
Kenzo yang sudah mengantarkan Zhafira ke rumahnya, bergegas kembali ke mansion.
Kenzo menghidupkan mobilnya dan segera menginjak gas namun tertunda karena suara ponsel yang berdering dari saku jas milik ya.
"Iya." Jawab Kenzo.
"Tuan, aku udah mendapatkan semua informasi yang anda minta." Jawab Riki.
"Baiklah, kita bertemu di mansion." Jawab Kenzo.
"Baik tuan." Jawab Riki.
Kenzo melanjutkan menginjak gas mobil dan segera menuju mansion. Riki dan supir yang mengantar Zhafira tadi sudah menunggu kedatangan Kenzo di ruang kerja Kenzo.
"Tuan sudah tiba?" Jawab sang supir.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Kenzo.
"Semua informasi tentang pabrik pembuatan permen itu ada di sini." Jawab yang supir.
"Dan Paman Riki?" tanya Kenzo.
"Beberapa hari ini Zhafira bertemu dengan orang itu dan selalu membantu anak itu untuk merawat adiknya yang sakit. Tapi informasi yang aku dapatkan, adik dari orang kecil yang ditolong oleh Zhafira dibawa oleh beberapa orang ia menjanjikan akan mengobati penyakit." Jawab Riki.
"Lalu?" tanya Kenzo.
"Karena rasa penasaran anak itu yang tidak bisa berjumpa dengan adiknya selama 1 hari. Ia pergi secara diam-diam ke tempat adiknya dirawat. Ternyata yang dilihatnya sangat mengejutkan karena adiknya dijadikan sebagai bahan percobaan dan akhirnya meninggal di depan matanya. Takut, amarah, kesedihan, perasaan itu tidak bisa dihindari oleh anak laki-laki itu sehingga ia diketahui oleh orang-orang yang telah membawa adiknya."
"Ia melawan tapi tidak bisa lepas dari genggaman mereka dan dijadikan sebagai bahan percobaan juga. Tetapi ia berhasil lolos dan mencari nona Zhafira untuk meminta pertolongan." Jawab Riki mengakhiri penjelasannya tentang apa yang ia dapatkan dari pengawal Zhafira.
"Jadi mereka mencari anak jalanan untuk sebagai kelinci percobaan? Karena jika mereka membunuh mereka, tidak ada sanak saudara yang akan mencarinya dan tidak ada pihak manapun yang akan mencurigainya karena orang-orang jalanan adalah orang-orang yang tidak punya keluarga terkhusus anak-anak?" tanya Kenzo dalam asumsi pemikirannya.
"Seperti ya begitu." Jawab Riki dan Supir ya.
Riki dan supir itu berdiri di depan meja kerja Kenzo dan melihat Kenzo yang sedang memeriksa kertas yang berisi informasi pabrik itu.
"Kau siapkan orang-orang kita untuk melakukan tugas besok malam. Cukup 5 orang saja yang memiliki kualifikasi tentang listrik, zat berbahaya dan kuat." Jawab Kenzo.
"Baik tuan." Jawab sang supir yang memberi hormat dan pergi meninggalkan ruang kerja Kenzo.
"Riki, kau tau apa yang harus kau lakukan saat ini kan?" tanya Kenzo.
"Baik tuan." Jawab Riki yang juga pergi meninggalkan ruang kerja.
Kenzo bergegas untuk membersihkan dirinya dan istirahat. Saat di pagi hari, sesuai dengan janjinya, ia bergegas menjemput Zhafira untuk mengantarkannya ke pemakaman anak kecil itu.
Suara ketukkan terdengar dari pintu rumah Zhafira. Zhafira yang masih menggunakan baju piama dan handuk putih sebagai penutup rambut ya yang masih basah karena ia baru saja selesai mandi.
"Tuan Kenzo, eh Kenzo." Panggil Zhafira yang membuka pintu dan melihat Kenzo berdiri di depan pintu rumahnya.
Kenzo yang melihat Zhafira dan melihat jam tangan miliknya untuk melihat pukul berapa pagi ini.
"Pergilah bersiap aku akan menunggumu 10 menit." Ucap Kenzo.
"Oh ya aku lupa. Tunggu-tunggu." Ucap Zhafira yang melupakan permintaan ya sendiri.
"Masuklah." Jawab Zhafira.
"Tidak perlu, aku disini saja." Jawab Kenzo.
"Baiklah." Jawab Zhafira yang tetap membuka pintu rumahnya dan ia berjalan menuju kamar untuk bersiap.
"Dasar lelaki dingin. Kenapa dia menolak untk masuk dan memilih berdiri di depan pintu?" tanya Zhafira dalam harinya sambil memakai pakaian.
"Aku sudah siap." Jawab Zhafira yang keluar dari pintu.
"Ayo." Jawab Kenzo yang membalikkan badannya ke arah Zhafira berdiri di belakang dirinya.
"Sebentar aku kunci rumah." Jawab Zhafira.
Kenzo menunggunya dan mereka berjalan memasuki mobil dengan Kenzo yang membuka pintu mobil untuk Zhafira.
"Apa perlu aku yang memasangkan ya lagi?" tanya Kenzo.
"Tidak, tidak." Jawab Zhafira yang gugup dan malu.
Kenzo tersenyum tipis dan bergegas melajukan mobilnya. Beberapa saat perjalanan mereka tiba di arena pemakaman. Kenzo cari tempat parkir mobil dan mereka bergegas keluar dari mobil untuk tempat pemakaman anak itu. Kenzo yang memberikan bunga kepada Zhafira.
"Aku tau kau lupa membawanya." Ucap Kenzo yang memberikan bunga mawar putih kepada Zhafira.
"Kau membelinya saat sebelum menjemputmu?" tanya Zhafira.
"Sudahlah ayo." Jawab Kenzo
Zhafira yang meneteskan air matanya ketika sampai di depan pemakaman anak itu. Meletakkan bunga mawar itu di atas tanah pemakaman. Dan mereka kembali ke mobil.
"Terima kasih telah atas semuanya." Jawab Zhafira.
"Iya." Jawab Kenzo.
"Apakah kau tidak bekerja? maaf sudah merepotkan mu padahal kau bisa saja mengirimkan alamat ini dan membiarkan ku untuk pergi kesini sendirian." Ucap Zhafira.
"Gunakan sabuk pengaman ya." Ucap Kenzo yang tidak menjawab pertanyaan dari Zhafira.
"Kenzo," panggil Zhafira yang sejak tadi Kenzo tidak suara mau menjawab pertanyaan dari Zhafira yang meminta maaf kepadanya.
"Ada apa?" tanya Kenzo.
"Kau tidak mempertanyakan anak itu siapa dan bagaimana ku mengenalnya?" tanya Zhafira.
"Dia hanya seorang anak jalanan yang kau kasihi." Jawab Kenzo.
"Jadi kalau sudah mengetahuinya?" tanya Zhafira.
"Iya." Jawab Kenzo.
"Tapi bisakah kau mencari informasi berita kematian anak itu? Saat itu anak lelaki itu mencari aku untuk menyelamatkan diri ya dari orang jahat." Jawab Zhafira.
"Dia di jadikan sebagai bahan percobaan pabrik K yang memproduksi jajanan permen yang ternyata kandungannya adalah kokain." Jawab Kenzo.
"Apa? Jenis narkoba?" tanya Zhafira.
"Iya. Permen itu mengandung 0,2% kokain. Mengakibatkan perasaan menagih dan tenang ketika memakannya. Tetapi jika itu dalam jangka panjang akan mengakibatkan kerusakan pada tubuh." Jawab Kenzo.
"Apa? Mengapa mereka tega?" tanya Zhafira.
"Dunia ini lebih menyeramkan dari pada yang kau bayangkan. Sepertinya anak itu sudah mengkonsumsi permen itu selama sebulan dan baru mengetahui bahwa adiknya di bawa bukan untuk di obati tapi di jadikan sebagai kelinci percobaan. Dia gagal menyelamatkan adiknya dan menjadi tawanan mereka untuk menggantikan adiknya yang sudah meninggal." Jawab Kenzo dengan mudahnya membuka semua informasi yang dia miliki.
"Apa? mengapa kau bisa mengetahui semua ini?" tanya Zhafira.
"Kau pasti bisa berfikir orang seperti apa aku.' Jawab Kenzo.
"Tapi aku mengenalmu karena kau kakaknya Bella dan mungkin saja kau mendapatkan informasi ini dari seorang detektif karena kalian memiliki banyak uang yang bisa saja membayar orang untuk mencari kebenarannya." Jawab Zhafira yang berfikir dan mengeluarkan pernyataan miliknya.
"Bukan hanya sekedar itu. Aku juga akan membalaskan dendam anak itu untuk menghancurkan pabrik permen K itu agar tidak ada lagi kelinci percobaan yang menjadi korban orang-orang tamak akan materi dunia." Jawab Kenzo dengan santainya sambil membawa mobil.