Junior Sandreas

Junior Sandreas
Penyelamatan Nenek dan Kakek Asing



Keadaan jalanan yang masih sunyi, belum terlalu banyak aktifitas yang membuat kendaraan harus berlalu lalang di sekitar jalan raya. Hanya beberapa mobil saja yang beraktifitas karena waktu masih terlalu pagi. Orang-orang pekerja dan kegiatan lainnya masih dalam keadaan tertidur. Aktifitas mereka akan berjalan ketika pukul 07.00 pagi. Hal itu membuat Bella dengan cepat menginjak gas untuk segera sampai di apartemennya.


Lampu merah demi lampu merah sudah terlewati dengan cepat. Bella tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas walaupun keadaan jalanan masih sepi. Saat dirinya dalam perjalanan, Bella melihat dua buah mobil sedang berhenti. Bella memberhentikan mobilnya dari jarak 10 meter yang sudah melewati dua mobil tersebut.


Bella melihat dari kaca spion kanan mobil untuk melihat apa yang sedang terjadi di belakang. Hal itu tidak bisa di biarkan begitu saja, sepertinya ada yang tidak beres. Bella melihat dua orang paruh baya dan beberapa


orang berbadan tegap. Mereka semua terlihat seperti gangster sewaan dan salah satu orang membawa pistol dan menodongkannya kepada kedua orang paruhbaya tersebut.


Bella memakai maskernya untuk menutupi wajahnya. Bella juga mengambil pisau lipat yang selalu di bawa olehnya dan juga membawa jarum perak yang sudah dia sembunyikan. Bella dengan cepat menginjak gas untuk mundur kebelakang. Bella menabrak semua orang itu dari mobil belakang yang mundur. Empat orang itu terjatuh akibat mobil Bella dan seorang yang membawa pistol tersebut melihat kebelakang bahwa teman-temannya sudah terjatuh di tanah.


Bella membuka pintu mobil yang bertepatan posisi berdiri sang pembawa pistol itu. Membuka pintu dengan cepat sehingga membuat pria itu terlepas dari pistolnya yang di tangkap oleh Bella. Pria itu terjatuh di mobil Kakek dan Nenek itu. Kakek dan Nenek itu memisahkan diri mereka karena takut tertimpa oleh pria itu.


Bella langsung menendang pria yang membawa senjata itu tepat di area sensitifnya dan memukul kepalanya dengan pistol. Empat orang yang terjatuh tersebut langsung terbangun untuk membantu temannya yang sudah dipukuli oleh Bella hingga pingsan. Bella langsung menggerakkan kakinya berjalan cepat ke arah empat orang tersebut.


Tinju dan tendangan melayang ke arah mereka berempat dari Bella. Bella yang diserang bersamaan oleh mereka membuat jiwa berkelahi Bella juga membara. Bella sudah lama tidak melakukan hal ini, karena sibuk syutting dirinya sudah jarang berolahraga bela diri. Sudah dua bulan tidak datang ke atas ring untuk boxing atau hanya sekedar berolahraga beladiri seperti biasanya


di tempat umum.


“Kebetulan sekali aku bertemu dengan kalian.” Jawab Bella yang menghindari serangan demi serangan yang luncurkan oleh mereka berempat.


“Kau siapa berani ikut campur urusan kami?” tanya mereka yang sudah babak belur.


“Kalian tidak perlu mengetahui siapa aku.” Jawab Bella.


“Serang.” Ucap salah seorang dari keempatnya melawan Bella bersamaan untuk kedua kalinya .


Dengan sangat cepat Bella berhasil melumpuhkan tiga dari mereka yang salah satunya telah membuka topi yang di pakai oleh Bella. Bella yang saat itu menggunakan celana hitam, baju oblong rajut hitam, topi hitam, masker hitam dan sepatu snakers putih. Dan saat itu Bella mengkucir rambut dengan satu ikatan dan menggulungnya di topi untuk menutupi jati dirinya.


“Kau seorang wanita?” tanya seorang dari mereka yang telah menjatuhkan topi Bella dan membuat rambut panjangnya terurai.


“Kenapa? Malu dikalahkan oleh seorang wanita?” tanya Bella yang langsung menyerang habis mereka dengan waktu lima menit saja melumpuhkan mereka.


Bella tersenyum dan menepukkan kedua tangannya setelah selesai mengkalahkan mereka semua. Bella mengambil topi yang terjatuh ke tanah dan menggunakannya.


“Apakah kalian baik-baik saja nenek, kakek?” tanya Bella.


“Iya kami baik-baik saja,” jawab Kakek.


“Apakah kalian ada tali untuk mengikat mereka?” tanya Bella.


“Sepertinya ada,” jawab sang Kakek yang mengambil tali tersebut di dalam mobil.


Bella mengikat tangan mereka semua menjadi satu. Mereka di dudukkan di pinggir jalan dengan posisi duduk, tangan di belakang di ikat berbentuk bundar. Kaki mereka juga di ikat oleh Bella agar tidak bisa kemana-mana. Selesai melakukan hal itu, Bella kembali mengucapkan kepada nenek dan kakek itu.


“Terimakasih atas bantuanmu nak, kalau kami boleh mengetahui siapakah dirimu?” tanya sang Nenek.


“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Bella kembali tanpa menjawab pertanyaan sang Nenek.


“Laki-laki yang memegang pistol itu adalah supir pengganti di rumah kami selama sebulan ini. Kami tidak mengetahui siapa dalang dibalik semua ini, tapi mereka berniat jahat. Mereka ingin mencelakai kami.” Jawab sang Kakek.


“Apakah mereka perampok?” tanya Bella.


“Jadi kalian mau kemana?” tanya Bella.


“Kami ingin bertemu dengan cucu kami. Kami ke kota B dari kota C.” Jawab Nenek.


“Oh begitu, jadi bagaimana dengan mereka?” tanya Bella.


“Aku sudah menelpon cucu kami. Katanya dia akan segera kemari.” Jawab Kakek.


“Baiklah,” ucap Bella yang membuka mobilnya dan mengambil air mineral.


“Bolehkah kami mengetahui siapa yang sudah menyelamatkan kami?” tanya Nenek.


“Nenek dan Kakek minumlah dulu dan duduk saja di dalam mobil kalian hingga cucu kalian sampai.” Jawab Bella yang memberikan dua botol air mineral.


Bella melihat jam tangannya sudah menunjukkan waktu yang harus membuatnya segera kembali melanjutkan perjalanannya.


“Kenapa sejak tadi tidak menjawab kami? Kami hanya ingin mengetahui siapa yang sudah menyelamatkan kami.” Jawab Kakek yang menerima botolnya.


“Apakah itu terlalu penting Nek, Kek?” tanya Bella.


“Tentu saja. Kami ingin berbalas budi.” Jawab mereka berdua.


“Tidak perlu, aku hanya membantu kalian dengan iklas.” Jawab Bella yang berada di depan pintu mobil mereka berdua.


“Baiklah jika seperti itu, tapi izinkan kami mengetahui wajahmu. Wajah di balik masker itu.” Jawab Kakek.


“Iya, aku mohon. Agar aku bisa mengingat penyelamatku seumur hidup dan tidak membuatku penasaran hingga mati.” Jawab sang nenek yang tersenyum dengan polosnya.


“Baiklah jika seperti itu, tapi ini sebagai rahasia kita bertiga. Aku mohon jangan beritahu siapapun.” Jawab Bella.


Mereka berdua menganggukkan kepalanya, Bella menyuruh mereka untuk bergeser sedikit duduknya. Bella menutup pintu mobil itu dan duduk di samping nenek dalam mobil. Bella membuka masker dan topinya saat di dalam mobil. Sang nenek dan kakek terkejut dengan wajah cantik namun berani.


“Siapakah namamu?” tanya sang Nenek.


“Bella, panggil saja Bella. Aku sudah tidak bisa menunggu terlalu lama karena ada jadwal. Apakah Kakek dan Nenek bisa aku tinggal?” tanya Bella.


“Baiklah jika kau ingin segera pergi kami tidak akan menahannya. Terimakasih atas bantuannya. Kami akan menunggu cucu kami tiba.” Jawab Nenek.


“Baiklah jika seperti itu. Aku pamit Nek, Kek.” Jawab Bella yang menyalami mereka berdua dan kembali memakai topi dan maskernya.


Bella keluar dari mobil mereka.


“Jangan buka pintu mobil ini hingga cucu kalian datang, jika terjadi sesuatu segeralah menelpon polisi seperti yang sudah aku ajarkan kepada kalian tadi.” Jawab Bella sebelum pergi melajukan mobilnya.


“Iya.” Jawab Nenek dengan tersenyum.


Akhirnya, Bella meninggalkan nenek dan kakek itu di tepi jalan untuk melanjutkan perjalannya ke apartemen.