
Setelah Priscilla tertidur, Feng juga membaringkan tubuhnya di sofa. Ia juga istirahat. Dan 2 jam mereka terlelap, Rom tiba di dalam ruang Priscilla.
Rom masuk dan duduk di samping Priscilla. Ia melihat Priscilla dengan kasih sayang yang terlihat jelas di wajahnya. Rom mengusap kepala Priscilla dengan sangat lembut kemudian memegang tangan dan letaknya tapi bukan miliknya.
"Selalu ceroboh dan membuat orang khawatir ". Ucap Rom sendiri.
Dengan perlahan terus memandangi Priscilla, Rom juga tertidur dengan posisi duduk dan memegang tangan Priscilla. Mereka bertiga tidur di dalam ruang pasien bersama-sama. Waktu berjalan dengan cepat, pukul sudah menunjukkan jam 04.00 Wib.
Priscilla terbangun, membuka matanya dan ingin bangkit dari tempat tidur namun terasa tangannya tidak bisa tergerak. Saat melihat ternyata tangannya sedang dipeluk oleh Rom.
"Dia juga datang bersama dengan Kakak?" tanya Priscilla dalam hati sambil menggerakkan tangannya untuk terlepas dari pelukan Rom.
Rom yang terasa atas gerakan tangan Priscilla membuat dirinya juga terbangun dan melihat bahwa wanita yang di depannya sudah terbangun.
"Apa aku membangunkan mu?" tanya mereka berdua bersama kemudian mereka tertawa kecil lalu terdiam saat melihat Feng masih tertidur di atas sofa.
"Stttt, Kak masih tertidur. Jangan membangun nya." Jawab Priscilla kemudian dijawab oleh Rom dengan mengangguk.
"Aku terbangun hanya ingin ke kamar mandi."Jawab Priscilla.
"Aku akan membantu." Jawab Rom kemudian di jawab oleh Priscilla dengan senyuman.
Rom membantu membawakan infus dan penyokong Priscilla untuk berjalan menuju ke toilet. Lalu Rom menunggunya di luar. Rom benar-benar sangat teliti dan lembut mengurus Priscilla. Setelah selesai mereka kembali ke atas tempat tidur pasien.
"Kenapa bisa terjadi seperti ini?" tanya Rom.
"Kau dan Kak sama saja, hanya bisa memarahi ku." Jawab Priscilla.
"Aku tidak memarahi mu hanya khawatir." Jawab Rom dengan jujur.
"Iya, iya lain kali akan berhati-hati. Lagian sudah tidak perlu khawatir lagi karena aku akan segera tinggal dengan mu dan bekerja di perusahaan Kak." Jawab Priscilla dengan tersenyum.
"Maksud ya?" tanya Rom yang tidak paham.
"Apakah kau bodoh? atau pura-pura tidak paham?" tanya Priscilla.
Tiba-tiba Feng terbangun dan mendekati mereka tanpa di sadari oleh Rom dan Priscilla.
"Aku akan memperbolehkan kalian tinggal bersama di mansion. Dan atur jadwal perpindahan dia kuliah yang dekat dengan kantor pusat. Dia akan membantu mu dalam mengolah perusahaan farmasi sebagai pengganti ku di saat aku tidak ada." Jawab Feng.
"Benarkah tuan?" tanya Rom.
"Tentu saja, tapi ingat jangan macam-macam. Dan lindungilah adik ku dengan baik." Jawab Feng.
"Sejak kapan Anda mengetahui aku menyukai adik mu?" tanya Rom.
"Sejak pertama kali kau menyukai dia. Lagian aku tidak akan memisahkan kalian berdua jika kalian saling mencintai. Selama ini juga kau sudah melindungi dia dengan baik. Tapi ingat jangan melakukan hal-hal di luar batas karena dia masih terlalu kecil. Bila waktunya tiba, aku akan merestui kalian untuk menikah." Jawab Feng.
"Benarkah?" tanya Mereka berdua kaget.
"Tentu. Sudahlah, kalian bicara baik-baik. Aku akan kembali ke rumah sakit. Karena jadwal ku masuk pagi." Jawab Feng.
"Apa aku tidak perlu mengantarkan?" tanya Rom.
"Tidak perlu. Setelah keluar dari rumah sakit, Priscilla sementara waktu tinggal di apartemenku dulu untuk memulihkan dirinya aku bisa sambil merawatnya. Dan kau, urusi kepindahan dia dan seluruh keperluannya. Untuk masalah Kakek dan Nenek, aku akan berbicara dengan mereka." Jawab Feng.
"Baik tuan." Jawab Rom.
"Sudah aku bilang berulang kali jangan panggil bos. Panggil saja dengan nama atau bisa Kakak." Jawab Feng tersenyum dengan memegang gagang pintu lalu keluar begitu saja tanpa mendengar pernyataan balik dari Rom dan Priscilla.
"Sejak kapan dia mengetahui kita seperti ini?" tanya Rom belum puas dengan jawaban Feng.
"Sudahlah jangan di bahas lagi. Lagian Kakak sudah menyetujui hubungan kita, apakah itu tidak baik?" tanya Priscilla.
"Tentu saja baik. Tapi kenapa baru sekarang?" tanya Rom.
"Maksud ya?" tanya Priscilla.
"Aku mengetahui jawabannya, karena bos sekarang sudah memiliki pacar." Jawab Rom.
"Apa? Kakak sudah memiliki pacar? Sejak kapan? Siapa? Kenapa aku tidak mengetahuinya?" tanya Priscilla.
"Bagaimana aku menjawabnya?" tanya Rom balik karena mendengar pertanyaan Priscilla terlalu banyak sehingga ia bingung harus menjawab yang mana lebih dulu.
"Jawab saja semuanya." Jawab Priscilla.
"Sejak beberapa bulan yang lalu ada seorang wanita...." Rom menceritakan tentang pertemuan Bella dan juga Feng hingga mereka berakhir seperti ini.
"Bella Chan? Artis populer yang dijuluki sebagai Ratu selebritas selama 5 tahun belakangan ini?" tanya Priscilla.
"Iya." Jawab Rom.
"Bagaimana sifat aslinya?" tanya Priscilla yang khawatir jika Feng memiliki seorang pacar yang tidak sesuai dengan kriteria nya.
"Tentu saja sangat baik. Bahkan aku tidak pernah melihat Feng selama ini sebahagia itu bersama orang lain selain dengan keluarganya." Jawab Rom.
"Benarkah?" tanya Priscilla.
"Tentu saja. Jangan khawatir. Kakak mu tidak akan pernah salah pilih dalam mencintai seseorang." Jawab Rom.
"Aku juga sedikit banyak tahu tentang jelaskan bahwa dia adalah artis yang cukup baik dalam dunia entertainment. Ia sering digosipin dengan beberapa apa artis pria lainnya namun ia selalu menyangkalnya bahwa ia tidak pernah memiliki pacar." Jawab Priscilla.
"Tentu saja." Jawab Rom.
"Tapi aku ingin mengetahui lebih jelas bagaimana sifat aslinya." Jawab Priscilla.
"Caranya?" tanya Rom.
"Bisakah kau membantu ku melakukan sesuatu?" tanya Priscilla.
"Apa itu sayang?" tanya Rom.
Priscilla berita memberikan kode kepada Rom lalu Rom mendekatkan telinganya ke arah Priscilla. Priscilla membisikkan rencananya kepada Rom.
"Apakah kau mengerti?" tanya Priscilla.
"Tentu." Jawab Rom.
Sedangkan di sisi lainnya Bella yang sudah menunggu Feng namun tak kunjung pulang. Ia juga menelpon rumah sakit namun pihak rumah sakit mengetakan bahwa Feng sudah kembali pulang.
Hal ini membuat Bella khawatir sehingga ia tertidur di apartemen Feng menunggu kepulangannya hingga pagi hari. Saat pagi Bella tetap tidak menemukan Feng.
Bella yang terbangun kesiangan, bergegas pergi dari apartemen Feng menuju apartemen miliknya untuk membersihkan diri dan bersiap-siap pergi ke rumah sakit menjumpai Feng.
"Apa dia benar-benar marah pada ku? atau ada hal lainnya?" tanya Bella sambil berjalan keluar dari apartemen Feng menuju apartemen miliknya.
" Tapi kenapa dia tidak pulang?"
"Lebih baik aku bersiap-siap ke rumah sakit. Kata suster dia akan masuk pada shif pagi hari ini. Iya iya aku harus ke sana. Tapi ..." Bella yang sudah masuk apartemen dan melihat jam ternyata sudah pukul 10.00 wib pagi.
"Ahhh sial, aku harus cepat-cepat." Jawab Bella yang berlari menuju kamarnya.