Junior Sandreas

Junior Sandreas
Bisa Ular Kobra



Suasana di dalam tenda menjadi hening ketika Bella menolak ajakan dari Dailon. Sedangkan di luar tenda ada dua orang yang sedang merencanakan untuk mengeluarkan seekor ular kobra yang akan dimasukkan ke dalam tenda Bella. Dua orang yang sejak tadi sedang memperhatikan mereka pemotretan.


"Hati-hati, ular ini sangat berbisa. Jika rencana kita berjalan dengan lancar maka Bella tidak akan mengikuti acara jumpa pers untuk launching drama ini."


"Iya, aku akan menjalankan hal ini sesuai dengan rencana bos."


Keranjang yang terbuat dari kayu rotan di tangan lelaki itu di letakkan di tanah dengan posisi di miringkan. Penutup keranjangnya dibuka olehnya kemudian ular yang berada di dalam keranjang itu keluar. Ular yang keluar dari keranjang itu berjalan memasuki arena tenda yang di huni oleh Bella dan juga Dailon.


"Ehmm, kabarin saja aku ketika kamu memiliki waktu yang luang untuk bisa makan bersamaku." Ucap Dailon dengan berdiri dan memecahkan keheningan yang sejak tadi terjadi setelah penolakan Bella secara halus.


"Baiklah. Aku akan memberitahumu jika kamu memiliki waktu yang luang." Jawab Bella yang tersenyum dan berdiri mengambil jaket kulit yang terletak di kursi untuk digunakan oleh Bella karena saat ini Bella menggunakan gaun yang sedikit terbuka dan ia merasakan dingin.


Dailon yang menggerakkan langkah kakinya untuk berjalan meninggalkan Bella dengan perasaan ia dan tidak. Sedangkan Bella masih sibuk memakai jaket kulit di depan kaca.


"Aku permisi." Ucap Dailon yang melangkah pergi keluar dari tenda.


Bella yang masih di depan cermin melihat seekor gulai yang berada sejajar dengan Dailon yang saat ini sedang melangkah berjalan keluar dari tenda. Bella dengan cepat menyusul langkah kaki dari London dan menarik tangannya untuk menghindari ular yang berada di depannya hingga mereka berdua terjatuh.


Dailon yang terkejut atas tindakan Bella hanya terdiam dan melihat Bella yang berada di atas tubuhnya ketika jatuh di tanah. Bella yang masih menggenggam tangan kanan Dailon saat menarik, sedang fokus pada ular yang berada di samping dirinya.


"Jangan bergerak sedikitpun." Ucap Bella yang berada di atas tubuh Dailon dengan wajah yang mengarah ke kanan dan tidak memikirkan posisinya saat ini yang sedang di lihat oleh Dailon.


Dailon yang tidak mendengarkan perkataan Bella menolehkan dirinya ke arah kanan di mana arah Bella memandang. Karena gerakan yang dilakukan oleh Dailon membuat ular jenis kobra itu mendekat dengan cepat dan meluncurkan gigitannya ke arah wajah Dailon. Dengan cepat Bella melindungi wajah dari lawan dengan tangan kanannya yang diarahkan ke mulut ular kobra itu.


"Sudah aku bilang jangan bergerak. Apa kau tidak apa-apa?" tanya Bella yang melihat Dailon dengan posisi tangan yang menjadi pelindung Dailon.


Ular kobra yang berbisa itu menggigit tangan kanan Bella. Dengan cepat Bella mengalikan pandangannya untuk menyingkirkan ular yang ada di tangannya setelah bertanya pada Dailon. Ular kobra yang gigi taringnya tidak sepenuhnya menancap di kulit tangan kanan Bella karena adanya jaket kulit yang cukup tebal digunakan oleh Bella. Ular kobra itu di pegang oleh Bella dengan tangan kiri ya dan di lemparkan begitu saja ke arah kiri.


Dailon langsung bangun dan mengubah posisinya untuk berada di samping Bella. Dan Dailon berjalan untuk bergegas ingin membunuh ular itu dengan menggunakan pisau lipat yang dibawa olehnya untuk dilemparkan ke arah ular itu.


"Jangan! Biarkan dia pergi." Ucap Bella yang sedang membuka jaket miliknya.


"Kenapa?" tanya Dailon yang mengembalikan arahnya ke Bella kembali.


"Carikan sesuatu yang bisa untuk sebagai pengikat." Jawab Bella sudah membuka jaket kulit milik ya dan menghisap luka gigitan ular itu yang tidak terlalu dalam. Darah yang telah disedot oleh Bella di buang dari mulutnya. Bella melakukan hal itu hingga menurutnya bisa itu tidak akan membahayakan nyawa dirinya.


"Ini saja." Jawab Dailon mengeluarkan sapu tangan miliknya.


"Bantu aku untuk mengikatnya." Jawab Bella yang menunjukkan ke arah pergelangan tangan untuk mengikat luka gigitan itu.


Dailon yang mengikat sapu tangan pada posisi di atas 7 cm dari pergelangan tangan Bella.


"Yang kuat agar racunnya tidak cepat menyebar pada tubuhku." Jawab Bella dan Dailon mengikuti perkataan Bella dengan memperkuat lilitan sapu tangannya di tangan Bella.


"Nona Bella mengapa berteriak seperti itu?" tanya Melly dalam hati dengan berlari masuk kedalam tenda.


"Ada apa?" tanya Melly yang melihat Bella dengan kondisi seperti itu.


"Cepat buka mobil dan segera mengantar Bella ke rumah sakit." Ucap Dailon dengan cepat menggendong Bella ke arah mobil dan diikuti oleh Melly yang membuka pintu mobil.


"Aku bisa berjalan." Ucap Bella.


"Tenanglah, aku akan membawamu ke rumah sakit." Jawab Dailon dengan langsung mengangkat tubuh Caca untuk digendong olehnya dan diletakkan ke dalam mobil.


Melly duduk di belakang mobil bersama dengan Bella, sedangkan Dailon sebagai driver yang membawa mobil ke arah rumah sakit dengan begitu cepat. Para kru dan juga semua orang yang berada di lokasi syuting itu terkejut dengan apa yang telah terjadi. Mereka semua yang melihat tanpa ada banyak bertanya.


"Apa yang terjadi? tanya Sutradara.


"Nona di gigit ular kobra." Jawab Melly dengan cepat dan duduk di belakang bersama dengan Bella.


"Aku baik-baik saja, kalian jangan panik." Jawab Bella yang tersenyum di dalam mobil.


"Wajahmu mulai pucat jadi tenanglah. Aku akan segera membawa ke rumah sakit untuk di rawat." Jawab Dailon dengan fokus mengemudi mobil dengan kecepatan penuh berhubung pada jalanan itu tidak ada kendaraan yang sedang lewat.


"Nona, wajahmu sangat pucat." Ucap Melly yang memeluk Bella.


"Aku tidak apa-apa Melly." Jawab Bella dengan suara yang pelan.


Beberapa menit berlalu dalam perjalanan menuju rumah sakit Bella semakin lemah dan tidak sadarkan diri.


"Nona bertahanlah."Jawab Melly yang terus berusaha untuk membuat Bella tidak pingsan.


Melly menepukkan tangannya ke pipi Bella untuk membuat bola tetap sadar.


"Sebentar lagi kita sampai, bertahanlah Bella." Ucap Dailon yang terus fokus mengemudi ke arah rumah sakit.


Mereka tiba di depan lokasi UGD rumah sakit, Dailon keluar dan membukakan pintu mobil dengan menjerit meminta pertolongan kepada pihak rumah sakit untuk membawa Brankar.


"Bawakan Branker dengan cepat dan panggilkan dokter Toksinologi segera." Ucap Dailon dengan suara keras dan seorang suster beserta satpam saat berjaga itu langsung menolong mereka.


"Panggilan dokter Feng segera." Ucap suster yang mendorong branker bersama-sama dengan Melly, Dailon dan satpam.


"Iya." Jawab suster lainnya segera pergi mencari dokter Feng.