Junior Sandreas

Junior Sandreas
Ciuman Pertama Tak Sengaja



Nama : Feng Zou William


Umur :27 tahun


Tinggi: 185 cm


Sifat : Cuek, Dingin, Setia dan Penyayang


Status :Dokter dan Pewaris asli Perusahaan Zou


Suasana menjadi fokus pada satu objek yang sedang berjalan menuju ruangan dokter. Sebuah objek seorang dokter tampan dan juga sangat di akui di rumah sakit Z. Dikenal sebagai dokter muda yang tampan, jenius dan juga seperti idol ternama. Perawat dan dokter wanita sudah pasti menjadi fans berat


bagi sang dokter tersebut.


Wajar jika dimanapun dia berada menjadi pusat perhatian orang-orang rumah sakit. Pasien, dokter wanita dan perawat wanita semua sedang memandangi dirinya yang baru saja tiba untuk melakukan tugasnya. Hari ini mendapatkan jadwal dari sore hari- pagi hari. Dokter itu bernama  Feng Zou William yang biasa di panggil dengan


dokter Feng.


“Dokter Feng tiba.” Ucap seorang perawat wanita yang membawa rekam medis di tangannya berlari kearah pusat informasi perawat yang berjaga dua orang di ruang tersebut. Ruangan itu berada di lantai 3 lorong 3 dengan jumlah kamar pasien sebanyak 15 kamar VIP dan 15 kamar biasa. Rumah Sakit Z adalah rumah sakit terbesar yang berada di kota C yang terdapat di pinggir Kota.


“Tampannya.” Ucap seorang perawat yang berjaga di pusat informasi membalas perawat yang baru saja tiba.


Ketiga perawat itu memberikan senyuman dan memanggil nama dokter Feng dengan manisnya. Tapi dokter Feng hanya memberika muka datar seperti biasanya. Dokter Feng bukan hanya di kenal sebagai dokter yang tampan dan jenius tapi juga sebagai dokter bermuka datar tanpa ekspresi. Di dalam keadaan darurat, sedih atau bahagia, dia hanya menawarkan dan menampilkan wajah yang datar tanpa ekspresi.


Dokter Feng masuk ke dalam ruangannya untuk memakai jas dan peralatan lainnya agar menjalankan tugasnya seperti biasanya.


“Lihatlah, wajah datar dan dinginnya itu menjadi ciri khas yang dimiliki olehnya.” Ucap seorang perawat tersebut.


“Iya, aku jadi ingin melihat ekspresi lain diwajahnya selain wajah datarnya itu.” Jawab seorang perawat lainnya.


Mobil ambulance yang membawa Bella menuju rumah sakit Z yang paling terdekat dari tepi pantai dan sekitar kota tersebut. Bella langsung di masukkan kedalam UGD dan di tangani oleh seorang dokter yang saat itu sedang bertugas. Dengan sangat paniknya Melly ikut mendorong mengantarkan Bella ke


dalam ruang UGD.


“Maaf nona, anda bisa tunggu di luar. Serahkan kepada dokter Feng.” Ucap seorang perawat yang menutup pintu kamar UGD.


“Baiklah.” Jawab Melly.


Melly masih saja mondar mandir di depan pintu UGD memikirkan keadaan Bella. Melly ingin memberikan kabar kepada bos besar tentang keadaan Bella yang masuk kedalam rumah sakit, tapi dia memikirkan bagaimana jika Bella sadar dan memarahi dirinya. Dia sangat bingung karena dilemma antara tuan yang sedang di ikutinya.


Di dalam ruangan UGD, dokter Feng sedang memeriksa keadaan Bella dengan kemampuannya. Memberikan vaksin untuk mencegah racun menyebar di seluruh tubuh. Feng dengan cepat menemukan jenis ubur-ubur yang sudah menyengat


Bella. Feng melihat bagaimana keadaan Bella dari gejala yang sudah terjadi pada


tubuh Bella.


“Dokter Feng benar-benar hebat.” Ucap seorang dokter magang yang sedang melihat tindakan cepat yang dilakukan oleh dokter Feng.


“Bereskan sisanya.” Ucap Feng kepada mereka semua.


Pengobatan sudah dilakukan oleh dokter Feng dan Bella sudah bisa di pindahkan ke dalam ruangan biasa. Feng keluar dari ruang UGD dan langsung di beri pertanyaan oleh Melly.


“Bagaimana keadaanya dok?” tanya Melly.


“Pasien sudah dalam keadaan stabil, dia hanya membutuhkan waktu beberapa saat untuk sadar. Vaksi yang sudah saya berikan akan menetralkan racun yang terkena padanya.” Jawab Feng yang membuka maskernya.


“Jadi dia baik-baik saja tanpa hal yang serius?” tanya Melly.


“Tidak apa-apa, daya tahan tubuh dia juga sangat baik. Hanya beberapa hari saja dia istirahat akan pulih sepenuhnya.” Jawab Feng.


“Bisakah saya membawanya di ruang VIP?” tanya Melly.


“Anda bisa mengikuti saya untuk administrasinya.” Jawab perawat


yang membantu Feng.


“Apakah dia memang berekspresi dingin seperti itu?” tanya Melly.


“Seperti itulah.” Jawab Perawat yang tidak mau banyak menjawab.


Melly melakukan pengurusan administrasi untuk ruangan VIP Bella agar nyaman. Dan Bella langsung di pindahkan dari ruang UGD menjadi ruang VIP. Dan para perawat mulai bergosip tetang Bella.


“Jadi itukah artis terkenal yang bernama Bella?”


“Iya, katanya dia terkena sengatan ubur-ubur beracun sehingga tiba di rumah sakit kita.”


“Beruntung sekali dia bisa di tangani oleh dokter Feng.”


“Aku penggemarnya, apakah aku bisa meminta photo?”


“Iya, dia terkenal sebagai artis action yang bagus.”


“Ehm..Ehm..” ucap Melly yang batuk untuk menghentikan mereka berbicara.


“Hehehe,” ucap mereka semua.


“Bersikaplah professional, dan saya mohon untuk menjaga ketenangan pasien. Saat ini dia menjadi pasien bukan seorang artis. Saya mohon kepada kalian semua.” Jawab Melly.


“Baik nona.” Jawab mereka semua.


Melly pergi dari tempat mereka bergosip menuju ruangan Bella. Dia menemani Bella beberapa jam hingga akhirnya perut Melly keroncongan dan telepon dari Bram.


“Sayang aku tidak bisa kesana dengan segera karena ada beberapa hal yang harus di urus. Bagaimana kondisi nona Bella?” tanya Bram.


“Dia sudah baik-baik saja namun belum sadarkan diri.” Jawab Melly.


“Syukurlah, kau juga jangan sampai lupa makan. Aku yakin kau belum makan malam?” tanya Bram.


“Baiklah, aku akn keluar sebentar.” Jawab Melly.


“Oke, aku tutup.” Ucap Bram yang mematikan teleponnya.


“Nona aku pergi dulu untuk makan malam dan akan kembali.” Jawab Melly yang melihat Bella.


Shiff malma untuk pemeriksaan kondisi pasien dilakukan oleh Feng hingga ke tempat Bella. Feng yang memakai masker dan jas putih memasuki ruangan Bella dengan membawa data medis Bella di tangannya.


“Bunda, Daddy.” Panggil Bella dalam tidurnya beberapa kali.


Feng merasa Bella sedang mengigau membuatnya memeriksa keadaan Bella. Seharusnya demamnya akan segera turun dan juga dia akan segera sadar. Namun sudah lima jam berlalu, Bella juga belum sadarkan diri. Feng memeriksa keadaan Bella dengan memeriksa suhu tubuhnya dengan meletakkan telapak tangan Feng ke atas kening Bella.


Secara tiba-tiba saat Feng merasa suhu tubuhnya sudah normal dan melepaskan sentuhan tangan di kening Bella, Bella menarik tangan Feng dengan kuat dan langsung memeluk tubuh Feng dengan erat.


“Bunda, daddy, pelukkan kalian paling terhangat. Aku kedinginan.” Ucap Bella dalam pelukkan itu.


Feng dengan cepat untuk melepaskan pelukkan yang diberi Bella kepadanya, tapi Bella dengan cepatnya meletakkan bibirnya di bibir Feng yang tertutup oleh masker berwarna biru.


“Bunda aku sangat menyayangimu.” Ucap Bella yang kemudian mencium Feng dengan menarik kepala Feng dengan erat agar tercium olehnya dengan lama.


Ciuman pertama yang tak sengaja itu tejadi dengan cepat.