
Dokter Feng baru keluar dari ruangan Bella menuju ke dalam ruangannya dengan ekspresi yang sedang merona namun tidak terlihat karena menggunakan masker berwarna biru. Bella yang mengetahui bahwa dokter Fang sedang dalam suasana ekspresi yang merona karena digoda olehnya. Bella memutuskan untuk mengikuti dokter Feng dari belakang setelah Dokter Feng keluar dari dalam ruangannya. Bella seperti sedang bersembunyi-sembunyi mengikuti dokter Feng dengan gaya detektif Connan.
Dokter Feng memberhentikan langkahnya sebentar dan melirik ke arah belakang untuk melihat siapa yang sedang mengikutinya. Saat dirinya mengetahui siapa yang sedang mengikutinya, ia tersenyum dan melanjutkan langkah kakinya. Tiba-tiba dokter Feng merasakan tubuhnya sedang tidak baik-baik saja, iya berjalan dengan cepat untuk memasuki ruangan kerjanya dan ia lupa untuk menutup pintu ruangannya.
"Kenapa dia seperti sedang tidak baik-baik saja?" tanya Bella dalam hatinya.
Bella mengikuti dokter Feng hingga masuk ke dalam ruangannya dan melihat keadaan dokter Feng. Dokter Feng yang sedang duduk di bawah lantai dengan menahan rasa sakit pada dirinya. Kedua tangannya memegang rambut kepala dan ekspresi wajahnya menahan rasa sakit yang amat teramat sakit. Bella yang melihat keadaan menyedihkan dokter Feng segera memeriksa keadaannya.
"Dokter kau tidak apa-apa?"tanya Bella yang sedang mendekati dokter Feng di lantai bawah meja kerjanya.
"Pergi!" teriak dokter Feng kepada Bella yang sedang mendekatinya dengan menghempaskan tangan kanan Bella ketika akan memeriksa dirinya.
"Kau demam?" tanya Bella yang sudah menyentuh kening dokter Feng menggunakan tangan kanannya yang kemudian dihempaskan oleh dokter Feng.
Bella tidak mengikuti apa yang dikatakan oleh dokter Feng untuk pergi dari ruangannya. Bella panik untuk mencari obat yang bisa mengobati dokter Feng dan mencoba mengangkat dokter Feng ke atas tempat tidur pasien yang berada di samping meja kerjanya. Bella membentak dokter Feng untuk menerima bantuan dari dirinya.
"Diamlah, ada yang tidak beres dari dirimu." Jawab Bella yang menampakkan dokter Feng untuk menerima bantuan dari nya.
Setelah Bella menamparku dokter Feng membuat suasana menjadi lebih tenang dan Bella langsung mengangkat tubuh dokter Feng ke atas tempat tidur pasien. Dokter Feng yang terdiam dengan memperhatikan wajah Bella dan menerima bantuan Bella dengan diam saja.
"Mengapa saat aku memeluk tubuhnya aku merasa nyaman." Ucap Feng dalam hati.
"Dimana aku bisa mendapatkan obat demam?" tanya Bella kepada Feng.
"Ambilkan obat ku yang berada di brankas dengan kode 0 0 0 0 0 1 8." Jawab bank kepada Bella dengan mengarahkan tangannya menunjuk ke brankas yang berada di samping kanan meja kerjanya.
Bella mengerti apa yang dimaksud oleh seng dan segera melangkah ke arah brankas Feng. Bella memasukkan kode yang sudah diberikan oleh Feng untuk membuka brankas miliknya. Bella berhasil membuka brankas nya lalu mengambil obat yang berada di dalam brankas milik Feng. Bella memperhatikan dengan sekilas apa yang ada di dalam brankas milik Feng.
Tapi Bella menyingkirkan keinginan tahunnya untuk segera membantu Feng meminum obatnya. Bella mengambilkan air mineral segelas untuk diberikan kepada fang saat meminum obat. Bella membantu Feng untuk duduk setengah dengan meletakkan bantal ke belakang punggung Feng dan memberikan segelas air yang diambil olehnya dan juga obat yang sudah diambilnya.
"Minumlah." Ucap Bella yang memberikan air mineral dan juga obat kepada Feng.
Bella membantu Feng berbaring lagi di tempat tidur itu. Saat Bella ingin meninggalkan Feng hanya untuk meletakkan gelas air putih itu di meja kerja Feng tapi tangan Feng mencegah Bella.
Setelah Bella meletakkan gelas itu dirinya kembali berada di sisi Feng untuk merawat dirinya. Setelah minum obat itu, Feng tidak sadar dengan apa yang sedang ia lakukan. Bella menunggu keadaan Feng membaik dengan menggenggam tangannya dan memperhatikan wajah Feng yang sedang terus-menerus memanggil nama ayah dan ibunya.
"Apa yang sebenarnya terjadi oleh MU dan keluargamu." Jawab Bella dalam hatinya dengan memperhatikan wajah Feng.
Bella mengelap keringat yang berada di wajah Feng saat itu. Bella terus-menerus merawat bank dalam keadaan demam seperti itu.
"Kenapa demam yang sedang dialaminya itu berbeda dengan seseorang normal saat keadaan demam?" tanya Bella dalam hatinya ketika melihat keadaan Feng.
Suhu badan yang diderita oleh Feng seharusnya sudah berada di atas suhu demam normal lainnya. Bukan hanya itu, Feng juga tiba-tiba berada di suhu yang sangat dingin seperti berada di dalam kulkas. Bella memperhatikan keadaan suhu badan Feng yang bolak-balik berganti panas dan dingin.
Bella terus berfikir sepertinya Feng menderita sebuah penyakit yang aneh. Tapi dirinya fokus dengan kesembuhan Feng. Sejak awal tangan Bella terus di genggam oleh Feng. Sampai suhu Feng kembali normal, Bella melepaskan genggaman itu dan menelpon Melly untuk membuatkan bubur. Bella kembali ke ruang kamar pasien dan menunggu kedatangan Melly. Baru saja Bella tiba di dalam ruanganya, Melly tiba-tiba datang dengan kabar yang sangat mengejutkan.
"Nona gawat, Nyoya Caca dan tuan Jack akan segera ke apartemen kita untuk mengecek anda." Jawab Melly yang baru saja datang membuka pintu kamar pasien.
"Apa?" tanya Bella yang terkejut.
"Iya, mereka sudah dalam perjalanan kesini. Sekitar dua jam lagi mereka akan tiba." Jawab Melly.
"Jadi abang Kenzo tidak berhasil menyakinkan bunda untuk tidak perlu kesini? Tapi tidak heran juga bahwa bunda selalu khawatir kepada kami. Saat dia melihat keadaan kami baik-baik saja secara langsung baru dia akan tenang." Jawab Bella yang berfikir.
"Iya nona, jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Melly.
"Tentu saja keluar dari rumah sakit. Aku sudah baik-baik saja, lebih baik sekarang kau letakkan bubur itu disana dan bergegaslah untuk menyelesaikan administrasi. Aku ingin keluar dari rumah sakit ini." Jawab Bella.
"Baik nona." Melly yang bergegas untuk menyelesaikan administrasi.
Bella mengambil bubur itu dan berjalan menuju ruang dokter Feng. Meletakkan buburnya dan juga menulis sepucuk surat kepada dokter Feng. Bella kembali mengecek suhu dokter Feng untuk memastikan bahwa dia akan baik-baik saja. Dengan meletakkan telapak tangannya ke atas kening kepala Feng untuk mengecek suhunya. Setelah memastikan keadaan Feng yang baik-baik saja, Bella langsung keluar dengan berat hati meninggalkan ruangan dokter Feng. Dan di saat itu juga tidak ada orang yang terlalu memperhatikan Bella masuk kedalam ruangan dokter Feng.
Bella kembali ke ruangannya dan Melly sudah selesai dengan urusan administrasi. Melly yang tadinya membawa koper yang berisi pakain Bella dibawa kembali. Tapi Bella mengambil satu set pakaian yang dibawa Melly untuk di pakainya. Bella menutupi identitas dirinya untuk keluar dari rumah sakit itu.
Dan saat Bella sudah keluar dari rumah sakit dan masuk kedalam mobil, ternyata Dailon tiba di parkiran. Dailon membawa buah dan bunga untuk menjenguk Bella yang dirawat di rumah sakit. Tapi mereka berdua tidak bertemu di dalam parkiran itu satu sama lain.