Junior Sandreas

Junior Sandreas
Profesor Coper Yang Terkejut



Ada beberapa jenis IQ sesuai umurnya yang dapat di lakukan seperti:


Contoh untuk anak-anak adalah jenis tes Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) adalah sebuah tes kecerdasan (intellegence) yang dirancang untuk anak usia 2 tahun 6 bulan sampai 7 tahun 3 bulan, yang diciptakan oleh David Wechsler.


Tes ini merupakan turunan dari tes yang telah ia ciptakan sejak awal, yaitu Wechsler Adult Intelligence Scale and the Wechsler Intelligence Scale for Children tests. Sejak publikasi pertamanya, WPPSI telah direvisi dua kali, pada tahun 1989 dan 2002 diikuti oleh versi United Kingdom yahun 2003.


WPPSI-III dipublikasikan oleh Harcourt Assesment, sebuah revisi dari WPPSI-R (Wechsler, 1989). Tes ini juga menyediakan subtes dan gabungan skor dalam mewakili fungsi kecerdasan dalam bahasa dan daerah asal kognitif yang ditunjukkan.


Soal-soal pada tes IQ tersebut sudah melalui proses standardisasi, yakni pengujian soal pada orang yang telah mewakili populasi umum. Hal ini dilakukan agar hasil pemeriksaan dapat merepresentasikan populasi umum seakurat mungkin.


Tes untuk umur Kriss yaitu jenis tes WAIS Semua itu sudah di persiapkan oleh Profesor Coper. Profesor Coper lebih memilih untuk menggunakan teknik Wais untuk Kriss sesuai dengan umur yang dimiliki olehnya.


Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS).


Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) dikembangkan oleh David Wechsler. Akibat rasa ketidakpuasan dengan batasan dari teori Stanford-Binet dalam penggunaannya, khususnya dalam pengukuran kecerdasan untuk orang dewasa sehingga dikembangkanlah tes ini. David Wechsler kemudian meluncurkan tes kecerdasan baru yang dikenal sebagai Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) pada 1955.


Tes ini digunakan oleh orang dewasa usia 16-75 tahun atau lebih. Pelaksanaan tes ini dilakukan secara individu (Maarif et al., 2017). WAIS menjadi alat tes yang paling populer karena paling banyak digunakan di dunia saat ini. Tes ini semula bernama Wechsler Bellevue Intellegence Scale (WBIS).Tes intellegensi ini memiliki enam subtes yang terkombinasikan dalam bentuk skala pengukuran ketrampilan verbal dan lima subtes membentuk suatu skala pengukuran ketrampilan tindakan (Rohmah, 2011).


Maarif (2017) menjelaskan materi tes WAIS terbagi menjadi 11 subtes. Ada pun sub-sub tes tersebut terdiri atas:


a. Bentuk Verbal:




Informasi




Pemahaman




Hitungan




Persamaan




Rantang Angka




Perbendaharaan Kata




b. Bentuk Performance:




Simbol Angka




Melengkapi Gambar






Mengatur Gambar




Merakit Objek




Di dalam ruang aula itu para guru sudah duduk di kursinya masing-masing yang mengelilingi kursi yang diduduki oleh Kriss. Sementara ada 5 kursi yang kosong berada di hadapan Kriss.


Kursi itu sengaja dikosongkan oleh mereka untuk di duduki oleh Samuel Coper dan juga timnya Coper. Coper membawa beberapa mahasiswanya dan juga dosen peneliti yang bekerja di daerah tersebut. Coper meminta bantuan mereka sebagai orang yang akan menyaksikan penilaian dan juga memberikan ilmu kepada mereka.


Simbiosis mutualisme dimana saling menguntungkan antara Coper dan juga timnya. Saat ini, tim Coper sudah berada di parkiran mobil yang di jemput langsung oleh Daniel dan Gerry. Mereka berjalan menuju ruang aula.


Tidak lama mereka berjalan dari area parkir menuju aula, Samuel dan Coper tiba di parkiran mobil. Dan Kriss sudah datang bersama dengan tim Coper. Kriss langsung duduk di tengah sesuai perintah dari Gerry.


"Kau juga sudah datang Kriss?" tanya Gerry yang bertemu dengan Kriss di depan pintu aula.


Kriss membungkukkan badannya untuk memberi hormat kepada mereka semua.


"Ini tim dari profesor yang akan menjadi penguji mu." Ucap Gerry kemudian Kriss memberikan senyuman dan juga penghormatan untuk mereka.


"Dan ini, siswa kami yang ingin di uji." Ucap Gerry yang memperkenalkan mereka di depan pintu.


Mereka saling berjabat tangan kemudian Gerry mempersilahkan untuk masuk ke dalam ruangan.


"Silahkan masuk tuan-tuan, maaf jika perkenalannya di sini." Ucap Daniel.


"Oh iya, saya sampai lupa dan tidak sopan." Ucap Gerry.


"Tidak apa-apa. Suatu kebanggaan bagi kami untuk datang ke sekolah ini atas permintaan dari profesor." Jawab salah satu perwakilan mereka.


Mereka yang sedang asyik mengobrol di depan pintu aula dan tidak masuk-masuk ke dalam membuat mereka bertemu dengan Samuel dan Coper yang tiba juga. Coper yang masih berada di belakang Samuel, ia berada di pinggir lorong dengan menerima telpon dari seseorang.


"Kenapa kalian di depan pintu?" tanya Samuel.


"Tidak sengaja bertemu."Ucap Daniel.


"Profesor?" panggil tim profesor Coper yang melihat profesor Coper berada di belakang mereka.


Profesor Coper yang merasa dirinya sedang di panggil beberapa orang membalikkan badannya dan melihat semua orang yang berdiri di hadapannya. Dengan wajah yang terkejut ketika melihat mereka terpancar di wajah profesor. Yang tadinya masih berbicara di telepon menjadi berhenti setelah membalikkan badannya melihat mereka.


"Profesor?" panggil mereka lagi dengan melangkah berjalan mendekati profesor yang sedang berdiri.


Mereka memberi salam kepada Profesor sebagai tanda penghormatan bagi mereka sebagai muridnya. Tetapi profesor menjadi tersadar dari wajah terkejutnya dan menerima salam mereka.


"Terima kasih telah mengundang kami." Ucap seseorang.


"Sebuah penghormatan bisa bertemu dan ikut dalam kegiatan profesor." Ucap orang kedua yang menyalami Profesor.


"Terima kasih telah memberikan kesempatan untuk saya bergabung." Ucap seseorang ketiga.


"Semoga saya bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman dari profesor. Terima kasih." Ucap seseorang ke empat.


"Hahah, iya. Sudah-sudah apakah kita akan tetap di sini dan tidak masuk?" tanya profesor yang tertawa kecil dengan senyuman ramahnya kepada mereka.


"Silahkan ikut kami." Ucap Gerry yang memberikan arahan petunjuk jalan kepada mereka semua kemudian di ikuti yang lain.


"Sudah-sudah, kita masuk dulu." Ucap Samuel yang ikut serta.


Sedangkan Kriss sudah masuk terlebih dahulu ke dalam ruangan aula dan duduk di tempat yang sudah disediakan khusus untuknya. Kemudian di susul oleh mereka semua yang berada di luar pintu aula.


Langkah kaki dari orang-orang yang berada di luar pintu aula memasuki ruangan dan duduk di kursi yang sudah disediakan oleh para guru. Daniel dan Gerry kembali ke kursi mereka yang berada di jajaran para guru.


"Baiklah, karena semua sudah berkumpul. Sebelum memulai inti dari pertemuan ini. Saya perkenalkan kepada kalian semua, Profesor Coper, dan tim ya dimana ada Bapak...." Samuel yang memperkenalkan satu persatu tim Coper.


Profesor Coper melambaikan tangan ketika di perkenalkan dengan senyuman kecil dari bibirnya kepada semua orang yang ada di aula. Kemudian di ikuti dengan rekan tim yang lain saat di perkenalkan. Dan Samuel juga memperkenalkan satu persatu para guru dan terkahir memperkenalkan Kriss kepada mereka.