
Episode Bella Sandreas
"Lalu dengan ini?" tanya Feng yang memberikan mainan kunci kepada Bella.
"Ini mainan ku, kau dapat dari mana?" tanya Bella yang langsung mengambil ya dari tangan Feng.
Bella yang mengambil mainan kunci itu dari tangan Feng sambil berfikir bahwa mainan itu telah diberikan olehnya kepada seseorang anak laki-laki di saat dia berumur 10 tahun.
"Bukannya ini sudah aku berikan kepada anak laki-laki itu?" tanya Bella yang mengingat Feng saat kecil.
"Kau mengingatnya?" tanya Feng dengan tersenyum.
"Jadi anak laki-laki itu adalah kau?" tanya Bella dengan serius.
"Iya." Jawab Feng lagi.
"Kau, bagaimana mungkin?" tanya Bella kembali mengambil sebuah gambar Feng ketika kecil dan mencocokkannya dengan ingatannya saat bersama Feng.
"Kau si bakpao?" tanya Bella yang dulu memanggil bank dengan sebutan bakpao karena pipinya yang chubby seperti kue bakpao.
"Kau masih hidup, bagaimana kau pergi saat itu tanpa berpamitan dengan ku?" tanya Bella.
"Aku harus pergi karena di jemput oleh Nenek dan Kakek. Dan saat aku kembali ke rumah itu untuk berpamitan kau sudah tidak ada di sana." Jawab Feng.
"Iya, saat itu kau mengatakan pada ku untuk memberikan ku hadiah. Tapi saat siang itu juga aku di jemput oleh Daddy dan Bunda." Jawab Bella menerangkan.
"Jadi seperti itu." Ucap Feng yang telah menemukan jawaban yang selama ini dia cari kenapa Bella meninggalkan dia begitu saja. Begitu pula dengan Bella yang berfikir sama bahwa Feng pergi begitu saja tanpa berpamitan dengannya.
"Esok harinya aku juga memerintahkan paman Son untuk mencari mu di sekitar pemakaman tapi tidak menemukan mu." Jawab Bella.
"Kau mencari ku juga?" tanya Feng kemudian di anggukkan kepada Bella.
"Bella, aku mencari mu selama ini. Aku sudah mencari mu ke mana-mana tapi mungkin takdir memberikan jawaban dimana aku hampir menyerah. Dan saat ini kau berada di depan ku." Jawab Feng.
"Kau mencari ku selama ini?" tanya Bella.
"Iya, aku mencari mu hingga seluruh kota tapi tidak bertemu hingga akhirnya kita bertemu di negara yang berbeda dan di kota ini." Jawab Feng.
"Lalu ini ada kaitannya dengan pertanyaan ku?" tanya Bella
"Iya. Aku mencintai mu sejak di pemakaman ibu ku. Sejak saat itu aku sudah jatuh cinta pada mu Bel. Princess Bella Kekasih ku." Jawab Feng yang menggenggam tangan Bella dengan ekspresi wajah yang jujur dan mata penuh dengan cinta.
"Kau serius?" tanya Bella.
"Tentu. Aku tau kau tidak mencintai di saat aku jatuh cinta pada mu." Jawab Feng.
"Tunggu dulu, jadi kau sudah mengetahui aku adalah wanita yang kau cintai lalu kau masih mempermainkan ku?" tanya Bella yang telah mendekati Feng sejak pertama di rumah sakit namun Feng tidak menghiraukannya.
"Tidak. Aku mengetahui semua itu saat aku pertama kali datang ke apartemen mu." Jawab Feng.
"Saat kau tiba-baik kepada ku dan saat pertama kali menyetujui untuk berpacaran dengan ku?" tanya Bella kepada Feng.
"Iya. Sejak saat itu, saat itu aku ingin sekali memeluk mu, mencium mu dan tidak ingin lepas dari mu tapi aku harus menahannya. Aku takut kau hanya berpura-pura menyukai ku." Jawab Feng.
"Hahahahha. Baguslah aku kira kau mempermainkan ku. Tapi benar juga, mata mu itu adalah mata yang tidak pernah bisa ku tolak. Sejak pertama kali bertemu dengan mu aku menyukai bola mata mu yang berwarna ke emasan itu." Jawab Bella.
"Maksudnya?" tanya Feng.
"Jadi karena alasan itu kau menyukai ku dan ingin menjadi pacar ku?" tanya Feng dengan tatapan tanda tanya di depan Bella..
"Awalnya iya, tapi entah perasaan apa yang mendorongku untuk terus maju mendapatkan mu dalam genggaman ku walaupun kau cuek saat itu." Jawab Bella sambil tertawa kecil menjawabnya.
"Hahahah tidak apa-apa. Jadi sekarang semuanya sudah jelas. Dan kau memaafkan aku?" tanya Feng.
"Bakpao bodoh." Jawab Bella yang membuat Feng melotot melihat jawab Bella. Tetapi Bella mendekati Feng kemudian mencium di bibir Feng dengan cepat dan kembali ke sofa untuk duduk.
Feng yang mendapatkan hal itu, langsung membalasnya mendekati Bella dan memeluk badannya Bella. Bibir Feng mendarat di bibir Bella lalu ********** dengan intens.
Beberapa saat setelah itu, .......
"Pergi bersihkan diri mu. Setelah itu istirahat. Aku akan mengantarkan mu ke apartemen." Ucap Feng kepada Bella.
"Kenapa?" tanya Feng.
"Gak mau lepas." Ucap Bella yang memeluk Feng dengan erat seperti anak kecil.
"Kau menggodaku lagi?" tanya Feng.
"Heheh." Jawab Bella dengan melepaskan pelukan dan tertawa di depan Feng.
"Jangan manja." Jawab Feng dengan mencubit hidung mancung Bella.
"Oke. Ayo!" Jawab Bella dengan berdiri dan menarik tangan Feng untuk pergi ke apartemennya.
Tiba di depan pintu apartemen Bella. Feng memberikan kecupan di kening Bella.
"Masukkan, bersihkan dirimu lalu istirahat." Ucap Feng setelah memberikan kecupan kepada Bella dan mengelus kepala Bella dengan tangan kanannya.
"Selamat malam." Jawab Bella.
"Selamat malam my princess." Jawab Feng dengan tersenyum.
Bella membuka pintunya dan memberikan lambaian tangan untuk berpisah dengan Feng lalu menutup pintu apartemen ya. Feng membalas lambaian tangan Bella sambil tersenyum. Feng yang sudah melihat Bella masuk ke dalam apartemen, mengambil ponsel menerima panggilan dan memesan delivery.
"Baik aku ke sana." Ucap Feng dalam menerima panggilan itu. Dan tidak lupa membuka aplikasi untuk memesan makan malam Bella.
"Pasti dia akan lapar setelah mandi." Ucap Feng dalam hati mengambil ponselnya.
Feng telah memesan dan membayarnya secara online menggunakan aplikasi pesan antar. Setelah selesai, Feng bergegas membersihkan diri dan berganti pakaian dengan cepat. Feng bergegas pergi ke rumah sakit untuk melakukan tugasnya. Feng menerima panggilan dari rumah sakit untuk masalah mahasiswa yang kemaren baru saja ia tolong dalam keracunan makanan.
Mereka semua yang kebanyakan wanita tidak ingin makan jika tidak bertemu dengan dokter Feng. Dokter Feng yang memiliki sifat tidak tega, membuatnya harus memenuhi keanehan dari para pasiennya.
Feng yang sudah dalam perjalanan ke rumah sakit, sedangkan Bella baru saja selesai mandi. Dan beberapa menit setelah itu, suara bel apartemen berbunyi. Bella fikir itu Feng sehingga dengan senangnya ia membuka pintu itu.
"Nona ini pesanan Anda, dan ini adalah note yang di tinggalkan untuk Anda." Ucap delivery itu.
"Iya terima kasih." Ucap Bella yang kecewa itu bukan Feng dan menerima paket makanan begitu saja.
Bella menutup pintu apartemen setelah menerima paket itu kemudian mengambil note dan membacanya.
"Selamat makan my Princess. Aku kembali bekerja karena ada hal mendesak jadi tidak bisa menemani mu makan malam. Feng." Tulisan dari note itu kemudian membuat mood Bella kembali tersenyum sendiri setelah membacanya.