Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kedatangan Coper Ke Rumah Jack



Episode Krissta Sandreas


"Kau yakin tidak ingin aku antar?" tanya Samuel.


"Tidak perlu, aku ada sedikit urusan." Jawab Coper.


"Baiklah." Jawab Samuel.


"Hati-hati profesor." Ucap mereka berempat bersamaan.


Profesor Coper pergi dari ruangan Samuel. Di depan gedung ternyata ada 1 mobil yang sudah menunggunya. Di dalam mobil itu, Kriss telah duduk di kursi belakang di pinggir sebelah kanan. Saat supir membuka pintu mobil untuk Coper, Kriss tersenyum dari dalam mobil yang di lihat Coper.


"Daddy menyiapkan ini." Ucap Kriss.


"Iya, baru saja aku mendapatkan telepon dari nya untuk menunggu di sini." Jawab Coper.


"Merepotkan saja. Untung sekolah sudah Senin dan tidak ada orang yang melihat ketika masuk ke dalam mobil ini." Jawab Kriss.


"Hahah. Aku jadi penasaran sebenarnya apa yang kau lakukan disini atas perintah Jack." Jawab Coper.


"Kakek guru tanya saja kepada Daddy saat nanti bertemu. Kakek guru aku tidur ya. Kakek guru tidur juga saja. Perjalanan sekitar 2 jam ke sana." Jawab Kriss.


"Baiklah." Jawab Coper


Mereka berdua mengatur posisi kursi mobilnya untuk lurus dan bisa membuatnya tidur dengan tenang. Mereka berdua menghabiskan waktu dalam perjalanan dengan beristirahat di dalam mobil. Mobil melaju dari sekolah menuju ke rumah Jack.


Saat tiba di rumah Jack. Supir yang membawa mereka membangunkan mereka berdua. Jack dan Caca sudah menunggu mereka berdua di depan rumah di halaman luar.


"Paman." Ucap Caca dengan menyalami Coper.


"Caca bagaimana kabar mu?" tanya Coper.


"Sehat paman." Jawab Caca.


"Jangan terlalu lama bersalaman Dengan istriku." Ucap Jack yang sedang melepaskan kedua tangan yang sedang bersalaman.


"Hahaha, bagaimana kabar mu Jack?" tanya Coper dengan bersalaman dengan Jack kemudian memeluknya. Jack menyambut dengan memeluk kembali Coper dengan tertawa. Mereka berdua ketawa bahagia untuk menghilangkan rasa rindu dalam pelukan mereka.


"Sehat guru. Bagaimana dengan kabar mu?" tanya Jack.


"Seperti biasanya." Jawab Coper dengan melepaskan pelukannya.


"Kenapa hanya kaki guru yang disambut sedangkan aku tidak?" tanya Kriss dengan memeluk Caca dengan manja.


"Kamu sudah besar masih saja manja dengan bunda mu?" tanya Coper.


"Tentu saja, ini tidak akan berubah." Jawab Kriss dengan menjulurkan lidahnya kepada Jack dan Coper.


"Sudah, hentikan dulu obrolan kalian berdua. Paman pasti lelah dan belum makan, kita makan dulu. Ayo." Jawab Caca.


"Ayo." Jawab Jack yang mempersilakan Coper untuk masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ke ruang dapur kemudian duduk di meja makan.


Mereka menikmati hidangan yang sudah disediakan di meja makan. Mereka menikmati hidangan dan juga mengobrol ringan untuk mencairkan suasana. Setelah selesai menikmati makanan yang ada di atas meja mereka kembali duduk di ruang tamu dan menyambung obrolannya.


"Masakan Caca tidak ada yang berubah." Ucap Coper.


"Terima kasih paman. Aku ambil buah dulu dan cemilan lainnya untuk kalian lagi." Jawab Caca.


"Iya." Jawab Jack.


"Jack bisakah jelaskan kenapa Kris berada di sekolah itu?" tanya Coper to the point.


"Pertama, ini adalah usulan Kenzo karena keponakan Caca membutuhkan bantuan keris untuk menjaga seseorang yang bernama Ella. Kedua, untuk memberikan kebebasan Kris untuk memilih." Jawab Jack.


"Satu lagi Daddy. Abang Kenzo mendapatkan sebuah petunjuk tentang kematian kakek dan nenek." Jawab Kriss.


"Maksudnya?" tanya Jack yang belum mengetahui tentang hal ini.


"........ Jadi aku harus mendapatkan peringkat pertama untuk masuk ke anggota OSIS. Semua itu untuk mendapatkan wewenang yang lebih dalam mendapatkan fasilitas maupun kebebasan sebagai seorang murid di sekolah itu." Jawab Kriss yang menceritakan dari awal.


"Lihat guru. Mereka berdua sudah memutuskan segala sesuatunya sendiri tanpa memberitahukan aku terlebih dahulu."Jawab Jack.


"Tidak ada, hanya membahas bagaimana Kris bisa masuk ke sekolah JS." Jawab Jack.


"Oh. Jadi bagaimana dengan cerita hari ini?" tanya Caca.


"Paman lakukan sesuai dengan permintaan dari Jack. Paman menutupi semua tentang Kriss kepada mereka yang hanya memberikan hasil yang sudah dipersiapkan." Jawab Coper.


"Semua aman?" tanya Jack yang bertanya dengan maksud bahwa tidak ada yang mencurigakan dengan hasil yang diberikan oleh Coper.


"Seperti tidak ada. Karena Kriss juga menjawab dengan aturan agar sesuai dengan skor yang di inginkan." Jawab Coper yang sudah mengetahui bahwa Kris menjawab soal ujian tertulis dengan waktu yang dilambatkan olehnya sendiri dan juga menjawab pertanyaan langsung dengan santai namun sedikit jawaban tanpa memperluas nya sekali.


"Bagus lah." Jawab Caca.


"Bunda tenang saja. Aku bisa menjaga diri ku sendiri." Jawab Kriss.


"Bunda hanya khawatir." Jawab Caca.


"Begitulah seorang ibu." Jawab Coper.


"Oh ya, bagaimana dengan perjalanan guru?" tanya Jack.


"Belum menemukan apapun." Jawab Coper.


"Apakah petunjuk terakhir itu tidak benar?" tanya Jack.


"Petunjuk yang telah kau berikan itu memang benar adanya. Namun, setelah beberapa tahun aku menyelidikinya bahwa ia sudah meninggal karena penyakit jantung di salah satu rumah sakit di daerah sana." Jawab Coper.


"Maaf jika aku terlalu lama mendapatkan informasi itu." Jawab Jack yang merasa bersalah.


"Tidak Jack. Jika bukan karena bantuanmu aku juga tidak akan pernah menemukan keberadaan dia." Jawab Coper.


"Jadi apa yang Paman temukan tentang bibi selain penyakit dan kematiannya di rumah sakit itu?" tanya Caca.


"Suster tua yang pernah merawatnya mengatakan bahwa saat itu ia selalu bersama dengan seorang anak perempuan yang berumur sekitar sebaya dengan mu saja jika saat ini ia masih hidup. Dan kemungkinan itu adalah anak ku." Jawab Coper.


"Jadi Anda mencari jejaknya?" tanya Jack.


"Iya. Kenapa tidak meminta bantuan kami?" tanya Jack.


"Tidak apa-apa. Aku tidak ingin merepotkan kalian. Jika memang aku ingin meminta bantuan, aku akan mengatakan hal ini kepada kalian saat bertemu dengan Kriss waktu pertama kali." Jawab Coper.


"Jadi tidak ada berita tentang dia lagi?" tanya Caca.


"Tidak ada, aku hanya menemukan photo anak itu berusia sekitar 20 tahun. Namun, sudah aku mencarinya belum ada menemukan apapun." Jawab Coper.


"Bisa aku melihatnya?" tanya Caca.


Coper memberikan sebuah 1 lembar foto lama yang ditunjukkan untuk di perlihatkan pada Caca, Jack dan Kriss. Jack mengatakan untuk membantu Coper lagi tanpa penolakkan.


"Terima kasih. Semoga dia benar-benar anak ku dan dia masih hidup." Jawab Coper.


"Semoga." Jawab mereka bertiga


"Jadi bagaimana rencana selanjutnya?" tanya Jack.


"Tetap akan mengabdi di kampus itu 5 tahun lagi. Setelah itu mungkin akan pergi ke kampung halaman untuk menikmati masa tua." Jawab Jack.


"Tinggal bersama kami saja." Jawab Caca.


"Iya guru."Jawab Jack.


"Iya kakek guru." Jawab Kriss.


"Tidak. Aku sudah memiliki pemikiran itu sejak lama." Jawab Coper.


"Baiklah jika itu sudah menjadi keinginan paman." Jawab Caca.


Mereka terus bercerita hingga malam hari. Dan Coper menginap di rumah Jack satu malam. Setelah itu mereka mengantarkan Coper ke bandara bersama-sama. Tapi Kriss tidak ikut karena langsung kembali ke sekolah.