Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kedatangan Bella Sandreas



Zhafira menarik baju jas Kenzo, dimana Kenzo berdiri ingin meninggalkan Zhafira menenangkan diri.


“Tuan Kenzo, terimakasih.” Ucap Zhafira yang sedang menahan Kenzo untuk pergi.


“Tidak masalah. Tenangkanlah dirimu, aku tidak ingin mengganggu.” Ucap Kenzo yang menjawab ucapan Zhafira dengan menoleh kebelakang ke arah Zhafira.


Saat Kenzo yang pergi meninggalkan Zhafira, Zhafira menarik tangan Kenzo dan membuat Kenzo terduduk di sampingnya. Zhafira memeluk Kenzo dengan mengeluarkan suara tangisan yang cukup keras membuat Kenzo benar-benar bingung ada apa sebenarnya.


“Menangislah dengan kuat dan sepuasmu jika itu akan membuatmu baik-baik saja. Aku akan tetap disini.” Jawab Kenzo dengan memeluk Zhafira dan menepuk-nepuk pundah Zhafira.


Zhafira cukup lama menangis dalam pelukkan Kenzo, sekitar lima menit. Sudah selesai menangis, Zhafira melepaskan pelukkan itu dan mulai memandang Kenzo.


“Sudah aku katakan, jika kau tidak ingin bercerita maka tidak usah bercerita.” Jawab Kenzo


Zhafira menganggukkan kepalannya dan kembali mengucapkan terimakasih kepada Kenzo.


“Lagi-lagi kau menyelamatkanku dari bahaya, terimakasih tuan Kenzo.” Jawab Zhafira dengan menundudukkan kepalanya.


“Maka jangan memanggilku tuan Kenzo, bukannya sudah sejak dulu aku mengatakan kepadamu untuk berhenti memanggilku seperti itu?” tanya Kenzo.


“Baiklah, Kenzo. Maaf,” ucap Zhafira dengan lembut.


“Apa aku menekan dia? Kenapa wajahnya benar-benar sedih?” tanya Kenzo dalam hatinya.


“Ah, terserah kau ingin memanggilku apa. Tapi ingat kau jangan kemana-mana dulu, tetap di mansion ini hingga kau benar-benar pulih.” Jawab Kenzo.


“Zhafira,” panggil Bella dari pintu kamar.


Tiba-tiba Bella masuk kedalam kamar Kenzo dan melihat Zhafira yang sedang menangis. Bella salah sangkah, menganggap Zhafira menangis karena Kenzo. Bella yang baru saja tiba langsung berlari ke arah Zhafira dan memarahi Kenzo. Bella menyingkirkan Kenzo yang berdekatan dengan Zhafira.


“Apa yang sudah kau lakukan dengan sahabatku?” tanya Bella yang menyingkirkan Kenzo dengan kekuatannya dan duduk di samping Zhafira.


“Tidak Bel, Kenzo tidak melakukan apapun kepadaku.” Jawab Zhafira.


“Benarkah?” tanya Bella yang memeriksa seluruh tubuh Zhafira.


“Lalu kenapa banyak luka lebam di sekujur tubuhmu? Katakan saja jika dia berbuat jahat kepadamu.” Jawab Bella.


“Aku pergi dulu, kalian bicaralah.” Jawab Kenzo yang meninggalkan mereka berdua di dalam kamarnya.


“Kau jangan kabur,” ucap Bella.


“Pergilah Kenzo, biar aku yang menjelaskannya.” Jawab Zhafira.


Kenzo hanya tersenyum menutup pintu kamarnya. Dia pergi ke ruang bekerjanya yang berada di samping kamar. Sebenarnya ruang kerja dan kamar itu bersatu, tapi ada pembatas lemari buku yang ada di dalam kamar Kenzo. Kenzo sengaja kesana untuk mengkuping pembicaraan Bella dan Zhafira.


“Terimakasih sudah mengkhawatirkankku. Padahal kita sudah dua tahun lamanya tidak berkomunikasi lagi.” Jawab Zhafira.


“Jangan berbicara seperti itu, bagaimanapun kau tetap sahabatku. Ceritakanlah, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Apa ini ulah ibu tirimu lagi?” tanya Bella.


Zhafira memeluk Bella dan kembali menangis. Bella menerima pelukkan Zhafira dan berusaha untuk menenangkan Zhafira.


“Apa yang harus aku lakukan Bel, apa aku benar-benar harus bunuh diri saja?” tanya Zhafira.


“Apa yang sedang kau katakan Zha?” tanya Bella yang melepaskan pelukkan Zhafira dan meminta penjelasan dengan jelas kepada Zhafira atas pernyataannya.


“Mereka bukan keluargaku, mereka semua iblis Bel. Mereka telah membunuh ibuku dan mencoba menjual diriku untuk menolong kebangkrutan yang terjadi di perusahaan.” Jawab Zhafira.


“Bukannya ayahmu sangat menyayangimu?” tanya Bella.


“Semua itu palsu Bel, ternyata yang dia mau adalah tanda tanganku atas perusahaan ibuku.” Jawab Zhafira.


“Pria brengsek, dia bukan seperti ayah.” Jawab Bella.


“Dia memang bukan ayahku.” Jawab Zhafira kembali menangis.


Kenzo dan Bella sama-sama terkejut dengan apa yang sudah dijawab oleh Zhafira.


“Apa?” tanya Bella.


“Ternyata dia bukan ayah kandungku. Selama ini dia berpura-pura baik hanya untuk merebut harta ibuku. Perusahaan Shen adalah perusaahan yang di dirikan oleh ibuku dari nol hingga pesat maju. Dia mendekati ibuku untuk mengambil keuntungan itu, dia mengetahui bahwa ibuku hamil tanpa


suami. Dia menipu ibuku dengan menerima keadaan ibuku dan mengakui diriku sebagai anaknya. Saat dia ingin membunuhku dan ibuku, dia hanya berhasil membunuh ibuku.”


“Saat pengacara datang, dia tidak sempat membunuhku dan mengetahui sebuah kebenaran. Wasiat itu mengatakan bahwa aku akan menjadi ahli waris perusahaannya setelah usiaku 25 tahun. Dan dia akan mendapatkan saham sebanyak 30% jika berhasil menyerahkan perusahaan itu kepadaku. Aku tidak mengetahui hal itu sebelum hari ulang tahunku hari itu.”


“Damico berselingkuh dengan Ceysi. Mereka melakukan hal kotor di hotelku, ternyata mereka sudah lama melakukan hal itu dibelakangku. Aku mengetahui tidak sengaja. Damico juga bersekongkol dengan mereka Bel. Mereka semua menipuku. Mereka semua hanya ingin hartaku. Apa yang sudah aku perbuat hingga mereka seperti itu Bel? Apa salahku kepada mereka?”


“Tenanglah. Lanjutkan ceritamu.” Ucap Bella.


“Semuanya adalah rencana mereka, mereka menjodohkanku sejak aku umur 20 tahun kepada Damico sebagai rencana plan B. Untuk menaikkan saham perusahaan, mereka menjodohkan aku dengan Damico. Namun, karena aku memang ingin fokus ke studi aku hanya menerima hal itu saja tanpa membantah. Menjalani hubungan pertunangan bersama dengan Damico selama 5 tahun terakhir. Dia membuatku jatuh cinta tapi ternyata dia berselingkuh dengan Ceysi.”


“Dan yang lebih menyakitkan adalah, ternyata Ceysi adalah anak dari wanita itu. Mereka berpura-pura mengatakan bahwa Ceysi adalah anak bibi Bo. Ternyata Ceysi adalah anak wanita itu juga laki-laki yang ku anggap sebagai ayahku. Permainan mereka benar-benar sungguh cantik. Hari itu, dia membawa pengacara baru ke rumah untuk membuatku bertanda tangan.”


“Ternyata aku ditipu, itu bukanlah tanda tangan untuk pernikahanku dengan Damico. Tapi persetujuanku untuk menyerahkan semua saham kepadanya. Aku mendengarkan itu dari Ceysi saat dia bersama dengan Damico. Dan Damico akan mengatakan kepadaku tentang keputusannya memiliki Ceysi dan membatalkan pernikahannya denganku. Karena selama ini aku tidak bisa memenuhi nafsunya sebagai laki-laki.”


“Hatiku benar-benar hancur Bel, aku datang kerumah untuk mempertanyakan semua kebenaran ini kepada Ayah. Tapi ternyata dia sedang bersenang-senang dengan wanita itu dan menunjukkan sifat aslinya. Bukan hanya itu, mereka juga sudah menjualku dengan lelaki brengsek itu. Aku dibawa mereka sebagai pengganti Ceysi, dimana aku sebagai pelunas hutang mereka karena perusahaan tidak cukup untuk membayarnya. Aku dibawa ke markasnya dan disitulah aku bertemu dengan abangmu.”


“Untung saja, Kenzo datang tepat waktu. Dia lagi-lagi menyelamatkan nyawaku. Kalau tidak, aku tidak tau apa yang akan terjadi denganku. Aku tidak ingin membayangkannya. Mengapa nasib ku seperti ini Bel? Apa yang sudah aku lakukan di kehidupan yang lalu? Apa yang sudah aku perbuat kepada mereka sehingga mereka tega denganku?” tanya Zhafira yang tidak berhenti meneteskan airmatanya.