
Wajah Zhafira menampilkan pipi yang
merona dan pandangan yang tertunduk tersipu malu. Mereka mengatakan dan menjelaskan hal-hal yang membuat Zhafira tersipu malu. Zhafira yang awalnya mendengarkan pembicaraan mereka tentang Kenzo dengan wajah yang serius.
"Lihat wajahmu menjadi merona
atas apa yang kami katakan kepadamu."
Zhafira yang langsung menundukkan
pandangannya ke bawah dan membalikan badannya untuk tidak terlihat oleh mereka.
tidak ada hal yang dapat disanggah oleh Zhafira atas apa yang sudah dikatakan
oleh mereka terhadap dirinya di dalam dapur tersebut.
"Lihat apa yang sudah kau lakukan sehingga membuatnya menjadi tersipu malu." Ucap ketua Chef kepada bawahannya.
"Tentu saja kenyataan yang sudah kita ketahui bahwa dia adalah wanita bos kita."
Mereka semua tertawa dengan bahagia
atas apa yang sudah mereka simpulkan baru saja dari apa yang mereka lihat beberapa waktu ini. Sedangkan Zhafira melangkahkan kakinya untuk meninggalkan lingkaran itu untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah sudah tersipu malu tidak ingin terlalu lama berkumpul dengan mereka.
"Lihat dia pergi meninggalkan kita."
"Sudah-sudah. Lanjutkan tugas kalian masing-masing." Jawab Ketua Chef.
Zhafira pergi ke ruang penyimpanan
makanan untuk mengambil beberapa bahan yang akan disiapkan oleh dirinya yang
akan dimasak oleh para Chef yang ada di dapur. Zhafira mengambil keranjang
dorong sebagai alat bantu untuk meletakkan beberapa bahan yang akan diambil
olehnya. Sambil melamunkan perkataan-perkataan yang sudah ia dengar dari mereka semua.
"Apakah benar, dia tidak pernah membawa seorang wanita manapun?"
"Memang benar bahwa Kenzo itu tampan, mapan, jenius dan juga sangat baik walaupun ia sedikit dingin terhadap semua orang."
"Jadi tidak mungkin tidak ada wanita yang ia sukai selama ini. Ahh, sudahlah jangan terlalu banyak memikirkan tentang dirinya membuatku pening saja."
"Ingat Zhafira, Kenzo dan Bella adalah seseorang yang telah membantumu bertahan hingga saat ini setelah apa yang terjadi padamu."
Banyak asumsi yang sudah ia utarakan
di dalam hati dan pikirannya tentang apa yang sudah terjadi. Zhafira mengingatkan dirinya bahwa Kenzo dan Bella adalah orang yang telah menyelamatkan ia dari kehancuran hidupnya saat ini. Sudah begitu banyak bantuan dari Kenzo untuk kehidupannya. Zhafira sangat beruntung telah mengenal Bella sebagai sahabatnya dan juga sebagai saudara kembar Bella yang rela membantu dirinya untuk bertahan hidup dari cobaan yang menerpa dirinya.
Flashback On
Matahari ☀️ mulai terlihat untuk menyinari bumi. Suara burung berkicauan kesana-kemari dan juga lalu lintas yang ramai akan suara kendaraan yang sedang berlalu-lalang. Seseorang wanita yang berada di dalam mobil berwarna hitam dengan seorang supir yang mengemudikan mobilnya menuju ke depan gerbang kampus. Saat tiba di depan gerbang ia langsung keluar dari mobil yang mengantarkannya. Wanita itu menggunakan dress berwarna biru dengan tas sandang yang juga berwarna biru, berjalan memasuki gerbang kampus setelah keluar dari mobil yang
mengantarnya.
"Nona barang-barangmu akan saya
antar langsung ke asrama putri." Ucap sopir yang mengantarnya.
"Terimakasih pak." Ucap wanita itu dan langsung meninggalkan mobil yang mengantarkannya.
Tiba-tiba seorang wanita lainnya menggunakan sepeda melaju kencang mendekati dirinya dan hampir menabraknya.
"Maaf aku buru-buru." Ucap wanita yang mengendarai sepeda itu dengan melambaikan tangannya ke atas tanpa melihat ke belakang setelah hampir menabrak wanita yang baru keluar dari mobil itu.
Dan seseorang laki-laki yang menggunakan sepeda motor berhenti di depan kampus dan melihat kejadian itu dengan tatapan dingin. Dua pasang bola mata beradu antara laki-laki itu dengan wanita yang hampir ditabrak oleh sepeda tersebut.
"Maafkan kelakukan saudariku yang hampir menabrak dirimu." Ucapnya setelah mematikan mesin sepeda motornya dan membuka helm yang berwarna hitam dari kepalanya.
"Iya tidak apa-apa." Jawab wanita.
Kedua pasang bola mata yang beradu
itu saling menatap hanya sebentar tapi memiliki banyak makna yang tersimpan di
dalam hati mereka masing-masing. Laki-laki itu hanya mengungkapkan kalimat maaf
kepada wanita yang hampir ditabrak oleh saudaranya lalu memasang helmnya
kembali kemudian menghidupkan sepeda motornya dan pergi meninggalkan kampus
Wanita itu masih terbengong dengan
apa yang terjadi dan setelah laki-laki itu pergi beberapa menit baru ia kembali tersadar ia harus segera memasuki kelas. Beberapa jam kemudian setelah masa perkuliahan selesai para mahasiswa baru harus tinggal di asrama masing-masing.
"Ternyata kau teman sekamarku?
Maaf atas kejadian tadi pagi karena hampir menabrak mu dan kali ini aku baru
bisa mohon maaf dengan benar." Ucapnya saat seseorang masuk kedalam kamar
asrama nomor 20.
"Kau?" tanyanya yang juga terkejut.
"Panggil saja aku Bella, dan kau?" tanya Bella yang mengulurkan tangannya di hadapan Zhafira.
"Panggil saja Zhafira." Jawab Zhafira yang kemudian meraih tangan Bella yang sedang diulurkan kepadanya.
"Apa terjadi padamu sehingga
dirimu terlihat terburu-buru? apakah laki-laki itu adalah pacarmu?" tanya Zhafira yang sudah berpikir jelek tentang apa yang terjadi tadi pagi.
"Hahah, bukan-bukan. Dia adalah
saudara kandungku yaitu kakakku. Tadi pagi aku sedikit jahil kepadanya sehingga
ia mengejarku." Jawab Bella dengan tertawa bahagia seperti tidak ada kejadian apa apa tadi pagi.
"Oh, aku kira dia adalah pacarmu dan kalian sedang berantem." Jawab Zhafira.
"Tentu saja kami sedang berantem. Tapi sebagai adik dan kakak yang sering tidak sependapat." Jawab Bella.
"Apakah sangat menyenangkan memiliki
seorang saudara?" hanya Zhafira dengan polosnya.
"Tentu saja. Apakah kau hanya
anak tunggal?" tanya Bella kepada Zhafira.
Zhafira tidak menjawab pertanyaan
dari Bella karena sedang memikirkan hal yang ada dipikirannya. wilayah yang
tidak menerima jawaban dari Zhafira dan melihat Zhafira sedang melamun ia
menyadarkan Zhafira untuk segera membereskan barang-barangnya ke dalam lemari asrama mereka.
"Hey Zhafira." Bella yang menyentuh punggung Zhafira dengan tangan kanan.
"Iya." Jawab Zhafira dengan tersentak kaget.
"Mau sampai kau akan melamun?
sudah jangan kita bahas itu lagi sekarang beresi bareng-bareng ke dalam lemari
asrama kita." Ucap Bella.
"Ah iya. Tadi juga laki-laki itu mengatakan bahwa kamu adalah saudarinya." Jawab Zhafira mengalikan pembicaraan.
"Benarkah?" tanya Bella dengan wajah ingin mengetahui lebih banyak.
"Tidak ada hal lain selain dia meminta maaf kepadaku atas kelakuanmu. Setelah itu ia langsung pergi meninggalkan kampus." Jawab Zhafira yang sedang membuka koper miliknya.
"Hahah, sifat dinginnya tapi baik itu yang membuat saudariku sudah tampan mapan jenius dan juga menjadi laki-laki idaman bagi setiap wanita." Jawab Bella tertawa.
Zhafira tidak membalas perkataan Bella lagi hanya fokus meletakkan beberapa barangnya ke dalam lemari asrama.
"Memang ganteng si, baru pertama kali aku menemui seseorang yang membuat jantungku berdetak cepat tidak seperti biasanya walaupun selama ini sudah melihat begitu banyak laki-laki tampan." Jawab Zhafira dalam hatinya.
Flashback Off
Zhafira juga mengingat pertemuan
kembali tentang pertemuan dirinya dengan Kenzo dan juga Bella di kampus yang
membuat dirinya juga tersipu malu karena Kenzo yang begitu tampan menurut
dirinya