
Bella yang baru saja tiba di depan pintu kantor Feng. Bella yang ingin membuka pintu kantor Feng namun terkunci.
"Seperti nya aku tau sandinya." Ucap Bella yang berfikir bahwa password pintu kantor Feng sama dengan password pintu apartemen.
Bella menekan password apartemen pada tombol angka yang ada di pintu kantor Feng. Dan ternyata dugaan yang ada dalam fikiran Bella benar bahwa password yang ada di apartemen sama dengan password yang ada di kantor.
"Hahah sudah ku duga." Jawab Bella tertawa kemudian membuka pintu apartemen Feng.
Bella yang masuk ke dalam kantor Feng lalu menutup pintunya kembali. Bella berjalan ke arah meja kerja Feng dan melihat sekitar yang ada di dalam ruangan tersebut. Beberapa waktu dalam menunggu Feng selesai bekerja Bella mengelilingi ruangan itu sambil melihat-lihat.
Suatu benda yang tidak asing terlihat oleh Bella dilantai kantor tersebut.
"Handphone?" tanya Bella dalam hati melihat ponsel Feng yang terletak di lantai. Bella bergegas mendekat dan mengambil ponsel itu.
"Kenapa seperti ini?" tanya Bella dalam hati ketika mengambil ponsel yang terletak di lantai. Ponsel yang retak dan tidak di ambil oleh Feng.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Bella dalam hati sambil berfikir kenapa Feng bisa membiarkan ponselnya seperti ini.
"Apakah dia cemburu sampai melemparkan ponsel itu?" tanya Bella menduga-duga.
"Kita lihat nanti apa yang akan kau katakan kepadaku." Jawab Bella dalam hati lalu berjalan kearah kursi kerja Feng. Bella duduk di meja kursi kerja Feng lalu sembari meneliti ponsel Feng yang rusak sambil bergumam sendiri.
"Pantas saja nomor mu tidak aktif. Ponselnya rusak remuk seperti ini." Jawab Bella sendiri.
Karena terlalu lama menunggu Feng, Bella ketiduran di kursi kerja dengan setengah tubuh di atas meja kerja. Sementara Feng yang seharusnya cek rutin siang hari hanya satu jam. Namun Feng langsung ke kantin untuk makan siang dan setelah itu tiba-tiba di panggil karena ada pasien baru yang datang membuat dia tidak ke kantornya. Hal itu lah yang membuat lama hingga melupakan bahwa Bella sedang menunggunya.
Feng yang sudah menyelesaikan tugasnya hingga waktunya ia akan kembali pulang. Feng yang baru saja selesai berjalan dengan lelah ke arah kantornya untuk meletakkan jas dokter miliknya.
Feng yang melihat dari luar bahwa lampu kantornya hidup padahal dia merasa bahwa dirinya tidak ada menghidupkan lampu. Feng juga hanya masuk ke dalam kantor nya tadi pagi hanya untuk mengambil Jas dokter miliknya.
Feng dengan segera menekan tombol password yang ada di gagang pintu lalu masuk ke dalam. Terlihat seseorang sedang tertidur di meja kerja miliknya.
"Bella? Aku melupakan ya?" tanya Feng dalam hati yang baru saja menutup pintu dengan perlahan lalu berjalan menuju ke arah Bella.
Feng yang melihat Bella tertidur dengan pulas membuat dirinya tidak tega untuk membangunkannya. Ia berjalan ke arah lemari untuk mengambil selimut yang memang sudah tersedia di dalam kantor nya itu. Karena dirinya adalah seorang dokter maka adalah hal yang wajar jika ia sering tidur di ruang kantor jika mengalami shif malam.
Feng berjalan membawa selimut itu lalu meletakkannya ke tubuh Bella untuk menyelimutinya. Bella yang terasa bahwa dirinya sedang diselimuti oleh seseorang membuka matanya.
"Kau sudah selesai?" tanya Bella dengan sambil kedua tangan Bella yang mengucek kedua matanya.
"Password apartemen dan password kantor sama." Jawab Bella yang baru sadar dari tidur dan dengan polosnya menjawab spontan.
"Kenapa masih menunggu?" tanya Feng.
"Tentu saja ingin berbicara dengan mu, kemarin juga menunggu mu hingga pagi di apartemen mu." Jawab Bella.
"Menunggu ku?" tanya Feng.
"Iya. Kau tidak kembali. Maka dari itu aku kemari." Jawab Bella lagi.
"Oh." Jawab Feng dengan dinginnya.
"Hanya oh? Tidakkah kau khawatir tentang ku sementara aku khawatir tentang mu yang tidak ada kabar. Bisa kah kau tidak egois? Apa salahku kau kembali dingin? Apakah tidak bisa di bicarakan dengan baik-baik. Kenapa memperlakukan ku seperti ini?" tanya Bella dengan cepat mengeluarkan semua isi hati dan pikirannya.
Feng yang mendengar itu langsung tersentak dan sedikit merasa bahwa yang di katakan oleh Bella itu benar.
"Jika masalahnya itu adalah hasil syuting game pasangan kemarin lalu para fans mengomentari bahwa aku dan Dailon itu cocok. Maka itu tidak perlu kau khawatir kan. Aku hanya bersikap profesional dalam pekerjaan ku. Sedangkan aku tidak memiliki perasaan apapun kepadanya. Itu hanyalah sebuah komentar dari para fans."
"Biarkan mereka menganggapnya apa. Yang terpenting aku mencintaimu seorang. Aku percaya pada mu sepenuhnya. Dan aku berharap kau juga mempercayai ku sepenuhnya."
"Tapi apa? kau hanya cemburu membabi buta karena hal itu sampai-sampai melemparkan ponsel mu ini. Lalu menghilang dan menghindari ku? Apakah salah hipotesis ku?"
"Kalau kau tidak menjawabnya berarti itu benar. Kau benar-benar egois Feng. Kau egois dengan pemikiran mu sendiri tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu kepada ku."
"Inikah yang kau sebut menjalin hubungan dengan ku? Inikah yang kau sebut sebagai sepasang kekasih jika tidak ada kepercayaan di antara kita?"
"Aku yang lelah dari syuting hanya untuk makan malam bersama dengan mu tapi kau tidak kembali hingga aku menunggu mu sampai pagi. Dan saat ini aku ingin bertemu dengan mu......Sudahlah aku berbicara juga tidak akan pernah kau mengerti." Jawab Bella yang dengan kesal berjalan keluar meninggalkan Feng di dalam kantor.
Feng yang hanya terdiam dan menghayati segala pernyataan yang telah diberikan oleh Bella. Feng juga berfikir bahwa yang di katakan Bella itu semua hampir benar bahwa dia terlalu egois dan dia hanya membuat kesimpulan sendiri tanpa mencari kebenaran.
Bella yang sudah menyelesaikan pernyataannya kepada Feng langsung pergi meninggalkannya dengan wajah yang berkaca-kaca. Bella memakai kacamatanya dan masker miliknya dengan cepat saat berjalan keluar dari kantor Feng.
Suasana malam yang di iringi dengan hujan yang lebat. Bella pergi meninggalkan Feng dengan cepat menghilang. Bella pergi dengan mengebut ke arah yang berlawanan dari arah ke apartemen. Feng yang baru sadar bahwa di luar hujan, ia pergi mengejar Bella. Namun sudah tidak melihatnya lagi.
"Dia cepat sekali. Sial?" Jawab Feng yang langsung memasuki mobilnya untuk menyusul Bella.
Feng yang sepanjang jalan mencari Bella namun tidak di temukan olehnya hingga ia tiba di apartemen. Feng langsung menekan tombol apartemen Bella untuk mengecek Bella namun tidak di jawab hingga Feng menekan pasword apartemen Bella. Tapi saat di dalam ia juga tidak menemukan Bella.