
Episode Krissta Sandreas
Flashback
Caca sedang bermain dengan Kriss di taman hutan di sebuah ayunan pohon. Kriss yang naik di ayunan kayu itu di dorong oleh Caca dengan pelan-pelan. Wajah Kriss yang sangat bahagia terpancar dalam tawa dan senyuman indahnya.
"Bunda lihat itu?" ucap Kriss dengan bahasa yang pasif dan tidak celat seperti anak-anak lainnya. Kriss yang menunjuk seekor kupu-kupu yang keluar dari kepompong di atas ranting bunga yang ada didepannya.
"Berawal dari lava, ulat, kepompong lalu menjadi kupu-kupu. Seperti gambar buku yang ada di lemari Daddy." Ucap Kriss.
"Buku?" tanya Caca yang kaget.
"Iya bunda." Jawab Kriss yang mengangguk dan berjalan mendatangi kupu-kupu itu sehingga kupu-kupu yang sudah keluar dari kepompong terbang bebas di udara.
Caca yang hanya tersenyum melihat Kriss mengejar kupu-kupu itu dan menggendong ya.
"Sayang, biarkan dia terbang bebas sesuai keinginannya. Kita jangan mengganggu kebebasannya...." Caca yang memberikan edukasi kasih sayang hewan kepada Kriss.
Karena dirinya penasaran tentang apa yang dijelaskan oleh Kriss tadi. Ia membawa masuk Kriss ke perpustakaan pribadi mereka.
"Hubby kemarilah." Panggil Caca kepada Jack yang berada di meja kerja tepat di dekat perpustakaan pribadi.
"Ada apa?" tanya Jack.
"Saat kau bersama Kriss di ruang ini apa yang dia lakukan selama ini?" tanya Caca.
"Bermain di lantai dengan buku-buku." Jawab Jack dengan santai.
"Hubby...." Caca yang berbisik kepada Jack tentang pengetahuan Kriss saat di taman tadi. Jack berinisiatif untuk menggendong Kriss dan membawanya ke sebuah rak buku yang biasa Kriss di letakkan di sana. Memang di sana lebih banyak buku yang memiliki banyak gambar.
Jack bertanya dengan Kriss tentang sebuah gambar.
"Kriss apa yang kamu bisa ceritakan kepada Daddy tentang gambar ini?" tanya Jack.
"Ayam ini bertelur dan terlur ini mengeluarkan ayam Daddy." Jawab Kriss dengan jawaban yang tertawa sambil menunjuk gambar yang ada.
"mylotus, selama ini kita hanya mendongengkan atau membacakan sebuah buku sebelum dia tidur kan?" tanya Jack dan Caca menganggukkan ya.
"Aku juga sering memberikannya pengenalan visual gambar dengan gambar yang berbeda setiap harinya." Jawab Caca.
"Mylotus, bagaimana jika mengajarinya membaca sekarang? Ada yang ingin aku pastikan." Ucap Jack.
"Ayo lakukan." Jawab Caca.
Selama seminggu mereka memberikan pelajaran menulis huruf, angka dan membacanya. Kriss bisa menguasai itu hanya dalam waktu seminggu. Kriss begitu lancar belajar hingga dalam waktu sebulan ia sudah mampu membaca huruf dan angka.
Kriss yang begitu aktif dan semangat menjadi ketagihan untuk membaca banyak buku yang bergambar. Jack yang mengetahui selerah anaknya ini membelikan banyak buku bergambar hingga Kriss umur 4 tahun ia sering mencuri waktu untuk pergi ke perpustakaan Jack untuk mengambil buku dan membacanya.
Jack dan Caca yang mengetahui hal itu hanya membiarkan ya. Hingga suatu ketika Kriss membaca sebuah buku yang tidak bisa di baca olehnya.
"Daddy, bunda. Kenapa buku ini tidak seperti buku yang lainnya? bagaimana cara ku membacanya?" Sebuah buku berisi tulisan yang berbeda dan bahasa yang berbeda.
Mengetahui hal itu, Jack terus memberikan pengetahuannya terhadap berbagai bahasa untuk diajarkan dengan Kris. Kriss yang selalu memiliki ke ingin tahuan yang salah besar selalu belajar dengan baik dan mendengar semua pembelajaran yang diberikan Jack.
Pada usia 5 tahun, Kriss sudah menguasai 10 bahasa dengan begitu lancar. Kecerdasan yang diperlihatkan oleh Kris membuat Jack dan juga Caca sangat penasaran tentang kemampuan IQ anaknya ini.
Jack dengan sengaja mengundang Profesor Coper untuk datang ke mereka. Dan saat profesor Coper datang ke pulau ini dan juga tinggal beberapa hari untuk meneliti IQ Kriss, profesor Coper tidak menyangka bahwa wa dia sedang menemukan sebuah berlian yang begitu berharga.
"Kenapa paman?" tanya Jack dan Caca.
"Maksudnya?" tanya Jack.
"Kau memang jenius Jack. Tapi masih jauh dari kejeniusan anak mu." Jawab profesor Coper.
"Kriss 2 kali lipat dari kejeniusan Kenzo." Jawab Profesor Coper.
"Apakah itu akan baik-baik saja padanya?" tanya Caca.
"Entahlah. Seperti pepatah mengatakan bahwa sesuatu yang langka itu tidak akan bertahan lama." Jawab Profesor Coper.
"Maksud ya dia bisa sakit karena kecerdasan yang dia miliki itu?" tanya Jack.
"Bisa. Tapi tidak bisa juga. Tergantung dengan keberuntungan." Jawab Profesor Coper.
"Lalu bagaimana kami harus mendidiknya?" tanya Caca.
"Aku percaya kau mampu, dengan cinta yang kau berikan oleh Jack membuktikan kau mampu mendidik anak mu." Jawab Profesor Coper.
"Aku mengerti paman. Terkadang seorang yang pintar lebih anti sosial. Dan memiliki sifat yang aneh. Namun dengan cinta dan menanamkan sebuah kebiasaan baik akan membentuk dirinya menjadi pribadi yang baik." Jawab Caca.
"Tapi aku meminta izin kepada kalian untuk memberikan dia yang terbaik. Dan melihat bagaimana perkembangan dia selama 3 tahun kedepan. Apakah ada efek atau tidak." Jawab Profesor Coper.
"Aku mengerti. Tapi paman, rahasiakan semua ini." Jawab Jack.
"Aku mengerti. Hal berharga seperti ini tidak akan aku bocorkan kepada siapapun. Tapi aku menyarankan untuk memberikannya kebebasan dalam memilih hidupnya." Jawab Profesor Coper.
"Aku akan berusaha. Jika ada kendala di kemudian hari, kami akan menghubungi mu segera." Jawab Jack.
"Iya. Jack bisa kita bicara berdua?" tanya profesor Coper.
"Boleh." Jawab Jack.
"Aku pergi melihat Kriss." Jawab Caca.
"Iya mylotus." Jawab Jack kemudian Caca pergi.
"Ada apa paman?" tanya Jack.
"Alasan aku mengatakan hal itu karena Kriss memiliki kemampuan meniru dengan cepat." Jawab Profesor Coper.
"Peniru?" tanya Jack.
"Visualnya lebih cepat berkembang di bandingkan dengan lainnya. Bisa di katakan kedua matanya itu menjadi alat perekam paling terbaik di bandingkan dengan yang lainnya untuk di alirkan pada pemikiran ya. Dan kau juga harus ingat. Jangan sembarang memberikan dia pelajaran ilmu bela diri. Itu benar-benar akan sangat membahayakan dirinya." Jawab Profesor Coper.
"Bagaimana mungkin itu bisa membahayakannya?" tanya Jack.
"Karena bisa saja kecerdasan menirunya itu akan menjadikan dia psikopat tak berperasaan." Jawab Profesor Coper.
"Itulah mengapa kau mengatakan kepada Caca bahwa cinta akan menjadikannya lebih baik? karena kau tak mau anakku menjadi monster yang lebih parah di bandingkan aku?" tanya Jack.
"Iya. Berikan dia pengetahuan kasih sayang dan hal-hal baik sebagai manusia. Beri dia pemahaman itu terlebih dulu baru kau bisa mengajarkan ia ilmu bela diri untuk menjaga dirinya sendiri. Karena aku tahu, dia akan menjadi incaran banyak orang." Jawab Profesor Coper.
"Aku mengerti. Terima kasih paman guru sudah mau datang." Jawab Jack.
"Semenjak kau menikah dengan Caca kau banyak berubah bahkan mengucapkan terima kasih masih menjadi hal aneh bagiku untuk di dengar.