Aku masih ingat di mana dulu kau begitu arogan dan tidak ingin banyak bicara dengan orang lain." Jawab Max.


"Tapi Uncle mampu membuat ku berbicara bahkan berteman dengan uncle." Mereka berdua tertawa sebentar.


"Kembali pada pembahasan kalian. Kenapa kalian bisa bersamaan terkena masalah racun darah ini." Tanya dokter Mugu.


"Entahlah." Jawab mereka berdua dengan cepat.


"Tapi yang masih aku pertanyaan adalah bagaimana mungkin resep ini diproduksi kembali setelah sekian lamanya?" tanya dokter Mugu.


"Lalu apakah Anda mengingat 3 orang itu?" tanya Max.


"Tidak. Seperti yang sudah aku katakan kepadamu tadi bahwa setelah aku menerima mereka menjadi murid dan belajar beberapa bulan di sini mereka kembali ke markas militer. Dan seperti yang kau ketahui bahwa aku tidak pernah memperdulikan apa yang terjadi di markas karena tugasku hanya membuat obat atau racun sesuai dengan permintaan dari militer." Jawab dokter Mugu.


"Lalu apakah mereka mengetahui resep racun darah itu langsung darimu atau tanpa sengaja?" tanya Max.


"Tanpa sengaja. Waktu itu, hanya kalian berlima dan aku yang menciptakan resep racun darah ini untuk diberikan kepada komandan. Dan karena pengaruh racun darah ini terlalu mematikan jadi komandan tidak memperbolehkan kita untuk memproduksi secara massal."


"Dan semua itu hanya untuk membunuh musuh secara massal pada saat krisis misi waktu itu. Dan setelah itu, tidak ada lagi produksi. Komandan juga mengatakan untuk menghilangkan bukti. Hanya beberapa dewan petinggi yang mengetahui hal itu. Dan itu termasuk produk gagal walaupun sebenarnya berhasil."


"Aku mengerti. Jika bukan karena kapsul itu, tidak mungkin para penjahat itu bisa mati dengan mudah." Jawab Max.


"Iya." Jawab Dokter Mugu sedangkan Feng hanya diam mendengarkan mereka menceritakan masa lalu.


"Sejak saat itu, resep racun darah itu aku simpan di perpustakaan pribadi dan tidak pernah disebarluaskan sesuai dengan permintaan dari komandan. Aku diam-diam menyimpan data aslinya di sini. Karena itu termasuk maha karya ku yang tidak perlu untuk di musnahkan. Cukup di simpan dan jangan di berikan kepada orang lain." Jawab dokter Mugu menjelaskan alasannya.


"Jadi bagaimana mereka bisa mengetahui itu?" tanya Max.


"Waktu itu, setelah komandan meninggal dan di gantikan oleh yang lain. Surat perintah mengatakan memerintah ku untuk membimbing 3 dokter militer itu untuk lebih memahami racun yang biasa di hadapi oleh tentara yang berada di alam liar." Jawab Dokter Mugu kemudian melanjutkan ceritanya terus.


"Aku menemukan mereka bertiga di dalam perpustakaan itu, dan mereka sedang membaca buku itu. Karena kejadian itu, aku mengintrogasi mereka. Dan mereka bertanya seperti orang yang tidak tahu apa-apa. Dan karena mereka mengetahui aku menceritakan hal itu kepada mereka dengan singkat. Aku hanya mengatakan bahwa ini resep sudah tidak boleh lagi di gunakan karena memang sudah tidak di perbolehkan."


"Jadi mereka hanya membaca sekali dan dokter mengatakan larangan untuk tidak menggunakan resep itu lagi?" tanya Max yang memotong penjelasan Dokter Mugu.


"Iya. Jadi tidak mungkin dengan cepat mereka bisa menguasai itu. Tapi bisa juga mereka mencobanya hingga memproduksi ya seperti ini. Karena dari apa yang aku cium ini bahwa ada bahan lain yang di tambahkan oleh mereka." Jawab Dokter Mugu yang telah memegang sampel itu dan menciumnya.


Karena penciuman Dokter Mugu yang tajam bahkan lidah dia juga memiliki kecendrungan yang berlebih dari orang biasa. Dan dirinya juga sudah kebal dengan racun karena terlalu banyak racun yang sudah masuk ke dalam tubuhnya.


"Dan setelah itu kakek tidak mengetahui keberadaan mereka hingga sekarang?" tanya Feng.


"Tidak. Mana mungkin aku mengetahui semua murid yang telah datang kemari. Setiap tahunnya berubah. Dan terlalu banyak murid yang datang untuk belajar racun dengan ku." Jawab Dokter Mugu.


"Hmmm iya juga. Apalagi Kakek penggila racun mana mungkin mementingkan orang lain. Bahkan aku juga dulu tidak terlalu di pedulikan oleh Kakek." Jawab Feng.


"Bukan begitu, Kakek mu itu melakukan itu karena sebuah alasan. Tapi itu sudah tidak penting, yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita menemukan ketiga orang itu ." Jawab Max.


"Kakek akan menjelaskannya nanti. Tapi ada yang ingin kakek tanya kepada mu?" tanya Dokter Mugu.


"Apa itu?" tanya Feng.


"Kau benar-benar menyukai wanita itu?" tanya Dokter Mugu.


"Tentu. Dia akan menjadi yang pertama dan terakhir." Jawab Dokter Feng.


"Bagus lah jika kau normal. Kakek kira selama ini kau tidak menyukai wanita mana pun." Ucap dokter Mugu.


"Kakek...." Ucap Feng.


"Sudah-sudah bukan itu maksud kakek. Tapi sepertinya orang di balik ini lebih menyeramkan di banding dengan apa yang kalian bayangkan. Aku merasakan orang ini tidak mudah di temukan dan di hadapi. Akan sangat bahaya jika kalian belum menemukannya dan kalian di temukan terlebih dahulu." Jawab dokter Mugu.


"Apa yang dikatakan oleh dokter itu masuk akal. Aku juga berfikir dan memiliki firasat yang sama." Jawab Max.


"Lalu apa yang harus di lakukan?" tanya Feng.


"Dalang ini lebih mengerti tentang kondisi Sandreas di bandingkan oleh mu Feng. Jadi lebih baik kau jangan terlalu terekspos menyelidiki semua ini. Serahkan seluruh ya oleh Max." Jawab dokter Mugu.


"Hmmmmm. Benar juga, seperti yang sudah di ketahui bahwa hubungan dalang ini mengincar pacar mu bukan kau. Jadi lebih baik kau fokus untuk melindungi pacar mu. Untuk hal penyelidikan serahkan kepada ku." Jawan Max.


"Tapi, bagaimana aku akan melindungi wanita ku jika aku tidak mengetahui siapa yang ingin mencelakai wanita ku?" tanya Feng.