Junior Sandreas

Junior Sandreas
Belanja Peralatan Dapur



Episode Bella dan Feng


"Aku juga berpura-pura polos di hadapan mu untuk mengetahui mengapa kau marah kepadaku? Tapi, soal Aku mencintaimu dan soal Aku cemburu terhadapmu itu adalah hal yang nyata." Jawab Feng dengan wajah yang lugu dengan melipat kedua tangannya untuk meminta maaf.


"Dasar...." Jawab Bella yang kesal lalu pergi keluar dari apartemen Bella namun di tahan oleh Feng lalu di peluknya kembali di saat Bella ingin membuka pintu apartemen untuk keluar. Tangan Bella di tahan Feng lalu di tarik sehingga Feng bisa memeluknya.


Feng memeluk Bella dengan cepat dan melepaskan pelukannya dengan segera. Setelah itu, Feng memberikan kecupan kening kepala Bella.


"Istirahat dengan baik, besok jangan lupa membantu ku membelinya." Ucap Feng yang tersenyum kepada Bella.


Bella yang mendapatkan perlakuan itu lagi-lagi terdiam dan segera pergi dengan membuka pintu apartemen untuk keluar dan masuk ke dal apartemen Bella segera. Feng yang melihat itu hanya tersenyum.


"Waktu mu hanya akan menjadi milik ku, princess." Jawab Feng dalam hati sedang bersandar di depan pintu apartemennya melihat Bella masuk ke dalam apartemen. Kemudian Feng menutup pintunya.


Sedangkan Bella masih berdiri di belakang pintu apartemen dengan wajah yang memerah.


"Apakah aku sedang bermimpi?" tanya Bella dalam hati kemudian mencubit pipinya.


"Auuuu. Ternyata aku sadar." Jawab Bella.


Bella yang tersipu malu atas perlakuan Feng tadi membuat dunia menjadi membayangkan kejadian itu kembali. Bella berjalan kearah dapur untuk mengambil segelas air minum untuk menyadarkan dirinya.


"Benar-benar." Jawab Bella setelah meminum air kemudian berjalan menuju ke kamar untuk istirahat.


"Mulai sekarang biarkan aku yang mengejar mu." Ucap Feng dalam chat pesan yang dikirim ke Bella.


Bella yang menerima pesan itu kembali tersenyum setelah membacanya kemudian memeluk handphone miliknya dan memejamkan matanya.


Seperti biasanya Feng pergi kerja di pagi hari kemudian Bella juga pergi kerja untuk syuting. Bella yang keluar bersama dengan Melly dari apartemen melihat apartemen Feng yang tertutup.


"Sepertinya dia juga sudah pergi bekerja." Ucap Bella dalam hati ketika berjalan menuju lift.


*****


"Jam berapa selesai bekerja?" isi pesan Feng kepada Bella.


Bella yang masih syuting drama untuk mengambil adegan sunset di pantai membuat dirinya belum ada memegang ponselnya. Setelah Bella selesai, dia meminta ponselnya yang dipegang oleh Melly.


"Berikan ponsel ku." Ucap Bella kemudian di berikan kepada Melly.


"Ini sudah selesai." Jawab Bella. Baru saja Bella membalas pesan itu tiba-tiba Feng menelpon nya.


"Apa perlu aku menjemput pulang?" tanya Feng.


"Tidak perlu. Di mana kita bertemu?" tanya Bella.


"Di mall saja. Sekalian makan malam dulu baru kita belanja."Jawab Feng.


"Oke. Sampai ketemu." Ucap Bella.


"Iya." Jawab Bella.


Bella bergegas mengganti pakaiannya kemudian meminta kepada Melly untuk segera mengantarkannya ke mall. Di dalam perjalanan Bella menghapus make up nya dan juga mengganti makeup-nya seperti orang biasa agar tidak dikenali oleh orang banyak orang bahwa dia adalah Bella Chan.


"Ada mau ke mana?" tanya Melly.


"Hanya makan dengan Feng." Jawab Bella.


"Lalu anda memakai identitas Bella Sandreas?" tanya Melly.


"Anda harus tetap hati-hati. Apa perlu aku mengikuti Anda diam-diam?" tanya Melly.


"Tidak perlu. Lagian selama ini aku baik-baik saja dengan penampilan ini." Jawab Bella.


"Tetap memakai identitas Bella saja. Jangan berpenampilan jelek. Oke princess." Isi chat Feng.


"Kenapa?" tanya Bella.


"Entar aku jelaskan. Sekarang aku tunggu di parkiran mobil." Ucap Feng.


"Oke." Jawab Bella.


Bella mengganti makeup-nya kembali. Ia bermake-up tipis saja. Tiba di parkiran mall, ia masuk ke mobil Feng.


"Gunakan ini saja." Jawab Feng memberikan masker dan topi kepada Bella.


"Aku tidak ingin orang yang aku cintai harus menyamar orang lain saat bersama ku. Begitu pula dengan ku. Aku hanya ingin kita saling terbuka satu sama lain." Jawab Feng yang juga tidak mengubah penampilan seperti yang terakhir di lihat Bella saat di pantai.


"Andai kau mengetahui bahwa inilah identitas penyamaran ku yang asli walaupun menggunakan wajah asli ku." Jawab Bella dalam hati ketika Feng memakaikan topi kepada Bella.


"Aku memang tampan tapi jangan terlalu melihat ku seperti itu." Jawab Feng.


"Percaya diri sekali." Jawab Bella yang tersenyum tipis melihat Feng menggunakan masker putih dan topi hitam sama seperti Bella.


"Aku sudah memesan restoran tertutup. Jadi kita bebas untuk makan malam bersama tanpa paparazi." Ucap Feng.


"Maksudnya melakukan ....." Bella yang membayangkan yang tidak-tidak sambil tersenyum.


"Kenapa senyum-senyum begitu. Sudah ayo kita keluar dari mobil." Ucap Feng sudah membuka pintu mobil mengajak Bella keluar.


Mereka masuk ke dalam restoran Jepang yang berada di mall itu dengan tempat yang tertutup. Mereka menikmati makanan susi Jepang dengan baik. Dan hanya mengobrol santai, dimana Feng lebih banyak bertanya tentang kegiatan Bella pada hari.


"Sudah selesai?" tanya Feng.


"Sudah. Bagaimana jika berangkat sekarang karena sudah pukul sembilan malam." Ucap Feng.


"Ayo." Jawab Bella.


"Aku berfikir aneh. Ternyata hanya makan malam biasa." Jawab Bella dalam hatinya.


Mereka kembali menggunakan topi dan juga masker untuk menutupi wajah mereka. Karena saat ini mereka akan keluar dari restoran dan berjalan mengelilingi mall di lantai 5 untuk mencari bahan masakan dan alat-alat masakan. Awalnya mereka ke toko alat-alat masak. Bella yang membantu Feng dengan antusias memilih semua keperluan yang di perlukan Bella.


"Apakah ini sudah cukup?" tanya Feng yang melihat keranjang dorong belanjaan mereka sudah terisi penuh hingga melebihi batas nya.


"Hmmmmm, sebentar ada satu lagi yang kurang." Jawab Bella berjalan kembali mencari sesuatu.


Ternyata Bella mengambil sebuah cangkir couple yang belum dibeli olehnya. Untuk barang-barang lainnya Bella membeli barang yang wajar. Namun untuk barang-barang seperti sumpit, sendok, pisau makan, piring, mangkok, gelas dan tempat makanan yang bisa di bawa ke mana-mana, Bella membelinya couple.


"Ini yang kurang. Ayo ke kasir." Jawab Bella yang sangat ceria memegang gelas itu karena tidak muat lagi untuk di letakkan di atas keranjang.


Feng yang kesulitan mendorong keranjang itu karena terlalu banyak dan berat barang-barang yang di beli. Bella membantu Feng mendorong keranjang dengan satu tangannya. Mereka tiba di tempat kasir. Dan kasir mulai menghitung belanjaan barang-barang mereka.


"Apakah Anda berdua adalah pengantin baru?" tanya Kasir itu melihat sejak tadi banyak bareng couple yang di beli.


"Tentu." Jawab Bella memeluk tangan Feng dengan mesra membuat Feng terkejut.