
Kenzo dan Zhafira yang berjalan keluar dari ruangan menuju ke ruangan yang mereka tempati tadi. Riki yang sedang berdiri di depan pintu ruangan itu melihat Kenzo dan Zhafira berjalan ke arah ya.
"Kenapa tuan cepat sekali?" tanya Riki.
Kenzo hanya memberikan sebuah sinyal kode kepada Riki dan kemudian Riki membukakan pintunya.
"Baiklah aku pergi." Jawab Riki yang menutup pintunya lagi.
Riki meninggalkan Kenzo dan Zhafira lalu masuk ke dalam ruangan aula. Kenzo yang sejak tadi menuntun Zhafira membuatnya duduk di atas kasur kemudian Kenzo berjalan mengambil air minum yang di campur madu.
"Duduk lah." Jawab Kenzo yang berjalan ke arah kulkas mini yang berada di dalam ruangan itu. Dimana di dalam ya terdapat madu flora asli yang sudah di sediakan. Hal ini sengaja di perintahkan oleh Kenzo kepada Riki untuk menyediakan madu sebagai pereda many Zhafira.
Kenzo selalu memikirkan hal-hal terlalu jauh dari setiap tindakan. Jadi selalu ada persiapan di saat-saat genting seperti ini. Kenzo mengambil teko yang berisi air panas yang dituangkan di atas gelas dengan ukuran setengah gelas lalu memasukkan madunya kemudian mengadukan. Setelah madu tercampur rata ke dalam air Kenzo menambahkan air mineral pada suhu biasa ke dalamnya agar tidak terlalu panas ketika di minum oleh Zhafira.
"Minum ini agar kepala mu tidak pusing." Ucap Kenzo yang memberikan gelas yang berisi madu itu kepada Zhafira.
"Terima kasih." Jawab Zhafira yang memberikan senyuman kepada Kenzo ketika menerima gelas tersebut.
Zhafira meminum air madu itu dengan perlahan hingga habis.
"Maaf jika aku tadi..." jawab Zhafira cara alami menghentikan oleh Kenzo dengan jari tangan Kenzo yang melekat di bibir Zhafira.
"Sttttt. Sudah aku katakan bahwa selama ada aku semuanya aman." Jawab Kenzo yang saat itu berada pada posisi jongkok di hadapan Zhafira yang duduk di atas kasur.
"Terima kasih atas bantuan tadi." Ucap Zhafira.
"Tidak apa-apa, pelan-pelan menghadapi mereka. Jangan takut, aku selalu ada di samping mu. Kau harus ingat itu." Jawab Kenzo yang menenangkan Zhafira yang masih sangat gugup gemetaran.
"Aku sangat takut Ken, hiks hiks." Ucap Zhafira yang memeluk Kenzo tanpa sadar dan menangis dalam pelukan itu.
Kenzo yang mendengar pernyataan dari Zhafira langsung memeluknya dan mengelus pundak Zhafira dengan perlahan untuk menenangkannya. Kenzo mencoba mengganti posisinya untuk duduk juga di sebelah Zhafira dalam memeluk Zhafira.
"Sepertinya dia mengingat kejadian dulu saat dia di jual oleh lelaki brengsek itu." Jawab Kenzo dalam hati.
Zhafira terus menerus menangis tiada henti dalam pelukan Kenzo dan tidak melepaskannya dalam kurun waktu yang cukup lama. Kenzo yang diperlakukan seperti itu tidak merasa risih yang ada ia merasakan bahwa dirinya benar-benar di butuhkan oleh Zhafira.
"Kau yang seperti ini sudah seperti anak kecil." Jawab Kenzo.
"Bagaimana jika dia menjual ku kembali?" tanya Zhafira.
"Tidak akan, ada aku." Jawab Kenzo.
"Janji? Bagaimana jika aku gagal membuat mu jatuh cinta kepada ku?" tanya Zhafira dan Kenzo tidak menjawabnya karena ia melihat Zhafira sepertinya memang mabuk di tambah dengan tekanan masa lalu yang di rasakan olehnya.
"Kenapa tidak menjawab? hiks hiks hiks." Jawab Zhafira yang tambah menangis.
Karena merasa Zhafira yang tidak henti-hentinya menangis membuat Kenzo bingung harus berbuat apa untuk menghentikan hal itu. Kenzo berfikir sembrono dengan mencium Zhafira sehingga membuatnya terdiam. Zhafira yang terdiam dengan atas perlakuan Kenzo kepadanya.
Zhafira yang terdiam hanya mengikuti perlakuan Kenzo padanya. Kenzo membuka heels yang digunakan oleh Zhafira mengangkat kakinya ke atas kasur kemudian menyelimutinya.
"Tidurlah." Jawab Kenzo.
Zhafira yang sudah merasa dirinya malu dan tersadar karena perilaku Kenzo yang menciumnya itu hanya mengangguk kepalanya dan memejamkan mata ya. Kenzo pergi ke toilet untuk mandi.
Sedangkan di ruang aula pesta tetap berlanjut dengan dansa dan masuk ke acara selanjutnya yaitu penampilan para artis ternama yang sudah di tata pada jadwal penampilan. Dan saat ini adalah jadwal penampilan Bella yang akan membawakan sebuah lagu sambil bermain piano.
"Wah wah, seru sekali dansa malam ini. Untuk memeriahkan ya kembali marilah kita sambut Bella Chan." Ucap MC yang sedang mempersilahkan Bella untuk tampil.
Lampu aula dipadamkan kemudian hanya ada lampu yang tersorot kearah Bella yang sedang duduk di depan sebuah piano. Kedua tangan Bella yang sudah menekan tombol tombol nada piano dengan jarinya dan memulai penampilannya.
Semua orang sedang terfokus pada penampilan Bella yang berada di atas panggung. Dan untuk memberikan semangat kepada Bella, mereka memberikan sebuah tepuk tangan yang meriah.
Kemudian suara Bella yang beriringan dengan melodi-melodi yang dikeluarkan oleh suara piano membuat semuanya menjadi sangat indah ketika didengar. Semua orang yang mendengarnya terpukau dengan penampilan Bella pada malam hari ini.
Feng yang baru pertama kali melihat penampilan Bella membuat dirinya benar-benar kagum atas penampilan orang yang dicintai oleh ya.
"Kenapa kau begitu cantik apalagi saat ini? " tanya Feng dalam hatinya yang melihat Bella sudah menyayikan dua bait lagu.
"Ingin rasanya aku membawamu pulang dan tidak memperbolehkan semua orang memandangi mu seperti ini. Aku benar-benar tidak ingin berbagi tentang mu pada orang lain." Jawab Feng dengan mengepal kedua tangan ya.
Hingga akhirnya Bella selesai dalam penampilannya membawakan satu lagu, Feng tetap mengepalkan kedua tangannya untuk menahan emosinya yang ingin sekali membawa Bella pergi.
Bella yang telah menyelesaikan lagunya kemudian berdiri berjalan kedepan dan membungkukkan badannya sedikit sebagai salam penghormatan setelah selesai dalam penampilannya.
Semua orang memberikan tepuk tangan yang begitu meriah dan ditambah oleh MC yang memberikan suasana yang lebih meriah lagi sebagai ucapan terima kasih kepada penampilan yang sudah dilakukan oleh Bella.
Kemudian, Bella turun dari panggung langsung di dekati oleh banyak direktur perusahaan yang ingin bekerjasama dengannya. Termasuk laki-laki yang menjadi target Feng saat itu. Namun Bella menolak mereka semua dengan baik-baik. Bella tidak menganggap perkataan mereka semua itu benar.
Bella memberikan alasannya karena memiliki kontrak yang sudah padat. Bella memberikan alasan yang bagus dan tepat. Mereka semua pergi dengan kekecewaan karena tidak dapat menjadi brand perusahan mereka.
"Hebat, semuanya ingin kamu menjadi modelnya." Jawab Feng.
"Mr. Zo?" tanya Bella.
"Sebuah kehormatan Nona masih mengingat nama saya." Jawab Feng.
"Tentu saya harus mengingat semua orang yang memperkenalkan dirinya kepada saya." Jawab Bella.
"Oh. Penampilan mu bagus bahkan terlihat sangat cantik." Jawab Feng yang sedang memuji penampilan Bella
"Terima kasih." Jawab Bella.
Kemudian Bella permisi kepada Feng untuk pergi ke toilet. Hal itu hanya sebuah alasan saja, namun sebenarnya Bella ingin kabur dari pesta tersebut karena penampilan dirinya yang telah selesai.