
Episode Kenzo dan Zhafira
Mereka berdua turun dari mobil setelah Riki. membukakan pintu mobilnya. Zhafira yang keluar dari mobil merasa sangat aneh melihat pemandangan sekitar yang sedang dilihat olehnya.
Mall adalah pusat pembelanjaan yang akan ramai dikunjungi oleh banyak pengunjung. Namun, mall ini menunjukkan sangat sunyi dari para pengunjung. Dan yang lebih anehnya lagi saat ia turun dari mobil, 12 orang sudah berjajar antara kanan dan kiri dengan menggunakan pakaian Hitam putih sebagai seorang pelayan yang memberikan penghormatan kepada mereka berdua ketika berjalan.
"Selamat datang tuan muda Kenzo." Ucap mereka semua lalu memberikan penghormatan.
Kenzo sudah berjalan melewati beberapa orang namun Zhafira masih tercengang dengan keadaan lingkungan sekitar yang ia lihat. Kenzo memberhentikan langkahnya dan menoleh ke belakang untuk memanggil Zhafira.
"Zhafira, ayo!" ucap Kenzo kemudian di bantu oleh Riki yang masih berada di belakang Zhafira.
"Nona, tuan memanggilmu. Jalan lah." Ucap Riki.
"Oh iya." Jawab Zhafira baru melangkah berjalan.
Pelayanan yang berada di ujung membukakan pintu moral kepada mereka berdua selalu mengikuti mereka dari belakang untuk berjalan. Dengan 1 orang sebagai seorang manajer mall tersebut memberikan panduan kepada Kenzo dan juga Zhafira untuk mengelilingi mall.
"Apa yang bisa saya bantu tuan?" tanya ya.
"Semua sudah siap?" tanya Riki.
"Sudah tuan," jawab manajer yang memberikan arah ke kanan.
"Tuan, Nona silahkan duduk." Jawab Riki yang mempersilahkan Kenzo dan Zhafira duduk di sebuah sofa putih yang berada di ruang butik itu.
"Lakukan yang saya perintahkan tadi." Jawab Riki lagi.
"Baik tuan Riki. Plak....(suara tepuk tangan tiga kali)" Manajer itu memberikan kode kepada pelayan. Setelah itu beberapa pelayan wanita membawa beberapa hal yang di perintahkan oleh Riki.
Dua orang pelayan membawa dua lemari dorong gaun wanita, dua orang pelayan membawa beberapa model tas branded, dua orang pelayan membawa high heels, satu pelayan membawa alat make-up, dan satu orang membawa gunting seperti yaitu penata rambut.
Zhafira yang melihat hal itu lagi-lagi tercengang tanpa kata. Sedangkan Kenzo hanya tersenyum melihat pekerjaan Riki yang begitu sempurna.
"Bagus juga ide mu." Jawab Kenzo.
"Tentu tuan muda." Jawab Riki.
"Ini apa?" tanya Zhafira.
"Ikutin saja mereka. Pilih terlebih dulu baju, tas dan high hells mu." Jawab Kenzo.
"Aku?" tanya Zhafira.
"Bantu dia," ucap Kenzo.
"Baik tuan," ucap semua pelayan itu.
Zhafira berjalan mencari gaun, sepatu dan tas. Zhafira dibantu pelayan dalam memilih, namun ia hanya diam dan lebih meminta untuk memilih sendiri. Zhafira yang berfikir untuk memilih sebuah gaun berwarna merah namun ketika melihat harganya ia kembali meletakkan dan mencari gaun yang paling murah dari seluruh gaun yang ada di sana.
Kenzo yang sedang menunggu merasa terlalu lama Zhafira untuk memilih. Sehingga dirinya berjalan mendekati Zhafira dan membantu yang memilih. Melihat gerak dari Zhafira yang sejak tadi dilihat olehnya, Kenzo mengetahui apa yang telah dipikirkan oleh Zhafira sehingga dirinya memiliki sebuah gaun untuk Zhafira.
"Pilih saja apa yang kau suka tanpa melihat berapa harga ya." Jawab Kenzo kemudian Zhafira menoleh ke belakang ke arah Kenzo yang sudah berdiri di belakang ya.
"Ingat untuk menjadi wanitaku maka kau harus pantas melakukan itu di hadapan umum." Jawab Kenzo.
"Baiklah aku tidak memikirkan harga ya, tapi aku bingung karena baru pertama kali ya." Jawab Zhafira dengan sangat polos ya karena kejujuran ya.
"Oh, baiklah. Agar semua ya muda, biar aku yang memilih ya." Jawab Kenzo.
Kenzo berjalan memilih sebuah gaun merah yang di lirik oleh Zhafira untuk pertama kalinya dan Kenzo mengambil sebuah gaun yang berwarna biru.
"Coba ini dulu." Jawab Kenzo memerintah Zhafira untuk mencoba kedua baju itu.
"Bagus, pas." Jawab semua orang yang melihat kecuali Kenzo.
"Baju ya terlalu terbuka." Ucap Kenzo dalam hatinya.
Zhafira mengikuti perkataan Kenzo untuk menukar baju ya dan mencoba gaun yang berwarna merah. Dan gaun merah ini tidak terlalu terbuka. Tangannya 3 siku, lehernya tidak terlalu lebar, gaunnya tidak terbelah hingga paha hanya terbelah sedikit.
"Tunggu." Jawab Kenzo yang melihat Zhafira memakai gaun itu berjalan memilih sepatu dan juga tas. Dan pilihan Kenzo itu benar-benar pas.
Kemudian Zhafira di tarik oleh wanita pelayan sebagai tata rias rambut, kemudian ke tata rias make-up. Kenzo menunggu dengan membaca beberapa laporan yang diberikan oleh Riki.
"Tuan, semua ini adalah tamu undangan beserta identitas ya." Jawab Riki memberikan tablet kepada Kenzo.
"Iya." Jawab Kenzo.
Riki pergi mengambil jas dan keperluan yang akan digunakan oleh Kenzo. Dan memerintahkan Kenzo untuk mengganti pakaiannya sambil membacakan beberapa draf nama yang belum siap di baca oleh Kenzo.
Saat Kenzo selesai menggunakan pakaiannya, ia kembali mengambil tablet ya dan melihat ya lagi.
"Jadi benar Bella akan datang?" tanya Kenzo.
"Tentu tuan, Nona Bella adalah artis yang masih bertahan pada predikat sebagai ratu di dunia hiburan." Jawab Riki.
"Apakah dia sudah mengetahui bahwa aku akan muncul?" tanya Kenzo.
"Belum." Jawab Riki.
"Biar aku yang akan memberitahukan ya." Jawab Kenzo.
"Baik tuan." Jawab ya.
Zhafira keluar dengan penampilan cantik ya membuat Kenzo tersenyum tipis.
"Aku sudah mengatakan bahwa dia akan cantik menggunakan itu." Jawab Kenzo dalam hati.
"Apakah ini benar-benar aku?" tanya Zhafira kepada Kenzo.
"Tentu." Jawab Kenzo kemudian mendekati Zhafira dan membalikkan badan Zhafira ke arah kaca besar.
"Inilah kau yang sekarang." Jawab Kenzo.
"Aku begitu cantik. Aku baru tahu bahwa aku begitu cantik." Jawab Zhafira yang tertawa bahagia dengan menutup mulutnya dengan kedua tangan dan mata yang hampir meneteskan air mata.
"Kau tau senjata tak terlihat apa yang di miliki oleh wanita atau lelaki?" tanya Kenzo yang mengarahkan tubuh Zhafira ke kanan.
"Tidak." Jawab Zhafira.
"Pesona ya. Untuk mengeluarkan kharisma pada seseorang dan membuat orang lain mengaguminya adalah dengan cara mengeluarkan semua pesona ya. Kecantikan atau ketampanan adalah senjata tak terlihat bagi seseorang untuk mempengaruhi orang lain." Jawab Kenzo.
"Jangan pernah meneteskan air mata lagi seperti yang aku katakan. Saat ini kau sudah cantik, jangan menghilangkan make-up ya." Jawab Kenzo yang menghapus air mata Zhafira kemudian di jawab dengan anggukan kepada Zhafira.
"Di mana toko perhiasan?" tanya Kenzo.
"Di lantai 5 tuan." Jawab Manajer.
"Bawa aku ke sana." Jawab Kenzo.
Mereka ke atas kemudian memilih kalung berlian dan anting giok mahal untuk digunakan oleh Zhafira. Kenzo memasangkannya kepada Zhafira.
"Sempurna."Jawab Kenzo dalam hati.
"Selerah tuan muda memang hebat." Jawab Riki.