
Episode: Kenzo dan Zhafira
Fajar telah datang menghampiri setiap pagi. Zhafira yang sedang mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke kampus untuk menyelesaikan penelitiannya kembali. Zhafira bertekad untuk menghadapi semuanya sekarang tanpa ada rasa takut dan lemah seperti dirinya yang dulu.
Saat Zhafira keluar dari pintu rumah dan kuncinya, seseorang sudah berdiri di depan pintu dan menunggu dirinya.
"Selamat pagi nona?" Ucap Riki.
"Kenapa bapak di sini?" tanya Zhafira.
"Atas perintah tuan muda Kenzo untuk menjemput nona Zhafira." Jawab Riki.
"Ha...." Ucap Zhafira yang kaget dan tidak meneruskan perkataannya karena ponsel yang ada di tasnya berdering. Zhafira menerima telepon dari Kenzo.
"Ikutin uncle Riki untuk segera datang ke kantor ku." Jawab Kenzo.
"Tapi.." Jawab Zhafira yang belum menyelesaikan perkataannya sudah di disanggah oleh Kenzo.
"Bukan ya ini permintaan mu dan sesuai dengan persyaratan ku bahwa kau harus mengikuti keseharian ku. Aku memberikan mu waktu satu bulan untuk membuat ku jatuh cinta." Ucap Kenzo.
"Baiklah." Jawab Zhafira tanpa menolak.
"Kenapa dia tidak seperti biasanya yang tidak banyak berbicara dan hanya bersikap lembut kepadaku. Tapi nada bicaranya tadi seperti Kenzo yang dingin sesuai kriteria yang diberitahukan Bella." Jawab Zhafira dalam hati.
"Silahkan nona, mobil kita berada di gang jalan karena tidak dapat masuk ke jalan ini." Jawab Riki.
"Iya Pak." Jawab Zhafira.
"Panggil saja uncle Riki." Jawab Riki.
"Baiklah Uncle Riki." Jawab Zhafira.
Zhafira berjalan bersama dengan Riki menuju mobil yang telah parkir di depan gang jalan rumah. Riki membukakan pintu mobil untuk Zhafira dan kemudian dirinya masuk mobil untuk mengemudi menuju kantor Kenzo. sedangkan Zhafira masih saja melamun karena memikirkan kan apa yang akan dihadapinya.
"Nona tenang saja. Tuan muda terlihat dingin dan mengerikan tapi sebenarnya dia adalah orang yang lembut dan penyayang terhadap orang-orang yang di cintai ya." Jawab Riki.
"Benarkah?" tanya Zhafira.
"Iya. Aku fikir nona Zhafira telah meluluhkan hati tuan muda kami." Jawab Riki tertawa kecil di depan kaca mobil melihat Zhafira yang tersipu malu.
"Mengapa uncle mengatakan semua itu?" tanya Zhafira.
"Karena anda satu-satu ya wanita yang berada di sisi oleh Tuan muda selain Nona Bella dan juga nyonya Caca." Ucap Riki.
" Nyoya Caca?" tanya Zhafira.
"Saya tidak berhak memberi tahu kan lebih banyak lagi kepada nona. Biarkan nona mengetahui semua itu dari tuan muda Kenzo." Jawab Riki.
"Baiklah." Jawab Zhafira.
"Siapa Nyoya Caca? Apakah tunangannya atau ibunya?" tanya Zhafira dalam hati.
Karena selama ini Zhafira hanya mengenal Kenzo dan juga Bella tapi tidak mengetahui keluarga besar mereka.
Beberapa menit perjalanan mereka tiba di kantor Kenzo. Riki keluar dari mobil dan memberikan kunci kepada satpam untuk diparkirkan. Kemudian membuka pintu mobil untuk Zhafira.
Karyawan yang melihat kedatangan Zhafira dan juga Riki membuat seluruh isi perusahaan bergosip dengan cepat. Mereka melihat tanpa berkedip saat Zhafira keluar dari mobil hingga menaiki lift bersama dengan Riki. Mereka bertanya-tanya siapakah wanita yang dibawa oleh Ricky dengan sangat hati-hati itu.
Apalagi tidak ada satu wanita pun di perusahaan yang masuk ke dalam gedung perusahaan melalui lantai pertama pada pintu direktur. Ini pertama kali ya para karyawan laki-laki yang bertugas di lantai satu melihat wanita pada jam seperti ini. Seluruh karyawan wanita di beri peraturan untuk datang pada pukul tujuh pagi jika terlambat maka akan di pecat dari perusahaan. Seperti itulah peraturan di perusahaan Sandreas.
Dan wajah Kenzo yang selalu menjadi rahasia perusahaan. Tidak semua orang mengetahuinya dengan nyata selain dari majalah tentang ya. Hanya beberapa karyawan yang pernah menemui Kenzo secara langsung. Kenzo tidak terlalu terbuka untuk bertemu orang lain. Ia sangat membatasi diri untuk bertemu orang pada lingkungan sosial kecuali urusan bisnis besar dan rapat penting.
"Akhirnya aku bisa melihat wanita yang cantik masuk ke perusahaan dari lantai satu di jam ini."
"Siapa wanita itu?"
"Penampilan ya biasa saja. Tidak mungkin kekasih bos kan? tidak mungkin juga karyawan baru karena tidak pernah seperti ini?"
"Apa mungkin colega Bos? tapi kenapa penampilannya seperti itu bahkan dia bisa bersama dengan tuan Riki?"
"Aku akan mengambil gambar dan menyebarkan ke grup karyawan. Mungkin saja ada yang mengetahui hal ini."
Kehebohan yang terjadi karena kedatangan Zhafira bersama Riki. Dengan cepat berita itu tersebar ke seluruh ponsel karyawan yang berada di perusahaan pusat Sandreas.
"Mengapa mereka melihat ku seperti itu tadi?" tanya Zhafira.
"Mungkin mereka heran melihat ada seorang wanita yang datang bersama saya dan menaiki lift pribadi tuan Kenzo." Jawab Riki.
"Ha?" tanya Zhafira yang terkejut.
"Iya. Anda wanita pertama yang datang." Jawab Riki.
"Bella?" tanya Zhafira yang merasa tidak mungkin saudara kembar tidak pernah mengunjungi kantor saudaranya.
" Nona Bella terlalu sibuk dengan kehidupannya sendiri." Jawab Riki.
"Oh. Tapi kenapa aku harus datang ke sini?" tanya Zhafira.
"Saya tidak mengetahui. Anda akan segera mengetahui ya dari tuan muda Kenzo sendiri." Jawab Riki ketika pintu lift sudah terbuka. Mereka sudah tiba di pintu gedung pada lantai teratas.
"Silahkan Nona." Ucap Riki yang memberikan petunjuk kepada Zhafira untuk mengikuti ya.
Riki mengetuk pintu sekali untuk memberikan tanda kepada kita bahwa dirinya telah sampai bersama dengan Zhafira. Riki membuka pintu kantor Kenzo dan Kenzo sudah berada di dalam.
"Tuan muda, nona Zhafira sudah tiba." Jawab Riki.
"Terima kasih uncle." Jawab Kenzo.
"Duduklah." Jawab Kenzo yang memerintah Zhafira untuk duduk di kursi yang berada di depan meja ya.
Zhafira mengikuti pemerintah Kenzo untuk duduk di kursi dengan posisi berhadapan dengan Kenzo.
"Kenapa? terlihat di lantai atas tidak ada siapa-siapa?" tanya Kenzo.
Zhafira mengangguk.
"Aku tidak suka bising ketika sedang bekerja dan tidak suka banyak orang. Jadi seperti inilah kantor ku." Jawab Kenzo.
" Hanya ada aku dan Riki yang berada di lantai ini. Dan sekarang di tambah dengan mu." Jawab Kenzo lagi.
"Jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Zhafira.
"Tidak banyak. Buku yang di samping mu itu adalah semua tentang ku. Baik tentang jadwal keseharianku maupun tentang apa yang aku sukai dan tidak sukai." Ucap Kenzo.
Zhafira melihat satu tumpuk file dengan tinggi setengah meter dan satu tumpuk buku berada di samping file.
"Apakah ini yang harus aku pelajari semua?" tanya Zhafira yang terkejut dengan tumpukan buku dan file.
"Tentu. Tidak sanggup? Masih bisa mengundurkan diri." Ucap Kenzo yang menawarkan untuk mengundurkan diri ya.
"Tidak. Aku sanggup." Jawab Zhafira berdiri dan mengambil beberapa tumpuk file.
"Duduk dulu." Jawab Kenzo melihat Zhafira yang semangat.
"Ha.." Jawab Zhafira yang bingung.